Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KONSTRUKSI SOSIAL DALAM KELUARGA PENGEMIS DI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Risdawati Ahmad; Nila Irchamniah; Okta Pujiana; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.952 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i1p47-54

Abstract

Dalam proses sosial, individu manusia dipandang sebagai pencipta realitas sosial yang relatif bebas dalam dunia sosialnya, oleh karena itu konstruksi yang dibangun oleh tiap-tiap individu berbeda-beda. Begitu pula dengan konstruksi sosial yang dibangun dalam keluarga hingga menciptakan sebuah fenomena pengemis yang terjadi secara turun-temurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konstruksi yang dibangun hingga menyebabkan perilaku mengemis menjadi sebuah budaya dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan terhadap dua keluarga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dimana keluarga pertama terdiri dari 3 informan dan keluarga kedua terdiri dari 2 informan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan yaitu anggota keluarga yang beprofesi sebagai pengemis. Dari hasil penelitian ditemui berbagai macam konstruksi sosial yang dilakukan informan. Proses dialektika ini terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dalam eksternalisasi diketahui informan melakukan adaptasi nilai  dan norma berupa penyesuaian sikap dan penampilan. Informan melakukan pembedaan realitas yang berfungsi sebagai pembeda dan pemantapan atas peranan yang dipilih dalam bentuk penampilan dan sikap sebagai seorang pengemis. Internalisasi informan atas nilai dan norma dalam sosialiasi primer dan sekunder tidak berlangsung sempurna. Hal inilah yang menyebabkan informan mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang pengemis. 
Kendala Calon Pendidik Dalam Membuat Soal Pilihan Ganda Higher Order Thinking (Hot) Joan Hesti Gita Purwasih
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v13i1.6746

Abstract

This study shows the causes of sociology education students' difficulties in making higher order thinking (HOT) tests. The method applied is the mix method through FGD data collection and questionnaires. The results showed that it was difficult for students to make HOT questions because 1) it was challenging to create stimulus questions, 2) lack of understanding of sociology material, 3) lack of mastery of Bloom's taxonomy application, 4) insufficient learning time, and 5) lecturer explanations were not good. Therefore, recommendations for effective learning improvement are needed, including using the principle of discovery learning
Penguatan Konservasi dan Literasi Kelompok Grassroot di Kota Batu Joan Hesti Gita Purwasih; Nanda Harda Pratama Meiji; Faizal Kurniawan; Awan Setia Dharmawan; Moch. Aan Sugiharto
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kerusakan lingkungan harus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Akan tetapi, kenyataannya tidak semua pihak peduli terhadap isu tersebut. Keberadaan komunitas pelestari lingkungan menjadi mdal yang harus dioptimalkan untuk menangkal isu tersebut. Aktivitas yang mereka lakukan menghasilkan data yang dapat diolah dan dioptimalkan bagi penguatan literasi masyarakat. Tentunya, upaya yang dilakukan perlu diolah melalui media yang menarik dan saluran penyebarluasan yang terjangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu, saluran media sosial dimanfaatkan secara optimal. Hasilnya, komunitas pelestari lingkungan dapat menghasilkan media yang menarik.
PEMBERDAYAAN MELALUI PELATIHAN PEMASARAN PRODUK UMKM OMAH JENANG BLITAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Joan Hesti Gita Purwasih; Kiki Amelia Sari; Luhita Rizkiyana Madhanni; Anugrah Mahirah Al Kharisma; Rita Arsyantie; Bella Fadhilatus Sanah; Munti Kurnia Ningsih
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa UMKM Rejowinangun ialah salah satu desa di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar yang terdapat berbagai macam usaha mikro kecil dan menengah. Salah satunya adalah Omah Jenang Blitar yang memproduksi berbagai jenis jenang ketan khas Blitar secara mandiri. Namun, semenjak mewabahnya COVID-19 di Indonesia pendapatan mereka mengalami penurunan karena adanya berbagai kebijakan selama pandemi, seperti penerapan PSBB oleh pemerintah setempat yang menyebabkan berkurangnya jumlah pengunjung Omah Jenang Blitar sebagai pusat oleh-oleh dan wisata edukasi. Adanya permasalahan tersebut memerlukan sebuah strategi agar produk UMKM tetap laku di pasaran meskipun terhambat pandemi COVID-19. Sehingga strategi pemasaran produk UMKM perlu digencarkan. Metode yang dilakukan yaitu dengan pemetaan media sosial, sosialisasi, praktik fotografi produk UMKM, evaluasi kegiatan, monitoring dan pemasaran. Program pengabdian bertujuan untuk memberikan solusi mengenai strategi pemasaran yang dapat memulihkan perekonomian masyarakat. Hasilnya UMKM Omah Jenang semakin dikenal masyarakat luas sehingga produk yang ada semakin laku di pasaran.
UPAYA PEMELIHARAAN AIR SUNGAI DI JALAN KARIMUN JAWA GANG 1 KOTA MALANG Joan Hesti Gita Purwasih; Adinda Wiresti Saputri; Haris Fajar; Hebibah Syahrani Gumilar; Moch. Wahyu Pratama; Yenny Syavitri; Zahratul Ilma
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan sangat dekat dengan kehidupan sekitar kita, jika kita bisa menjaga dan melindungi lingkungan maka akan berdampak positif, tetapi jika kita tidak bisa menangani dan memperbaiki lingkungan juga akan berdampak negative. Sungai adalah bagian dari lingkungan sekitar kita, masyarakat yang rumahnya dekat dengan sungai dan selalu menggunakan sungai setiap hari untuk mencuci, mandi, ataupun kegiatan lainnya.. Sebagai manusia yang tinggal di sekitar sungai dan lingkungan sekitar lainnya, kita wajib memperdulikan lingkungan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan atau membuang limbah pabrik ke sungai, karena dapat berdampak negative bagi masyarakat sekitar sungai. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi secara langsung. Pengabdian masyarakat melalui kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan sungai dan sekitarnya. Berdasarkan hasil data, masyarakat tidak melakukan kepedulian dengan dibuktikan bahwa masyarakats seringkali tidak membuang sampah di tempat sampah dikarenakan dapat membuang sampah melalui jendela yang langsung menuju sungai, padahal ada tempat sampah di rumah.
LINGKUNGAN WARGA DUSUN TERTEK KABUPATEN KEDIRI BEBAS SAMPAH MELALUI PROGRAM “DESAKU BERSIH” Joan Hesti Gita Purwasih; Adenia Qonitalillah; Dewi Ayu Anggraeni; Evafras Juiyanti Hutasoit; Ika Nurul Aini; Prabu Soko Arya Firdi; Rossita Wijayanti
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi sampah yang kian meningkat ditambah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat berpengaruh pada aspek lain dalam kehidupan sehari-hari. Minimnya kesadaran dan perilaku masyarakat dalam melestarikan lingkungan dapat berdampak pada kehidupan mereka. Kondisi tersebut dapat memberikan beberapa dampak negatif terhadap kondisi lingkungan, tak terkecuali kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui dan menerapkan strategi yang lebih tepat dalam mengatasi masalah pembuangan sampah di sungai pada Desa Tertek. Metode penelitian berupa kualitatif deskriptif dan data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan masalah sampah di sungai, sehingga peneliti mengatasi masalah tersebut dengan cara melakukan tindakan sosialisasi mengenai dampak dan bahayanya membuang sampah sembarangan. Selain itu, peneliti memberikan bantuan berupa pengadaan barang berupa gerobak dan alat-alat kebersihan sebagai upaya untuk melakukan peningkatan terhadap motivasi hidup bersih dan sehat masyarakat
Corona Wedi Buto: Myth in the Efforts of the Tanggulwelahan Villager Facing Covid-19 Ifan Andriado; Hamida Zama Rahmatillah; Anis Khoirun Nisa; Joan Hesti Gita Purwasih
Randwick International of Social Science Journal Vol. 2 No. 2 (2021): RISS Journal, April
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v2i2.217

Abstract

The COVID-19 virus was declared by WHO as a pandemic towards the beginning of 2020. As a result, Indonesia also implemented physical distancing nationally. This condition was responded to quite diverse by the community, one of which was in Tanggulwelahan Village, Tulungagung Regency. Myth is actually an alternative that people use in addressing these conditions. Therefore, researchers apply qualitative research methods (phenomenology) to explain the social construction of myths in the efforts of local communities to deal with COVID-19. Based on the results of interviews, observations, and analyzes using social construction theory the following results are obtained. "Buto" figure is a sacred symbol for the community because it is believed to have supernatural strength so that it can banish various outbreaks of disease. This understanding was formed through the process of externalization, objectification, and internalization that has been going on for generations. Meanwhile, medical information related to COVID-19 is new knowledge, so it is difficult to replace the old knowledge of society which is actually a myth.
Sistem Kelembagaan Organisasi Subak Sebagai Pengelola Sumber Daya Air Berkelanjutan Diah Astriani Putri S.; Rachmad K. Dwi Susilo; Muhammad Hayat; Joan Hesti Gita Purwasih
EnviroScienteae Vol 16, No 2 (2020): EnviroScienteae Volume 16 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v16i2.9654

Abstract

Subak Babakan Bayu is a social institution that is in the midst of growth in Bali’s tourism industry, but Subak Babakan Bayu is able to maintain its existence as an executor of ritual activities, irrigation water management, buffering food security, environmental preservation and culture in a sustainable manner. The purpose of this research is to understand the organizational system of Subak Babakan Bayu. This research is a qualitative study using an ethnographic approach. The research location was in Sangkaragung Village, Jembrana District, Jembrana Regency, Bali. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The technique of determining the subject of research using purposive sampling and using data analysis techniques include domain analysis, taxonomic analysis, compound analysis, and cultural theme analysis. The theory used is the social system theory from Niklass Luhmann and the new institutional theory (new institutional theory) from William Richard Scott. The results of this study indicate that the organizational system of the Subak Babakan Bayu organization has three basic elements that make the subak institution strong, namely the regulatory system including awig-awig, and perarem. The normative system is the norm of responsibility and justice, and the cognitive cultural system that includes beliefs, traditions and rituals. In its implementation, there are some obstacles but the social system is able to heal itself so that Subak Babakan Bayu still exists.
MEMBANGUN KOMPETENSI ALUMNI DALAM MENGEMBANGKAN SOAL SOSIOLOGI BERBASIS LITERASI DAN NUMERASI Joan Hesti Gita Purwasih; Seli Septiana Pratiwi; Deny Wahyu Apriadi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v5i2.9050

Abstract

In generally, most of the training and mentoring of teachers is temporary. More intense and sustainable efforts are needed so that the teacher's abilities can continue to be developed. These efforts can be carried out by involving alumni who are already working as teachers. This continuous organization and quality assurance is also the responsibility of the Study Program in improving the quality of graduates and users. In addition, this is a way out that benefits various parties in improving the quality of human resources. The method used is a participatory method with alumni who are participants in the activity. Mentoring is carried out individually and in groups through mentoring techniques which are divided into concept delivery and preparation of literacy and numeracy-based assessments. As a result, alumni who work as teachers have proven their ability to develop an assessment prototype in the form of multiple choice questions based on literacy and numeracy. Mentoring pays attention to the structure of the content with a duration of 32 hours of lessons. The assistance provided also proves the ability of collaboration between study programs and alumni to ensure sustainable quality of human resources.
MENGENAL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM): PELATIHAN GURU YAYASAN PONDOK PESANTREN FATHUL HIDAYAH LAMONGAN Joan Hesti Gita Purwasih; Juri Wahananto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 5, No. 1, April 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v5i1p1-7

Abstract

The Minimum Competency Assessment (AKM) is a new policy in the world of education that has not been fully reached by teachers. The AKM questions are centered on measuring literacy and numeracy mastery. Strengthening literacy and numeracy does not only rely on Indonesian and Mathematics subjects. Other subjects also need to provide strengthening of these competencies. Therefore, teachers need to understand concepts, rules, and practices in developing literacy and numeracy-based questions. Experimental research with the type of one group pretest-posttest design was carried out through pretest, socialization, practice, and posttest techniques. As a result, improving the competence of teachers was able to provide optimal results. The results of the pretest showed a value of 48 and increased to 72 on the post. Thus, the results of this experiment can increase considerations for providing strengthening training to teachers in schools.Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan kebijakan baru dalam dunia pendidikan yang belum sepenuhnya dipahami oleh guru. Soal AKM berpusat pada pengukuran penguasaan literasi dan numerasi. Penguatan literasi dan numerasi tidak hanya bertumpu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Mata pelajaran lain juga perlu memberikan penguatan kompetensi tersebut. Oleh karena itu, guru perlu memahami konsep, kaidah, hingga praktik dalam pengembangan soal-soal berbasis literasi dan numerasi. Penelitian eksperimen dengan jenis one group pretest-posttest design dilakukan melalui teknik pretes, sosialisasi, praktik, hingga postes. Hasilnya, penguatan kompetensi guru ternyata mampu memberikan hasil yang optimal. Hasil pretes menunjukkan nilai 48 dan meningkat menjadi 72 pada postes. Dengan demikian, hasil eksperimen ini dapat memberikan penguatan pertimbangan untuk memberikan penguatan pelatihan kepada guru di sekolah.
Co-Authors Abd. Munif Adenia Qonitalillah Adinda Wiresti Saputri Agustin Putri Wulansari Ahmad Arif Widianto Alan Sigit Fibrianto Aliza Nur Sabila Anif Fatimatus Sholichah Anis Khoirun Nisa Anugrah Mahirah Al Kharisma Aprilya Dwi Nurjanah Apriyadi, Deny Wahyu Awan Setia Dharmawan Bella Fadhilatus Sanah Deny Wahyu Apriadi Desy Santi Rozakiyah dewi ayu anggraeni Dhanu Dewantara Aji Diah Astriani Putri S. Drajat Tri Kartono Dyah Ayu Savitri Emilia Putri Purnama Ervi Revilda Eva Fras Juiyanti Hutasoit Evafras Juiyanti Hutasoit Faizal Kurniawan Fitriatul Hasanah Hamida Zama Rahmatillah Hanindraputri, Eufrasia Kartika Haris Fajar Hasna Bararah M Hasna Bararah Mufidah Hebibah Syahrani Gumilar Herman, Muthia Chaerani Ifan Andriado Ika Nurul Aini Ika Nurul Aini Irawan Irawan Irawan Irawan Juri Wahananto Kiki Amelia Sari Luhita Rizkiyana Madhanni Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Luvi Mei Anggraini Mahendra Wijaya Meiji, Nanda Harda Pratama Mellina, Zulvida Maya Rizqi Moch. Aan Sugiharto Moch. Wahyu Pratama Mochamad Ilham Akbar Muhabbatillah, Sajidah Muhammad Hayat Muhammad Irfan Asrori Munti Kurnia Ningsih Muthia Chaerani Herman Najmah Zahiroh Nila Irchamniah Novela Wahyu Ramadhani Novita Kusuma Wardani Novita Kusuma Wardani Nur Hadi Okta Pujiana Panca Kumala Dewi Prabu Soko Arya Firdi Pramana Herjati Putra Dionchi Pratiwi, Seli Septiana Rachmad K. Dwi Susilo Ridwan Tajul Fahmi Risdawati Ahmad Risma Putri Artama rita arsyantie Rizka Maulidia Iffani Amalia Rohmatin Alfianistiawati Rossita Wijayanti Sajidah Muhabbatillah Sholichah, Anif Fatimatus Siti Zulaikha Susi Susanti Yenny Syavitri Yolanda Rizki Pebriana Zahratul Ilma