Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI VIDEO TERHADAP SIKAP MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG mina, Ida Nilatul; Mustika, Dian Nintiyasari; Lutfitasari, Ariyani; Khasanah, Umi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menyusui ialah salah satu faktor penting dalam kesehatan dan kelangsungan hidup bayi.Studi pendahuluan pada kepala ruang dan bidan di ruang Ayyub bahwa terdapat beberapa ibu nifas yangmasih tidak tahu teknik menyusui yang benar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhedukasi video terhadap sikap menyusui yang benar pada ibu nifas di Rumah Sakit Roemani MuhammadiyahSemarang.Mendeskripsikan karakteristik ibu nifas . sikap ibu nifas sebelum diberikan video. sikap ibu nifassetelah diberikan video.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan desain quasi eksperimendengan pre-test dan post-test. Responden terdiri dari 60 ibu nifas yang dirawat di rumah sakit. Instrumendilakukan uji validitas dan reabilitas. Edukasi video diberikan dan hasil dianalisis menggunakan analisisunivariate (deskriptif) dan bivariate (statistic uji wilcoxon).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan :karakteristik ibu nifas memiliki rata-rata usia berkisar antara 25-45 tahun dengan pekerjaan ibu rumahtangga, pendidikan terakhir SMP-SMA dengan total kehamilan 1-2 kali. uji univariate menunjukkan hasilbahwa sebelum diberikan edukasi video, mayoritas memiliki sikap menyusui yang negatif (96.7%). Hasilsikap setelah diberikan edukasi video, sebagian besar memiliki sikap menyusui yang positif (100%). Hasiltersebut menunjukkan edukasi video dapat meningkatkan sikap dan praktik menyusui. hasil uji wilcoxonyang memiliki nilai signifikansi 0,000 dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh edukasi video terhadapsikap menyusui yang benar pada ibu nifas di Rumah Sakit Roemani MuhammadiyahSemarang.Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi video terhadap sikap menyusuiyang benar pada ibu nifas di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang dengan ditunjukkan hasiluji Wilcoxon didapatkan nilai p value < 0,005. Kata kunci: Edukasi video, sikap menyusui, ibu nifas, quasi eksperimen  
Asuhan Kebidanan Pada Anak Umur 2 Tahun Dengan Stunting Di PMB Sri Lestari Kabupaten Grobogan Sehmawati, Sehmawati; Mulyanti, Lia; Damayanti, Fitriani Nur; Khasanah, Umi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang, dan sedang mewujudkan indonesia maju tahun 2045, namun saat inimasih menghadapi masalah kesehatan salah satunya adalah masalah stunting.  Indonesia masih fokus padapenanganan stunting, berbagai upaya dan program telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan danmenangani masalah stunting. Stunting merupakan masalah pada perumbuhan dan perkembangan padabalita karena kurangnya asupan gizi dari dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun atau yang disebutdengan periode keemasan yaitu 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting juga suatu gejala ataumasalah kesehatan pada balita dengan menunjukkan kegagalan pertumbuhan tinggi badan (pendek ataustunted). Anak dengan tumbuh pendek atau stunting dapat dideteksi sejak dari kelahiran dengan melihathasil pengukuran panjag bayi lahir yaitu  kurang dari 46 cm 1 mm pada bayi laki-laki dan panjang badankurang dari 45 cm 5 mm pada bayi perempuan. Dampak stunting pada balita akan menyebabkanpertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik dan kecerdasan yang kurang  optimal. Stunting dapatberdampak pada anak usia balita yaitu mudah terkena penyakit dan saat  usia dewasa akan beresikomengalami penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi karena terganggunya metabolisme dalamtubuh serta menurunkan produktivitas pada saat mencapai usia dewasa. Tujuan dari pemberian asuhankebidanan pada anak umur 2 tahun dengan stunting adalah untuk memberikan penanganan stunting padaanak umur 2 tahun agar terjadi penambahan berat badan dan panjang badan. Metode: menggunakan metodestudi kasus dengan pemberian Asuhan Kebidanan pada anak umur 2 tahun di Praktik Mandiri Bidan (PMB)Sri Lestari Kabupaten Grobogan. Subjek studi kasus adalah Anak Umur 2 tahun yang dengan stunting.Studi kasus dilakukan dengan pengkajian yaitu pengumpulan data subyektif dengan anamnesa dan dataobyektif melalui pemeriksaan pemeriksaan fisik dan pengamatan (observasi) secara langsung. Data skundermelalui studi dokumentasi buku KIA dan studi kepustakaan. Hasil: setalah diberikan pemberian makanantambahan (PMT) pemulihan pada anak umur 2 tahun sebagai program perbaikan gizi yang dilakukan olehbidan dan kader serta mengajarkan orang tua untuk memberikan variasi makanan untuk anak didapatkanhasil setelah pemberian selama 1 bulan pemberian makanan tambahan pemulihanan terjadi peningkatanberat badan dan panjang badan. Kesimpulan: pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihanan sangatefektif membantu menangani masalah stunting pada balita.Kata Kunci : Stunting, asuhan kebidanan  
HUBUNGAN MOTIVASI IBU MENYUSUI DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BAYI DI KELURAHAN SENDANGGUWO KOTA SEMARANG Ariyanti, Lisa Eka; Khasanah, Umi; Indrawati, Nuke Devi; Dewi, Maria Ulfa Kurnia
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Harga ASI eksklusif sampai usia delapan belas bulan penting karena nutrisinya danperlindungan terhadap penyakit; namun, keberhasilannya terhambat oleh motivasi orang tua dan dukungankeluarga. Sebuah penelitian yang dilakukan pada bulan Desember 2023 di Kelurahan Sendangguwo, KotaSemarang, mengungkapkan bahwa dari 149 wanita yang sudah menikah, 17 di antaranya memiliki massatubuh kurang ideal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan memahami hubunganantara motivasi orang tua dan pertumbuhan anak-anak mereka. Karakteristik responden; (2) motivasiindividu; (3) bayi badan; (4) korelasi karakteristik individu dengan motivasi; dan (5) hubungan motivasidengan bayi badan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desainsurvei analitik cross-sectional. Proporsional random sampling adalah metode yang digunakan dalampersiapan sampel, dan data dikumpulkan dengan menggunakan silent cuesioner dan observasi data dalamkebijakan kelompok. Respons dievaluasi menggunakan kriteria inklusif dan eksklusif, alat penilaianvaliditas rehabilitasi digunakan, dan analisis data univariat dan bivariat dilakukan. Hasil: Karakteristikpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah multipara, tidak bekerja, dan siswaberstatus ptoduktif. Sebagian besar motivasi orang tua berada pada kategori tinggi (73,3%), sedangkansisanya berada pada kategori badan berat (63,3%) dan urine (36,7%). Analisis statistik menunjukkan adanyahubungan yang signifikan antara ibu dengan motivasi (p=0,044), serta antara ibu dengan motivasi(p=0,011). Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan teman sebaya (p=0,192)maupun antara motivasi dengan rekan kerja (p=0,492). Terdapat pula korelasi yang signifikan antaramotivasi orang tua dalam mendisiplinkan anak dengan perilaku anak (p=0,000).).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi orang tua dengan pertumbuhan gigi bayidi Kelurahan Sendangguwo Kota Semarang.. Kata kunci: ASI, motivasi, berat badan bayi, ibu menyusui
Penguatan Moderasi Beragama untuk Mengatasi Intoleransi di Kalangan Intelektual Siswa SMPN 1 Kemang Bogor Khasanah, Umi; Fadly, Muhammad; Mawarni, Siti; Syafika, Nurul; Hasib, Al; Setiawan, Dede
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1465

Abstract

Pengabdian ini, bertujuan untuk menguatkan moderasi beragama dalam mengatasi terjadinya intoleransi di kalangan intelektual siswa. Pengabdian ini dilakukan di SMPN 1 Kemang Bogor. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan pendekatan edukatif dan partisipatif. Edukatif dilakukan dengan memasukkan unsur-unsur pendidikan melalui seminar moderasi beragama, sementara partisipatif melibatkan guru di SMPN 1 Kemang Bogor, dalam proses dan pelaksanaan pengabdian. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Selama pelaksanaan, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mendampingi siswa-siswi dalam kegiatan seminar moderasi beragama. Hasil dari pengabdian menunjukkan penguatan-penguatan moderasi yang dilakukan dapat menangkal gerakan intoleransi dikalangan siswa. Gerakan pengabdian ini berhasil menguatkan moderasi beragama, yang merupakan suatu keharusan dilakukan dalam sekolah. Karena dalam sekolah yang semakin kompleks dan multi agama sangat diperlukan pemaknaaan keberagamaan dan kesadaran terhadap eksistensi di luar agama seseorang atau kelompok orang.
Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah IRAWAN, ERNA; Maidartati, Maidartati; tania, mery; Iklima, nurul; Saputra, anggi; Khasanah, umi
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.297

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gr. Berdasarkan studi epidemiologi, BBLR mempunyai resiko kematian 35 kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. pada tahun 2018, prevalensi BBLR masih cukup tinggi. Prevalensi berat badan lahir rendah (BBLR) diperkirakan 21% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 4,5% - 40% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, di Asia angka kejadian BBLR yaitu 42,7% Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua yang datang ke poliklinik anak. Selain itu peserta penyuluhan diberikan leaflet yang berisi materi tentang BBLR sehingga materi tentang BBLR dapat dibaca kembali ketika sudah pulang.
Determinant Factors of Exclusive Breastfeeding in the Work Area Khasanah, Umi; Piskanoni, Ainun; Ropitasari, Ropitasari
Jurnal Kebidanan Vol 14, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.14.1.2025.44-50

Abstract

Exclusive breastfeeding is recommended for 6 months, however exclusive breastfeeding in several regions in Indonesia is still below the target set by the government. This condition is caused by exclusive breastfeeding being influenced by several factors such as work, education, age and husband’s support. Objective to analyze the determinants of exclusive breastfeeding in the Harapan Sehat Slawi Hospital Work Area. This type of research is quantitative research with an observational study design. The sampling technique in this research was purposive sampling of 62 people. Statistical tests use frequency distribution, chi square test and multiple logistic regression test. Results the chi square statistical test showed that there was an influence of education p value of 0.000 (< 0.05), employment p value of 0.008, age at risk p value of 0.006 and husband’s support p value of 0.003 on exclusive breastfeeding in the hospital work area Slawi’s Healthy Hope. The factor that most influences exclusive breastfeeding in the Harapan Sehat Slawi Hospital Work Area is husband’s support with a p value of 0.006 and an odds ratio of 363.52. Conclusion: The determinant factor that has the most influence on exclusive breastfeeding is husband’s support.
The Influence of Parental Support on Adolescent Mental Health Mulyanti, Lia; Khasanah, Umi
Jurnal Kebidanan Vol 14, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.14.1.2025.37-43

Abstract

During this stage adolescents face many challenges due to rapid physical changes followed by other changes. If adolescents are unable to adjust, they may experience stress. Social support is a factor that has the potential to cause stress disorders in adolescents, on the other hand social support for adolescent mental health is social support from family members, and peers can affect adolescent mental health. Family support helps adolescents develop a greater sense of balance, support during moments of helplessness and assist in the achievement of developmental tasks. Family support can be in the form of informational support, appraisal support, instrumental support and emotional support This type of research is The type of research used is analytic research. The method used is a survey method using a cross sectional approach. The samples used for research 153 people The results of the research that most parents were supportive with 99.3% and unsupportive with 0.7%. The conclusion is The conclusion of this study is that there is an influence between family support and adolescent mental health at Pondok Pesantren KH. Sahlan Rosdiji Semarang.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
Lindungi Matamu dari Layar: Bijak Pakai Gadget, Sehatkan Penglihatan Saputra, Anggi; Maidartati, Maidartati; Khasanah, Umi
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.498

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan komunikasi, belajar, dan bekerja. Gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas remaja. Namun, penggunaan gadget yang tidak bijak dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mata dan upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 di SMK Kencana Bandung dengan sasaran siswa kelas XI sebanyak 50 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, edukasi visual melalui leaflet, dan permainan edukatif berbasis digital. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30,4% siswa memiliki pengetahuan baik, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 93%. Selain itu, 84% siswa berkomitmen menerapkan metode 20-20-20 dalam penggunaan gadget. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang interaktif dan menyenangkan dapat secara efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata di era digital. Tindak lanjut dari kegiatan ini direkomendasikan dalam bentuk promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.