Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesesuaian Peruntukan Budidaya Perikanan dan Wisata Bahari Waduk Cirata Berdasarkan Kualitas Air Waduk Dwi Rustam Kendarto; Rusmin Nuryadin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n1.1

Abstract

Perencanaan wilayah perairan waduk Cirata terutama berkaitan pengembangan budidaya pertanian dan pengembangan potensi wisata bahari menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi wilayah, namun demikian dalam pengembangan wilayah waduk perlu mempertimbangkan fungsi utama waduk sebagai penyedia listrik. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan untuk budidaya perikanan dalam hal ini adalah kegiatan Keramba Jaring Apung (KJA) dan kegiatan wisata bahari. Pewilayahan kesesuaian lahan dilakukan menggunakan metode pembobotan dan metode pencocokan dengan kesesuaian peruntukan tertentu mempertimbangkan parameter kualitas air sebagai acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Waduk Cirata kurang sesuai untuk pengembangan KJA dan wisata bahari dengan tingkat kesesuaian S2 atau sesuai marginal dengan faktor kendala utama adalah kandungan BOD dan N total yang sudah diatas ambang batas. Hasil Analisis pembobotan menunjukkan nilai potensi kesesuaian lahan dalam kondisi agak potensial. Pengembangan KJA dan wisata bahari masih dapat dilakukan pada beberapa tepat, terutama wilayah yang berdekatan dengan muara sungai yang kualitas airnya lebih baik daripada kualitas air di badan air waduk.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN AIR BANJIR MENJADI AIR BAKU DI DAERAH RAWAN BANJIR Sophia Dwiratna; Boy Macklin Pareira P; Dwi Rustam Kendarto
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.061 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11444

Abstract

Saat terjadi bencana banjir, ketersediaan air menjadi sangat krusial. Kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan sebagainya sangat sulit dipenuhi ditengah-tengah keadaan bencana banjir. Salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek. Desa ini setiap musim hujan selalu terkena dampak luapan sungai Cikeruh. Pada saat banjir, sumur sumur yang biasa digunakan tercemar air banjir sehingga kondisinya keruh dan berbau. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan air banjir menjadi air bersih, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pengolahan air banjir menjadi air bersih dan air baku bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah menggunakan teknologi sederhana melalui proses koagulasi-sedimentasi-filtrasi untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memasyarakatkan teknologi sederhana pengolahan air banjir menjadi air baku sebagai upaya penanganan bencana banjir.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Jambu Kristal Sebagai Upaya Perluasan Lahan di Kabupaten Sumedang Irdan Herdiat; Sophia Dwiratna Np; Dwi Rustan Kendarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.018 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.5

Abstract

Jambu kristal merupakan varietas baru jambu biji dimana memiliki daging buah yang tebal dan biji yang sedikit sehingga banyak digemari oleh masyrakat terbukti dengan permintaan yang bertambah setiap tahunnya. Besarnya permintaan jambu kristal di Kabupaten Sumedang tidak sebanding dengan tersedianya stok jambu kristal. Maka proses perluasan lahan perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan dan pengembangan jambu kristal di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan menemukan wilayah potensial budidaya jambu kristal. Proses kesesuaian lahan dilakukan dengan cara melakukan overlay pada aspek tanah, aspek iklim dan aspek topografi yang dianalisis menggunakan metode pembandingan (matching). Data iklim dilakukan pengolahan data hilang dengan menggunakan persamaan Braak agar teruji validitasnya. Hasil didapatkan bahwa kelas S2 menjadi kelas yang sangat dominan disebabkan karena faktor pembatas iklim terutama curah hujan. Sekitar 48.4% aspek iklim adalah kelas S2 sedangkan sekitar 84.26% aspek tanah adalah kelas S1 begitu juga dengan aspek ketinggian sekitar  47.98% adalah kelas S1. Potensi pengembangan jambu kristal di Kabupaten Sumedang seluas 77.910,22 ha atau 49.98% dari total luas wilayah Sumedang. Kecamatan Jatigede menjadi kecamatan yang memiliki wilayah potensial terbesar yaitu dengan luas mencapai 6.410,25 ha.
Kajian Kualitas Air Hujan dan NPK Budidaya Tomat (Mill. var. pyriforme) Apel dengan Cocopeat dan Kompos Sarah Fitri Soerya; Nurpilihan Bafdal; Dwi Rustam Kendarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.03

Abstract

Fertigasi merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan di dalam dunia pertanian. Fertigasi adalah salah satu sistem irigasi dikombinasikan dengan unsur hara. Fertigasi biasa digunakan di dalam hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu teknologi penananamn tanpa menggunakan tanah. Tanaman yang digunakan adalah Tomat Apel (Solanum lycopersicum Lycopersicum esculentum Mill, var.pyriforme). Air hujan dapat digunakan untuk pengairan untuk pertanian. Air hujan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan air di musim kemarau sebagai sumber irigasi.  Sumber air hujan yang digunakan berasal dari daerah Jatinangor, Sumedang, kampus Universitas Padjadjaran. Air hujan memiliki beberapa masalah yaitu nilai kuaitas air pH yang terlalu tinggi dan nilai DHL yang terlalu rendah. Air irigasi ditambahkan nutrisi sebagai penambahan unsur hara untuk kebutuhan tanaman. Pengamatan kulitas air hujan dilakukan berdasarkan nilai pH, TDS, TSS, DO dan kekeruhan. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman Tomat Apel, digunakan nutiri. Nutrisi yang digunakan adalah NPK, yang dicampurkan pada irigasi dengan menggunakan media tanam cocopeat dan kompos. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, untuk mengetahui hasil panen tanaman secara kuantitatif. Tomat Apel dengan penggunaan nutrisi NPK dan penggunaan media tanam cocopeat:kompos menghasilkan bobot prediksi sebesar 2.450 gram/pohon dengan total penggunaan air 19,01 liter/tanaman selama 78 hari dan total konsumsi NPK dalam bentuk granular sebanyak 2,296 kg. Efisiensi penggunaan air tanaman Tomat Apel pada greenhouse adalah sebesar 94,07 kg/m3. Prediksi bobot hasil panen sebesar 2,45 kg/pohon.
Analisis Kekritisan Daerah Resapan Air Menggunakan Metode Skoring di Sub DAS Cikeruh Salsabila Surya Santosa; Edy Suryadi; Dwi Rustam Kendarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.09

Abstract

Sub DAS Cikeruh mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daerah resapan air. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan perubahan fungsi tata guna lahan menyebabkan banjir dan berkurangnya resapan air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekritisan daerah resapan air di wilayah Sub DAS Cikeruh dengan metode skoring dan analisis spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skoring dan tumpang susun atau overlay. Hasil analisis menghasilkan lima kategori potensi daerah resapan air, yaitu terdiri dari kondisi baik, normal alami, mulai kritis, agak kritits dan kritis. Kondisi kawasan resapan air dengan luasan terbesar yaitu seluas 40.14% dari luas wilayah daerah penelitian terdapat pada kondisi resapan mulai kritis. Kawasan ini tersebar di wilayah selatan Sub DAS Cikeruh yang merupakan persawahan dengan kemiringan yang datar. Kawasan potensi resapan air Sub DAS Cikeruh masih berfungsi baik dengan luasan 4 701.78 ha terdapat di wilayah utara Sub DAS Cikeruh yang merupakan kawasan hutan.
KAJIAN PENAMBAHAN GUAR GUM DAN BENIH RUMPUT BERMUDA DALAM APLIKASI HYDROSEEDING TERHADAP LAJU EROSI Dwi Rustam Kendarto; Fauziah Aliyah; Nurpilihan Bafdal; Sophia Dwiratna NP; Totok Herwanto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v11i1.3050

Abstract

Kawasan lahan-lahan marginal memerlukan penanganan yang intensif agar kerusakan lahan dapat diturunkan. Revegetasi menggunakan metode hydroseeding telah banyak dilakukan dengan hasil yang sangat memuaskan. Aplikasi hydroseeding optimal dan ramah lingkungan memerlukan kajian dan penelitian terutama berkaitan dengan pemilihan zat aditif yang cocok sebagai pengganti zat aditif yang biasa digunakan dalam hydroseeding. Pengunaan guar gum sebagai pengganti perekat ramah lingkungan dalam hydroseeding karena memiliki sifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bahan aditif (Guar Gum) dan penanaman benih rumput Bermuda terhadap jumlah tanah yang tererosi serta mengkaji konsentrasi bahan aditif (Guar Gum) yang efektif terhadap penurunan laju erosi dengan metode hydroseeding. Metode yang digunakan deskriptif dengan media tanam lumpur (Sludge) bertekstur dominan pasir. Guar Gum dengan konsentrasi 0.5%, 1% dan 1.5% masing-masing dicampurkan dengan air sebanyak 5000 ml dan pupuk NPK 10 cc, kemudian disemprotkan pada box yang berukuran 38 cm x 28 cm x 13 cm yang telah ditaburi dengan pupuk kompos, sekam padi dan benih rumput bermuda. Pengamatan erosi dilakukan setiap kejadian hujan. Hasil penelitian menunjukkan semakin kental konsentrasi guar gum, maka semakin kecil jumlah tanah yang tererosi. Pertumbuhan benih rumput Bermuda pada konsentrasi 0.5% lebih banyak dibandingkan dengan konsentrasi 1% dan 1.5%. Namun, berdasarkan uji Regresi menyatakan bahwa konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang paling baik dalam laju erosi dan pertumbuhan benih rumput Bermuda.kata kunci: guar gum, hydro-seeding, laju erosi, rumput Bermuda
Daya Dukung Sumberdaya Air dan Indeks Kekritisan Air Sub DAS Cisokan Hulu Dwi Rustam Kendarto; Edy Suryadi; Rizky Mulya Sampurno; Audi Putra Cahyabhuana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 3 (2021): September
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i3.402-412

Abstract

Upper Cisokan sub-watershed is a natural ecosystem of water resource providers that can be used directly or indirectly by the community in it. The population rate and sectoral needs in a sub-watershed area are estimated have put pressure to the water resources balance. The value of the carrying capacity and the water criticality index in the existing condition and its projections for the next 10 years are known from the water balance analysis. The availability of water resources (Wn) was determined based on the flow rate probability (Q80) of Weibull Method, the value of groundwater estimation, springs and wells, and also the raw water supply of local water company. Water demand (qpt) was estimated based on Statistic data of Upper Cisokan sub-Watershed 2020 and the projection for 2030, industrial data, agricultural area data, livestock production data, and fishery area data. The water resources carrying capacity (Cw) of the Upper Cisokan sub-watershed is generally still adequate (High), but at the peak of the dry season, namely June to November, the water carrying capacity status shows a value of 1.84 (Critical) to 0.24 (Deficit). In general, the water criticality index is still safe (Not Critical), but in the dry period, especially in July, August and November, it shows a value of 125% to 421% (Very Critical). To anticipate the water crisis, all stakeholders should allocate water efficiently according to its availability. So that the sub-watershed ecosystem is sustainably provide ecosystem services for providing water resources to the community. Key words: Ecosystem Services, Water Supply, Water Demand, Water Balance, Water Resources Carrying Capacity, Water Criticality Index, Upper Cisokan Sub Watershed
Kajian Karakteristik Proses Pengomposan Limbah Tanaman Jagung yang Diberi Tambahan Kipahit dan Pupuk Kandang Sapi Sophia Dwiratna; Edy Suryadi; Dwi Rustam Kendarto; Kharistya Amaru; Wahyu Kristian Sugandi; Nur Ilham Tri Hartono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 4 (2021): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i4.432-439

Abstract

Corn waste, tithonia and cattle manure are three materials that have different characteristics. These charactersitics differences if used together in the composting process will  complement each other and potentially produce good compost. This research was conducted to find out how the composting process characteristics by utilizing the three raw materials with different characteristics in a composting process. The composting process was carried out using a berkeley method which was stacked with a layered bioreactor. The decomposition process that occurs involving decompisted bacteria, so the composting process runs aerobically. Aerobic composting  corn waste with the addition of tithonia and cattle manure finished in about 4-5 weeks to become a mature compost. The quality of the compost produced is quite good because the content contained in compost fulfills most of the quality standards regulated in SNI 7763: 2018. The addition of tithonia and cattle manure has a positive impact in the process of composting corn plants in terms of duration and good compost. Key words : aerobic, cattle manure, composting, corn waste, tithonia
ANALISIS STATUS DAYA DUKUNG AIR DI SUB DAS CIKERUH MENGGUNAKAN METODE SOIL CONSERVATION CURVE NUMBER (SCS-CN) Kania Gita Pramadita; Edy Suryadi; Dwi Rustam Kendarto
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 2, Oktober 2021
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.v14i2.504

Abstract

The Cikeruh sub-watershed is an area with a high population growth rate, which causes land conversion to occur in several sub-districts hence has implications for decreasing water availability and increasing water demand in the Cikeruh sub-watershed. This study aims to determine the status of water carrying capacity in the Cikeruh sub-watershed by comparing the ratio between water demand and availability. Water demand is calculated using the standard determined by SNI 19-66728.1, 2002; SNI 67281-2015; and the Directorate General of Human Settlements of the Public Works Service in 1996, while the sectors calculated are domestic, non-domestic, industrial, agriculture, animal husbandry, and fisheries. Water availability is calculated by estimating the volume of flow that occurs in the Cikeruh sub-watershed using the Soil Conservation Service Curve Number (SCS-CN) method from USDA involving hydrological data from 2011 to 2020. The result showed that the water availability in the Cikeruh sub-watershed in 2020 was 350,962,957.9 m3/year, while the water demand in the Cikeruh sub-watershed changes dynamically every year. The water demand in the Cikeruh sub-watershed in 2011 was 588,925,151 m3/year. In 2015, it was 754,796,534 m3/year, while in 2020 was 571,509,488 m3/year. The calculation results showed a water deficit in the Cikeruh sub-watershed, where the value of water demand is higher than the water availability, the ratio is 0.641, which means that the environmental carrying capacity has exceeded (overshoot) because the ratio value is < 1.
Kajian Penggunaan Metode Mean Annual Flood (MAF), Rasional, Der Weduwen Dan Haspers Untuk Menentukan Debit Banjir Pada Sub Das Cikeruh Yessi Carolina; Edy Suryadi; Dwi Rustam Kendarto
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 15, Number 1, April 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.v15i1.506

Abstract

Water is an essential thing for every living creature. However, it can cause several problems, namely floods, droughts, and water pollution. The Cikeruh sub-watershed area is frequently flooded, especially in the Rancaekek and Bojongsoang sub-districts, causing damage to public facilities and infrastructure and property losses. Therefore, a flood discharge analysis is carried out to determine the magnitude of the planned flood discharge in the Cikeruh sub-watershed. This study aims to obtain the deviation of the planned flood discharge value using the Mean Annual Flood method, the Rational method, the Der Weduwen method and the Haspers method with the planned flood discharge with measured data. This study uses a literature study and analyzes the frequency of the maximum precipitation to obtain the planned flood discharge in the Cikeruh sub-watershed. The results of the calculation of precipitation data using the Mean Annual Flood, Rational, Der Weduwen and Haspers methods on the frequency analysis of the measured discharge data is the smallest deviation occurs against the Mean Annual Flood method, which is 20.98% for the 2-year return period, 17.47% for the 5-year return period, 27.22% for 10-year return period, 42.68% for 20-year return period, 62.68% for 50 year return period, and 83.87% for 100 year return period. The results of this study are useful to know the methods that can be used as a reference in calculating the flood discharge plan and taken into consideration in planning the construction of waterworks.