Articles
Peningkatan Kreativitas Masyarakat Desa Gombengsari Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Banyuwangi
Theodosia C. Nathalia;
Yustisia Kristiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.539 KB)
Sektor pariwisata terus dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banyuwangi. Pertumbuhan ini mendorong masyarakat untuk ikut mengembangkan wilayahnya sebagai daya tarik wisata. Salah satu wilayah yang mengembangkan pariwisata adalah Desa Gombengsari. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan pariwisata di Desa Gombengsari, caranya adalah dengan mendorong masyarakat untuk berkreasi dalam membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing serta menciptakan kondisi kondusif bagi wisatawan. Wisatawan dapat menikmati daya tarik wisata yang dimiliki oleh Desa Gombengsari secara lebih optimal yang pada akhirnya akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Bentuk kreativitas yang dapat dikembangkan antara lain adalah dalam pengelolaan homestay serta penyajian makanan maupun minuman lokal bagi wisatawan yang datang. Hal ini menjadi penting dikarenakan homestay merupakan pilihan utama bagi wisatawan yang hendak menginap di Desa Gombengsari. Sedangkan kreativitas dalam pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang akan semakin melengkapi pengalaman berwisata. Mitra dari kegiatan ini dalah Pokdarwis Desa Gombengsari. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah minimnya pengetahuan dalam pengelolaan homestay serta pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Desa Gombengsari dalam hal pengelolaan homestay serta pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal. Metode kegiatan dilakukan yaitu dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah pelatihan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan homestay dan pengetahuan tentang pengolahan serta penyajian makanan dan minuman lokal.
Perencanaan Kawasan Ekowisata Melalui Pelatihan Pemanduan Wisata Dan Pengembangan Media Interpretasi
Yustisia Kristiana;
Rudy Pramono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.806 KB)
Pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi yang potensial di Provinsi Banten. Pariwisata Banten memiliki banyak tempat wisata yang menarik dan berbasis alam. Tangerang Selatan adalah kawasan di Banten yang mengembangkan pariwisata dan salah satu daerahnya adalah Keranggan. Keranggan adalah kelurahan di Kecamatan Setu yang sedang mengembangkan ekowisata. Keranggan dilalui Sungai Cisadane yang akan dikembangkan aktivitas ekowisata. Selain itu di Keranggan terdapat home industry yang memproduksi makanan khas seperti kembang goyang, rengginang, opak singkong, keripik pisang, keripik singkong, dan masih banyak lagi. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok masyarakat Keranggan di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu kurangnya masyarakat yang mampu memandu wisatawan saat berkunjung, jumlahnya baru satu orang. Jumlah ini masih tergolong sangat sedikit untuk melayani wisatawan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pemanduan wisata. Selain itu objek wisata di Keranggan juga belum dilengkapi dengan informasi sebagai media interpretasi pariwisata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanduan wisata dan tersedianya media interpretasi di kawasan wisata Keranggan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan metode ceramah, diskusi, praktik dan kunjungan lapangan. Luaran dari kegiatan ini adalah modul pemanduan wisata dan papan interpretasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan tentang pengetahuan pemanduan wisata dan tersedianya media interpretasi.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Kawasan Seberang Kota Jambi (Sekoja)
Yustisia Kristiana;
Rosdiana Pakpahan;
Stephanie T. Mulyono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.181 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.274
Pengenalan Kuliner Tradisional Sebagai Daya Tarik Wisata Belitung
Rosdiana Pakpahan;
Yustisia Kristiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.73 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.276
Perkembangan industri pariwisata dapat memberikan peluang bagi produk-produk wisata termasuk kuliner di Belitung. Tingginya perkembangan industri pariwisata, memberikan peluang yang sangat besar bagi masyarakatnya, untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan wisata kuliner, yang saat ini masih terbatas jumlahnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makanan tradisional kuliner lokal sebagai daya tarik wisata Belitung sehingga masyarakat selalu menjaga kuliner tradisional Belitung agar tidak tergeser oleh budaya asing dan memberikan manfaat kepada masyarakat dalam bentuk tumbuh dan berkembangnya motivasi, minat dan mental berwirausaha, serta adanya peningkatan kemampuan dalam mengembangkan kuliner lokal. Adapun metode yang digunakan adalah dengan cara penyuluhan langsung terhadap masyarakat khususnya anak-anak Sekolah Menengah Pertama karena mereka yang akan menjadi penerus Bangsa. Hasil dari kegiatan ini yaitu bahwa anak-anak SMPN1 Gantung sangat memahami materi yang diberikan dan pelatihan seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh pihak manapun.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Bidang Layanan Wisata Di Kampung Bekelir, Kota Tangerang
Yustisia Kristiana;
Theodosia C Nathalia;
Rosdiana Pakpahan;
Nonot Yuliantoro;
Vasco A. H. Goeltom
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.712 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.751
Provinsi Banten menyimpan beragam potensi pariwisata. Salah satu wilayah dari Provinsi Banten yaitu Kota Tangerang ikut berupaya mengembangkan potensi pariwisata. Kota Tangerang yang berada dalam wilayah administratif Provinsi Banten dan secara regional mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan Ibu Kota Jakarta, saat ini berkembang menjadi kota yang mengandalkan dari sektor jasa, pariwisata, perdagangan dan permukiman. Kota Tangerang memiliki keragaman daya tarik wisata baik budaya, sejarah, buatan hingga wisata kreatif. Salah satu daya tarik wisata kreatif yang dikembangkan adalah Kampung Bekelir. Kampung Bekelir merupakan salah satu yang menjadi perhatian dari pemerintah dan sejak tahun 2017 telah diresmikan sebagai Kampung Wisata. Kampung Bekelir dikelola oleh masyarakat setempat dan seiiring dengan mulai dikenalnya tempat ini sebagai daya tarik wisata, maka dibentuklah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah belum semua masyarakat berpartisipasi. Hal ini karena belum optimalnya kapasitas masyarakat khususnya dalam bidang layanan wisata. Peningkatan kapasitas masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung Kampung Bekelir sebagai destinasi wisata kreatif dan kampung wisata yang berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi program, melakukan penyuluhan maupun pelatihan dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi mitra. Luaran dari kegiatan ini adalah terwujudnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan daya tarik wisata yang berkelanjutan, terwujudnya standar pengelolaan homestay dan terciptanya kreasi makanan dan minuman yang berbahan lokal.
Workshop Kreasi Sorbet Berbahan Buah Dan Sayur Untuk Siswa Sekolah Lentera Harapan (Slh) Curug Tangerang
Yustisia Kristiana;
Reagan Brian
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.119 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.752
Anak-anak sering bermasalah dalam mengonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan gizi karena anak-anak cenderung memilih makanan tertentu yang disukai saja. Hasil riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat pada tahun 2014 menyebutkan bahwa sebesar 98,4% remaja kurang konsumsi sayur dan buah. Usia remaja pada umumnya dikaitkan dengan usia sekolah yaitu siswa SMP. Golongan usia SMP pada umumnya memiliki kebiasaan untuk memilih dan membeli sendiri makanan yang dikonsumsi. Pemilihan makanan pada usia ini bukan didasarkan pada manfaat kesehatan, namun lebih kepada warna yang menarik dan rasa yang sesuai dengan lidah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan pengetahuan siswa SMP tentang manfaat dari buah dan sayur dan kreasi makanan sehat berbahan buah dan sayur. Berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu disiasati agar anak-anak tetap mendapatkan asupan buah dan sayur, salah satunya adalah melalui makanan penutup yaitu sorbet. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang manfaat buah dan sayur dan workshop tentang kreasi sorbet berbahan buah dan sayur. Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMP dari Sekolah Lentera Harapan (SLH) Curug. Metode yang dilakukan yaitu melakukan persiapan, antara lain berkoordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi dan uji coba produk. Tahap kedua adalah mengadakan penyuluhan maupun workshop untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat buah dan sayur serta kreasi sorbet berbahan buah dan sayur. Tahap terakhir merupakan tahap evaluasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti oleh 30 siswa dan para peserta mendapatkan edukasi tentang sorbet dan cara membuatnya.
JOB SATISFACTION FACTORS OF SHOES FACTORY STAFFS
Theodosia C. Nathalia;
Yustisia Kristiana
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.6 KB)
Job satisfaction plays an important role on the work performance of employee. when an employee are satisfied in the work then an employee will do everything possible with all the skills to complete the task, which will eventually produce a good performance and achievement for the company. The object in this study was employees of shoes factory located in Balaraja, Tangerang. The number of employees totaled 10.600 people, but the study sample only 414 people using the convenience sampling technique. Determinant of job satisfaction used in this study is the opportunity for advancement, job security, working conditions, compensation, promotion, supervision, coworkers, and management companies. Analysis used in this research is descriptive analysis. In descriptive analysis, this value can be represented either by the mean. The results indicate that employees are satisfied with job security. Finally, provide input to the factors of job satisfaction that results are less good.Key Words : job satisfaction, determinants of job satisfaction, job performance
PELATIHAN OLAHAN MAKANAN KOREA JAPCHAE DAN BANANA MILK BAGI SISWA SMKN 7 KABUPATEN TANGERANG
Stephanie T. Mulyono;
Reagan Brian;
Yustisia Kristiana;
Anugerah Agungputranto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1642
Pola kehidupan masyarakat mengalami perubahan akibat terjadinya Pandemi COVID-19. Pandemi menyebabkan mayoritas aktivitas dilakukan di lingkungan rumah. Tidak hanya itu, kondisi Pandemi yang membatasi aktivitas diluar rumah memaksa banyak orang harus membuat makanan mereka sendiri karena banyak restoran yang tutup. Selain itu, mempersiapkan makanan sendiri juga mengurangi risiko terjadinya penularan virus akibat pembelian makanan dari luar rumah. Menyadari kondisi ini, Pengabdian Kepada Masyarakat ini diperlukan untuk memberi pelatihan memasak aneka variasi menu sehingga orang dapat terhindar dari kejenuhan dan tetap dapat membuat makanan sendiri di rumah. Variasi menu yang dipilih adalah makanan khas Korea Selatan yaitu Japchae dan Banana Milk. Pelatihan dilakukan secara luring dengan datang ke sekolah yang menjadi target peserta PKM dan para peserta mencoba memasak secara langsung. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan mengenai jenis olahan makanan Korea dan dapat menjadi variasi makanan di rumah sehari – hari.
PENINGKATAN LAYANAN HOTEL MELALUI PELATIHAN OPERASIONAL TATA GRAHA PADA AREA PUBLIK
Yustisia Kristiana;
Theodosia C. Nathalia;
Wulanmeiaya Wowor;
Rosianna Sianipar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1644
Tata graha merupakan salah satu departemen di dalam hotel yang bertugas menangani hal yang berkaitan dengan kerapian, keindahan, kebersihan, kelengkapan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan seluruh area publik dengan tujuan memberikan rasa aman nyaman kepada tamu dan karyawan selama berada di hotel. Yayasan Emmanuel sebagai organisasi nirlaba fokus pada pendidikan, memiliki kepedulian untuk memberikan pengetahun dan keterampilan di bidang perhotelan bagi anak- anak asuh. Bidang perhotelan dilihat sebagai sektor yang dapat menjadi pilihan untuk bekerja dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Permasalahan yang dihadapi oleh Yayasan Emannuel sebagai mitra adalah tidak memiliki kapasitas dalam pengembangan pengerahun dan keterampilan di bidang perhotelan khususnya tata graha. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan operasional departemen tata graha di hotel, khususnya pada bagian area publik yang pada akhirnya dapat meningkatkan layanan hotel. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi program, melakukan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti oleh 27 siswa dan para peserta mendapatkan edukasi tentang operasional pada area publik.
Trust as a mediation of transformational leadership relationships and welfare of hotel employees psychology
Yustisia Kristiana;
Rosdiana Sijabat;
Niko Sudibjo;
Innocentius Bernarto
Jurnal Pariwisata Pesona Vol 7, No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jpp.v7i2.7452
The hotel industry is one that is vulnerable to crises such as the COVID-19 pandemic. The condition can create an uncertain outlook for the hotel industry due to a decline in demand. This condition can create vulnerability for employees. Transformational leadership influences employees' psychological well-being and trust that the most significant thing about the link between transformational leaders and their employees. The objective of this study is to examine the effect of (1) transformational leadership on trust; (2) transformational leadership on psychological well-being; (3) trust on psychological well-being; and (4) trust as a mediator in the correlation between transformational leadership and psychological well-being. This study is a quantitative study, with a cross-sectional approach. The sampling technique was purposive sampling with 162 employees from 4 and 5-star hotels in DKI Jakarta Province as respondents. Data analysis using PLS-SEM. The findings revealed that the four hypotheses proposed in the study, and the results of data analysis showed that all the hypotheses stated were accepted. The implication of this research is to become a reference for management to improve psychological well-being by developing transformational leadership and trust. This study has limitations, in future research, it would be possible to examine the overall employee well-being and be carried out in other locations to overcome the limitations of the study.