Claim Missing Document
Check
Articles

Alat Ukur Kecepatan Rotasi Belt Conveyor Menggunakan Mikrokontroler AT89S51 dan Sensor Inductive Proximity Sepannur Bandri; Rafika Andari; Zuriman Anthoy
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 3 No 2 (2022): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v3i2.239

Abstract

Belt Conveyor merupakan alat angkut yang digunakan untuk memindahkan material dalam suatu proses di industri modern. Agar tidak terjadi kesalahan desain saat akan dilakukan penambahan atau modifikasi terhadap belt conveyor, harus diketahui secara pasti kecepatannya. Untuk mengetahui kecepatan rotasi pulley pada belt conveyor diperlukan suatu alat ukur. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menghitung kecepatan satu putaran (rotasi) per satuan waktu (menit). Salah satu jenis mikrokontroler yang dapat digunakan untuk menghitungnya adalah mikrokontroler AT89S51. Dan salah satu cara untuk mendeteksi adanya objek berbahan logam yang sedang berputar tanpa perlu melakukan kontak langsung /sentuhan terhadap objek tersebut adalah dengan menggunakan sensor inductive proximity. Kecepatan putaran dapat ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD). Agar dapat bekerja sesuai dangan fungsi yang diinginkan, mikrokontroler harus diprogram. Bahasa pemrograman yang dapat digunakan di antaranya adalah BASIC Compiler 8051
ANALISA RUGI-RUGI DAYA DAN DROP TEGANGAN PADA PT. PLN (PERSERO) GARDU HUBUNG PANTI ULP LUBUK SIKAPING MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Aisya Ilyana Adfin; Erhaneli Erhaneli; Sepannur Bandri; Zuriman Anthony
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 3, No 1 (2022): SEMNAS MULTIDISIPLIN ILMU
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gardu Hubung Panti ULP Lubuk Sikaping merupakan unit pelayanan yang bertanggung jawab atas pendistribusian listrik ke konsumen. Untuk mengoptimalkan pelayanan distribusi listrik ke konsumen pengguna listrik, maka diperlukan pendistribusian yang aman dan andal. Hal yang perlu diperhitungkan pada penyaluran daya listrik kekonsumen adalah rugi-rugi daya dan drop tegangan. Berdasakan SPLN No.72 Tahun 1987 batasan drop tegangan +5% dan -10% dan rugi-rugi daya 5%. Penelitian yang dilakukan adalah menentukan rugi-rugi daya dan drop tegangan pada GH Panti ULP Lubuk Sikaping Feeder Kauman, Feeder Tapus dan Feeder Panti. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rugi daya pada Feeder Kauman 2,8 % , Feeder Tapus 3,33% dan Feeder Panti 1,78 %. Sedangkan drop tegangan Feder Kauman 3,5% , Feeder Tapus 3,6 % dan Feeder Panti 0,2%. Walaupun dalam perhitungan yang sudah dilakukan terhadap rugi-rugi daya dan drop tegangan belum melebihi starndar yang ditetapkan, tetapi bedasarkan perhitungan yang dilalukan sesuai beban maksimum pada GH Panti didapat arus maksimumnya adalah 188 Amper, sedang jumlah arus beban pada ketiga feeder adalah 97,91 Amper. Sehingga beban pada kondisi saat ini adalah 52%. Kata kunci : Drop Voltage; ETAP 12.6; Rugi-rugi daya.
A new windings design for improving single-phase induction motor performance Zuriman Anthony; Erhaneli Erhaneli; Yusreni Warmi; Zulkarnaini Zulkarnaini; Anggun Anugrah; Sepannur Bandri
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 12, No 6: December 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v12i6.pp5789-5798

Abstract

Single-phase induction (asynchronous) motors are widely used at home. These motors have two windings and usually operate at a lower performance than 3-phase asynchronous motors which have three windings. For this reason, this study aims to design a new winding of a single-phase asynchronous motor by increasing the number of phases in the motor windings in order to increase the performance of the motor. This research was focused on 36 slot capacitor-start capacitor-run asynchronous motor. The design used 4 non-identical windings in the motor, where three windings acted as auxiliary windings and one winding acted as main winding. The rated current of the designed motor winding was 2.74 A for the main winding and 3.15 A for the auxiliary winding. The performance of the designed motor compared to the traditional single-phase asynchronous motor with the same structure of stator, rotor, and rated current. A traditional single-phase asynchronous motor had data: 1 HP, 220 V, 8.3 A, 1440 RPM, 50 Hz, and 4 poles. The results of this study indicated that the designed motor operated with power factors almost close to unity and had higher output power, torque, and efficiency than the traditional single-phase asynchronous motors.
ANALISA MODEL TURBIN ANGIN VERTIKAL JENIS SAVONIUS TIPESUDU HELICAL 3 BERBANDING TIPE SUDU U3 Rizki Rahman; Sepannur Bandri; Andi M. Nur Putra; Aswir Premadi
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 2, No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Jilid 2 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan teknologi turbin angin skala besar telah berkembang dengan baik, namun untuk turbin angin skala kecil masih terus dilakukan upayamendapatkan hasil yang lebih baik.Hal ini tidak lepas dari bentuk struktur yang berbeda dan aplikasi pemanfaatannya. Berbeda dengan turbin angin skala besar, yang berada pada kawasan kondisi angin optimal, turbin angin skala kecil tidak harus berada pada kondisi angin terbaik namun tetap dapat dioptimalkan. Pada sistem kinerja turbin angin vertikal jenis savonius cendrung bekerja pada kecepatan angin rendah namun tetap dapat mengoptimalkan energi yang dihasilkan.Berdasarkan pemodelandengan menggunakan perangkat lunak Solidworks, pengujian yang di lakukan terhadap turbin angin savonius tipe sudu U3 dengan spesifikasi diameter 820 mm tinggi 1200 mm menghasilkan daya total 125 Wattdengan efisiensi sudu 0.59, koefisein daya sudu 0.53 dan tip speed ratio0.51 pada putaran sudu turbin 59.4 rpm dan torsi 20.45 nm. Sedangkan hasil pengujian turbin angin jenis savonius tipe helical 3 dengan diameter 1150 mm dan tinggi 3000 mm mendapatkan daya total 130 Wattdengan efisiensi sudu 0.57, koefisien daya sudu 0.53 dan tip speed ratio 0.71 pada putaran sudu turbin 58.9 rpm dan torsi 21.70 nm. Kata Kunci: Turbin Angin Savonius, Helical 3, U3
ANALISIS MODE SISTEM PEMBANGKIT HYBRID BERKELANJUTAN PLTMH-PLN DENGAN SOLAR CELL MENGGUNAKAN HELIOSCOPE DAN HOMER Sepannur Bandri; Rafika Andari; Liliana Liliana; Rendisky Rendisky
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 22, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v22i2.523

Abstract

This study aims to examine the total cost savings of PLN's electricity bill, which is quite high during the dry season, by using solar panels on a building's roof. The study took place at the PTPN VI Kayu Aro Tea Factory in Kerinci Regency, Jambi Province. Because using renewable energy sources is more complicated than using Microhydro resources, a Hybrid Optimization Model of Electric Renewable (HOMER) application program is required. This application program is used to determine the lowest Initial Cost, Cost Of Energy (COE), and Break Event Point (BEP) over a 25-year period. The Helioscope allows us to identify the required components, which are 164 330 wp solar panels, 2 Surette Rolls 4-Ks25p batteries, and 1 40000TL3-S hybrid inverter. According to the Hybrid Optimization Model of Electric Renewable (HOMER) analysis, the initial cost is IDR 1,049,620,000, the Cost of Energy (COE) is IDR 752/Kwh, and the Break Event Point (BEP) is for 24 years. The simulation results from optimizing the design of the Hybrid microhydro system, PLN with a continuous photovoltaic array show that the contribution of electrical energy produced by PLN is 11,856 kWh/year (16.3%) and solar cells is PV: 61,092 kWh/year (83.7%).
Optimasi Kapasitas Pembangkit Listrik Hybrid Solar Cell dan Wind Turbin Skala Mikro Menggunakan HOMER (Studi Kasus: Pauah Kamba Kabupaten Padang Pariaman) Sepannur Bandri; Rafika Andari; Hazi Raitu Kuqzi
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 20 No 2 (2022): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/epsilon.v20i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa total penghematan tagihan biaya listrik dari PLN yang terbilang mahal. Penelitian ini dilakukan di desa Pauah Kamba kabupaten padang pariaman. Dalam perencanaan ini digunakan software HOMER untuk mendesain sistem pembangkit listrik tenaga hybrid yang berasal dari surya dan angin. Hasil penelitian menghasilkan sistem PLTH yang optimal dengan kontribusi Panel Surya yang menghasilkan energi sebesar 4.296 kWh pertahun (66,9%) dan Turbin angin berkontribusi menghasilkan energi sebesar 1.311 kWh pertahun (20,4%). Nilai Net Present Cost (NPC) terendah sebesar Rp 50.700.680. Nilai Cost of Energy (COE) terendah sebesar Rp. 379,20 per kWh. Pendapatan per tahun sebesar Rp. 8.678.488 serta Payback Period selama 32 tahun.
ANALISA PENGARUH EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN DESAIN 6 FASA 3 MEDAN FLUKS Muhammad Fiqri Oktarianto; Zuriman Anthony; Sepannur Bandri; Arfita Yuana Dewi; Anggun Anugrah
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.645 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1631

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji pengaruh desian 6 fasa 3 medan fluks pada motor induksi 3 fasa terhadap arus dan efisiensi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kinerja motor konvesional dengan motor desain 6 fasa 3 medan fluks terhadap arus dan efisiensi. Motor ini hanya di desain kumparan saja, kumparan nya menggunakan 75 lilitan. Dalam penelitian ini akan dilakukan untuk mengkaji peningkatan kinerja motor terutama meningkatkan arus dan efisiensi dengan cara menbuat desain kumparan motor induksi 3 fasa menjadi motor induksi 6 fasa. Data yang diperlukan adalah arus, tegangan, faktor daya, kecepatan daya keluaran. Motor ini di spesifikasikan dengan data 1 HP, 0,75 kw, 380 V, 1,3 A, 50 hz dan 2880 rpm. Percobaan motor memakai generator dan lampu pijar yang divariasikan bebannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan laboratorium pada motor induksi 3-fasa dengan desain 6 fasa 3 medan fluks terhadap arus dan efisiensi motor didapatkan, hasil motor desain 6 fasa 3 medan fluks menghasilkan sedikit meningkat dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional, kemudian untuk arus, didapatkan motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan arus sedikit meningkat juga dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional. hal ini terjadi pada kerapatan fluks pada motor induksi 6 fasa adalah 60º sedangkan pada motor induksi 3 fasa konvensional kerapatan fluks nya adalah 120º.Kata Kunci: Motor 3-fasa, Motor 6-fasa, 6 Medan Fluks, Arus, Efisiensi.    
PENINGKATAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN DESAIN 6 FASA 6 MEDAN FLUKS Vikri Zulmi; Zuriman Anthony; Sepannur Bandri; Arfita Yuana Dewi; Anggun Anugrah
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.152 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1632

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji pengaruh desian 6 fasa 6 medan fluks pada motor induksi 3 fasa terhadap arus dan efisiensi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kinerja motor konvesional dengan motor desain 6 fasa 6 medan fluks terhadap arus dan efisiensi. Motor ini hanya di desain kumparan saja, kumparan nya menggunakan 75 lilitan. Dalam penelitian ini akan dilakukan untuk mengkaji peningkatan kinerja motor terutama meningkatkan arus dan efisiensi dengan cara menbuat desain kumparan motor induksi 3 fasa menjadi motor induksi 6 fasa. Data yang diperlukan adalah arus, tegangan, faktor daya, kecepatan daya keluaran. Motor ini di spesifikasikan dengan data 1 HP, 0,75 kw, 380 V, 1,3 A, 50 hz dan 2880 rpm. Percobaan motor memakai generator dan lampu pijar yang divariasikan bebannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan laboratorium pada motor induksi 3-fasa dengan desain 6 fasa 6 medan fluks terhadap arus dan efisiensi motor didapatkan, hasil motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan sedikit meningkat dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional, kemudian untuk arus, didapatkan motor desain 6 fasa 6 medan fluks menghasilkan arus sedikit meningkat juga dibandingkan motor induksi 3 fasa konvesional. hal ini terjadi pada kerapatan fluks pada motor induksi 6 fasa adalah 60º sedangkan pada motor induksi 3 fasa konvensional kerapatan fluks nya adalah 120º.Kata Kunci: Motor 3-fasa, Motor 6-fasa, 6 Medan Fluks, Arus, Efisiensi.
ANALISA PERUBAHAN PEMBEBANAN TERHADAP ARUS EXITASI UNIT 1 PADA PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TELUK SIRIH Sepannur Bandri; Zuriman Anthony; Rafika Andari
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 21 No 1 (2023): JOURNAL OF ELECTRICAL ENGINEERING AND INFORMATION TECHNOLOGY
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/epsilon.v21i1.99

Abstract

Changes in the load of a generator are always changing according to the needs of community demand. On the generator side of the Teluk Sirih PLTU using charcoal brush media as a reinforcing field. Where excitation plays an important role providing DC current to the generator rotor to create an intersection of electromotive forces. Changes in generator load that are always changing can have an impact on damage to equipment such as generators, and excitation. Where on December 6, 2017 the excitation current reads low at 473.7 amperes directly proportional to the armature current of 1404.2 amperes, the resulting power will also be low at 13200000 watts and a frequency of 49.9 Hz, creating a magnetic flux of 0.125 Weber that is larger or feels heavy so that the generator rotation is low at 2999 rpm and vice versa. Therefore the role of excitation takes over in order to provide greater current so that the field strength is maintained stable. Increasing the excitation current (If) results in a greater induced electromotive force (Ea). This increase in Ea also impacts the terminal voltage (Vt), causing it to vary. This relationship demonstrates that higher excitation current leads to an increase in terminal voltage, which is essential for maintaining voltage stability. To stabilize the low terminal voltage resulting from load changes, it is necessary to amplify the field gain current. This can be achieved by increasing the excitation current on the synchronous generator rotor. Understanding the characteristics of the excitation system allows for minimizing and avoiding damage to the generator caused by both overexcitation and underexcitation, ensuring the maintenance of a stable terminal voltage.
Estimated Cost of Power Losses Due to Imbalance, No-Load and On-Load on Transformers in 2023-2033 Liliana, Liliana; Aini, Zulfatri; Bandri, Sepannur
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 8, No. 1, Mei 2024
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jee.v8i1.65224

Abstract

The greater the power losses, the higher the loss costs for the transformer. These losses can occur due to load, no-load, and load imbalance factors. This study aims to obtain the cost of losses incurred due to these three factors for ten years (2023-2033). The estimated cost of losses due to unbalance is obtained from the calculation of power losses in the neutral of the transformer, the cost of no-load losses is obtained from the losses of the iron core in the transformer, In contrast the cost of load losses is influenced by the development of the load and the interest rate for each year. As a result, the greatest power losses occur under unbalanced conditions with an average load for ten years of 88.68%, followed by no-load conditions of 11.10% and 0.21% load. The total power losses for ten years amounted to Rp. 3,029,196,416.64.