Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MEDIA BUSY BOARD TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB IDHATA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FIRMAN KURNIAWAN, EKO; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berkembangnya keterampilan motorik halus anak di KB Idhata Universitas Negeri Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh media busy board terhadap motorik halus anak usia 3-4 tahun di KB Idhata Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre experiment, jenis penelitian one group pre test dan post test design dengan subjek penelitian 10 anak kelompok bermain di KB Idhata Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistic non parametric Wilcoxon uji jenjang bertanda (match pair test) Berdasarkan hasil penelitian skor total yang didapatkan oleh 10 anak pada pre-test sebesar 99 dengan skor rata-rata sebesar 5,21. Pada kegiatan post-test skor total yang didapatkan 10 anak sebesar 178 dengan skor rata-rata sebesar 17,8. Hasil perhitungan dengan uji wilcoxson math pairs test menunjukan perolehan Thitung > Ttabel = (0 >8) maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media busy board berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak di KB Idhata Labschool Unesa ketintang Surabaya. Peningkatan kemampuan motorik halus tersebut terjadi karena kegiatan dilakukan secara berulang-ulang dan anak sudah mulai mengenal konsep bagaimana cara membuka sabuk tas, membuka mengunci gembok, memasukkan stop kontak, memasukkan slot pintu, memasukkan bola ke dalam pipa yang sebelumnya belum pernah mereka kerjakan. Kata kunci : busy board, kemampuan motorik halus
LITERASI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN (STUDI KASUS DI TK ABA 45 LAMONGAN) KARIMAH, IBROTUL; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek perkembangan bahasa anak dimulai sejak lahir dan penggunaan bahasa menjadi efektif ketika seorang anak perlu berinteraksi dengan orang lain. Pertambahan kosa kata seorang anak berperan penting dalam perkembangan bahasa individu selanjutnya. Salah satu TK di kota Lamongan terdapat seorang anak yang perkembangan bahasanya belum berkembang sesuai dengan capaian perkembangan, Anak tersebut cenderung pendiam dan kurang mengerti dengan materi yang diajarkan oleh guru saat pembelajaran di kelas. Pembelajaran di TK tersebut menggunakan bahasa Indonesai sebagai bahasa formal. Tujuan dari penelitian kualitatif literasi pemerolehan bahasa kedua dalam perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun adalah untuk menggambarkan bagaimana literasi pemerolehan bahasa kedua dalam perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi terus terang dan tersamar, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang memilik tiga langkah yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1.) Literasi pemerolehan bahasa kedua sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Dengan kuantititas respon yang sesuai dan konsistenitas respon yang diberikan membantu berkembangnya literasi pemerolehan bahasa kedua. Literasi pemerolehan bahasa kedua yang berkembang dapat membantu dan merangsang perkembangan bahasa anak dengan aktif. Kemampuan bahasa (bahasa reseptif dan bahasa ekspresif) anak usia 5-6 tahun berkembang seiring dengan literasi pemerolehan bahasa kedua dalam kondisi kegiatan pembelajaran di kelas aktif menggunakan bahasa kedua. 2.) Faktor eksternal yang mempengaruhi literasi pemerolehan bahasa kedua adalah proses sosial, interaksi dinamis dan reponsi. Ketiga faktor di atas saling berkaitan dengan baik dalam literasi pemerolehan bahasa kedua. Kata Kunci : literasi, pemerolehan bahasa kedua, perkembangan bahasa
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) PRISMA ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN OKDIANTARI, ERNI; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif khususnya mengenal lambang bilangan. Dengan demikian, dikembangkan APE prisma angka, dengan mendeskripsikan kemampuan mengenal lambang bilangan dari indikator mengurutkan lambang bilangan 1-10, memasangkan lambang bilangan 1-10 sesuai dengan jumlah benda dan mencocokan jumlah benda yang sama dengan lambang bilangan 1-10. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan uji validasi produk diperoleh hasil nilai rata-rata 95% dari ahli materi dan nilai rata-rata 90% dari ahli media. Sedangkan uji produk dilakukan di lima lemabaga dengan mendapatkan hasil data menggunakan uji normalitas lilifers yang diperoleh data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan menggunakan uji wilcoxon. TK A diperoleh data thitung < ttabel (0<65), TK B diperoleh data thitung (-9,626) < ttabel (-2,533) atau sig. (0,000) < ? (0,05), TK C diperoleh data thitung < ttabel (0<25), TK D diperoleh data thitung < ttabel (0<73) dan TK E diperoleh data thitung < ttabel (0<10). Pengambilan keputusan adalah Ho ditolak Ha diterima. Kesimpulannya adalah bahwa alat permaianan edukatif prisma angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak khususnya mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. Kata kunci: alat permainan edukatif, kemampuan lambang bilanganAbstract This research is motivated by the lack of variations in learning media to improve cognitive abilities, especially knowing the symbol of numbers. Thus, APE prism numbers are developed, describing the ability to recognize the number symbol of the indicator sort numbers 1-10, pairing symbols 1-10 according to the number of objects and matching the number of objects that are the same as symbols 1-10. This research is Research and Development (R & D) using the development model of Borg & Gall with product validation test, the results obtained an average value of 95% of material experts and an average value of 90% of media experts. While the product test was carried out in five lemabaga by getting the results of the data using the normality lilifers test which obtained abnormal distribution data so that it continued using the Wilcoxon test. TK A obtained data tcount <ttable (0 <65), TK B diperoleh data thitung (-9,626) < ttabel (-2,533) atau sig. (0,000) < ? (0,05), TK C obtained data tcount <ttable (0 <25), TK D data tcount <ttable (0 <73) and TK E obtained data tcount <ttable ( 0 <10). Decision making is Ho refused Ha accepted. The conclusion is that prism numerical educational equipment can improve childrens cognitive abilities, especially recognizing the symbol of numbers in children age 4-5years. Keywords: educational game tools, number symbol abilities
PERILAKU ORANGTUA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI TK X SIDOARJO WIDYA WININGRUM, MAIDAH; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan anak usia dini memiliki jenjang pendidikan formal yang perlu diberikan mulai anak sejak dini. Prinsip belajar sambil bermain merupakan prinsip pendidikan anak usia dini. Pada lembaga pendidikan anak usia dini secara formal yaitu TK (Taman Kanak-kanak). Pada proses kegiatan belajar anak didik di sekolah TK anak akan difasilitasi oleh kemampuan guru untuk menstimulasi perkembangan anak. Peran guru merupakan peran penting dalam kegiatan belajar mengajar dan sekolah memiliki peraturan yang akan dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) perilaku orangtua dalam kegiatan belajar mengajar di TK X Sidoarjo, (2) faktor pengaruh perilaku orangtua dalam kegiatan belajar mengajar di TK X Sidoarjo, (3) peran orangtua di sekolah dan (4) peran guru di sekolah. Model penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perilaku orangtua dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Mendampingi anak tidak diperbolehkan dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah diterapkan di tata tertib sekolah dan sudah disosialisasikan. Perilaku orangtua dapat diamati secara langsung dengan melihat ketika orangtua sedang mengarahkan dan membantu menyelesaikan tugas anak. Orangtua beralasan dan orangtua belum memahami peran ketika anak-anak sedang dalam kegiatan belajar mengajar. Guru berupaya untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengingatkan kepada orangtua yang masih mendampingi dan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: perilaku orangtua, tata tertib, belajar mengajar.
PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL EMOSIPADA ANAK KELOMPOK A TK BKKP SURABAYA HERLI DIANITA, AGUSTIN; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya anak mengenal emosi pada dirinya. Hal ini diduga karena anak suka memukul temannya tanpa merasa bersalah, sulit mengucapkan kata maaf ketika berbuat kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan mengenal emosi pada anak di TK BKKP Surabaya.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif pre-eksperimental design dan jenis penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Subjek penelitian ini adalah semua anak kelompok A TK BKKP Surabaya. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan mengenal emosi pada anak di TK BKKP Surabaya. Simpulan penelitian ini setelah diberikannya perlakuan berupa metode bercerita ini terbukti mampu memberikan dampak yang signifikan pada emosi pada anak seperti anak dapat menirukan ekspresi emosi pada saat bercerita berlangsung, anak mendapatkan pesan moral yang mudah diingat dari isi cerita bahwa ketika marah harus minta maaf, saling memperingati bahwa jika pinjam sesuatu harus meminta ijin terlebih dahulu.
PENGARUH MEDIA PAPAN JARI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN FATRIA, HELMA; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Media Papan Jari Terhadap Kemampuan Konsep Bilangan anak usia 5-6 tahun di TK Sidoarjo. Usia 0-6 tahun adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan konsep bilangan, karena menginjak usia 0-6 tahun anak sangat peka terhadap rangsangan yang diterima lingkungan. Rasa ingin tahunya yang sangat tinggi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun dengan jumlah 10 anak di TK Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan menggunakan pre-experimental design, karena tidak adanya variabel kontrol dengan jumlah sampel sedikit,dengan jenis Tabel Penolong Wilcoxon Match Pairs Text. Penelitian tentang pengaruh media papan jari terhadap mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Sidoarjo termasuk dalam pendekatan penelitian kuantitatif karena data yang digunakan berupa angka-angka dan analisis datanya menggunakan statistika. Hasil analisis menunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N= 10 diperoleh Ttabel sebesar 62 (Thitung<Ttabel=0<62) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan jari dapat mempengaruhi dalam kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Kata kunci: mengenal konsep bilangan, media pembelajaran Abstract: This study discusses the influence of fingerprint media on the ability of the number concept of children aged 5-6 years in kindergarten Sidoarjo. Age 0-6 years is the right time to introduce the concept of numbers, because at the age of 0-6 years children are very sensitive to stimuli received by the environment. His curiosity is very high. The sample in this study were children aged 5-6 years with a total of 10 children in kindergarten Sidoarjo. This research uses quantitative and uses pre-experimental design, because there are no control variables with a small sample size, with the type of Help Table Match Pairs Text Wilcoxon. Research on the influence of fingerprint media on recognizing the concept of numbers in children aged 5-6 years in kindergarten Sidoarjo included in the quantitative research approach because the data used in the form of numbers and data analysis using statistics. The results of the analysis show that Tcount = 0 is smaller than Ttable with a significant level of 5% with N = 10 obtained Ttable of 62 (Ttest <Ttable = 0 <62) so it can be concluded that the use of finger board media can influence the ability to recognize the concept of numbers in children age 5-6 years. Keywords: recognize the concept of numbers, learning media
WOMEN AS AGENT OF SOCIAL INCLUSION: EXPERIENCE OF THE WOMEN OF A LOCAL BELIEF COMMUNITY IN SALAMREJO VILLAGE Komalasari, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 24, No 4 (2019): Rural Women's Agency
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v24i4.384

Abstract

Minority religious groups are vulnerable towards discrimination and social exclusion. Social exclusion is a multidimensional phenomenon that is closely related to the denial of the enjoyment of civil and political rights as well as economic and socio-cultural rights. Social exclusion also excludes the excluded people from development process in the village. This article discusses the social exclusion experienced by community of local belief?s groups, the Association of Eklasing Budi Murko (PEBM) in Salamrejo village, in Kulon Progo, Special Autonomy of Yogyakarta. The economic empowerment approach has been used to promote inclusion among communities in the village. The establishment of Cooperative Business Group (KUBE) and also other economic works have encouraged women?s role as agent for social inclusion. Business activities established by PEBM have opened room for interaction between women from local belief?s community with other women in the village. 
Perancangan Reaktor Kontinu pada Pengolahan Lindi Berbasis Ozon KOMALASARI, DEWI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.753 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i2.%p

Abstract

ABSTRAK Pengolahan lindi TPA Sarimukti dengan metode Advanced Oxidation Process (ozon/H2O2) 1,197 gr/L menyisihkan kekeruhan 1 liter lindi sebesar 91,59% selama 3 jam dengan reaktor semi-batch.Sistem semi batch ini memiliki keterbatasan karena hanya mampu mengolah lindi sebanyak 1 liter selama 180 menit.Penelitian ini merancang reaktor kontinu agar dapat diaplikasikan ke skala sebenarnya dengan merancang dua jenis reaktor, yaitu static mixer dan ozone contactor. Static mixer berfungsi sebagai pencampur ozon dan lindi secara statis, dan dilakukan uji visual terhadap gelembung yang terbentuk. Kemudian dilakukan penentuan debit aliran lindi di dalam reaktor pada berbagai kemiringan sudut.Selain itu perancangan ozone contactor, dilakukan dengan memodifikasi reaktor semi batch dengan volume 1,5 liter dengan dimensi; diameter 9,5 cm dan tinggi 30 cm, menjadi reaktor kontinu jenis counter co-current contactor. Modifikasi dilakukan dengan memasang baffle pada reaktor semi batch. Dimensi baffle ditentukan dengan metode pendekatan perhitungan vertical baffled flocullation. Berdasarkan hasil uji visual gelembung static mixer, dimensi static mixer adalah sebagai berikut: diameter 0,8 cm, jarak antar baffle sebesar 0,5 cm, dan adanya gelembung berdiameter ±1 mm dengan kecepatan pengadukan ±0.049 detik/cm. Kemiringan sudut yang terbentuk pada uji visual static mixer adalah 900 dan menjadikan penentuan debit terpilih adalah 102,67 mL/detik.Dimensi pada ozone contactor:jarak antara baffle dan dasar reaktor; jarak antara baffle dan bagian tutup reaktor adalah 2 mm. Selain itu waktu detensi lindi di dalam ozone contactor adalah 6,25 menit.Kata Kunci : Lindi, ozone contactor,Static mixer, Reaktor Kontinu
Portrait of the Impact of the Implementation of Large-Scale Social Distancing during Covid-19 Pandemic towards Women and Marginalized Groups through the Perspective of Intersectional Feminism.. Sigiro, Atnike Nova; Gina, Abby; Komalasari, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 25, No 4 (2020): Women and COVID-19 Pandemic
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v25i4.514

Abstract

Pembatasan jarak sosial (social distancing) adalah salah satu bentuk kebijakan untuk mencegah penyebaran virus Corona di tengah pandemi Covid-19, yang dijalankan oleh berbagai negara. Di Indonesia, kebijakan pembatasan jarak sosial ini diberi nama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan penerapan PSBB maka sejumlah besar kegiatan di ruang publik harus ditutup dan/atau dibatasi. Sementara itu, sebagian besar aktivitas masyarakat, seperti bersekolah dan bekerja, harus dilakukan jarak jauh atau dilakukan di rumah. Penerapan pembatasan jarak sosial tersebut menyebabkan bertambhanya kegiatan rumah tangga, dan hal ini memperbesar tanggung jawab perempuan dalam kerja-kerja perawatan (care work) dan kerja rumah tangga (house work) di ranah domestik. Melalui kacamata feminisme interseksional, artikel ini mencoba memaparkan dampak penerapan pembatasan jarak sosial di Indonesia di ranah domestik terhadap perempuan dan kelompok marginal. Artikel ini menemukan bahwa berbagai ketimpangan seperti ketimpangan gender, ketimpangan kelas, dan ketimpangan sosial yang selama ini dialami oleh perempuan dan kelompok marginal di dalam tulisan ini telah memperburuk situasi mereka di saat penerapan pembatasan jarak sosial dilakukan.
Peran Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan dalam Mencapai Graduasi Sejahtera Mandiri (Studi pada Pendamping Sosial dengan Latar Belakang Kesejahteraan Sosial dan Nonkesejahteraan Sosial) Komalasari, Dewi; Nugroho, Fentiny
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i5.2632

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu permasalahan mutidimensi yang diatasi dengan berbagai strategi penanganan. Program Keluarga Harapan (PKH) dengan pendekatan pembangunan sosial sebagai salah satu instrumen untuk mereduksi kesenjangan dan kemiskinan yang didalamnya terdapat pendamping sosial sebagai tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pendamping sosial dalam mencapai graduasi sejahtera mandiri dengan keterkaitan latar belakang pendidikannya serta keterlibatan Pemerintah Daerah dalam mendukung peran pendamping sosial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa studi dokumen, wawancara mendalam dan observasi. Pada hasil penelitian ditemukan peran pendamping sosial PKH dalam memberikan materi, informasi, motivasi, pelatihan sederhana, melakukan pemantauan terhadap data transaksi bantuan sosial, kondisi ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan anggaran usaha KPM. Keterkaitannya dengan latar belakang pendidikan yakni terdapatnya perbedaan dalam melakukan engagement untuk membangun trust, asesmen didalam kelompok, networking sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, inisiatif kolaborasi dalam pembentukan kelompok usaha. Perbedaan tersebut nampak pada Pendamping Sosial PKH dengan latar belakang pendidikan kesejahteraan sosial dan nonkesejahteraan sosial, serta Pendamping Sosial PKH nonkesejahteraan sosial dengan memiliki pengalaman sebagai relawan sosial. Kemudian terdapat keterlibatan Pemerintah Daerah yaitu terdapatnya program Jakpreneur, pengawasan serta dukungan sarana dan prasarana bagi pendamping sosial PKH.
Co-Authors Agus Satmoko Adi Aini, Fadhila Dewi Nur Aldi, Ahmad Alim, Rochmatul Anisa, Meisica Salma Aniyanti Putri, Esther Dwi Fema Aprilia, Nur Qomari ARIYANI PUTRI, FAHIMAH Arrochma, Alisha Ayuni, Yasmin Reza Putri Bagus Ali Akbar CAHYA MAULIDIYAH, EKA Cahyani, Nisa Sugi Nur Cindy Debby Mayank Sary Citra Fitri Kholidya Daniels, Jane Desyandri Desyandri DEWI RAHMAWATI DEWI WULANSARI Dewi, Dwi Jayanti Kurnia Dwi Aminatus Saadah Eka Cahya Maulidiyah, Eka Cahya ENDANG SUSANTINI Evi Winingsih, Evi Fajar, Alip Nur Faqih, Alyunda Al Fathiatuddini, Laila FATRIA, HELMA FIRMAN KURNIAWAN, EKO Firzhal Arzhi Jiwantara Frmansah, Fiki Gina, Abby Gugah Putri Prasojo, Yepi Gunawan, Wanda Afriani Hendratno, H. HERLI DIANITA, AGUSTIN Iflaahiyah S, Nurul KARIMAH, IBROTUL Khaerunnisa, Hana Kurnia Dewi, Dwi Jayanti Laili, Fatma Nur Mallevi Agustin Ningrum, Mallevi Agustin Mohamad Rofik, Mohamad Muhammad Reza Nabila, Sahyla Ninik Sofiati, Ninik NOVIA ANGGRAINI, KIKI Nugroho, Fentiny Nur Lailatul Choiriyah, Nur Lailatul Nurhenti Dorlina Simatupang NURUL JANAH, MASFUFAH Nurul nurul khotimah OKDIANTARI, ERNI Onik Zakiyatul Bisyaroh, Onik Zakiyatul Pratiwi, Nabila Ayu Rachma Hasibuan RACHMADYANTI, PUTRI Rahayu, Cici Sri Rahmaningrum, Afifah Rahmi, Fairuzah Shofiyah Rakhmawati, Nur Ika Sari Ratnasari, Aryanti ROSITASARI, MERY Sa'diyah, Siti Aminatus Saputri, Lilik Sangadah Dwi SETIYANING TIYAS, PURWATI Setiyaning Sigiro, Atnike Nova Siti Hasanah Siti Ina Savira, Siti Ina Sri Setyowati Sri Widayati Sukanto, Reyvin Yeremi Suryanti, S. WAHYU SUKARTININGSIH Widayanti, Melia Dwi WIDYA WININGRUM, MAIDAH Wulan Patria Saroinsong