Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK METAKOGNISI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN Syaiful Huda; Dina Agustin; Fatimatul Khikmiyah
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.464 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i1.2076

Abstract

AbstractSomeone in solving problems, needs to manage his mind well by utilizing the knowledge he already has, controlling and reflecting on the process and results of his own thinking. Then, what he thinks can help him in solving the problem. This awareness of the thought process is known as metacognition. However, in today's learning system, educators evaluate the achievement of learning outcomes by only emphasizing the goals of cognition without showing the cognitive process, more specifically on metacognitive knowledge and skills. Apart from that, in solving problems students also need characteristics. This research is an exploratory type of research. This study aims to describe the metacognitive characteristics of students in solving problems in terms of the personality types of these students. Of the six personality types, there are dominant personality types, namely social personalities who are taken as research subjects with high, medium, and low levels of metacognitive ability. Characteristics of high and low level metacognition in social personality types have differences that are seen in awareness to identify information that is known and asked. At high levels, social personality types recognize the need for identification so that they are able to plan actions appropriately, but in contrast to low-level metacognition.Keywords: Problem Solving, Metacognition, personality type.AbstrakSeseorang dalam melakukan pemecahan masalah, perlu mengelola pikirannya secara baik dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki, mengontrol dan merefleksi proses serta hasil berpikirnya sendiri. Kemudian, apa yang dipikirkan dapat membantunya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kesadaran terhadap proses berpikirnya ini disebut sebagai metakognisi. Namun dalam sistem pembelajaran masa kini, pendidik melakukan evaluasi pencapaian terhadap hasil belajar dengan hanya memberikan penekanan kepada tujuan kognisi dengan tanpa memperlihatkan proses kognisinya, lebih khusus pada pengetahuan dan keterampilan metakognisi. Selain dari pada itu, dalam memecahkan permasalahan peserta didik juga memerlukan adanya karakteristik. Penelitian ini merupakan penelitian yang berjenis eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik metakognisi peserta didik dalam memecahkan masalah ditinjau dari tipe kepribadian peserta didik tersebut. Dari enam tipe kepribadian tersebut terdapat tipe kepribadian dominan yaitu kepribadian sosial yang diambil sebagai subjek penelitian dengan tingkat kemampuan metakognisi tinggi, sedang, dan rendah. Karakteristik metakognisi tingkat tinggi dan rendah pada tipe kepribadian social memiliki perbedaan yang terlihat pada kesadaran untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanya. Pada tingkat tinggi, tipe kepribadian social menyadari perlunya identifikasi sehingga mampu merencanakan tindakan secara tepat, namun berkebalikan dengan metakognisis tingkat rendah.Kata kunci: Pemecahan Masalah, Metakognisi, Tipe Kepribadian
PENGEMBANGAN E-LKPD MATEMATIKA INTERAKTIF BERBASIS LITERASI DIGITAL Nazla Nabilla; Sarwo Edy; Fatimatul Khikmiyah
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 5, No 6 (2022): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v5i6.12530

Abstract

Interactive e-LKPD can be used as a medium for teaching materials that can identify and train digital literacy skills. Interactive E-LKPD is a two-way communication, student worksheets that can perform several activities with feedback with feedback. Social arithmetic is the subject matter studied in junior high school. The subject matter of social arithmetic provides benefits for students in solving problems of daily life, but some students have difficulty solving arithmetic problems. Therefore, this study aims to develop an interactive mathematics E-LKPD based on digital literacy. This type of R and D uses a 4D development model including “Define, Design, Development, and Desseminate”, but limitations without “Disseminate”. The results showed the feasibility of fulfilling several criteria: the validity obtained from the validation results of media experts was 99% and material experts were 95%, the results were both in the "very valid" category. Effectiveness is obtained from the results of class completeness getting 100% "very effective". And the practicality obtained from the results of student responses is 98% "very practical". Thus, the interactive mathematics E-LKPD based on digital literacy can be used as media for teaching materials for the learning process. 
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection dan Extention) UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Nikmaturrahma; Fatimatul Khikmiyah; Nur Fauziyah
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 10 No. 2 (2023): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v10i2.4706

Abstract

Penelitian dilakukan sebagai sarana pembuatan modul pembelajaran matematika cetak berbasis ICARE, dengan tujuan meningkatkan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan pengembangan dengan menggunakan metode ADDIE terbentuk dari 5 langkah yaitu Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (penerapan), dan Evaluation (evaluasi).  Dalam proses pengembangan modul pembelajaran matematika berbasis ICARE ini, dalam mengukur modul pembelajaran matematika agar layak untuk digunakan ialah penggunaan lembar validasi ahli sebagai pengukur kevalidan modul, serta angket respon juga tes hasil pembelajaran digunakan mengukur keefektifitasan modul, serta kemampuan kemandirian belajar menggunakan modul matematika berbasis ICARE. Subjek dalam penelitian sebanyak 31 peserta didik kelas VII SMP Sunan Giri Menganti, dengan mempelajari materi yang ada didalam modul secara mandiri, lalu menyelesaikan persoalan yang sudah dikemas dalam modul secara berdiskusi dengan teman, lalu mengerjakan soal latihan secara mandiri dan setelah itu diberikan  angket  respon  untuk  mengukur  keefektifan modul yang telah dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan modul berdasarkan validasi ahli materi sebanyak 92,2% dan ahli media sebanyak 92%, keefektifan memperoleh hasil 89,204% serta kemandirian  belajar  siswa  yang  didapat dengan  nilai  hasil belajar peserta didik  mendapatkan hasil sebesar 94,58%. Dari hasil yang diperoleh pengembangan modul matematika berbasis ICARE dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar siswa.  Kata  Kunci:  pengembangan, modul, pembelajaran matematika, kemandirian belajar.
Development Evaluation Tool Two Tier Multiple Choice Using Wondershare Quiz Creator to Identify Mathematical Connection Sri Ayu Lestari; Irwani Zawawi; Fatimatul Khikmiyah; Nur Fauziyah
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 6, No 2 (2021): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.739 KB) | DOI: 10.31327/jme.v6i2.1607

Abstract

The research objective is to develop an  evaluation tool two tier multiple choice using the wondershare quiz creator to identify students mathematical connection capabilities. The research model uses ADDIE. The test subjects in the study were class VII-D of Islamic Qon Middle School. The research instruments used were interview sheets, validation sheets, test instruments, and questionnaires. Data analysis techniques were carried out quantitatively and qualitatively. The results are: (1) the evaluation tool is feasible because it meets 2 valid and effective criteria. Valid criteria based on the assessment of media experts 94% (very feasible), and 80% material experts (feasible). Effective criteria are seen from the response of students and the quality of the items. The results of the students' responses were 82% (very interesting). While the quality of the items, the validity test contained 1 invalid question. Reliability test, there is 1 unreliable question. The difficulty level test has 7 moderate questions, 3 easy questions, and there are no difficult questions. The distinguishing power test contained 2 very good questions, 6 good questions, 2 enough questions, and not in the bad category. There were 11 distractors at the first level and 6 at the second level who were selected from all students. (2) The percentage of mathematical connections is very high 39.3%, high percentage 46.4%, moderate percentage 3.6%, low percentage 3.6%, and very low percentage 7.1%.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA EDUTAINMENT TERHADAP MINAT BELAJAR DAN KEMAMPUAN NUMERIK PESERTA DIDIK SMP KELAS VII DI MASA PANDEMI COVID-19 Nur Faizah; Sarwo Edy; Fatimatul Khikmiyah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.11156

Abstract

This study aims to determine the influence of the use of edutainment media on interest in learning and the numerical abilities of VII grade junior high school students in the even semester of the 2021/2022 academic year. This research is a correlational study with a quantitative approach. The population in this study were class VII students at 5 junior high schools in the Gresik District, totaling 702 students. The sample used in this study were 254 students who were obtained using the slovin formula with the proportionate cluster random sampling technique with an error rate of 5%. The instruments used in this study were tests of the ability to use edutainment media, tests of students' numerical abilities, and questionnaires of students' learning interest. The data analysis test used is Structural Equation Modeling (SEM) using the Amos 24 program. The results of this study indicate that: (1) There is a positive and significant influence between the use of edutainment media and students' learning interest. (2) There is a positive and significant influence between the use of edutainment media and students' numerical abilities. (3) There is an influence between learning interest and students' numerical abilities.Keywords: Edutainment Media, Learning Interest, Numerical Ability
ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI PESERTA DIDIK BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS PENGETAHUAN METAKOGNISI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Nadhila Alya Rahmah; Sarwo Edy; Fatimatul Khikmiyah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.11440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan numerasi peserta didik berdasarkan jenis pengetahuan metakognisi dengan mengacu pada indikator kemampuan numerasi dan disesuaikan dengan tahapan proses penyelesaian masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMAN 1 Cerme Gresik kelas X MIPA-5 dengan melibatkan tiga peserta didik sebagai subjek penelitian, yang masing-masing satu peserta didik mewakili jenis pengetahuan metakognisinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh tiga jenis pengetahuan, pada peserta didik yang mengacu pada tiga indikator kemampuan numerasi yakni : (I1) Kemampuan menganalsis informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang meliputi : gambar, grafik, tabel, bagan, diagram; (I2) Kemampuan menggunakan simbol atau berbagai macam angka yang terkait dengan matematika dasarndalam mneyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari ; (I3) Kemampuan menafsirkan hasil analisis untuk mengambil keputusan yang tepat. Dengan ini peserta didik dengan jenis pengetahuan deklaratif mampu menguasai dua indikator I1 dan I3, namun kurang menguasai pada satu indikator I2; peserta didik dengan jenis pengetahuan prosedural mampu menguasai semua indikator kemampuan numerasi I1, I2, I3 ; peserta didik dengan jenis pengetahuan kondisional cukup mampu menguasai hanya satu indikator saja I1, sedangkan untuk kedua indikator tergolong tidak mampu menguasai I2, I3.
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE MODEL PEMBELAJARAN ICARE PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Aliyatur Roikha; Fatimatul Khikmiyah; Irwani Zawawi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.11072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Learning Manajement System berbasis Moodle dengan model pembelajaran ICARE pada materi aritmetika sosial. Pengembangan System ini dilakukan untuk membantu siswa pada pembelajaran aritmetika sosial agar lebih efektif. Penelitian ibi terdapat 3 kriteria kelayakan dalam pengembangan ini yaitu valid,efektif dan praktis. Penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) adalah metode yang digunakan. Pada proses pengembangan ini menggunakan lembar validasi ahli sebagai tolak ukur kevalidan. Menggunakan kuisioner respon peserta didik sebagai tolak ukur keefektifan dan tes hasil belajar sebagai tolak ukur kepraktisan. Subjek pada penelitian ini sebanyak 15 peserta didik kelas VII B Mts Tarbiyatus Shibyan Petung, siswa mempelajari materi yang sudah dikemas dalam Moodle, lalu siswa mengerjakan soal yang sudah disediakan dan dipelajari setelah itu diberikan kuisioner sebagai tolak ukur kefektifan Learning Manajement System dan hasil belajar peserta didik sebagai tolak ukur kepraktisan Learning Manajement System. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan Learning Manajement System berdasarkan validasi ahli materi sebanyak (87,3%) dan validasi ahli media sebanyak (90%), keefetifan memperoleh hasil (83,1%) serta kepraktisan memperoleh hasil (93,47%). Penelitian ini diharap dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan Learning Manajement System berbasis Moodle model pembelajaran ICARE pada materi aritmetika sosial.
Pengaruh gaya kognitif FI-FD dan minat belajar terhadap pemahaman konsep matematika pada materi segitiga dan segiempat Akhiroh, Mazro'atul; Zawawi, Irwani; Khikmiyah, Fatimatul
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 6 No. 6 (2023): November
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v6i6.17749

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the field dependent-field independent cognitive style and interest in learning partially or simultaneously affect the understanding of mathematical concepts. This type of research is a quantitative study with a population of all class VII SMP Muhammadiyah 4 Kebomas, namely as many as 57 students, a sample of 30 respondents was taken utilizing corresponding arbitrary inspecting strategy. Information assortment procedures are by survey and test. Information examination method utilizing various direct relapse investigation. In light of the aftereffects of the relapse test, the results show that: 1) There is a significant influence of cognitive style and interest in learning simultaneously on the understanding of mathematical concepts. 2) There is a significant influence of cognitive style on the understanding of mathematical concepts. 3) There is a massive impact of interest in learning on the understanding of mathematical concepts. Based on data analysis, it can be interpreted that field dependent-field independent cognitive style and interest in learning partially or simultaneously have a significant effect on the understanding of mathematical concepts.
Analisis Kemampuan Inisiatif Peserta Didik SMP Dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Pada Pembelajaran Matematika Lisnawati, Angga Dwita Desi; Zawawi, Irwani; Khikmiyah, Fatimatul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.19477

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah kontekstual merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan dalam menghadapi kehidupan nyata. Salah satu faktor internal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan inisiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan inisiatif peserta didik SMP dalam memecahkan masalah kontekstual pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas VII C SMP Negeri 34 Gresik Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes dan angket. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu tes dan penyebaran angket. Peserta didik mengerjakan tes dalam bentuk essai yang berisi dua soal kontekstual materi aljabar, dan angket yang berisi 15 item pernyataan. Kemudian, data akan dianalisis dengan menghitung persentase pada setiap indikatornya serta menggolongkan subjek penelitian kedalam kategori yang ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan inisiatif peserta didik kelas VII SMP tergolong tinggi dengan persentase 67%, meskipun kemampuan inisiatifnya tergolong tinggi tetapi kemampuan pemecahan masalah kontekstual mereka tergolong sedang dengan persentase 45%. Hal ini dapat dilihat pada analisis disetiap indikatornya yaitu peserta didik masih kurang pada indikator keterampilan berpikir luwes dalam kemampuan pemecahan masalah kontekstual, dan lebih banyak pada indikator berani mengambil risiko dalam kemampuan pemecahan masalah kontekstual. Contextual problem-solving skills are skills that need to be developed in dealing with real life. One of the internal factors to consider is the ability to take initiative. This study aims to describe the ability of junior high school students' initiative in solving contextual problems in mathematics learning. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. The subjects of this study were 32 students of class VII C SMP Negeri 34 Gresik in the Even Semester of the 2023/2024 Academic Year. The instruments used are test sheets and questionnaires. The method of collecting this research data is testing and distributing questionnaires. Students take the test in the form of an essay containing two contextual questions of algebra material, and a questionnaire containing 15 statement items. Then, the data will be analyzed by calculating the percentage on each indicator and classifying the research subjects into specified categories. The results of this study showed that the initiative ability of grade VII junior high school students was high with a percentage of 67%, although their initiative ability was high, their contextual problem solving ability was classified as medium with a percentage of 45%. This can be seen in the analysis of each indicator, namely students are still lacking in indicators of flexible thinking skills in contextual problem solving abilities, and more in indicators of daring to take risks in contextual problem solving abilities.
Efektifitas Penggunaan E-Modul Berbasis Moodle Dengan Pendekatan ICARE Pada Siswa Kelas VII Roikha, Aliyatur; Zawawi, Irwani; Khikmiyah, Fatimatul
Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/postulat.v4i1.6070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan dan mengimplementasikan hasil rancangan pengembangan modul pada siswa kelas VII di MTS Tarbiyatut Tholibin. Untuk mengetahui respon siswa terhadap e-modul berbasis moodle. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and development) dengan model pengembangan ADDIE. Untuk mengetahui respon siswa terhadap e-modul berbasis moodle diperoleh dengan metode angket. subjek pada penetian ini sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul efektif digunakan karena hasil validasi oleh ahli materi sebanyak 98,4%, ahli media 90% dan keefektifan memperoleh 85,5%. Penelitian ini diharap dapat memberikan kontribusi positif dalam penggunaan e-modul berbasis moodle dengan pendekatan ICARE.