Claim Missing Document
Check
Articles

Komparasi Pendapatan Petani Sebelum Dan Setelah Perubahan Tarif Cukai Hasil Tembakau (Kasus Di Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung) Shofiyuddin, Fadlian Yudha Imam; Dewi Hastuti; Nur Awami, Shofia; Renan Subantoro
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrisamudra
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jpas.v10i1.8298

Abstract

This study aims to determine the average income of tobacco farmers before and after the implementation of change in tobacco tax. The study used a descriptive basic method and the determination of the sampling location was carried out intentionally (purposive sampling). The number of respondents in this study amounted to 43 respondents. Data were collected by means of interviews, observations and questionnaires. The analytical method used in this research is the total cost, revenue, income and income comparison using a paired t-test. The results showed that the average total cost of tobacco farming in 2019 reached Rp 19.184.782,7 with the average total tobacco production in 2019 reaching 1.168 Kg, an average selling price of Rp 85.298/Kg, obtained average revenue of Rp 99.655.234,65 and the average tobacco farming income in 2019 reached Rp 80.860.902. While the average total cost in 2020 reached Rp 19.399.188,7 with the average total tobacco production in 2020 reaching 1.197 Kg, the average selling price was Rp 62.686/Kg the average revenue was Rp 75.024.992,97 and the average tobacco farming income in 2020 reached Rp 55.533.276. The results of the paired t-test show that the average income of tobacco farming in the 2019 and 2020 planting seasons using a paired t-test that there is a significant difference between the average income of tobacco farmers during the harvest period before and after the implementation of change in tobacco tax.
Efisiensi Faktor Produksi Usahatani Jagung (Zea mays) (Kasus di Kelompok Tani Sumber Makmur Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan) Reni Hastuti; Sri Marwanti; Shofia Nur Awami; Endah Subekti
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Agrisamudra
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jpas.v10i2.9156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi jagung. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu sebanyak 35 responden. Analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi Cob-Douglass, analisis regresi dan konsep efisiensi ekonomi, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi jagung secara simultan berpengaruh secara nyata terhadap produksi jagung, yaitu luas lahan, pupuk ponska, pupuk kandang, insektisida kontak, dan herbisida berpengaruh signifikan. Sementara tenaga kerja, pupuk urea, dan benih berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi jagung. Efisiensi penggunaan faktor produksi pupuk ponska, pupuk kandang, insektisida kontak, dan herbisida belum efisien karena >1. Sementara faktor produksi tenaga kerja, pupuk urea, dan benih tidak efisien karena <1.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA BANDUNGHARJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA Ni'mah, Lu'lu'a Ulyn; Afifah, Fitria Noor; Subantoro, Renan; Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 20, No 3 (2024): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v20i3.12318

Abstract

Banyaknya hasil produksi buah semangka di Desa Bandungharjo dan sifat buah semangka yang rawan busuk yang dapat menyebabkan harga jual menurun dan lembaga pemasaran yang kurang sigap dalam mendistribusikan hasil produksi buah semangka, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran buah semangka, mengetahui besarnya farmer’s share, margin pemasaran dan mengetahui efisiensi pemasaran di Desa Bandungharjo Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Metode dasar penelitian adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Penentuan responden petani dilakukan dengan metode purposive sampling (kesengajaan) yang berjumlah 24 responden. Penentuan responden pedagang menggunakan metode snowball sampling, berjumlah 11 responden pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis farmer’s share, margin pemasaran, dan efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan: ada tiga saluran pemasaran semangka di Desa Bandungharjo. Saluran pemasaran tingkat I : produsen-pedagang pengecer-konsumen. Saluran pemasaran tingkat II: produsen-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen. Saluran pemasaran tingkat III: produsen-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. Pada saluran I total biaya pemasaran sebesar Rp566/kg, total keuntungan pemasaran Rp174/kg, total margin pemasaran Rp740/kg, farmer’s share sebesar 83,5% dan efisiensi pemasarannya sebesar 12,6%. Pada saluran II total biaya pemasaran sebesar Rp640/kg, total keuntungan pemasaran Rp1.801/kg, total margin pemasaran Rp2.258/kg,  farmer’s share sebesar 61,9% dan efisiensi pemasarannya sebesar 10,8%. Pada saluran III total biaya pemasaran sebesar Rp1.014/kg, total keuntungan pemasaran Rp2.149/kg, total margin pemasaran Rp2.980/kg, farmer’s share sebesar 55,5% dan efisiensi pemasarannya sebesar 15,1%. Pemasaran yang paling efisien yaitu saluran pemasaran II yang nilai persentasenya paling rendah diantara semua saluran.
Added Value Analysis and Affecting Factors in Coconut Sugar Processing Nur Awami, Shofia; Layaliya Faza, Amila
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.2.244

Abstract

The general goal of processing coconut sugar obtained from coconut sap is to maximize its added value. Purbalingga Regency is a major producer of coconut sugar in Central Java. Molded coconut sugar is the most commonly produced variety of coconut sugar. The purpose of this study is to determine the added value of the coconut brown sugar processing industry, as well as the elements that influence it. The Hayami method of added value analysis was applied, as well as multiple linear regression analysis. The research employed up to 36 coconut brown sugar craftspeople and took place between February and March 2021. The results showed that processing coconut sap adds Rp. 689.81 per kilogram, with an added value ratio of 34.86 percent. The value added category falls into the medium group. Production capacity, raw materials, output price, raw material costs, and other input prices all have a substantial impact on the added value of converting coconut sap to sugar. Keywords: coconut sap, added value, coconut sugar, Hayami
Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonium l) Di Kabupaten Demak Awami, Shofia Nur; Sa'diyah, Khalimatus; Subekti, Endah
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1115

Abstract

This research aimed to determine the cost of production, revenue and income shallot farm, as well as the  factors that influence of shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency. Sampling technique of  respondents was done purposively. Respondents used in this research were 50 respondents. Data analysis methods used in this study are cost analysis, revenue, income and multiple linear regression analysis. Based on the results of data processing for own land obtained an average total cost Rp 27,329,496/planting season or Rp 49,112,867/ha/planting season. The average revenue is Rp 44,253,667/planting season or Rp 86,802,491/ha/planting season. So the average income is Rp 16,924,171/planting season or Rp 37,689,624/ha/planting season. For lease land the average total cost is Rp 36,701,625/planting season or Rp 56,736,125/ha/planting season. Average revenue is Rp 51,154,125/planting season or Rp 81,800.358/ha/planting season. So the average income is Rp 14,452,500/planting season or Rp 25,064,234/ha/planting season. Based on data analysis using multiple linear regression, it is known that the value of determination coefficient (R2) 0.934. The shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency were influenced by several factors including; the land area, the seed, the fertilizer, the land ownership, and the shallot varieties.
Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonium l) Di Kabupaten Demak Awami, Shofia Nur; Sa'diyah, Khalimatus; Subekti, Endah
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1116

Abstract

This research aimed to determine the cost of production, revenue and income shallot farm, as well as the  factors that influence of shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency. Sampling technique of  respondents was done purposively. Respondents used in this research were 50 respondents. Data analysis methods used in this study are cost analysis, revenue, income and multiple linear regression analysis. Based on the results of data processing for own land obtained an average total cost Rp 27,329,496/planting season or Rp 49,112,867/ha/planting season. The average revenue is Rp 44,253,667/planting season or Rp 86,802,491/ha/planting season. So the average income is Rp 16,924,171/planting season or Rp 37,689,624/ha/planting season. For lease land the average total cost is Rp 36,701,625/planting season or Rp 56,736,125/ha/planting season. Average revenue is Rp 51,154,125/planting season or Rp 81,800.358/ha/planting season. So the average income is Rp 14,452,500/planting season or Rp 25,064,234/ha/planting season. Based on data analysis using multiple linear regression, it is known that the value of determination coefficient (R2) 0.934. The shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency were influenced by several factors including; the land area, the seed, the fertilizer, the land ownership, and the shallot varieties.
Preferensi Konsumen dalam Membeli Jamur Tiram Putih di Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Kota Salatiga Anita, Puja; Awami, Shofia Nur; Prabowo, Rossi; Subantoro, Renan
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen, atribut dan level produk yang menjadi preferensi, serta urutan kepentingan atribut dalam pembelian jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) di KPTT Kota Salatiga. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner terhadap 50 responden yang dipilih secara accidental sampling. Analisis data menggunakan conjoint analysis. Hasil penelitian menunjukkan konsumen lebih menyukai jamur dengan harga murah, porsi besar, kondisi segar, pelayanan cepat dengan salam–senyum–sapa, serta tekstur lunak. Atribut yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah harga (33,80%), diikuti porsi (21,62%), kesegaran (20,94%), pelayanan (13,90%), dan tekstur (9,73%). Temuan ini menegaskan pentingnya strategi harga terjangkau dan kualitas produk segar untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
Optimalisasi pemanfaatan lahan kosong sebagai sarana budidaya tanaman holtikultura oleh PKK Kalisegoro Shofia Nur Awami; Ahmad Muhtadin; Puspita Wijayanti; Lu&#039;lu&#039;a Ulyn Ni&#039;mah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110583

Abstract

Wilayah RT 04 RW 04 Kalisegoro yang dulunya merupakan lahan tegalan, sekarang sebagian wilayahnya beralih fungsi menjadi area kompleks perumahan. Meskipun sudah menjadi area perumahan, terdapat sebagian kecil lahan yang dibiarkan kosong, dan belum dimanfaatkan secara optimal, dikarenakan lahan tersebut sedianya untuk fasilitas umum area perumahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membenahi lahan, menata agar terlihat rapi, memotivasi warga dan memanfaatkan lahan kosong untuk berbudidaya tanaman hortikultura oleh ibu-ibu Dawis dan Anggota PKK RT 04. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2024. Metode pengabdian yang digunakan adalah pemberdayaan ibu-ibu dawis dan PKK melalui kegiatan pendampingan pemanfaatan lahan kosong, pembuatan sarana dan prasarana budidaya, sekaligus mengusahakan tanaman hortikultura. Tahapan kegiatan meliputi: koordinasi dan survei awal, perencanaan tata letak, perbaikan serta pembuatan sarana prasarana, pembinaan lapangan, dan monitoring. Kegiatan pengabdian melibatkan ibu-ibu anggota PKK dan Dawis di RT 04/04 Kalisegoro, serta dibantu 4 (empat) mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim. Hasil kegiatan diantaranya, tertatanya lahan menjadi rapi, semula dengan ukuran sekitar 130 m2, dibiarkan terbengkelai (belum dimanfaatkan), sekitar 4 x 10 m bagian lahan ditata ulang. Dari bagian lahan yang tertata, sebagian dibuat petak-petak tanam sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hortikultura, selain itu lingkungan menjadi bersih dan dapat menghasilkan sayuran. Disisi lain motivasi ibu-ibu anggota PKK dan dawis untuk berbudidaya serta merawat tanaman menjadi meningkat. Tanaman hortikultura yang ditanam adalah tanaman cabai (cabai rawit dan cabai merah), tomat dan terong, yang masing-masing tanaman disediakan sejumlah 100 bibit. Akhir kegiatan, tanaman hortikultura yang dibudidayakan di lahan setempat, ternyata belum menghasilkan secara optimal dikarenakan ada hama dan penyakit yang menyerang, seperti hama belalang hijau, lalat buah, virus gemini dan penyakit hama layu.
Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Sayuran di Pedagang Sayur Keliling Awami, Shofia Nur; Handayaningrum, Raphelia; Istanto, Istanto; Fachriyan, Hilmi Arija
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 2 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i2.13478

Abstract

Seller vegetable are actors in the downstream agribusiness subsystem who have a role in distributing vegetable products in residential areas based on considerations to establish direct contact with consumers. This study aims to determine the characteristics of consumers who buy vegetables at mobile vegetable traders and find out what factors influence consumer decisions in Ambarawa Asri Housing in purchasing vegetables at mobile vegetable vendors. This research uses basic quantitative methods with a case study approach. The sample data taken were consumers who purchased vegetables at mobile vegetable vendors totaling 80 respondents. The method of data analysis is done by using multiple linear regression through the SPSS 25 application. The results showed that the characteristics of consumers are women who work as housewives between the ages of 46 to 55 years who are married with the last level of high school education and have 4 family members, have a monthly personal income of less than Rp 1,000,000 and the average monthly family income is between Rp 3,000,000 to Rp 4,999,999. Consumers shop daily at mobile vegetable vendors and rarely shop elsewhere and have 2 subscription merchants. The variables that significantly influence vegetable purchasing decisions are psychological factors, product factors, and distribution factors. Keywords: Vegetables, Purchasing Decisions, Seller
Edukasi Mengenai Budidaya Cabai Kepada Generasi Alpha Awami, Shofia Nur; Wibowo, Hendri; Istanto, Istanto; Prabowo, Rossi; Hastuti, Dewi; Subekti, Endah
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.2995

Abstract

Pengenalan sektor pertanian kepada generasi alpha sangat diperlukan agar tidak terjadi kesenjangan regenerasi. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengenalan dan pengetahuan mengenai tanaman cabai meliputi jenis dan macam cabai, cara berbudidaya, pengendalian hama penyakit tanaman cabai, pemberian pupuk. Metode pelaksanaan pengabdian yakni berupa kegiatan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi, transfer pengetahuan teoritis pengolahan lahan, transfer pengetahuan tanaman cabai beserta teknik budidaya dan praktikum budidaya tanaman cabai. Hasil kegiatan mendapat respon positif dan baik dari peserta kegiatan. Tumbuhnya minat peserta untuk mengenal sektor pertanian. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kegiatan. Kedepannya perlu adanya keterlibatan, peran dan dukungan dari berbagai pihak yang berkaitan, seperti sekolah, dinas/instansi, dan keluarga agar generasi alpha lebih mengenal dan berminat pada sektor pertanian.