Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap On-Grid Skala Rumah Tinggal Daya 1300 VA Menggunakan Software Homer Wibowo, Hendro; Bandri, Sepannur; Anugrah, Anggun
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15647

Abstract

Indonesia, dengan populasi sekitar 275 juta orang, menghadapi peningkatan konsumsi listrik yang diproyeksikan mencapai 433 TWh pada tahun 2032, dengan 66% pembangkit listriknya masih bergantung pada batu bara yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Penelitian ini bertujuan menentukan konfigurasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang optimal secara teknis dan ekonomi untuk rumah dengan daya 1300 VA di Indonesia, khususnya Sumatera Barat, dengan memanfaatkan potensi energi surya yang besar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Konfigurasi PLTS Atap dengan modul fotovoltaik merk TopHiku pada sudut 2° dan smart inverter merk deye 1300 Watt adalah yang paling optimal, menghasilkan 1.809,58 kWh per tahun dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 37,77%, serta performa ekonomi terbaik dengan NPC Rp 89.277.250 dan COE Rp 1.125,32/kWh, menjadikannya pilihan investasi cepat balik modal dengan periode pengembalian hanya 13,83 tahun.
ANALISIS PERBAIKAN DROP TEGANGAN MELALUI PERUBAHAN POLA OPERASI PADA PENYULANG KOTO TINGGA Bandri, Sepannur; Andari, Rafika; Mustika, Fithia Ezra
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2021): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.121 KB) | DOI: 10.37971/radial.v9i2.238

Abstract

Abstrak: Analisis Perbaikan Drop Tegangan Melalui Perubahan Pola Operasi pada Penyulang Koto Tingga. Dalam sistem penyaluran tenaga listrik khususnya Jaringan Distribusi Tegangan Menengah 20 KV, selalu terjadi drop tegangan, hal ini disebabkan karena lokasi pusat beban mempunyai jarak yang jauh dari lokasi Gardu Induk. Penyulang Koto Tingga merupakan penyulang dengan panjang jaringan terpanjang di PT.PLN (Persero) Rayon Kuranji dengan panjang penyulang 32,15 kms. Kondisi saat ini penyulang Koto Tingga memiliki drop tegangan diatas 6% melebihi batas ketentuan drop tegangan yang diizinkan PT.PLN (Persero) yang diatur pada SPLN 72:1987 yakni sebesar 5%. PT.PLN (Persero) berencana melakukan perubahan pola operasi jaringan dengan memindahkan sebagian beban dari Penyulang Koto Tingga ke Penyulang Siteba. Untuk menganalisa dampak perubahan pola operasi terhadap drop tegangan , maka digunakanlah software ETAP 7.5. Setelah dilakukan perubahan pola operasi jaringan atau pemindahan beban, maka drop tegangan pada Penyulang Koto Tingga turun menjadi 4,54% untuk perhitungan ETAP 7.5 atau 4,6291% untuk perhitungan manual. Kata kunci: Penyulang, Drop Tegangan, Pola Operasi Abstract: Analysis of Voltage Drop Improvement Through Changes in Operational Patterns on the Koto Tingga. Electric Power Distribution especially medium voltage distribution network 20 kv, always happened voltage drop, it caused by location of load center so far away from substation. Koto Tingga is a longest feeder in PT PLN (persero) Rayon Kuranji with length 32.15 kms. In this condition, Koto Tingga has voltage drop 6% exceeds limit terms the voltage drop allowed pt pln (persero) which is set on SPLN 72: 1987 which amounted to 5%. PT PLN (persero) was planning to make change system network operations with move a half of Koto Tingga to Siteba. For a review analyzing the impact of the change system of operations the voltage drop, then the software is used etap 7.5. After making changes or removal, voltage drop in Koto Tingga down 4.54% for calculation of etap 7.5 or 4.62% for manual calculation. KeywordS: Feeder, Voltage Drop, System Operation
STUDI KELAYAKAN SISTEM PENYALUR PETIR PADA TANGKI LPG 20.000 kg DI AREA CATERPILLAR INDUSTRIES BATAM Juwito, Arif Febriansyah; Bandri, Sepannur
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2026.4.1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan dan keharusan pemasangan sistem penyalur petir pada tangki LPG berkapasitas 20.000 kg yang berlokasi di Area Caterpillar Industries Batam. Analisis dilakukan berdasarkan standar IEC 62305, dan NFPA 780 dengan mempertimbangkan karakteristik petir tropis diwilayah Batam yang memiliki hari guruh mencapai 150 – 180 hari pertahun. Metode yang digunakan meliputi penilaian resiko berdasarkan SNI IEC 62305-2, penentuan Lightning Protection Level (LPL) dan perancangan proteksi menggunakan metode Rolling Sphere. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai resiko total ( jauh melebihi nilai toleransi resiko , sehingga sistem instalasi penyalur petir dengan tingkat proteksi tertinggi (LPL I) bersifat wajib. Sistem proteksi yang dirancang mencakup pemilihan air unit, down conductor, earth termination systems, Surge Protective Device dan Equipotential Bounding.
STUDI ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN GARDU DISTRIBUSI MF0001 PADA ULP KERSIK TUO TERHADAP RUGI-RUGI DAYA AKIBAT ARUS NETRAL DAN SUHU Haris Syaifullah; Arfita Yuana Dewi Rachman; Zuriman Anthony; Sepannur Bandri; Zulkarnaini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i3.1759

Abstract

This study focuses on analyzing the impact of load imbalance on the MF0001 distribution transformer at PT PLN (Persero) ULP Kersik Tuo, particularly focusing on power losses caused by neutral current and temperature rise. Load imbalance occurs when the current distributed across the three phases is not equal, resulting in the flow of neutral current. This neutral current contributes to significant power losses and causes an increase in temperature at critical connection points, which may lead to accelerated damage to distribution equipment. Measurement data showed that the current in phases R, S, and T were 226 A, 156 A, and 135 A respectively, while the neutral current reached 104 A. The hotspot temperature on phase R was recorded at 105°C, which exceeds the standard operational temperature limit for transformers. To address this issue, load balancing was carried out by shifting loads from overloaded phases to underloaded ones. After balancing, there was a significant decrease in both neutral current and temperature. The power losses were reduced from 11% to below the threshold set by the SPLN 1997 standard, which is 2%. The results of this study demonstrate that load balancing is an effective technical solution to improve energy efficiency, reduce overheating risks, and minimize power losses in low-voltage distribution systems.