Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : NALARs

ANALISIS KONSEP GREEN ROOF PADA KAMPUS SCHOOL OF ART, DESIGN AND MEDIA NTU SINGAPORE DAN PERPUSTAKAAN UI DEPOK Ratna Dewi Nur'aini
NALARs Vol 16, No 2 (2017): NALARs Volume 16 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.16.2.161-168

Abstract

ABSTRAK. Jakarta termasuk salah satu kota yang terletak di daerah beriklim tropis. Sebagai ibukota negara, Jakarta mempunyai kepadatan penduduk sangat tinggi, lahan terbuka hijau semakin berkurang. Banyak sekali ditemukan bangunan yang menggunakan Air Conditioning (AC) sehingga akan menimbulkan global warming. Bangunan pendidikan merupakan salah satu bangunan yang perlu didesain sedemikian rupa sehingga menjadi nyaman dan tidak merusak lingkungan, yang akan mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Perlu adanya kajian konsep green building pada bangunan-bangunan yang mempunyai fungsi pendidikan di daerah iklim tropis untuk menjadi sumber referensi yang nantinya bisa diterapkan di kota Jakarta pada khususnya. Pada penelitian ini kajian green building difokuskan pada analisis tentang green roof pada bangunan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi konsep green roof bangunan kampus School of Art, Design and Media NTU Singapore dan bangunan Perpustakaan UI Depok dan menganalisisnya untuk dapat diterapkan di Kota Jakarta pada khususnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah kampus Nanyang Technological University School of Art, Design and Media Singapura dan Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia Depok yang menggunakan aplikasi green roof. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem berkelanjutan telah menjadi salah satu kebijakan prioritas di kota Singapura dan Jakarta. Green roof tidak hanya merupakan upaya untuk menciptakan arsitektur berkelanjutan, tetapi juga dari segi estetika. Green roof merupakan salah satu aplikasi konsep green building yang tepat untuk diaplikasikan pada bangunan–bangunan pendidikan yang ada di Jakarta sebagai kota yang memiliki kepadatan bangunan tinggi dan lahan terbuka hijau yang sangat terbatas.Kata kunci:bangunan pendidikan,greenroof, iklim tropis, Kampus NTU, Perpustakaan UI Depok
INVESTIGATION OF CERAMIC ROOF, METALLIC ROOF AND CONCRETE ROOF THERMAL PERFORMANCE IN TROPICAL CLIMATE Ratna Dewi Nur'aini
NALARs Vol 13, No 2 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.13.2.%p

Abstract

ABSTRACT. The objectives of this research are to investigate thermal performance of ceramic roof, metallic roof, and concrete roof. Experimental buildings were located in Universiti Teknology PETRONAS (UTP), Perak, Malaysia that had three different types of roof: ceramic roof, metallic roof, and concrete roof. This research measured temperature outdoor and indoor. The results of this research were the highest outdoor and indoor temperature compared between three types of roofs was on metallic roof. The highest heat flux compared between three types of roofs was on metallic roof. The highest value of cooling energy compared between three types of roofs was on metallic roof. The room in building with metallic roof needs more energy to reduce temperature than room in building with ceramic roof and concrete roof. ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti tentang suhu termal yang dihasilkan oleh atap genteng keramik, atap jenis logam, dan atap beton. Obyek untuk eksperimen dalam penelitian ini mengambil tiga bangunan dengan konstruksi atap berbeda (genteng keramik, logam, dan beton) yang berlokasi di Universiti Teknology PETRONAS. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melakukan pengukuran suhu luar dan suhu dalam ruangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa atap jenis logam mempunyai suhu luar dan suhu dalam tertinggi, nilai heat flux tertinggi dibandingkan jenis atap genteng keramik dan atap beton, sehingga ruang dalam bangunan dengan jenis atap logam membutuhkan lebih banyak energi untuk menurunkan suhu ruangan dalam bangunan dibandingkan dengan atap jenis genteng keramik dan atap beton.
Kajian Aspek Vernakularitas Pada Rumah Kilungan Di Kota Lama Kudus Anisa Anisa; Ratna Dewi Nur'aini
NALARs Vol 19, No 2 (2020): NALARs Volume 19 Nomor 2 Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.19.2.105-114

Abstract

ABSTRAK. Kota Lama Kudus mempunyai karakteristik menarik dengan adanya tiga elemen yaitu menara, masjid, dan makam, yang ketiganya mempunyai daya tarik dan pengikat bangunan-bangunan di sekitarnya. Rumah kilungan merupakan sebutan lokal rumah yang berada dalam satu lingkup dinding tinggi masif setinggi 3-4 meter, yang berisi rumah tradisional atau rumah gedong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menafsirkan makna aspek vernakularitas rumah kilungan di Kota Lama Kudus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus rumah di dalam kilungan di Kota Lama Kudus. Rumah Kilungan Kudus mempunyai susunan jogosatru, gedongan dan pawon. Keseluruhan material rumah kilungan terbuat dari kayu, digunakan pada kuda-kuda, dinding, gebyok, tiang, blandar, pintu dan jendela, kecuali pada lantai dan penutup atap.Tujuan utama rumah kilungan dibuat untuk melindungi barang dagangan yang tersimpan di dalam rumah. Latar sebagai pusat atau orientasi permukiman merupakan ruang terbuka yang dapat langsung terlihat ketika  memasuki kilungan. Pada aspek budaya ditemukan keterkaitan antara bentuk rumah dengan aktivitas masyarakat yaitu mengaji dan berdagang, mempunyai pintu penghubung dengan tetangga meskipun tidak terdapat hubungan kekerabatan. Penempatan pintu masuk kilungan dari arah samping dan menuju ke latar ini dapat dimaknai bahwa rumah kilungan mempunyai privasi yang tinggi. Pada aspek lingkungan, Kota Kudus dikenal sebagai kota santri, bangunan utama dalam rumah kilungan menghadap selatan, mempunyai lahan memanjang utara-selatan, orientasi ke arah latar dan terdapat pintu masuk dari arah samping.Kata kunci: Kilungan, Kota Lama Kudus, Latar, Material Kayu, VernakularABSTRACT. Kudus Old City has a characteristic with the three elements of the tower, mosque, and tomb, which have the appeal and binding of the surrounding buildings. The kilungan house is a local design in a massive 3-4 meter high wall, which contains a traditional or gedong house. The objectives are to identify, describe, and interpret the meaning of vernacular aspects of the kilungan house in Kudus Old City. This research used a descriptive qualitative method with a case study of a kilungan house in Kudus Old City. Kilungan house has an arrangement of jogosatru, gedongan, and pawon. The house's entire material is made of wood, used on kuda-kuda, walls, gebyok, column, blandar, doors, and windows, except on the floor and roof coverings. Latar as the center or orientation of the settlement is an open space that can be directly seen when entering kilungan. In the cultural aspect, found the relation between the form of the house with community activities, especially praying and trading has a connecting door with neighbors even though there is no kinship. The entrance of kilungan from the side and towards the Latar can be interpreted as the kilungan house with high privacy. In the environmental aspect, the Kudus City is known as the city of santri. The main building in the kilungan house is south orientation, has a land stretching north-south, orienting towards the Latar, and there is an entrance from the side.Keywords: Kilungan, Kudus Old City, Latar, Wood Material, Vernacular
KEGIATAN RITUAL ZIARAH MAKAM HABIB HUSEIN ALAYDRUS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGGUNAAN RUANG PUBLIK DI KAMPUNG LUAR BATANG Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Ratna Dewi Nur'aini
NALARs Vol 17, No 1 (2018): NALARs Volume 17 Nomor 1 Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.17.1.79-86

Abstract

ABSTRAK. Kegiatan yang dilakukan oleh manusia akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini membahas tentang kegiatan yang dilakukan pada Makam dan Masjid Bersejarah serta melihat pengaruhnya terhadap penggunaan ruang Publik. Objek studi yang diambil menjadi studi kasus adalah Makam dan masjid Luar Batang yang terletak di permukiman padat penduduk. Studi kasus ini diambil dengan pertimbangan bahwa Makam dan Masjid Luar Batang termasuk kawasan masjid bersejarah yang sampai saat ini masih ramai menjadi tujuan ziarah. Menariknya, Makam dan Masjid ini terletak di daerah padat penduduk yang minim ruang publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan serta mendapatkan relasi dari kegiatan ritual ziarah Makam Habib Husein dengan penggunaan ruang publik di Kampung Luar Batang. Metode penelitian menggunakan deskriptif interpretatif terhadap data dan analisis secara kualitatif dengan sampel diambil secara purposif. Kegiatan yang diamati adalah kegiatan ritual ziarah Makam dan kegiatan yang dilakukan di ruang publik. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ada relasi dari kegiatan ritual ziarah makam Habib Husein dengan penggunaan ruang publik di Sekitar Masjid Luar Batang. Kegiatan yang masuk dalam ritual ziarah makam antara lain berdo’a-sholat-mengaji di sekitar Makam, kegiatan akhir ziarah, haul habib Husein, dan pengajian di Masjid Luar Batang yang merupakan rangkaian dari ziarah. Sedangkan ruang publik  pada Kampung Luar Batang yang berkaitan dengan kegiatan ziarah adalah halaman masjid Luar Batang dan jalanan umum. Kegiatan ritual ziarah makam menimbulkan kegiatan lain di ruang publik. Aktivitas lain yang dimaksud adalah aktivitas yang berhubungan dengan komersil dan kegiatan sosial. Kata kunci : kegiatan ritual ziarah, makam Habib Husein, ruang publik, Kampung Luar Batang. ABSTRACT. Activities undertaken by humans will affect the surrounding environment. This study discusses the activities conducted at the Tomb and the Historical Mosque as well as see the effect on the use of Public space. The object of the research taken into the case study is the Tombs and Masjid Luar Batang located in densely populated settlements. This case study was taken into the consideration that the Tombs and Masjid Luar Batang including the historic mosque which until now is still a busy pilgrimage destination. Interestingly, the Tomb and the Mosque is located in a densely populated area with minimal open space. The purpose of this research is to describe and interpret and get relation from the activity of pilgrimage Habib Hussein Habib with the use of public space in Kampung Luar Batang. The research method used descriptive interpretative of the data and analyzed qualitatively with the sample taken purposively. The activities observed were the activities of the pilgrimage rituals of the Tomb and the activities carried out in the public sphere. The results obtained from this research is no relation to the activities of pilgrimage Habib Husein tomb with the use of public space in the vicinity of Masjid Luar Batang. Activities included in the pilgrimage ritual of the tomb include praying around the Tomb, the end of the pilgrimage, haul Habib Hussein, and praying in Masjid Luar Batang which is a series of pilgrimages. While the public space in Kampung Luar Batang associated with the pilgrimage activities is the courtyard outside the Stem and public streets. The ritual pilgrimage activity of the tomb raises other activities in the public sphere, other activities in question are activities related to commercial and social activities. Keywords: pilgrimage ritual activity, Habib Hussein's grave, public space, Kampung Luar Batang. 
FUNGSI MASJID BERSEJARAH LUAR BATANG, JAKARTA UTARA, DAN PENGARUHNYA TERHADAP POLA PERMUKIMAN DI SEKITARNYA Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Ratna Dewi Nur'aini
NALARs Vol 16, No 2 (2017): NALARs Volume 16 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.16.2.169-178

Abstract

ABSTRAK. Fungsi atau aktivitas yang terjadi pada suatu bangunan bersejarah akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini mengamati aktivitas yang dilakukan pada bangunan bersejarah Masjid Luar Batang, Jakarta Utara, dan melihat pengaruhnya terhadap  permukiman yang terbentuk di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kesimpulan mengenai pengaruh dari aktivitas masjid terhadap permukiman yang ada di sekitarnya. Penelitian dilakukan di permukiman sekitar Masjid Luar Batang Jakarta Utara. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan sampel diambil secara purposif. Aktivitas yang diamati adalah aktivitas rutin pada bangunan bersejarah yang meliputi aktivitas harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bentuk permukiman yang terkait erat dengan bangunan bersejarah, Masjid Luar Batang. Jalur jalan besar dan permukiman yang padat terjadi pada jalur utama menuju masjid Luar Batang. Dalam konteks lingkungan permukiman yang padat, ruang terbuka di sekitar masjid Luar Batang menjadi ruang publik yang banyak bermanfaat bagi permukiman sekitarnya. Kata kunci : bangunan bersejarah, fungsi, masjid Luar Batang, permukiman. ABSTRACT. Functions or activities that occur within a historic building will affect the surrounding environment. This study looked at the activities undertaken in the historic buildings LuarBatang Mosque, North Jakarta, and saw its influence on the settlements that formed around it. The purpose of this research is to get a conclusion about the effect of the mosque activitiesand its influence on settlements around it. The study was conducted in a settlement around the  LuarBatang Mosque,  North Jakarta. The research method using descriptive qualitative with the sample taken by purposive sampling. Activities observed are regular activities in historic buildings which include daily, weekly, monthly and yearly activities. The conclusion of this research is the form of settlement that is closely related to the historical building, the mosque of Luar Batang. Major roads and dense settlements occur on the main route to the LuarBatang Mosque. In the context of a dense residential neighborhood, open space around the LuarBatang mosque becomes a public space that is become a great use to the surrounding settlements. Keywords: historic building, function, LuarBatang mosque, settlement.
PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK HUNIAN DI MASA PANDEMI Anisa Anisa; Finta Lissimia; Ratna Dewi Nur'aini; Ashadi Ashadi; Munirah Radin Mohd Mokhtar
NALARs Vol 21, No 2 (2022): NALARs Volume 21 Nomor 2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.21.2.85-96

Abstract

ABSTRAK. Pandemi COVID-19 mulai muncul pada akhir tahun 2019. Hal ini berpengaruh terhadap perubahan tatanan dalam berbagai kehidupan. Salah satu penyebab dari perubahan tatanan ini adalah karena semua kegiatan yang pada awalnya dilakukan di luar rumah, berubah total dengan sistem Work From Home (WFH) dan Belajar Dari Rumah (BDR) menjadi kegiatan yang dilakukan di dalam rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan perubahan fungsi dan bentuk ruang hunian di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sesuai dengan tujuannya untuk melihat perubahan bentuk dan fungsi hunian sederhana. Perubahan bentuk dilakukan dengan mengamati bentuk dan fungsi sebelum dan sesudah pandemi,  mengamati keadaan saat pandemic dan melakukan wawancara untuk mengetahui bentuk dan fungsi sebelum pandemic. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling pada 13 rumah dengan luasan kecil, sedang, dan besar. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perubahan yang terjadi pada rumah di sebabkan oleh pandemi yang terjadi.Perubahan tersebut ditemukan pada bertambahnya aktivitas yang terjadi pada ruang.Sedangkan bentuk ruang dan rumah tidak mengalami perubahan.Penambahan aktivitas ini disebabkan karena adanya WFH (bekerja dari rumah) dan BDR (belajar dari rumah), yang merupakan dua aktivitas tambahan yang muncul selama pandemic. Temuan lain dari penelitian ini adalah dua ruang yang digunakan oleh pengguna untuk melakukan kegiatan selama pandemic yaitu ruang tamu dan kamar. Ruang tamu digunakan sebagai tempat belajar daring bagi pengguna usia SD, namun untuk pengguna usia SMA dan kuliah kegiatan BDR/kuliah daring dilakukan di dalam kamar. Sedangkan orangtua melakukan kegiatan WFH lebih banyak di kamar karena membutuhkan ketenangan dan privasi. Kata kunci: Perubahan, fungsi dan bentuk, hunian ABSTRACT. The COVID-19 pandemic began to emerge at the end of 2019. This condition affects changes in the order of different lives. One of the causes of this change is that all activities that were originally carried out outside the home have completely changed with the Work From Home (WFH) and Learning From Home (BDR) systems into activities carried out at home. This study aims to identify and describe changes in the function and form of residential spaces during the pandemic. This study uses a qualitative descriptive method following its purpose to see changes in the form and function of simple dwellings. Changes in the form are carried out by observing the form and function before and after the pandemic, observing the situation during the pandemic, and conducting interviews to find out the form and function before the pandemic. Data were collected by purposive sampling on 13 houses with small, medium, and large areas.The result of this study is that changes occurred in the house caused by the pandemic. These changes were found in the increased activity in the room. Meanwhile, the shape of the room and place did not change. This additional activity was due to the existence of WFH (working from home). And BDR (study from home) are two different activities that have emerged during the pandemic. Another finding from this study is that users use two spaces to carry out activities during the pandemic: the living room and the bedroom. The living room is used as an online learning place for elementary school-age users, but for high school and college-age users, BDR / online lecture activities are carried out in the room. Meanwhile, parents do WFH activities more in the room because they need peace and privacy.Keywords: Change, function and form, residence