Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMBANGAN ASPEK PARIWISATA SUMBEREJO MELALUI PEMBUATAN DAN PELATIHAN VIDEO PROFIL Nanda Harda Pratama Meiji; Ridwan Tajul Fahmi; Joan Hesti Gita Purwasih; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 4, No. 1, April 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v4i1p30-35

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Desa Sumberejo yang terletak di ujung selatan Jember. Dua pantai indah berpasir hitam yang diapit 3 bukit menjadi daya Tarik utama Desa Sumberejo. Memiliki daerah persawahan yang luas dan hasil laut yang besar menjadi penambah potensi desa tersebut. Namun potensi yang ada belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Desa Sumberejo. Tidak tereskposnya keindahan pantai dan bukit membuat pengunjung yang datang hanya dari kawasan Jember sendiri. Diperlukan penyelesaian masalah berupa pemanfaatan media promosi dan branding desa. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan potensi yang dimiliki Desa Sumberejo melalui video profil desa dan pelatihan masyarakat pada pembuatan video profil desa. Media video dipilih karena mudah dipublikasikan di berbagai macam platform dan mudah menarik minat masyakat. Media video saat ini tengah mengalami tren yang besar di masyarakat, oleh sebab itu video dipilih menjadi media yang tepat untuk mengenalkan potensi yang dimiliki Desa Sumberejo pada khalayak umum. Keterlibatan masyarakat dalam setiap prosesnya sangat diperhatikan dan dimaksimalkan agar masyarakat tidak teraleniasi dengan perkembangan teknologi media yang hendak digunakan. Tidak hanya membuat, dalam pengabdian ini pemuda desa juga diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan video. Hal ini dilakukan agar kedepannya mereka mampu membuat video yang menarik untuk mengembangkan potensi desanya.
MENGENALKAN LESSON STUDY MELALUI PELATIHAN GURU DI LINGKUNGAN MADRASAH ALIYAH KABUPATEN MALANG Joan Hesti Gita Purwasih; Luhung Achmad Perguna
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 1, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.148 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p80-86

Abstract

Lesson Study merupakan cara yang cukup efektif digunakan untuk meningkatkan pembelajaran. Tiga tahapan berupa plan, do dan see menjadi karakteristik utama Lesson Study. Akan tetapi, Lesson Study belum banyak dikenal di lingkungan Madrasah Aliyah di Kabupaten Malang. Oleh karena itu, pengenalan Lesson Study diharapkan mampu memberikan wawasan bagi pendidik untuk bisa meningkatkan kualitas pembelajaran secara kolaboratif. Model pengenalan secara kolaboratif memberikan semangat dan antusiasme pendidik dalam mengenal Lesson Study. Semangat ini menjadi modal utama keberlangsungan Lesson Study pasca pelatihan, Kepedulian pihak sekolah, kelompok guru, dan akademisi dalam memfasilitasi praktik Lesson Study menjadi jalan untuk menuju penerapan dan pemanfaatan Lesson Study di waktu mendatang.
Dampak Belajar Dari Rumah Ervi Revilda; Nur Hadi; Joan Hesti Gita Purwasih
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2021): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.298 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v5i2.1133

Abstract

Work From Home diterapkan untuk mencegah dan mengurangi rantai penularan Covid-19. Kebijakan WFH ini berlaku juga pada dunia pendidikan, kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran dari rumah secara daring (Belajar dari rumah / BDR). Belajar yang dilakukan secara mandiri dirumah masig masing. Selama pelaksanaan pembelajaran secara daring, ternyata ditemukan ada beberapa peserta didik tingkat Sekolah Dasar yang bekerja untuk membantu orang tuanya mencari nafkah. Dengan demikian, artikel ini membahas mengenai bagaimana peserta didik tingkat Sekolah Dasar yang berkerja dan juga membahas pelaksanaan pembelajaran mandiri yang dilakukan peserta didik tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara pada 2 peserta didik tingkat Sekolah Dasar (1 peserta didik kelas 3 dan 1 peserta didik kelas 5) yang bekerja sebagai Joki Pemancing di Kolam Pancing X, 2 walipeserta didik, serta 1 guru dari pihak sekolah. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penilitian menunjukkan peserta didik tingkat Sekolah Dasar yang bekerja untuk membantu mencari nafkah orang tuanya, mereka bekerja atas inisiatif sendiri dan menyalurkan bakat mereka. Meskipun bekerja, mereka tetap mengikuti pembelajaran daring secara mandiri yang didampingi orang tua mereka. Terkadang dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini, pengerjaan peserta didik dikerjakan orang tua mereka, hal ini dikarenakan orang tuanya tidak sabar untuk mendampingi. Subjek Penilitian ini yaitu peserta didik yang bekerja di Kolam Pancing X, Kota Malang.
Implikasi Ekstrakurikuler Karate Pada Anak Sekolah Dasar Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Perguruan Dojo Cakrawala Institut Karate-Do Indonesia) Panca Kumala Dewi; Nur Hadi; Joan Hesti Gita Purwasih
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2021): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.692 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v5i2.1134

Abstract

Pembelajaran dan ekstrakurikuler disekolah belum dapat berjalan secara maksimal, sebab adanya peraturan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus disfungsinya sistem kebijakan pembelajaran daring dimasa pandemi yang berdampak pada orang tua dan siswa serta efektifitasnya ekstrakurikuler diluar sekolah secara tatap muka untuk menjadikan anak eksis dan sehat secara fisik dan mental. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di perguruan Dojo Cakrawala INKAI Kota Malang. Dalam penelitian ini responden ada satu sensei atau guru dalam perguruan, tiga orang tua siswa dan tiga siswa yang latihan di dojo cakrawala. Unit analisisnya menggunakan teori fungsionalis AGIL Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya disfungsi antara kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran daring yang membuat siswa sekolah dasar mengalami hambatan dalam melakukan aktivitas fisik dalam pembelajaran disekolah. Kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler diluar sekolah dapat sebagai solusi untuk anak belajar memanfaatkan waktu dengan baik sehingga dapat mengoptimalisasikan perkembangan motorik dan dapat mengurangi tingkat kejenuhan anak dalam menghadapi pembelajaran daring.
Transformasi televisi sebagai media belajar di tengah pandemi dalam kacamata rasional instrumental Rohmatin Alfianistiawati; Pramana Herjati Putra Dionchi; Hasna Bararah M; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.563 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p116-124

Abstract

During the Covid-19 pandemic, various areas of life experienced changes and adjustments, including in the field of education by conducting distance learning. As a form of adjustment for distance learning, the government and educators use television as a learning medium. The transformation of television as a learning medium is aimed at every level of education, one of which is at the high school level. This study aims to determine the form of television transformation in the perspective of the instrumental rational theory as well as the perspective of students on learning through television. This research was conducted using descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation and interviews. The results obtained in the form of structured programs during learning through television as a form of instrumental rational action during distance learning as well as the perspective of students with this transformation. Pada masa pandemi Covid-19 berbagai bidang dalam kehidupan mengalami perubahan serta penyesuaian, termasuk pada bidang pendidikan dengan mengadakan pembelajaran jarak jauh. Sebagai bentuk penyesuaian pembelajaran jarak jauh tersebut pihak pemerintah serta pendidik memanfaatkan televisi sebagai media belajar. Transformasi televisi sebagai media belajar ini ditujukan pada setiap jenjang pendidikan, salah satunya pada jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk transformasi televisi dalam perspektif teori rasional instrumental tersebut serta perspektif peserta didik akan kegiatan belajar memelalui televisi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara. Hasil yang diperoleh berupa adanya program terstruktur selama pembelajaran melalui televisi sebagai bentuk tindakan rasional instrumental selama pembelajaran jarak jauh serta perspektif peserta didik dengan adanya transformasi tersebut.
Penanganan konseling siswa selama pandemi COVID-19 di SMA Negeri 8 Malang Muhammad Irfan Asrori; Nur Hadi; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.15 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i7p824-831

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permasalahan yang timbul pada pembelajaran online selama masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 8 Malang dan peran Bimbingan Konseling (BK) dalam menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data dan disajikan dalam bentuk matriks. Narasumber penelitian ini dipilih dengan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa permasalahan pembelajaran dikategorikan menjadi dua yaitu permasalahan yang dialami Guru dan permasalahan yang dialami Siswa oleh karena itu, BK melakukan penanganan terhadap permasalahan tersebut yang dilakukan secara bertahap yaitu analisis masalah, penanganan lebih lanjut dan pemberian tindakan preventif.
DINAMIKA KONFLIK IDENTITAS PENGHAYAT SAPTA DARMA DI DESA SUKORENO, JEMBER, JAWA TIMUR Fitriatul Hasanah; Ahmad Arif Widianto; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v16i1.2250

Abstract

The polemic of religious identity between “penghayat kepercayaan” (believers of indigenous religion) and followers of the official religions in Indonesia is still become a sensitive issue, which adds to the long list of marginalization of indigenous believers in Indonesia. Several forms of marginalization are: forcing to choose certain official religions in their National ID Card, the pros and cons of the burial places of the deceased indigenous believers, and restrictions on the construction of their worship places. This article aims to elaborate the dynamics of identity conflict between adherents of the Sapta Darma (one of indigenous belief) and the followers of official religions in Sukoreno Village, Jember, East Java. This study uses a qualitative approach using observation, in-depth interviews with 7 (seven) informants of Sapta Darma followers, and members of FKUB (Forum of Religious Harmony) for the data collection. The results of the study reveal that this identity polemic has made it difficult for adherents of Sapta Dharma to change their religious identity on their ID cards. As a consequence, they also have difficulty in accessing public burial places. Conflict resolution efforts are carried out through FKUB by providing socialization of knowledge on nationality and cultural perspective to the interfaith leaders. Polemik identitas agama antara penghayat kepercayaan dengan pemeluk agama resmi di Indonesia masih menjadi isu yang menambah daftar panjang marginalisasi penganut kepercayaan di Indonesia. Bentuk marginalisasi ini mengarah kepada pemaksaan pencantuman agama tertentu dalam KTP dan KK warga penghayat, pro dan kontra tempat pemakaman warga penghayat yang meninggal, dan pembatasan pembangunan rumah peribadatan bagi warga penghayat. Artikel ini bermaksud untuk mengelaborasi dinamika konflik identitas antara penghayat kepercayaan Sapta Darma dengan para pemeluk agama resmi, dengan mengambil lokasi tempat di Desa Sukoreno, Jember, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam terhadap 7 (tujuh) informan warga penghayat Sapta Darma, dan anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa polemik identitas ini mengakibatkan warga pengahayat kesulitan dalam mengganti identitas agamanya di KTP dan KK sehingga mereka memiliki identitas ganda dan kesulitan dalam mengakses tempat pemakaman umum. Upaya resolusi konflik dilakukan melalui FKUB dengan memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan dan pendekatan kultural dengan tokoh lintas agama.
Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Gunung Meletus Melalui Pembelajaran Mosaik Emilia Putri Purnama; Dyah Ayu Savitri; Yolanda Rizki Pebriana; Joan Hesti Gita Purwasih
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i3.4389

Abstract

Desember 2021 telah terjadi erupsi Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan memberikan dampak besar bagi segala kehidupan, tak terkecuali anak-anak. Oleh karena itu, tim pengabdian melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak korban Semeru mengenai kesiapsiagaan bencana gunung meletus supaya kedepannya mereka lebih siap dan tidak mengalami trauma jika menghadapi peristiwa serupa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada 24 Juli 2022 di kawasan Huntara Semeru dan diikuti oleh 35 peserta. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan menerapkan pembelajaran mosaik melalui sosialisasi dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sudah mencapai indikator keberhasilan berdasarkan penilaian yang diberikan oleh mitra. Adapun indikator keberhasilan tersebut yaitu ketepatan dalam pemilihan metode pengabdian, respons peserta kegiatan pengabdian, pemahaman peserta terkait macam-macam rambu yang ada di kawasan rawan bencana gunung meletus, dan pemahaman peserta terkait hal-hal yang harus diperhatikan ketika pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana.
EKSISTENSI KERAJINAN GERABAH TRADISIONAL DI DUSUN PRECET BLITAR MELALUI DESA WISATA EDUKASI KAMPUNG GERABAH Aprilya Dwi Nurjanah; Aliza Nur Sabila; Novela Wahyu Ramadhani; Joan Hesti Gitapurwasih
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 24, No 2 (2022): (December)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v24.n2.p257-266.2022

Abstract

In contrast to other craftsmen who experienced a decline, the traditional pottery industry in Precet actually experienced an increase. The purpose of the study was to determine the strategy of the pottery craftsmen in Precet Hamlet in maintaining their culture so that traditional pottery crafts still exist. The research was conducted in Precet, Plumpungrejo, Kademangan, Blitar. Using this type of qualitative research with a case study approach. Determination of research subjects by purposive sampling method. Data collection techniques are interviews with five informants, observation, and documentation. as for the data validity technique using source triangulation and data analysis is carried out through the stages of Miles and Huberman. The results of this study are people who still maintain their culture from generation to generation, innovations that continue to be carried out according to market needs, and a supportive surrounding environment so that the traditional pottery industry survives. This research is examined using the theory of structural functionalism from Talcot Parson. Parson coined the famous scheme of functions known as the acronym AGIL. The existence of this research is expected to be used as a motivation to continue to innovate with modern technology that helps facilitate craftsmen in making pottery.
Student's Rationality for Continuing Education in Equivalency Program (Case Study at Sabilum Najjah Community Learning Center) Hasna Bararah Mufidah; Joan Hesti Gita Purwasih; Mochamad Ilham Akbar; Dhanu Dewantara Aji
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 10, No 3 (2022): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing August 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v10i3.115721

Abstract

Education is an effort made by individuals to acquire knowledge in the learning process. The number of people in Malang City who drop out of school and cannot complete their education is a problem for the community and the government. One solution for the community to be able to complete their education is to attend a non-formal school, one of the non-formal schools in Malang that has been recognized and trusted, namely PKBM Sabilun Najjah. This research is a descriptive qualitative research with the aim of knowing the rationality of learners in continuing their education at PKBM Sabilun Najjah and the expectations of learners in continuing their education in PKBM. Based on the results of the study, learners continue their education at PKBM Sabilun Najjah not only to get a diploma, but learners have special reasons, namely PKBM Sabilun Najjah has adequate facilities and programs, has official and accredited permits, school distance is close to home, and there are family relationship between learners and tutors. The hope of learners after completing their education at PKBM Sabilun Najjah is that they hope to create a business, get relationships, complete requirements from agencies, and get recognition by completing their education at PKBM Sabilun Najjah.Keywords: PKBM, Rational Action, Equality Program
Co-Authors Abd. Munif Adenia Qonitalillah Adinda Wiresti Saputri Agustin Putri Wulansari Ahmad Arif Widianto Alan Sigit Fibrianto Aliza Nur Sabila Anif Fatimatus Sholichah Anis Khoirun Nisa Anugrah Mahirah Al Kharisma Aprilya Dwi Nurjanah Apriyadi, Deny Wahyu Awan Setia Dharmawan Bella Fadhilatus Sanah Deny Wahyu Apriadi Desy Santi Rozakiyah dewi ayu anggraeni Dhanu Dewantara Aji Diah Astriani Putri S. Drajat Tri Kartono Dyah Ayu Savitri Emilia Putri Purnama Ervi Revilda Eva Fras Juiyanti Hutasoit Evafras Juiyanti Hutasoit Faizal Kurniawan Fitriatul Hasanah Hamida Zama Rahmatillah Hanindraputri, Eufrasia Kartika Haris Fajar Hasna Bararah M Hasna Bararah Mufidah Hebibah Syahrani Gumilar Herman, Muthia Chaerani Ifan Andriado Ika Nurul Aini Ika Nurul Aini Irawan Irawan Irawan Irawan Juri Wahananto Kiki Amelia Sari Luhita Rizkiyana Madhanni Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Luvi Mei Anggraini Mahendra Wijaya Meiji, Nanda Harda Pratama Mellina, Zulvida Maya Rizqi Moch. Aan Sugiharto Moch. Wahyu Pratama Mochamad Ilham Akbar Muhabbatillah, Sajidah Muhammad Hayat Muhammad Irfan Asrori Munti Kurnia Ningsih Muthia Chaerani Herman Najmah Zahiroh Nila Irchamniah Novela Wahyu Ramadhani Novita Kusuma Wardani Novita Kusuma Wardani Nur Hadi Okta Pujiana Panca Kumala Dewi Prabu Soko Arya Firdi Pramana Herjati Putra Dionchi Pratiwi, Seli Septiana Rachmad K. Dwi Susilo Ridwan Tajul Fahmi Risdawati Ahmad Risma Putri Artama rita arsyantie Rizka Maulidia Iffani Amalia Rohmatin Alfianistiawati Rossita Wijayanti Sajidah Muhabbatillah Sholichah, Anif Fatimatus Siti Zulaikha Susi Susanti Yenny Syavitri Yolanda Rizki Pebriana Zahratul Ilma