Claim Missing Document
Check
Articles

LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF ASSERTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Made Githa Swami Mardawati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa jenis-jenis tindak tutur asertif dan gaya ujaran yang digunakan oleh siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa, yang terdiri dari 13 perempuan dan 17 laki-laki. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data penelitian ini diperoleh melalui metode elisitasi data, merekam dan wawancara. Data yang terkumpulkan selanjutnya ditranskripsi dan digolongkan berdasarkan 6 kategori tindak tutur asertif menurut Searle. Hasil analisa menunjukkan bahwa tindak tutur asertif siswa dapat dihadirkan secara berurutan, sebagai berikut: menyatakan (38.0%), mengeluh (27.12%), menyarankan (16.60%), melaporkan (11.64%), menuntut (3.70%), lalu diikuti oleh membual (3.01%) dari 730 ujaran. Masing-masing tindak tutur aserif didapati menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda-beda, contohnya, ada 21 jenis pola yang digunakan dalam tindak tutur asertif menyatakan. Analisa gaya ujaran menunjukkan bahwa gaya ujaran yang paling sering digunakan siswa adalah tidak resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyatakan (36.98%), sementara gaya ujaran yang paling sedikit digunakan adalah resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyarankan (0.13%).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindak tutur asertif, gaya ujaran The intention of this research was to analyze the types of assertive acts and the speech styles used by the eleventh grade students of SMA Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were 30 students, consisting of 13 females and 17 males. This research was a qualitative research, in which the data of the research were obtained through data elicitation, recording and interview. The data gathered were then transcribed and classified based on the 6 categories of assertive acts according to Searle. The results of the analysis showed that the assertive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to state (38.00%), to complain (27.12%), to suggest (16.60%), to report (11.64%), to claim (3.70%), then followed by to boast (3.01%) out of 730 speeches. Each of the assertive acts was realized by using more than one different sentence patterns, for instance, 21 kinds of patterns were used in to state. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal that was used in to state (36.98%), meanwhile the less style was formal that was used in to suggest (0.13%). keyword : descriptive qualitative, assertive acts, speech styles
AN ANALYSIS OF AMBIGUITY IN ONLINE RECIPES ., Kadek Eddy Prasetyawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13390

Abstract

Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa jenis kata yang ambigu secara leksikal, jenis kata yang ambigu secara rujukannya, dan jenis kalimat atau frase yang ambigu secara struktural yang terdapat di resep online http://www.bonappetit.com. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan ambigu yang dominan yang muncul pada resep online. Subjek dari penelitian ini adalah 20 resep yang terbit pada edisi bulan Januari 2017 sampai Mei 2017. Instrument penelitian ini terdiri dari peneliti dan buku catatan. Data di kumpulkan melalui studi kepustakaan. Data dianalisa menurut ambiguity theory oleh Kriedler (1998). Kemudian peneliti menampilkan hasil analisis dalam bentuk data diskripsi dan presentase. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa terdapat 34 kata dan frase yang ambigu yang terdiri atas 9 ambigu leksikal (26,47%), 2 ambigu rujukan (5,88%), dan 23 ambigu struktural (67,64%). Ambigu struktural muncul sebagai jenis ambigu yang paling dominan dalam resep online http://www.bonappetit.com.Kata Kunci : ambiguitas, ambigu leksikal, ambigu rujukan, ambigu struktural This was qualitative research design which aimed at analyzing the types of ambiguity namely lexical ambiguity, referential ambiguity and syntactic ambiguity that occurred on the online recipes at http://www.bonappetit.com. Besides, the current study also identified the most dominant ambiguity that was found on the online recipes at http://www.bonappetit.com. The subjects of the study were 20 online recipes within five months editions from January 2017 until May 2017. The instruments of the study were the researcher and note. The data were collected by applying the documentary method. The data analysis was conducted by using ambiguity theory proposed by Kriedler (1998). The data were presented by data description and percentage. The result of the study shows that there are 34 total occurrences of ambiguity. The lexical ambiguity occurs 9 times (26,47%). Then, the referential ambiguity occurs 2 times (5,88%). Moreover, the syntactic ambiguity occurs 23 times (67,64%). It obviously shows that syntactic ambiguity is the most dominant ambiguity on the online recipes at http://www.bonappetit.com.keyword : ambiguity, lexical ambiguity, referential ambiguity, syntactic ambiguity
DEVELOPING PROBLEM BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., I Gede Aan Somara Dyaksa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis masalah dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan. D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey adalah desain yang digunakan dalam peneletian ini. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru SMA adalah subjeknya sedangkan dua dosen dari Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah subjek dalam mengumpulkan data terkait dengan kualitas video yang dikembangkan. Objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis masalah. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubric penilaian. Data dari penelitian ini dianalisis secara kualitatif and kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video yang dikembangkan mempunyai spesifikasi sebagai berikut; 1) format dari video adalah mp4 dan kualitasnya full HD 2) audio dari video berkualitas stereo dan spesifikasi dari buku manual adalah; 1) terdapat beberapa pertanyaan latihan untuk diskusi guru 2) terdapat langkah–langkah dari problem based learning model yang digunakan di video. Selanjutnya, rata-rata dari kedua ahli adalah 4.35. Itu berarti bahwa video instruksional ini termasuk dalam kategori baik dan dapat dilanjutkan ketahapan yang selanjutnya.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Bahasa Inggris, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berpusat padaSiswa, Video Instruksional This present study was aimed atdeveloping and describing the features of the problem-based learning instructional video with its manual book based on the needs analysis conducted and describingthe features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two college university lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Problem-based learning instructional video. The data were collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric, and were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study indicated that the video developed has the following specifications; 1) the video is full HD in mp4 format and 2) the audio is stereo. While the specifications of the manual book are 1) there are several questions of teacher training discussion and 2) it shows the steps of problem based learning model used in video. Furthermore, it was also shown that the quality of the video with its manual book is categorized as good with a mean of 4.35 out of the maximum score 5.0. As far as the result of the expert judgment is concerned, it could be said that the D&D process could convincingly be continued to the next phases. keyword : Curriculum 2013, English Language Teaching (ELT), Instructional Video, Problem-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).
DEVELOPING TASK-BASED LANGUAGE TEACHING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Ida Ketut Krisna Putra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas yang dilengkapi dengan buku panduannya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan D & D Research Design yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua orang dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua penilaian ahli adalah 4,5; Oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Peningkatan produk yang disarankan dari hasil keputusan ahli mencakup prbaikan di beberapa bagian video seperti kualitas audio dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk yang di kembangkan sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, Instruksi yang berpusat pada siswa (SCI). This present research was aimed at developing a Task-based Language Teaching instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this research and describing the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research utilized a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this research were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Task-based language teaching instructional video. This research used observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric as the instrument to collect the data. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.5; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Task-based Language Teaching, Students-centered Instruction (SCI)
TENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) IN LEARNING ENGLISH IN BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Putu Agus Widiana; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13459

Abstract

Perkembangan mobile technology telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Penggunaan mobile technology seperti smartphone dan tablet dalam pendidikan akan mengatasi masalah keterbatasan kesempatan dalam belajar bahasa Inggris di negara-negara dimana bahasa Inggris merupakan bahasa asing. Dengan menggunakan smartphone, siswa dapat mengakses informasi dan mengembangkan informasi tersebut kapanpun dan dimanapun serta membentuk komunitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas sepuluh terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris (Mobile Assisted Language Learning/MALL) dan membandingkan persepsi antara siswa yang mempunyai smartphone dengan siswa yang tidak memiliki smartphone di kabupaten Buleleng. 174 siswa di enam sekolah di kabupaten Buleleng digunakan sebagai sampel penelitian. Kuisioner di Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) dikembangkan dan digunakan sebagai instrument dalam mengumpulkan data. Persepsi siswa terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris di pengaruhi oleh tiga dimensi yaitu Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas sepuluh di kabupaten Buleleng mempunyai persepsi yang positif terhadapa penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggis. Siswa yang mempunyai smartphone cendrung mempunyai persepsi yang lebih positif dari pada siswa yang tidak mempunyai gadget. Dalam penelitian ini, Performance Expectancy adalah factor yang paling kuat dalam menentukan persepsi siswa. Jadi dapat diimplikasikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris harus lebih sering mengintegrasikan penggunaan smartphone untuk meningkatkan fungsi dari smartphone dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci : Persepsi, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT. The characteristics of today’s mobile technology (Smartphone) which are wireless, personal, networking, and ubiquitous have influence every aspect of human life. Using mobile technology in learning would decrease learning English problems in EFL setting, including lack of opportunity to learn. By using Smartphone, the learners could access information and develop it across space and connected to the others. This study aimed at investigating tenth grades students’ perception toward Mobile Assisted Language Learning (MALL) in learning English and comparing the perception between the students who had mobile technology and the students who had no mobile technology in Buleleng regency. This study was quantitative research design which employed Cross-sectional survey as the method. The study involved 174 tenth grades students in six schools in Buleleng regency. The questionnaire on Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) was developed and used as instrument of collecting data in this study. The students’ perception toward MALL respected to three dimensions of UTAUT theory (Performance Expectancy, Effort Expectancy, and Social Influence). As the result, tenth grades students in Buleleng regency had positive perception toward MALL in learning English. Students who had mobile technology tend to have more positive perception rather than students who had no mobile technology. This study also confirmed that Performance Expectancy was the stronger factor of students’ perception on MALL in learning English. Thus, MALL should be integrated in learning English process since it is perceived to be useful in students’ performance in learning English. keyword : Perception, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT.
THE EFFICACY OF ICT-BASED INTERACTIVE GAMES IN FOSTERING LEARNING OUTCOME OF EFL YOUNG LEARNERS ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13463

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berupa permainan edukatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikembangkan melalui program powerpoint oleh Ratminingsih & Mahadewi (2016) efektif meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa sekolah dasar (SD). Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di sebuah sekolah negeri di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia yang terdiri dari 19 siswa. Dalam makalah ini, efektifitas penggunaan media permainan berbasis TIK ini disajikan secara deskriptif. Data diambil melalui pretes dan dua tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata hasil belajar 66,63 pada pretes menjadi 66,95 pada tes akhir I, dan 81,47 pada tes akhir II; dan bahwa rata-rata tes akhir II lebih besar daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas tersebut (rata-rata 70 dari skor maksimum 100)). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan permainan berbasis TIK tersebut mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa SD, sekaligus mengkonfirmasi bahwa permainan edukatif berbasis TIK yang diuji dalam penelitian ini layak untuk dipergunakan dalam pengajaran bahasa Inggris bagi siswa SD.Kata Kunci : permainan edukatif berbasis TIK, powerpoint, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak, hasil belajar The current study aimed to investigate how far the information and communications technology (ICT)-based educational games developed through the powerpoint program by Ratminingsih and Mahadewi (2016) are effective in fostering elementary school students’ English learning outcome. The study employed a classroom action research design. The subjects comprised 19 fifth graders of a state elementary school in Sukasada District, Buleleng Regency, Bali Province, Indonesia. In this paper, the effectiveness of the ICT-based games was presented descriptively. Data were collected from a pre-test and two post-tests. The research results revealed that students’ learning outcome improves from a mean of 66.63 in the pre-test to 66.95 in post-test I, and to 81.47 in post-test II; and that the mean of the post-test II is evidently higher than the passing grade set for the class, which was 70 (out of maximum score 100). These results indicate that the use of the ICT-based interactive games could improve the elementary school students’ English learning outcome, and at the same time confirm that the ICT-based educational games tested in this study is proper to be used to teach English to elementary school students.keyword : ICT-based educational game, powerpoint, teaching English for young learners, learning outcome
Investigating the Use of Social Media Platforms by the Screenagers and the English Teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English Instruction ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14777

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) jenis-jenis platform media sosial yang digunakan oleh siswa dan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelajaran bahasa Inggris, (2) manfaat dari menggunakan platform media sosial yang dirasakan oleh siswa dan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelajaran bahasa Inggris, dan (3) tantangan dari menggunakan platform media sosial yang dihadapi oleh siswa dan guru SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelajaran bahasa Inggris. Populasi penelitian adalah 646 siswa berteknologi dan 5 guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 80 siswa berteknologi dan 5 guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa dan guru menggunakan jenis-jenis platform media sosial yang sama — misalnya situs jejaring sosial, blog, dan situs tanya dan jawab, situs jejaring sosial yang digunakan oleh para siswa lebih bervariasi daripada yang digunakan oleh para guru. Selain itu, ada lima manfaat dari menggunakan platform media sosial dalam pelajaran bahasa Inggris yang diungkapkan oleh siswa, yaitu: (1) membuat siswa lebih mudah mendapatkan informasi, (2) meningkatkan kolaborasi siswa, (3) menyediakan tempat untuk berbagi informasi, (4) memfasilitasi interaksi siswa, dan (5) memperkaya kosakata bahasa Inggris siswa. Ada dua manfaat yang diungkapkan oleh para guru seperti membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan menulis siswa. Selain itu, ada empat tantangan dari menggunakan platform media sosial dalam pelajaran bahasa Inggris yang diidentifikasi oleh para siswa, yaitu: (1) kurangnya aksesibilitas, (2) kurangnya tujuan, (3) kurangnya fleksibilitas, dan (4) kurangnya dukungan sosial. Ada tiga tantangan yang diidentifikasi oleh para guru, yaitu: (1) kurangnya pelatihan, (2) kurangnya motivasi, dan (3) manajemen waktu.Kata Kunci : Pelajaran bahasa Inggris, platform media sosial, siswa berteknologi. This qualitative descriptive research was aimed to investigate: (1) the types of social media platforms used by the students and the English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English instruction inside and outside the classroom, (2) the benefits of using the social media platforms felt by the students and the English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English instruction, and (3) the challenges of using the social media platforms faced by both students and the teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English instruction. The population of the study was 646 screenagers and 5 English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja. The samples of the study consisted of 80 screenagers and 5 English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja. The data were collected through focus group discussion and in-depth interview. The results showed that although both of students and the teachers use the same types of social media platforms—e.g., social networking sites, blog, and questions and answers sites, the social networking sites utilized by the students are more varied than those used by the teachers. Moreover, there were five benefits of using the social media platforms in the English instruction expressed by the students, namely: (1) making the students easier to get the information, (2) enhancing the students' collaboration, (3) providing the place for sharing information, (4) facilitating the students' interaction, and (5) enriching the students’ English vocabulary. There were two benefits expressed on the part of the teachers such as making the students active in the learning process and improving the students’ writing skill. Furthermore, there were four challenges of using the social media platforms in the English instruction identified by the students, namely: (1) the lack of accessibility, (2) the lack of purpose, (3) the lack of flexibility, and (4) the lack of social support. There were three challenges identified on the part of the teachers, namely: (1) the lack of training, (2) the lack of motivation, and (3) the time management.keyword : English instruction, screenagers, social media platforms.
DEVELOPING PROJECT BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Agus Dimas Darmawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dari video pembelajaran berbasis Project-Based dengan beserta buku manualnya yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video. Metode D & D yang diadaptasi dari Dick dan Carey (2001) adalah desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimana data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru bahasa Inggris SMA dijadikan sebagai subjek penelitian sementara dua dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA menjadi subjek dalam mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Objek penelitian adalah video pembelajaran pembelajaran berbasis Project-Based. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, daftar checklist, catatan, panduan wawancara, dan skoring rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata - rata dari kedua penilaian ahli terhadap kualitas video adalah 4,35. Hal ini berarti video instruksional yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik. Beberapa saran diberikan oleh para ahli untuk meningkatkan kualitas video. Seperti menstabilkan beberapa adegan, menyesuaikan kecerahan, dan menambahkan beberapa narasi. Ini telah diperbaiki oleh peneliti dalam tahap revisi fase produk akhir.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Project, Pembelajaran Berpusat pada Siswa This present study aimed at discovering the features of the project-based learning instructional video with its manual book developed based on the needs analysis conducted in this study and describing the features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study where the data were analyzed both qualitatively and quantitatively. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Project-based learning instructional video. The data was collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of the study showed that the mean from both of expert judgment is 4.35. It means that the instructional video belonged to the good category. Some suggestions were given by the experts in order to improve the quality of the video. Those were stabilizing some scenes, adjusting the brightness, and adding some narration. It has been fixed by the researcher in revising the final product phase.keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Project-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
The Use of ICT Based Teaching Media by English Teachers at Junior High Schools in Singaraja: Age and Gender Analysis ., I Kadek Febriandikayasa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media yang digunakan oleh guru bahasa inggris SMP di singiraja. Penelitian ini adalah penelitian Mix-method dan self-checklist serta panduan interview adalah instrument yang digunakan. Total ada 39 guru terlibat dalam penelitian ini. 13 diantaranya laki-laki dan 26 adalah wanita, 23 diantara mereka dikategorikan sebagai Generation-X dan 16 Generation-Y. hasl dari penelitian ini adalah guru laki-laki mendominasi penggunaan media berbasis ICT dengan 100% menggunakan gambar sebagai media. sebagai alasannya 76.92% berpendapat bahwa media berbasis ICT dapat merangsang minat belajar mereka, membuat mereka lebih fokus dan juga dapat menarik perhatian mereka. Tetapi pada guru wanita, skor yang rendah terlihat dari point yang diperoleh dari penggunaan media berbasis ICT. hanya 10 guru (38.46%) menggunakannya dan alasan yang sama mereka tunjukan untuk penggunaannya. Selain itu, Generation-X juga menunjukan poin yang rendah dimana hanya ada 7 guru menggunakan media berbasis ICTsisanya setuju untuk tidak menggunakanya karena alasan kurangnya dukungan secara teknis, sedikitnya jam mengajar, dan juga tidak memiliki waktu untuk mempelajarinya. Tapi disisi lain, Generation-Y lebih memilih untuk menggunakan media berbasis ICT mereka juga percaya kalau ICT mampu memberi dampak positif terhadap siswa dan juga guru itu sendiri. Kata Kunci : Media pembelajaran berbasis ICT, jenis kelamin dan umur di dalam penggunaan ICT This study aimed to investigate the use of ICT based teaching media by English teachers at junior high schools in Singaraja in terms of age and gender, and their reasons for using and not using it in the English teaching and learning process. A mixed methods design was used on this study. Self-checklist and interview guide were used as the instruments. Totally there were 39 teachers who participated in this study. 13 teachers were males and 26 were females; 23 of them were categorized as Generation-X and 16 were Generation-Y. The result was that the male teachers took the domination in using ICT based media with 100% of them used pictures. In terms of the reasons of using ICT, 76.92% agreed that ICT based media can stimulate the students, make them more focused and get their attention during the lesson. But on the female teachers, lower point was shown in the types of ICT media used. Only 10 (38.64%) female teachers used media, and similar reasons to the male ones’ were expressed in using ICT-based media. On the other hand, Generation-X teachers also showed the low number with only 7 teachers used ICT based media, the rest of them agreed to not use it because of technical support, shortage class-time, and need time to learn it. But Generation-Y teachers preferred to use ICT based because they also believed that it can give positive impacts to the students in teaching and learning process. keyword : Age and Gender in ICT usage, ICT based Teaching media.
Co-Authors ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia ., Agus Dimas Darmawan ., Agus Dimas Darmawan ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana ., Denok Admila Suci ., Denok Admila Suci ., Destri Anu Arisandi ., Destri Anu Arisandi ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Eva Agustino ., Eva Agustino ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras ., I Gede Aan Somara Dyaksa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Gede Alit Ardimayasa ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Febriandikayasa ., I Kadek Febriandikayasa ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Putu Suamba Wijaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Kadek Boy Satriawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Ketut Sri Pusparini ., Ketut Sri Pusparini ., Made Githa Swami Mardawati ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Wayan Dini Diantari ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wayan Widiarini ., Ni Wy Oktavia Usadi ., Putu Agus Widiana ., Putu Agus Widiana ., Putu Febby Laksmi Decker ., Rangga Krisna Saputra ., Rangga Krisna Saputra ., Ria Cristina ., Ria Cristina ., Rika Persada Jati ., Rika Persada Jati Alit Tri Santika Ningsih Anak Agung Istri Rita Santi Kusuma Ayu, Ni Kadek Nia Ivana Bimantara, Ketut Lingga Cahyani, Made Trisna Damayanti, Putu Vergi Desak Gede Devi Pratami Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Drs.Gede Batan,MA . Fitriani, Desy G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Parianingsih Hadi Saputra, I Nyoman Pasek Hardiyanti, Ni Nengah I Gede Budasi I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Indra Kusuma I Wayan Sastra Oka Paramartha I.G.A. Lokita Purnamika Utami Kadek Shinta Fridayanti Kadek Sintya Dewi Khrismaswari, Anak Agung Sagung Sri Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Eka Wahyuni Luh Putu Artini Luh Putu Shanti Yuliastiti M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Hery Santosa Made Trisna Cahyani Maharani, Ni Wayan Linda Marhaeni, Ni Nengah Resti Mohammad Adnan Latief Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Julia Dewi Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Resti Marhaeni Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Surya Mahayanti Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Nyoman Pasek Hadi Saputra Oktavirani, Ni Luh Gede Indah Parianingsih, Gusti Agung Ayu Pradnyawati, Kadek Rikha Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Purwanita, Kadek Agina Putu Erna Adnyani Putu Erna Adnyani Rizka Fitriani Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sudarsana, Gede Arya Suharmanto Susantara, I Putu Anom Didik Ulandari, Sang Ayu Komang Yuli Wati, Ni Putu Harista Wulandari, Putu Indah