Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Strategi Inkuiri Terhadap Pengurangan Miskonsepsi Matematika Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan Ismiatin Mafruhah; Sarwo Edy; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.569 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i1.103

Abstract

Pemahaman konsep matematika di kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan pada materi bangun datar segiempat menunjukkan masih banyak peserta didik yang mengalami miskonsepsi. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengurangi dapat menggunakan strategi inkuiri, dimana peserta didik akan dihadapkan dengan konflik kognitif melalui proses tanya jawab yang dapat peserta didik olah melalui diskusi dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi inkuiri berpengaruh terhadap pengurangan miskonsepsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan pada materi bangun datar segiempat, dengan desain eksperimen posttest-only control design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VII di SMP Negeri 1 Duduksampeyan, sedangkan sampel adalah kelas VII G sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan strategi pembelajaran inkuiri dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan strategi pembelajaran ekspositori. Instrumen yang digunakanadalah tes miskonsepsi menggunakan skala Certainty of Response Index (CRI). Analisis data menggunakan uji perbedaan dengan cara membandingkan hasil post test kelompok eksperimen dan kontrol, dengan ketetapan jika kelompok eksperimen lebih baik berarti strategi inqiury dapat mengurangi miskonsepsi peserta didik pada materi bangun datar segiempat. Dengan SPSS 16.0 didapati hasil analisis yang menunjukkan nilai P-value (sig) , berarti menerima hipotetsis penelitian, sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap pengurangan miskonsepsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan pada materi bangun datar segiempat.
Students' Development In Notating The Unit Of Speed admin admin; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 18 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.049 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v18i2.32

Abstract

Students have acquainted with speed from their environment but it is not easy for them to learn the concept of speed since according to Gravemeijer (2007) , the concept of speed is still one of the most difficult quantities. What students learn about speed will be developed when they study at higher education it is very important for teacher to give support for the students so that they are not only able to use the formula deal with the speed but also know the reason behind the formula and how to apply it in other situations. Hence, a series of learning activities which in line with Realistic Mathematics Education (RME) was designed. Design research was chosen as the general heading of the research. It was conducted in SD Al-Fatah(Full day School) in Surabaya-Indonesia with a teacher and 25 students in fifth grade. Research findings show that “paper tapes activity” can lead the students to develop their notion on the unit of speed. Students realise that in order to compare the speed they must be aware of both distance and time as the components of the speed. The function of paper tapes which the students made gradually changing in line with students' thinking process. At the first time, it might only as the path for the toy cars, but then it shows the distance travelled by the car. Finally, students modified those paper tapes as the visualization of the unit of speed which help them to made a table as a strating point to come to the other units of speed.
MATHEMATICS LITERACY MOBILE LEARNING APPLICATION: Pengembangan Bahan Ajar Literasi Matematika Berbasis Android Fatimatul Khikmiyah; Putri Aisyiyah Rakhma D
DIDAKTIKA Vol 25 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.854 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v25i2.881

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, teknologi merupakan hal yang pokok karena teknologi mempengaruhi bagaimana matematika itu akan diajarkan dan sangat bermanfaat dalam memfasilitasi peserta didik dalam belajar. NCTM (2002) “Technology is essential part in teaching and learning mathematics; it influences the Mathematics that is taught and enhances students’ learning”. Literasi merupakan salah satu unsur yang dinilai dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang meliputi literasi matematika, literasi sains, literasi keuangan, literasi bahasa. Data terbaru PISA masih belum menggembirakan. Siswa Indonesia hanya mampu menjawab soal dalam kategori rendah dan sedikit sekali yang dapat menjawab soal yang menuntut pemikiran tingkat tinggi. Dalam penelitian ini digunakan penelitian pengembangan model Hannafin & Peck meliputi tiga fase, yaitu yaitu analisis kebutuhan (Need Assessment), fase desain (Design), serta fase pengembangan dan implementasi (Develop and Implement). Pada tahap analisis kebutuhan dilakukan analisis terhadap kurikulum yang berlaku di sekolah, mengidentifikasi karakteristik peserta didik dan analisis materi. Peserta didik usia SMP sangat akrab dengan telepon genggam (Handphone) meskipun mereka dilarang membawanya ke sekolah. Dengan adanya buku ajar dalam bentuk aplikasi berbasis android maka peserta didik memiliki kesempatan yang luas untuk belajar matematika tanpa batas ruang dan waktu. Gaya belajar peserta didik yang dominan adalah gaya belajar visual. Peserta didik dengan gaya belajar ini menyukai belajar dengan tulisan, tabel, gambar dan bentuk lain dalam visualisasi. Oleh karena itu, dalam pengembangannya bahan ajar literasi matematika akan memadukan tulisan dan gambar dengan animasi sehingga mengakomodir kebutuhan peserta didik. Hasil analisis yang diperoleh pada fase sebelumnya kemudian diterjemahkan dalam bentuk story board. Dokumen story board dalam penelitian ini terdiri atas diagram alur aplikasi, rancangan tampilan, kisi-kisi tes formatif, dan instrumen tes formatif. Pada tahap pengembangan dihasilkan Aplikasi buku ajar literasi matematika berbasis adnroid yang disebut Draft 1. Berdasarkan hasil analisis penilaian ahli dan uji coba terbatas, pengembangan bahan ajar literasi matematika berbasis Android ini memenuhi kategori praktis dan efektif.
EFEK PENGGUNAAN SOFTWARE GEOGEBRA PADA PADA PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Syaiful Huda; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 25 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.518 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v25i2.882

Abstract

Sifat dari mata kuliah kapita selekta matematika yang merupakan mata kuliah dengan pengayaan pada matematika sekolah menengah atas, diperlukan sesuatu yang lebih bisa digunakan untuk membantu pemahaman mahasiswa. Teknologi informasi dan komunikasi juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Menurut Hohenwarter (2008), Geogebra adalah software yang digunakan untuk pembelajaran matematika, khususnya geometri dan aljabar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari penggunaan software Geogebra pada pemahaman konsep dalam mata kuliah kapita selekta matematika atas ditinjau dari gaya belajar. Metode yang digunakan adalah pretest-intervention-posttest.Hasil yang diperoleh adalah untuk gaya belajar kinestetik terdapat efek berdasarkan uji t yang dilakukan . Sedangkan untuk gaya belajar Visual tidka ada efek, hal tersebut didasarkan pada uji t yang dilakukan yaitu . Untuk gaya belajar Auditori tidak dapat dilakukan uji-t karena hanya satu nilai (datum).
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS VII SMP NEGERI 1 GLAGAH LAMONGAN Muhammad Syarif Hidayatullah; Irwani Zawawi; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.46 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v26i1.1460

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dapat melatih peserta didik membuat keputusan dari berbagai sudut pandang secara cermat, teliti, dan logis. Dengan kemampuan berpikir kritis, peserta didik dapat mempertimbangkan pendapat orang lain serta mampu mengungkapkan pendapatnya sendiri. Oleh karena itu pembelajaran di sekolah sebaiknya melatih peserta didik untuk menggali kemampuan dan keterampilan dalam mencari, mengolah, dan menilai berbagai informasi secara kritis. Model pembelajaran yang digunakan guru seharusnya dapat membantu proses analisis peserta didik. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran Problem Based Learning. Dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Matematika diharapkan peserta didik akan mampu menggunakan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai strategi penyelesaian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Glagah Lamongan pada kelas VII-A sebanyak 15 peserta didik tahun akademik 2017/2018. Metode pengumpulan data adalah metode tes. Metode tes digunakan untuk mendapatkan data kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik berkategori tinggi, dengan rincian 9 peserta didik atau 60% memiliki kemampuan berpikir kritis sangat tinggi, 3 peserta didik atau 20% memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, 2 peserta didik atau 14% memiliki kemampuan berpikir kritis sedang, sedangkan 1 peserta didik atau 6% memiliki kemampuan berpikir kritis rendah
Pengembangan Alat Evaluasi Berbasis Three Tier Multiple Choice Menggunakan Wondershare Quiz Creator untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Nanda Eka Damayanti; Irwani Zawawi; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 28 No 1 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.232 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v28i1.3902

Abstract

Evaluation can be used to measure the understanding of students' concepts in geometry material. However, there are still many students who have difficulty in understanding the concept of geometry. This often leads to misconceptions. An effort to identify misconceptions is to conduct a three-tier multiple choice-based evaluation test. Evaluation can take advantage of online question maker technology such as the Wondershare Quiz Creator application. The purpose of this research is to develop a three tier multiple choice based evaluation tool using wondershare quiz creator to identify misconceptions that can be used online. The development research model uses the 4D model. The research subjects were students of class VII-A SMPN 5 Lamongan. The research instruments used were interview sheets, validation sheets, test instruments, and questionnaires. The data analysis technique used qualitative and quantitative analysis. The result of the research is an evaluation tool based on three tier multiple choice using wondershare quiz creator to identify misconceptions as seen from: (1) the appropriateness of the evaluation tool meets the valid and effective criteria which reaches more than 60%. As well as with the statistical tests carried out, the instrument has met the criteria given so that the evaluation tool can be used. (2) Types of misconceptions consist of classification misconceptions, correlational misconceptions, and theoretical misconceptions. Of the three types of misconceptions, students experienced the most misconceptions at level 2, namely answering incorrect choice of reasons.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN EDUTAINMENT PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP Ayu Nur Wijayanti; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 22 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.194 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v22i2.217

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran edutainment pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMP. Media pembelajarandiperlukan oleh peserta didik dalam pembelajaran matematika karena karakteristik matematika yang abstrak. Visualisasi merupakan salah satu cara yang yang dapat dilakukan untuk mengkongkritkan sesuatu yang abstrak. Perkembangan teknologi dan informasi berdampak pada berkembangnya visualisasi dalam bentuk animasi dan suara. Media edutainment merupakan media yang dikembangkan dengan Macromedia Flash 8 dan diharapkan dapat membuat pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan karena unsur gambar, animasi dan suara. Model pengembangan media ini mengacu pada model ASSURE yang dikembangkan oleh Sharon Smaldino, Robert Henich, James Russel, dan Michael Molend. Uji coba terbatas dilaksanakan di kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Gresik dengan jumlah peserta didik sebanyak 24 yang terdiri dari 11 laki-laki dan 13 perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, angket dan pengamatan sedangkan instrument dalam penelitian ini adalah 1). Lembar angket gaya belajar peserta didik, 2). Lembar angket respon peserta didik, 3). Lembar angket kepraktisan media, 4). Lembar validitas media, 5). Soal tes, 6).Lembar pengamatan aktifitas peserta didik. Hasil analisis menunjukkan persentase akhir dari validator sebesar 82,6%, artinya media tersebut dikatakan sangat valid. Penilaian secara umum validator didapatkan bahwa media pembelajaran edutainment termasuk praktis. Dari hasil uji coba terbatas yang dilakukan menunjukkan bahwa media edutainment efektif karena telah memenuhi 3(tiga) kriteria yang ditetapkan. Demikian desain media pembelajaran edutainment yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif sehingga layak untuk digunakan.
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATRIKS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) admin admin; Sri Suryanti; FATIMATUL Khikmiyah; Irwani Zawawi; Siti Fauziyah
DIDAKTIKA Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.527 KB)

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran yang memfokuskan pada peningkatan penguasaan konsep mahasiswa terhadap materi matriks. Sebagaicalon pendidik, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dibekali dengan kompetensi professional yang berkaitan dengan penguasaan materi secara mendalam. Kompetensi profesional ini diberikan melalui mata kuliah aljabar yang salah satunya adalah mata kuliah Matriks. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tim lesson study (LS) mencoba menerapkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Kegiatan LS dilaksanakan sebanyak 4 siklus dan setiap siklusnya terdapat 3 tahap yaitu, plan, do dan see. Hasil observasi dari siklus 1 sampai 4 menunjukkan penguasaan mahasiswa terhadap konsep meningkat, pada siklus ke-3 dan ke-4 mahasiswa mampu mempresentasikan hasil diskusi mereka tanpa membawa catatan serta dapat menyimpulkan sendiri materi yang mereka pelajari tanpa arahan dari dosen dan tanpa melihat buku.Dan berdasarkan nilai kuis mahasiswa pada siklus ke-2, ke-3, dan ke-4, menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Pada siklus ke-2 nilai rata-rata mahasiswa 71,25; pada siklus ke-3 nilai rata-rata mahasiswa 87,28; pada siklus ke-4 nilai rata-rata mahasiswa 87,625. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa terhadap materi yang mereka pelajari.
PENGARUH TEKNIK SCAFFOLDING TERHADAP KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKADI KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 4 KEBOMAS Putri Kholifa; Sri Uchtiawati; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 24 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/didaktika.v24i2.340

Abstract

Di dalam proses pembelajaran, masih banyak ditemukan peserta didik yang mengalamikesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Salah satu teknik pembelajaran yang dapatmembantu mengatasi kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika adalahteknik pembelajaran scaffolding. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adapengaruh Teknik Scaffolding terhadap kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalahmatematika di kelas VII SMP Muhammadiyah 4 Kebomas.Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian Posttest-Only ControlDesign yaitu membandingkan nilai posttest kelas eksperimen dengan nilai posttest kelaskontrol untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik scaffolding terhadap kemampuanpeserta didik dalam memecahkan masalah matematika di kelas VII SMP Muhammadiyah 4Kebomas. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPMuhammadiyah 4 Kebomas yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII A yang terdiri dari 30peserta didik dan kelas VII B yang terdiri dari 29 peserta didik. instrumen penelitian yangdigunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian.Berdasarkan analisis data menggunakan uji t dua sampel independen (Independent Sample tTest) diperoleh nilai sig = 0,033 < 0,05 , maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan nilaiposttest kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai posttest kelas kontrol, artinya ada pengaruhteknik scaffolding terhadap kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematikadi kelas VII SMP Muhammadiyah 4 Kebomas.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR LITERASI MATEMATIKA UNTUK PEMBELAJARAN DI SMP Fatimatul Khikmiyah; Midjan Midjan
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.596 KB) | DOI: 10.24269/js.v1i2.275

Abstract

A Capability that includes the five competencies in accordance with the purpose of learning mathematics (NCTM 2000 and Depdiknas 2006) is the mathematical literacy. Although Indonesia has been participated in PISA since 2000, the students’ mean score did not sufficient yet particularly in mathematics. Students get difficulties in solving unfamiliar problems although the mathematics content is the same. Mathematical literacy is not spread yet so that teaching materials that are used to improve the literacy skills are limited. During learning process, students used the literature that loads the basic concepts of mathematics but used  few contexts. Therefore, the researchers conducted a research which the aims to develop a teaching material that can be used to develop students’ mathematical literacy. The method used is ADDIE model which is an acronym for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subjects in research is the ninth grade students of SMP N 3 Gresik which are given opportunities to assess the textbooks. From this study, we develop a mathematical literacy module for junior high school students. From the math experts we got the average percentage is 90,18% and 88,64% from the desgn experts.Meanwhile students 81,41 %. Key Words: PISA, Module, Mathematical Literacy, ADDIE model