Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Dosis dan Waktu Pemberian Agen Hayati Trichoderma harzianum Terhadap Penyakit layu Fusarium dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Dina Adelia Rahmawati; Oktarina; Insan Wijaya
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas dosis dan waktu pemberian agen hayati Trichoderma harzianum terhadap penyakit layu Fusarium dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Pada Desember hingga Maret. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terddiri dari dua faktor yaitu dosis Trichoderma harzianum (T) dalam 3 taraf yaitu: T0 = kontrol, T1 = 15 gram/tanaman, T2 = 20 gram/tanaman. Dan waktu pemberian Trichoderma harzianum (P) dalam 3 taraf yaitu: P1 = 1 hst P2 = 5 hst P3 = 10 hst. Analisa data menggunakan analisis ragam dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis Trichoderma harzianum perlakuan T2 berpengaruh nyata dan merupakan perlakuan terbaik pada perlakuan jumlah buah bagus pertanaman, jumlah buah bagus per plot, berat buah bagus pertanaman dan berat buah bagus per plot. Perlakuan waktu pemberian Trichoderma harzianum perlakuan P2 berpengaruh nyata dan merupakan perlakuan terbaik pada jumlah buah bagus pertanaman, jumlah buah bagus perplot berat buah bagus pertanaman dan berat buah bagus perplot
Optimasi Pematahan Dormansi Benih Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Dengan Menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Della Amalia Romadoni; Insan Wijaya; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i4.3929

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai gizi yang baik, seperti kandungan vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui optimasi pematahan dormansi benih bawang daun dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami serta konsentrasi ZPT alami dapat meningkatkan vigor benih bawang bawang daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang tersusun atas 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yakni sebagai berikut: CU= Tanpa perlakuan, Bawang merah dalam 3 taraf : (C1=15 ml/L), (C2 = 30 ml/L), (C3 = 45 ml/L), Air kelapa, dalam 3 taraf : (C4 = 150 ml/L), (C5 = 200 ml/L), (C6 = 250 ml/L), Keong mas, dalam 3 taraf : (C7 = 15 ml/L), (C8 = 30 ml/L), (C9 = 45 ml/L). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan C2 (ekstrak bawang merah 30 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada panjang akar bibit bawang daun
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Andika Putra Setiawan; Insan Wijaya; Bejo Suroso; Afan Bagus Mananda; Fina Syafia; Alda Wata Alim Ronita; Diana Dwi Anggraeni; Ryan Setiadi Plaikol; Juvitasari
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1678

Abstract

The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children.  The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement).  The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions.
Optimalisasi POC Nasa Pada Varietas Selada (Lactuca Sativa L) Sistem Hidroponik NFT Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Di Perkotaan Insan Wijaya; Fefi Nurdiana Widjayantil; Oktarina Oktarina; Bejo Suroso
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 23 No. 2 (2025): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v23i2.3207

Abstract

Produksi sayuran daun di wilayah perkotaan menghadapi keterbatasan lahan sehingga budidaya hidroponik menjadi alternatif penting untuk mendukung kemandirian pangan. Optimalisasi nutrisi, termasuk penggunaan pupuk organik cair (POC), diperlukan guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui pengaruh konsentrasi POC Nasa terhadap pertumbuhan dan produksi selada (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik; (2) mengetahui respons beberapa varietas selada; serta (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi POC Nasa dan varietas selada. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC Nasa, terdiri atas K0 = AB Mix tanpa POC, K1 = AB Mix + POC Nasa 4 cc L⁻¹, dan K2 = AB Mix + POC Nasa 6 cc L⁻¹. Faktor kedua adalah varietas selada, yaitu V1 = selada merah, V2 = selada keriting hijau, dan V3 = selada krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST (29,12 cm), jumlah daun umur 30 HST (11 helai) dan 45 HST (19 helai), lebar daun umur 15 HST (6,2 cm) dan 30 HST (12,54 cm), serta bobot akar (29,01 g). Pengaruh nyata juga terlihat pada tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST, jumlah daun 15 HST, lebar daun 45 HST, dan panjang akar. Respons pertumbuhan dan produksi terbaik diperoleh pada varietas selada keriting hijau dengan konsentrasi K2.
Pengaruh Konsentrasi Ga3 Dan Lama Waktu Perendaman Dalam Pematahan Dormansi Benih Bawang Daun (Allium Fistulosum L) Muhammad Alfarizi Dio Prabowo; Insan Wijaya; Hidayah Mutiyaningsih
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.799

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah komoditas pertanian penting yang dibudidayakan secara global, termasuk di Indonesia. Meskipun produksi nasional mengalami kenaikan, catatan produksi di beberapa wilayah seperti Jember masih rendah, mengindikasikan kesulitan dalam teknik pembibitan. Pematahan dormansi benih bawang daun dapat dilakukan melalui aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), yaitu senyawa organik seperti giberelin dan auksin, seringkali memerlukan tambahan dari luar untuk mencapai respons optimal. Selain itu, lama perendaman benih juga krusial karena memengaruhi imbibisi air dan penyerapan ZPT, yang pada gilirannya dapat mempercepat dan meningkatkan persentase perkecambahan. Penelitian ini merupakan percobaan 2 faktor yang dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi GA3 (A) yang terdiri dari: A0 Aquades, A1 Konsentrasi 20 ppm, A2 Konsentrsi 40 ppm, A3 konsentrasi 60 ppm. Sedangkan faktor kedua lama perendaman (D) yang terdiri dari: D1 15 menit, D2 30 menit, D3 45 menit. Hasil penelitian menunjukan perlakuan konsentrasi GA3 berpengaruh sangat nyata terhadap parameter Potensi tumbuh dan tinggi tanaman 7 hst, dan tidak berbeda nyata pada daya berkecambah, index vigor , tinggi tanaman 21, 35 hst dan berat tanaman, sedangkan pada perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter potensi tumbuh, dan tidak berbeda nyata pada parameter daya berkecambah,index vigor, tinggi tanaman 7 hst,21 hst dan 35 hst dan berat tanaman, sedangkan pada interaksi berbeda sangat nyata pada parameter potensi tumbuh dan tinggu tanaman 7 hst, berbeda nyata pada parameter index vigor, tinggi tanaman 21 hst dan berbeda tidak nyata pada semua parameter. Keywords: ;
Optimalisasi Produksi Dan Vigor Benih Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Melalui Teknik Pemangkasan Dan Pemberian Pupuk MAP Achmad Adithya Arya Nugraha; Bejo Suroso; Insan Wijaya
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu benih. Banyak petani masih menggunakan benih hasil tanam sendiri yang kualitasnya kurang terjamin, sehingga berdampak pada produktivitas. Upaya peningkatan mutu dan hasil dapat dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, seperti pemangkasan dan pemberian pupuk. Pemangkasan berfungsi mengatur distribusi assimilate agar pertumbuhan generatif lebih optimal, sedangkan pupuk Monoammonium Phosphate (MAP) dipilih karena mengandung nitrogen dan fosfor yang berperan penting dalam pembentukan bunga, buah, serta pengisian biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan dan pupuk MAP terhadap produksi dan vigor benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan (P0: tanpa pemangkasan, P1: pemangkasan cabang ruas 1–5, P2: pemangkasan pucuk ruas ke-12, dan P3: kombinasi P1 dan P2), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk MAP (M0: tanpa MAP, M1: 5 g/tanaman, M2: 15 g/tanaman, M3: 25 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap umur berbunga, jumlah buah per tanaman, dan bobot 100 benih, serta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian pupuk MAP berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap berat buah per tanaman dan bobot 100 benih, serta nyata (p<0,05) terhadap umur berbunga dan jumlah buah per tanaman. Tidak ditemukan interaksi signifikan antarperlakuan. Secara praktis, pemangkasan yang tepat dan pemberian pupuk MAP dosis 15 g/tanaman dapat meningkatkan produktivitas serta mutu benih mentimun, sehingga mendukung ketersediaan benih bermutu bagi petani dan industri benih