Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Studi Penyediaan Fasilitas pada Zona Pemanfaatan sebagai Wisata Edukasi di Kebun Raya Balikpapan (KRB), Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur Puji Raharjo; Silia Yuslim; Etty Indrawati; Olivia Seanders
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1308-1315

Abstract

Pembangunan Kebun Raya di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang pesat, terutama dengan adanya pembangunan Kebun Raya Daerah yang kaya akan keanekaragaman flora. Namun pemanfaatan terhadap keanekaragaman hayati sebagai sarana edukasi belum dilakukan secara optimal. Keadaan ini juga terjadi di Kebun Raya Balikpapan (KRB). Sejalan dengan fungsi edukasi yang juga harus diperankan KRB selain fungsi konservasi dan penelitian, maka penelitian ini akan dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan wisata edukasi pada zona pemanfaatan KRB. Terkait dengan hal tersebut, pendekatan penelitian akan menggunakan tiga domain edukasi menurut Taxonomi Bloom yang meliputi ranah psikomotor, afektik, dan kognitif. Ketiga ranah ini dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan pengunjung yang terwadahi dalam bentuk berbagai fasilitas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis frekuensi. Kesenjangan penelitian ini adalah belum adanya penelitian yang membahas pengembangan Kebun Raya dengan pendekatan domain edukasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh fasilitas ketiga ranah dari domain edukasi penting untuk dapat diterapkan dan 100% dari fasilitas terkait ranah psikomotor mendapatkan skor interpretasi data yang termasuk dalam kriteria setuju untuk disediakan. Sementara untuk ranah afektif dan ranah kognitif, 80-90% dari fasilitas yang memfasilitasi kegiatan yang mendukung masing-masing ranah setuju untuk disediakan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi pengelola KRB dalam melakukan pengembangan zona pemanfaatan KRB sebagai wisata edukasi.
The Enhancement of Space Function as Ecofarming at the Underpass of Becakayu Toll Road (Bekasi Cawang Kampung Melayu) Indrawati, Etty; Yuslim, Silia; Seanders, Olivia; Purwaningrum, Pramiati; Zahra, Annisa
International Journal of Sustainability in Research Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsr.v2i1.1202

Abstract

The existence of the becakayu toll road overpass creates open space under the road that needs to be managed because it makes the environment dirty, dusty, irregularly planted, and useless. This research aims to identify open space under the becakayu toll road as a basis for determining the eco-farming zone. The research method used is descriptive qualitative using field observations, interviews, literature studies, and documentation. The results showed that the current utilization of the becakayu toll road is not well organized (70%). Used as greening (50%), used as parking (20%), used as a sidewalk for skateboarding and cycling activities (17%), used as a fish pond (10%), and used as a place to sell (20%). From this study, the becakayu toll road can be utilized as an eco-farming area (93%). The benefit of this research is that the space under the becakayu toll road will be organized and efficiently used for the needs of the community and the surrounding environment.
DESIGNING ADVENTURE PARK AS EDUCATIONAL TOURISM IN CITRA GRAND GALLESONG, MAKASSAR: ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR, AFFECTIVE, AND COGNITIVE ASPECTS IN DESIGN Punky Rahadianto; Silia Yuslim; Olivia Seanders; Etty Indrawati
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 August 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i1.17607

Abstract

-
IMPROVING THE ECOLOGICAL IMPACT OF SRENGSENG CITY FOREST IN JAKARTA: A COMPREHENSIVE EVALUATION Eka Handayani; Qurrotu Aini Besila; Olivia Seanders
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 August 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i1.21286

Abstract

The rapid urbanization in DKI Jakarta has led to environmental challenges such as air pollution, altered microclimates, and diminishing green open spaces (Ruang Terbuka Hijau - RTH). Urban forests, like Srengseng City Forest (Hutan Kota Srengseng) in West Jakarta, play a critical role in mitigating these ecological issues. This study evaluates the current condition of Srengseng City Forest, highlighting its potential and challenges in fulfilling its ecological functions. Through a combination of direct observation, documentation analysis, interviews, and literature review, this research identifies key areas for improvement in forest management and landscape design. Findings reveal that while Srengseng City Forest has significant potential to enhance urban ecological sustainability, it faces challenges in vegetation management, maintenance, and infrastructure. The study provides practical recommendations for optimizing the ecological function of the forest through sustainable landscape design and improved management practices, aiming to strengthen its contribution to Jakarta's environmental sustainability.
PENERAPAN REAKTOR PENGADUK SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI RUMAH POTONG AYAM Rositayanti Hadisoebroto; Sheilla Megagupita Putri Marendra; Olivia Seanders; Ahmad Rheza; Kendrick Kevin Kabe; Salsabila Azzahra Anjani Indradini
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 6, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/yx4gc011

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan di sekitar Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat adalah limbah industri rumah tangga pemotongan ayam. Kadar BOD, COD dan TSS pada air limbah mencapai 8.320 mg/L, 15.360 mg/L dan 240 mg/L, melebihi baku mutu air limbah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti bertujuan untuk mengelola lingkungan hidup dan meningkatkan pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam mengelola lingkungan agar bersih dan asri. Kegiatan PKM terdiri dari: (1) FGD permasalahan lingkungan hidup dan peran para pihak; (2) sosialisasi kesehatan lingkungan; (3) pelatihan pertanian perkotaan memanfaatkan bahan pupuk hasil pengolahan air limbah; (4) pelatihan pembuatan biokoagulan dari biji kelor; (5) pelatihan penggunaan reaktor berpengaduk untuk mengolah air limbah usaha pemotongan ayam menggunakan biokoagulan biji kelor. Setelah pelatihan, ibu-ibu PKK mampu membuat biokoagulan dari biji kelor, sementara pemanfaatan teknologi tepat guna masih dipantau melalui pendampingan. Reaktor berpengaduk menggunakan 100 mL biokoagulan biji kelor mampu menurunkan kadar zat pencemar pada air limbah yaitu BOD menjadi 0,34 mg/L dan TSS 0,557 mg/L, sedangkan kadar COD masih melebihi baku mutu yaitu 640 mg/L. Dari hasil pengolahan diperoleh produk samping berupa lumpur dengan parameter COD 320 mg/L dan kekeruhan 475 NTU yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk sayuran dan tanaman hias. Luaran kegiatan PKM ini berupa inovasi teknologi tepat guna reaktor berpengaduk dengan biokoagulan biji kelor yang menjadi solusi pengelolaan lingkungan, peningkatan kemampuan kader PKK dalam pembuatan biokoagulan biji kelor dan pertanian perkotaan, publikasi di media massa dan artikel ilmiah, hak cipta dalam bentuk poster dan video, modul mata kuliah dan buku monograf, serta mahasiswa melaksanakan Belajar Merdeka-Kampus Merdeka dengan pengakuan 6 SKS (3 mata kuliah) pada semester berjalan.
HEALING PARK TAMAN MATARAM: REALIZING A SUSTAINABLE JAKARTA CITY THROUGH GREEN INFRASTRUCTURE Eko Adhy Setiawan; Olivia Seanders
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Februari 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i2.22516

Abstract

Rapid urbanization in Jakarta has caused an increasing need for green open space (RTH) to solve environmental and social problems. Mataram Park in South Jakarta is a green open space (RTH) that has been converted into a Healing Park to improve the physical and mental well-being of the community, especially in facing the psychosocial impact of the COVID-19 pandemic. This article discusses the application of the Healing Park or Therapeutic Garden concept in Taman Mataram as part of the green infrastructure that supports sustainable development in Jakarta. This research uses a descriptive-analytical approach with field observations and interviews to analyze the park's design and its ecological benefits. The research results show that Mataram Park provides various benefits, such as soil and water conservation, climate change mitigation, and improved air quality. In addition, this park improves people's quality of life by providing space for social interaction, relaxation, and physical activity. Implementing Healing Park has proven effective in reducing stress, improving physical and mental well-being, and providing a space that supports social interaction in urban areas. This research suggests expanding environmentally friendly green spaces and integrating technology in park design to support urban sustainability.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Penghijauan di Taman Merah Delima II: Teknik Urban Farming untuk Lahan Terbatas Yuslim , Silia; Seanders, Olivia; Ramadhani, Anindita; Indrawati, Etty; Lumbantoruan, Samuel F H
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3228

Abstract

Penghijauan perkotaan menjadi solusi penting untuk mengatasi berkurangnya ruang hijau akibat urbanisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar Taman Merah Delima II dalam mengelola lahan terbatas melalui teknik urban farming. Program penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan secara hybrid meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang teknik-teknik penghijauan, urban farming. Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dengan menciptakan ruang hijau yang produktif dan berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Neighborhood Park Utilization Study for Environmental Quality Improvement" Case Study: Alam Sutera Residential, South Tangerang Olivia Seanders; Hinijati Widjaja; Titiek Poerwanti Deborah
Journal of Synergy Landscape Vol. 3 No. 1 (2023): Vol. 3 No. 1 August 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v1i1.17608

Abstract

The quality of the urban environment has become a major concern in various cities around the world. Rapid growth and urbanization in urban areas have had serious impacts on the quality of air, water and other environmental aspects. In this context, Neighborhood Park has become the focus of attention as an effort to mitigate these negative impacts and improve the quality of the urban environment. This research aims to examine the usefulness of Neighborhood Park in improving environmental quality, using a case study at Alam Sutera Housing, South Tangerang. Through field data collection, interviews, and data analysis, this research attempts to identify possible positive impacts associated with Neighborhood Park within this region. Factors such as their impact on air quality, water quality, carbon sequestration, and community social welfare are also explored. It is hoped that the results of this research will provide valuable insights for stakeholders in Alam Sutera Housing and similar urban areas. This study also contributes to global understanding of the important role of Neighborhood Parks in addressing the challenges of the modern urban environment. With an emphasis on the development and maintenance of sustainable green open spaces, this research provides a basis for taking better action to support environmental quality and community well-being in rapidly growing urban areas.  
DESAIN TAMAN TOGA DI PEKARANGAN RUMAH POSYANDU RW 04 DESA CIBODAS, KECAMATAN PASIR JAMBU, KABUPATEN BANDUNG Indrawati, Etty; Yuslim, Silia; Indrawati, Dwi; Seanders, Olivia
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i1.16135

Abstract

Cibodas Village, Pasir Jambu District, Bandung Regency is an Eco-village that has been fostered through the Ministry of Research, Technology and Higher Education's Grant program. The sustainability of an Eco-village requires the involvement of a healthy local community. One of the efforts implemented through this PkM program is the utilization of Posyandu house yards through planting family medicinal plants (TOGA). The PkM activity aims to provide an example of a TOGA garden design that is beneficial for the local community to be an example in arranging TOGA in their yards. The PkM implementation method begins with a location survey and discussions with representatives of the RW/RT and PKK administrators to obtain an optimal TOGA garden design in the Posyandu RW 04 yard. The implementation was carried out with counseling regarding the design of the TOGA park and the technical construction of it. In addition, to find out the benefits felt from this PkM activity, participants consisting of representatives of RW/RT administrators and PKK administrators were given a pretest and posttest. The pretest results showed that basically the participants already knew TOGA, but did not understand the TOGA arrangement and then the posttest results showed that there was an increase in the participants' understanding of the TOGA garden (100%). However, participants hope to receive assistance in applying garden designs in their yards. Therefore, it is necessary to extend the collaboration between the Faculty of Landscape Architecture and Environmental Technology, Universitas Trisakti and the Head of Cibodas Village, which has expired.
Evaluasi Walkability di Kawasan Rendah Emisi Kota Tua Jakarta: Studi Kasus Jl. Pintu Besar Utara, Jl. Lada Dalam, dan Taman Beos : Penelitian Olivia Seanders; Annisa Zahra; Hinijati Widjaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.448

Abstract

Kawasan Kota Tua Jakarta merupakan wilayah bersejarah yang kini dikembangkan sebagai Kawasan Rendah Emisi dengan mengedepankan mobilitas ramah lingkungan, termasuk kenyamanan pejalan kaki (walkability). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat walkability pada beberapa ruas jalan utama di kawasan tersebut menggunakan metode observasi lapangan dan piramida hirarki ketercapaian walkability dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Hasil observasi menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki di kawasan ini memiliki skor walkability sebesar 32, mencerminkan kondisi yang cukup baik. Aspek yang mendapat skor tinggi antara lain fasilitas pendukung dan keamanan, sementara aspek yang memerlukan perhatian lebih meliputi kebersihan, perlindungan dari cuaca, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Berdasarkan analisis piramida ITDP, kawasan ini dikategorikan sebagai passable, accessible, dan enjoyable. Namun, belum sepenuhnya memenuhi kriteria comfortable dan safe. Oleh karena itu, peningkatan kualitas lingkungan pejalan kaki seperti penyediaan peneduh, pencahayaan yang memadai, serta jalur inklusif sangat diperlukan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kawasan perkotaan yang lebih ramah pejalan kaki dan mendukung visi kota berkelanjutan.