Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Intuisi

KEBERMAKNAAN HIDUP PADA PUNKERS DI SURAKARTA Sujoko, Sujoko; Khasan, Mohammad
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11605

Abstract

Abstrak. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri bagi setiap manusia  Pada fase inilah seorang individu mengalami masa-masa labil dan mencari komunitas demi terpenuhinya hasrat eksistensi. Individu yang berada dalam dalam tahap perkembangan remaja, membutuhkan penerimaan yang besar dari kelompok sosial. Salah satu kelompok remaja yang banyak mendatangkan pertanyaan dari masyarakat luas karena stereotip negatifnya adalah kelompok punk. Punker adalah suatu komunitas yang memiliki banyak stigma negatif di mata masyakarat. Pada penelitian kali ini, tim peneliti tertarik untuk mengetahui makna hidup anak punk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan datanya. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan perspektif subjektif anggota komunitas punk dalam memaknai kehidupannya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan eksploratif maka analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif deskriptif yaitu melakukan abstraksi setelah rekaman fenomena-fenomena khusus dikelompokkan menjadi satu. Kebermaknaan hidup pada punkers di Surakarta lebih kepada kebebasan berkehendak. Kebebasan berkehendak mempunyai arti kebebasan menjadi diri sendiri, seperti; bebas bermain musik, bergaul dan lain sebagainya. Kehendak hidup bermakna menurut punker adalah perasaan senang dan nyaman serta dapat diterima oleh keluarga dan teman sesama punkers. Punk merupakan jalan yang dianggap benar sebagai penuntun kehidupan mereka. Kata kunci : Makna hidup, punker.  Abstract. Adolescence is a period of searching for identity of everyone. In this phase an individual experiences unsteady periods and seeks community for the fulfillment of the existence desires. Someone who are in the adolescent development phase, require a great acceptance from social groups. One of many teenagers who get questions from the wider community because of its negative stereotypes is punk. Punker is a community that has a lot of negative stigma in society. In this research, the research team is interested to know the meaning of punk kids’ life. This research uses qualitative approach by using interview as the data collection method. The focus of this research is to describe the subjective perspective of punk community members in understanding their life. This is a qualitative research  with explorative approach, hence the data analysis uses descriptive inductive  that is doing abstraction after recording of special phenomena grouped into one. The result showed that the meaning of life on punkers in Surakarta is to get freedom of will. Freedom of will means the freedom to be oneself, such as; feel free to play music, hang out and so forth. The meaning of life will, according to punker is feeling of pleasure and comfort and also can be accepted by punkers family and friends. Punk is a way that is considered as something true as their life guide. Keywords: Meaning of life, punker
Kontrol Diri dan Kecenderungan Narsistik Pada Pengguna Media Sosial Instagram Kusuma, Annisa Bella; Setyanto, Arif Tri; Khasan, Mohammad
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i1.20114

Abstract

Abstrak. Perkembangan media sosial yang pesat mampu mempengaruhi perkembangan remaja, salah satunya adalah Instagram yang menempati urutan teratas sebagai platfrom media sosial paling banyak menunjukkan sisi narsistik. Salah satu yang mempengaruhi kecenderungan narsistik adalah kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik pada pengguna media sosial Instagram di SMA Negeri 7 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Subjek dari penelitian ini merupakan siswa-siswi IPS kelas XII dengan jumlah 62 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kontrol diri dan Narcisisstic Personality Inventory. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan SPSS 21.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = -0,358 dengan p = 0,04 (p < 0,05). Hipotesis dalam penelitian ini diterima dengan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik.Kata Kunci : Kontrol Diri, Kecenderungan Narsistik. Abstract. The rapid development of social media can influence youth development , one of which is Instagram, which occupies the top position as a social media platform, which shows a lot of narcissism side. One factor contributing to narcissistic predisposition is self-control. The objective of research was to find out the relationship between self-control and narcissistic predisposition in Instagram social media users in SMA Negeri 7 Surakarta. This research employed a quantitative method with cluster random sampling being the sampling technique.The subject of research was the 12th Social Science graders, consisting of 62 students. The measuring instrument used in this research is : self-control and Narcissistic Personality Inventory. Hypothesis proposed was that there is a negative relationship between self-control and narcissistic predisposition. The method of analyzing data employed was Karl Pearson’s Product Moment correlation with SPSS 21.0 for windows help. The result of analysis showed coefficient of correlation rxy = - 0.358 with p = 0.04 (p < 0.05). Hypothesis proposed in this research was supported by the existence of a negative significant relationship between self-control and narcissistic predisposition.Keywords : Self-Control, Narcissistic PredispositionÂÂ