Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF PICTIONARY GAME INTEGRATED WITH BOARD RACE GAME ON STUDENTS' GRAMMAR MASTERY IN SD NEGERI 1 AND SD NEGERI 3 LOKAPAKSA IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Denok Admila Suci; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa yang diajar dengan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian diperoleh dengan cara cluster random sampling dan diperoleh kelas V di SD Negeri 1 Lokapaksa sebagai kelompok kontrol dan SD Negeri 3 Lokapaksa sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skenario pengajaran dan post-test. Penelitian experimen ini mengimplementasikan desain penelitian post-test only control group. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa di kelas eksperimen mampu menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok siswa kelas control. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil t-test dimana nilai tobs adalah 2.816, sedangkan nilai tcv adalah 1.666 (tobs > tcv). Hal ini berarti bahwa penggunaan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan menguasai grammar Bahasa Inggris pada siswa kelas lima SD.Kata Kunci : Board Race game, strategi konvensional, penguasaan grammar, Pictionary game This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the use of Pictionary game integrated with Board Race game as a learning strategy towards the fifth grade students’ grammar mastery. This study was a quasi experimental one. The sample of this study was selected by using cluster random sampling technique and SD Negeri 1 Lokapaksa was decided as a control group while SD Negeri 3 Lokapaksa as an experimental group. The experimental group was taught by using Pictionary game integrated with Board Race game, while the control group was taught by using conventional strategy. The instrument used in this study were teaching scenario and post-test. This experimental research implemented post-test only control group design. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the group of students in experimental group could perform a better result rather than the group of students in the control group. It could be proven from result of the t-test in which the tobs was 2.816, meanwhile the tcv was 1.666 (tobs > tcv). It means that the use of Pictionary game integrated with Board Race game give significant effect toward the fifth grade primary school students’ English grammar mastery.keyword : Board Race game, Conventional strategy, Grammar Mastery, Pictionary game
DEVELOPING ENGLISH LEARNING MATERIALS SUPPLEMENTED BY E-LEARNING FOR THE TENTH GRADE NURSING DEPARTMENT STUDENTS OF SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Eva Agustino; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12152

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk (1) mengembangkan materi Bahasa Inggris yang dibutuhkan oleh siswa kelas X Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan; (2) mengidentifikasi desain materi Bahasa Inggris; dan menentukan (3) kualitas materi Bahasa Inggris yang dikembangkan berdasarkan kriteria dari materi ESP yang baik dan kriteria e-learning yang baik. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owens (2004). Desain ini meliputi: need analysis, design dan development. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman, interview, dan uji ahli. Data yang didapatkan dari hasil observasi, rekaman dan interview selama proses need analysis, telah dianalisis secara deskriptif, sedangkan data yang didapatkan dari hasil uji ahli, dianalisis secara kuantitatif dengan mengikuti rumus dari Candiasa (2010). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa; (1) siswa kelas X Jurusan Keperawatan membutuhkan materi Bahasa Inggris yang spesifik sesuai dengan target pekerjaan yang mereka lakukan di masa depan; (2) materi Bahasa Inggris telah didesain menjadi beberapa unit, yaitu: General Assessment, Handling Patients, Patient’s Hygiene, Checking Vital Signs, dan Dimensions of Symptom; (3) dari hasil uji ahli yang berdasarkan dengan kriteria materi ESP yang baik dan kriteria e-learning yang baik, materi yang dikembangkan tergolong sangat bagus. Kata Kunci : need analysis, e-learning, materi bahasa inggris, R&D This study was a research and development (R&D) was aimed at (1) developing English learning material that are needed by the tenth grade of Nursing Department students at SMK Negeri 1 Kubutambahan; (2) describing the design of English learning material; and finding out (3) the quality of the developed material based on the criteria of good ESP material and good e-learning. This study followed the R&D design by Lee and Owens. This design involves: need analysis, design, and development. This study was conducted at SMK Negeri 1 Kubutambahan, the subjects of the study being the tenth grade of Nursing Department students. The data were collected through observation, recording, interview, and expert judgment. The data from the result of observation, interview and recording during the need analysis process were analyzed descriptively; the data from expert judge were analyzed quantitatively. The result of this study shows that: (1) the tenth grade of Nursing Department students need specific English materials that are related to their future job. The existing syllabus and material did not cover their needs; (2) the materials were designed into some unit based on the data gathered from the need analysis. Those units are: General Assessment, Handling Patients, Patient’s Hygiene, Checking Vital Signs, and Dimensions of Symptom; (3) from the result of the expert judgment based on the criteria of good ESP material and good e-learning material, the developed material was categorized into an excellent material.keyword : need analysis, e-learning, English learning material, R&D
The effectiveness of teacher and peer feedback techniques toward the writing achievement of the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar ., I Kadek Dwi Armawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12156

Abstract

Feedback guru dan feedback teman sebaya berdasarkan penelitian sebelumnya merupakan teknik yang efektif untuk pembelajaran menulis kepada siswa EFL. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi keefektifan dari kedua teknik tersebut terhadap prestasi menulis dari siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana dua kelas dipilih sebagai sampel dari penelitian. Melalui lotre, kelas XI MIPA 6 dan kelas XI MIPA 7 sebagai sampel dari penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah test siswa (post-test) dan di bantu dengan rubrik penilaian menulis, tulisan siswa selama proses pengambilan data dan dibantu oleh rubric menulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa feedback guru berkontribusi presentase lebih besar pada aspek ide, sedangkan feedback teman sebaya pada aspek mekanik. Kedua feedback tersebut juga berkontribusi positif pada grammar dan pilihan kata Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS 21.00 untuk Windows. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental adalah 85.46 dan nilai rata rata untuk grup control adalah 82.51. Berarti bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental lebih baik daripada grup control. Jadi, dapat disimpulkan bahwa feedback teman sebaya lebih efektif dari feedback guru.Kata Kunci : feedback guru, feedback teman sebaya, prestasi menulis Teacher and peer feedback based on the previous studies are effective techniques for teaching writing to ELF students. This study aimed to verify the effectiveness of both techniques toward the writing achievement of eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2017/2018. This study was descriptive quantitative and qualitative research. The samples were determined by using cluster random sampling technique, whereby two classes were selected as the samples. Through the lottery, the class of XI MIPA 6 and XI MIPA 7 were chosen as the sample of the study. The instruments used to collect the data were student’s post-test completed with a writing rubric, students writing during the treatment assessed by writing rubric. The result indicated that the teacher feedback contributes higher percentage to the idea aspect, while peer feedback to mechanics aspect. Yet, both feedbacks also contribute positively on organization and diction aspects. Additionally, the data were analyzed descriptively with the help of SPSS 21.00 for Windows The result of descriptive statistical analysis shows that the mean score of the experimental group was 85.46 while the mean score of the control group was 82.51. It means that the experimental group was better than the control group in terms of their writing achievement. So, it can be concluded that peer feedback was more effective than teacher feedback.keyword : teacher feedback, peer feedback, writing achievement
MODELS OF TEACHING READING COMPREHENSION APPLIED BY ENGLISH TEACHER OF J-2 SCHOOL IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Wy Oktavia Usadi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model yang diterapkan oleh guru bahasa Inggris di J-2 SCHOOl. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa J-2 pada tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview. Hasil penelitian ini adalah model bottom-up dan top dalam pengajaran pemahaman bacaan berdasarkan teori Grabe. Frekuensi direktif pada pertemuan pertama dan kedua guru diajarkan dengan model bottom-up. Guru menggunakan model bottom-up untuk mengajar siswa dengan kata-kata yang berarti dan bagian partikel kecil dalam pemahaman membaca. Pertemuan ketiga dan kelima adalah model top-down. Guru akan mengajarkan siswa dengan aspek tertentu, seperti mengajarkan aspek tertentu tentang tes deskriptif. Hal itu bisa membuat siswa lebih kritis terhadap teks. Alasan yang mendasari guru bahasa Inggris menerapkan model dalam mengajarkan pemahaman bacaan adalah dengan membuat proses pengajaran bahasa Inggris dapat berjalan sesuai dengan tingkat siswa dan siswa dapat mengikuti proses secara efisien. Model bottom-up dan top down bisa membuat siswa aktif di kelas.Kata Kunci : guru bahasa Inggris, model pengajaran, pemahaman bacaan This research aimed to analyze the models that applied by the English teacher on J-2 SCHOOl. The subject was the English teachers and the students of J-2 in academic year of 2016/2017. This research was designed as descriptive research design. The researcher instruments are observation and interviewThe result of this study is the used of bottom-up and top models in teaching reading comprehension based on Grabe theory. The frequency of directive in first and second meeting the teacher taught with bottom-up model. The teacher used bottom-up model to teach the students with word meaning and the small particle part in reading comprehension. The third until five meeting was top-down model. The teacher would teach the students with a specific aspect, like teach the students about the specific of descriptive text. It could make students more critical about the text. The underlying reasons of English teacher apply models in teaching reading comprehension are to make the process of teaching English can run appropriately with the students level and the students can join the learning process efficiently. Bottom-up and top down model could make the students active and comfortable in the classroom.keyword : English teacher, teaching models, reading comprehension
THE IMPACT OF EXPLICIT TEACHING OF SELF-QUESTIONING STRATEGY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS' READING COMPREHENSION OF BIOGRAPHICAL TEXT ., Ni Kadek Novi Susian Dewi; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12389

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh explicit teaching of self-questioning strategy terhadap kemampuan membaca siswa kelas sebelas dalam membaca teks biografi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMAN 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017. Sample penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas 11 di SMAN 3 Singaraja. Siswa menerima pengajaran dengan explicit teaching of self-questioning strategy yang mendorong pengaplikasian strategi self-questioning dalam proses membaca. Tes pilihan ganda diberikan di akhir perlakuan untuk pengumpulan data penelitian. Data yang didapat dari hasil post-test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian explicit teaching of self-questioning strategy berdampak terhadap kemampuan membaca siswa secara keseluruhan dan berdampak paling besar terhadap kemampuan siswa dalam membuat prediksi berdasarkan informasi dalam bacaan dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari informasi dalam bacaan. Oleh sebab itu, explicit teaching of self-questioning strategy adalah salah satu pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan pengimplementasiannya disarankan bagi guru untuk meningkatkan kempuan membaca siswanya.Kata Kunci : kemampuan membaca, explicit teaching, self-questioning This descriptive qualitative study aimed at finding out the impact of explicit teaching of self-questioning strategy on eleventh grade students’ reading comprehension of biographical text. The population of the study was eleventh grade students of SMAN 3 Singaraja in Academic Year 2017/2018. The sample consisted of 30 students of an intact class which were randomly assigned as the sample of the study. In this study, the students received an explicit teaching of self-questioning strategy which encourages them to use the reading strategy in their reading class. Multiple choice tests were administered at the end of the treatment to collect the research data. The data obtained through post-test were analyzed quantitatively by using descriptive analysis. The findings showed that the implementation of explicit teaching of self-questioning strategy had an impact on students' reading comprehension of biographical text in which it gives impact on students’ overall comprehension especially on students’ ability in making prediction based on information provided in the text and drawing conclusion. Consequently, explicit teaching of self-questioning can be implemented for improving students’ reading comprehension and its implementation is suggested to teacher for improving their students’ reading comprehension. keyword : reading comprehension, explicit teaching, self-questioning
Developing Local Culture Based Bilingual Storybooks as Supplementry Reading Material To Support Literacy Program In English Language Class. For 4 th Grade of Elementary Students ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12391

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal berdasarkan analisis kebutuhan dan mengembangkan buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal sebagai materi membaca tambahan untuk mendukung program literaci di kelas bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas 4. Prosedur di penelitian ini mengikuti penelitian dan pengembangan yang di usulkan oleh Borg dan Call(2003). Analisis kebutuhan di peroleh dari interview guru, diskusi kelompok kecil, silabus analisis dan belajar literatur. Subjek dari penelitian ini adalah 21 siswa kelas 4 Sd N 2 Bungkulan. Elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita adalah budaya lokal, dua bahasa, gambar berwarna, tema. Berdasarkan analisis kebutuhan, ada 4 buku cerita yang di kembangkan. Hasil dari penilaian ahli dan guru terhadap disain dan isi buku cerita adalah baik. Hasil dari respon siswa adalah sangat baik, oleh karena itu buku cerita di sebarkan ke SDN 2 Bungkulan dan pantas di gunakan sebagai materi tambahan membaca untuk mendukung program literasi di kelas bahasa Inggris.Kata Kunci : Dwi bahasa, sekolah dasar, budaya lokal, literasi The aims of this study were finding the necessary elements of local culture based bilingual storybooks based on the need analysis on the current study and developing local culture based bilingual storybooks as supplementary reading material to support literacy program in English language class for 4th grade of elementary student. The procedure in this study followed research and development that was proposed by Borg and Call (2003). Need analysis was obtained from interview to the teacher, focus group discussion, syllabus analysis and literature study. The subjects of this study were 21 fourth grade students of SDN 2 Bungkulan. There were 4 storybooks that were developed based on the need analysis. The result of experts and the teacher's judgement to the storybooks design and content was good. The result of student's responds was very good, therefore the storybooks were disseminated to SDN 2 Bungkulan and proper to be used as supplementary reading material to support literacy program in English language class.keyword : Bilingual, elementary, local culture, literacy
THE EFFECT OF TIME TOKEN STRATEGY IN LEARNING ENGLISH ON THE SPEAKING COMPETENCE OF THE ELEVENTH GRADE EFL STUDENTS IN SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ni Wayan Widiarini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam kompetensi berbicara antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi time token dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan desain penelitian posttest-only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Banjar yang terdiri dari 239 siswa. Sampel dari penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3, dimana kelas XI IPS 2 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah speaking posttest. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 71.50, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 67.86. Hasil uji hipothesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (2.581 > 2.018). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi time token dan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Kata Kunci : Kompetensi Berbicara and Strategi Time Token. ABSTRACT This study aimed to investigate whether there was a significant difference of time token strategy on the speaking competence of the EFL senior high school students. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were Class XI IPS 2 and Class XI IPS 3, where Class XI IPS 2 that consisted of 28 students is as the experimental group and Class XI IPS 3 that consisted of 28 students is as the control group. The instrument used for collecting the data in this study was speaking test in the form of performance test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of experimental group was 71.50, while the mean score of control group was 67.86. Then, the result of hypothesis testing showed that tobserved was higher than tcritical value (2.581 > 2.004). It can be concluded that there is a significant difference of time token strategy in the learning English on the EFL students’ speaking competence. keyword : speaking, teaching speaking, time token strategy
AN ANALYSIS OF THE TYPES OF READING COMPREHENSION QUESTIONS USED BY TEACHERS IN SENIOR HIGH SCHOOL A IN SINGARAJA BASED ON COGNITIVE DOMAIN OF REVISED BLOOM’S TAXONOMY ., Destri Anu Arisandi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pertanyaan pemahaman bacaan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMA A di Singaraja. Analisis didasarkan pada domain kognitif dari Taksonomi Bloom Revisi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks siswa, lembar kerja siswa, dan pertanyaan yang diajukan oleh dua guru secara lisan di kelas selama 4 pertemuan. Setelah menganalisis semua pertanyaan yang digunakan oleh guru, wawancara dilakukan untuk mendapatkan alasan guru dalam menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan lisan dan tulis yang digunakan oleh guru sebagian besar mengacu pada remembering factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 57,95% pada lembar kerja siswa dan 45,61% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh guru selama kegiatan mengajar. Level pertanyaan kedua yang paling dominan digunakan dalam pertanyaan lisan dan tulis adalah understanding factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 23,67% pada lembar kerja siswa dan 36,84% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh para guru di kelas. Dengan demikian, pertanyaan yang digunakan oleh guru lebih menekankan pada pertanyaan Lower Order Thinking (LOT).Kata Kunci : pemahaman membaca, pertanyaan, higher order thinking, lower order thinking This study was aimed at analyzing the types of reading comprehension questions used by English teachers in Senior High School A in Singaraja. The analysis was based on the cognitive domains of revised Bloom’s Taxonomy. The design used in this study was qualitative research design. The sources of this data were the students’ textbook, students’ worksheet, and the questions that were asked by the teachers orally in the class during 4 meetings. After analyzing all of the questions that were used by the teachers, interview was conducted in order to gain the teacher’s reasons of using those questions. The result of the analysis showed that the oral and written questions used by the teachers mostly refers to remembering factual knowledge with percentage 35.21% in the students textbook, 57.95% in the students’ worksheet and 45.61% in the oral questions that were used by teacher during the teaching activity. The second most dominantly used in the oral and written question was understanding factual knowledge level with percentage 35.21% in the students’ textbook, 23.67% in the students’ worksheet and 36.84% in the oral questions that were used by the teacher in the class. Thus, the questions that were used by teachers are more emphasized on Lower Order Thinking question (LOT)keyword : : reading comprehension, questions, higher order thinking, lower order thinking
THE QUESTIONING STEP OF THE SCIENTIFIC APPROACH BASED ON CURRICULUM 2013 BY THE SEVENTH GRADE ENGLISH TEACHERS OF SMP NEGERI 1 SAWAN IN THE ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pelaksanaan tahapan menanya dalam pendekatan ilmiah dalam pengajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Sawan, dan menginvestigasi masalah yang dihadapi oleh guru dalam penerapan tahapan menanya berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan Miles & Huberman model. Subyek dari penelitian ini adalah dua orang guru kelas tujuh di SMP Negeri 1 Sawan. Dalam mengumpulkan data, ada dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan panduan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa T1 dan T2 mempunyai masalah dalam pengimplementasian tahapan menanya dalam pendekatan ilmiah yang di perlihatkan dengan pengimplementasiannya yang kurang sesuai dengan standar yang diberikan oleh Kurikulum 2013. Berdasarkan temuan wawancara, dapat diketahui bagaimana guru mengatur waktu dan media dalam proses belajar mengajar, dan juga kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris merupakan faktor penentu dalam penerapan K-13.Kata Kunci : Kurikulum 2013, tahapan menanya, pendekatan saintifik This study aimed at observing the implementation of questioning stage in scientific approach in the English instruction at SMP Negeri 1 Sawan, and investigating the problem which is faced by the teacher in implementing questioning stage based on Curriculum 2013. This study was a descriptive study that used Miles & Huberman model. The subjects of this study were the two seventh grade English teachers at SMP Negeri 1 Sawan. In collecting the data, two kinds of instruments were used, namely, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis. The result of data analysis showed that T1 and T2 had problems in implementing the questioning aspect of Scientific Approach which is shown that the implementations were less relevant with the standards given by Curriculum 2013. Based on the findings on the interview, it can be identified that how the teachers manage the time and media in teaching and learning process, and also the ability of students in speaking English were the defining factors in implementing K-13. keyword : Curriculum 2013, questioning stage, scientific approach
DEVELOPING A STANDARD ENGLISH LANGUAGE FINAL ACHIEVEMENT TEST INSTRUMENT FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS IN BANGLI AND BULELENG REGENCIES IN 2014/2015 ACADEMIC YEAR BASED ON CURRICULUM 2013 ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12399

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang didasari oleh model penelitian dan pengembangan yang digagas oleh Borg dan Gall (2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah tes akhir prestasi belajar siswa kelas 11 dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, terutama dalam pemahaman membaca, yang standar berdasarkan kurikulum 2013. Subyek dari penelitian ini ialah para siswa di kelas XII MIA 2 di SMA Negeri 2 Singaraja di Kabupaten Buleleng dan para siswa di kelas XII MIA 1 di SMA Negeri 1 Bangli di Kabupaten Bangli. Obyek dari penelitian ini adalah 100 soal yang berbentuk soal pilihan ganda yang diteskan kepada para siswa di kedua sekolah tersebut. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam pengembangan tes ini, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal sebelum diteskan kepada siswa, (5) perbaikan dari produk awal, (6) uji coba dengan melibatkan siswa, (7) perbaikan dari produk awal menjadi produk akhir. Soal-soal diteskan di kedua kelas tersebut dan hasil dari tes dianalisa dengan menggunakan program Anatest 4.0 mengenai validasi, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, homogenitas dan kualitas daya pengecoh dari jawaban soal. Hasil dari penelitian ini merupakan buku bank soal yang mana dari 100 soal terdapat 73 soal yang dikategorikan sebagai soal yang valid dan standar di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan (R&D), pemahaman membaca, tes standar, validitas dan reliabilitas This research is a research and development (R&D) following the R&D model proposed by Borg and Gall (2003). This research aimed at developing a Standard English Language final achievement test, specifically about the reading comprehension, for eleventh grade students based on curriculum 2013. The subject of this study were the students of Class XII MIA 2 in SMA Negeri 2 Singaraja in Buleleng Regency and the students of Class XII MIA 1 in SMA Negeri 1 Bangli in Bangli Regency. The object of the study was 100 test items in form of multiple-choice test that were tested to the students in the two schools. The steps taken to develop the test were (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, and (7) operational product revision. The test items were tried-out in the two classes and the results were analyzed by using Anatest 4.0 version application in term of validity, reliability, index of discrimination, index of faculty, homogeneity and the quality of distractor. The result of the study was the final product of test in form of bank question book where from 100 items, there was 73 items considered as valid and standard in both Bangli and Buleleng Regency.keyword : Research and development (R&D), reading comprehension, standard test, validity and reliability
Co-Authors ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., Agus Dimas Darmawan ., Agus Dimas Darmawan ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana ., Denok Admila Suci ., Denok Admila Suci ., Destri Anu Arisandi ., Destri Anu Arisandi ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Eva Agustino ., Eva Agustino ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Gede Aan Somara Dyaksa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Febriandikayasa ., I Kadek Febriandikayasa ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Putu Suamba Wijaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Kadek Boy Satriawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Ketut Sri Pusparini ., Ketut Sri Pusparini ., Made Githa Swami Mardawati ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Wayan Dini Diantari ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wy Oktavia Usadi ., Putu Agus Widiana ., Putu Agus Widiana ., Putu Febby Laksmi Decker ., Rangga Krisna Saputra ., Rangga Krisna Saputra ., Ria Cristina ., Ria Cristina ., Rika Persada Jati ., Rika Persada Jati Alit Tri Santika Ningsih Anak Agung Istri Rita Santi Kusuma Ayu, Ni Kadek Nia Ivana Bimantara, Ketut Lingga Cahyani, Made Trisna Damayanti, Putu Vergi Desak Gede Devi Pratami Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Drs.Gede Batan,MA . Fitriani, Desy G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Parianingsih Hadi Saputra, I Nyoman Pasek Hardiyanti, Ni Nengah I Gede Budasi I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Indra Kusuma I Wayan Sastra Oka Paramartha I.G.A. Lokita Purnamika Utami Kadek Shinta Fridayanti Kadek Sintya Dewi Khrismaswari, Anak Agung Sagung Sri Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Eka Wahyuni Luh Putu Artini Luh Putu Shanti Yuliastiti M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Hery Santosa Made Trisna Cahyani Maharani, Ni Wayan Linda Marhaeni, Ni Nengah Resti Mohammad Adnan Latief Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Julia Dewi Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Resti Marhaeni Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Surya Mahayanti Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Nyoman Pasek Hadi Saputra Oktavirani, Ni Luh Gede Indah Parianingsih, Gusti Agung Ayu Pradnyawati, Kadek Rikha Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Purwanita, Kadek Agina Putu Erna Adnyani Putu Erna Adnyani Rizka Fitriani Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sudarsana, Gede Arya Suharmanto Susantara, I Putu Anom Didik Ulandari, Sang Ayu Komang Yuli Wati, Ni Putu Harista Wulandari, Putu Indah