Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN YOGURT BERBASIS KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata) DENGAN METODE FREEZE DRYING (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI) [IN PRESS JULI 2015] Yana, Malsa Fian; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.546 KB)

Abstract

Kacang tunggak (Vigna unguiculata L.) merupakan bahan pangan lokal tinggi protein. rendah lemak, potensinya  kurang. Pembuatan yogurt bubuk berbasis kacang tunggak mejadi pilihan produk yogurt untuk vegetarian membutuhkan protein dan menghindari kolesterol. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi penambahan bahan pengisi terbaik agar didapat yogurt berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik berdasarkan fisik, kimia, mikrobiologi dan organoleptik diperoleh pada perlakuan dekstrin 15% dan maltodesktrin 15%. Perlakuan dekstrin 15% menghasilkan bubuk rendemen 26.13%, kadar air 2.36%, kecerahan 93. Karakteristik rekonstitusi kecepatan rehidrasi 0.34g/s, pH 3.93, total asam 1.21%, viskositas 100cp, kecerahan 61, kadar protein 3.78%, BAL 2.19x108 cfu/ml. Skor warna 4.85, aroma 4.1, rasa 4.25 dan kekentalan 4.3. Perlakuan maltodekstrin 15% menghasilkan bubuk rendemen 27.46%, kadar air 3.25%, kecerahan 93.1. Karakteristik rekonstitusi kecepatan rehidrasi 0.48g/s, pH 4.02, total asam 0.99%, viskositas 143cp, kecerahan 61.3, kadar protein 3.80% dan total BAL 2.30x108 cfu/ml. Skor warna 5.25, aroma 4.65, rasa 4.75 dan kekentalan 4.45.   Kata Kunci : Dekstrin, Kacang Tunggak, Maltodekstrin, Yogurt
APLIKASI KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PADA ES KRIM [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Nugroho, Yan Abdi; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.946 KB)

Abstract

Pemanfaatan kulit manggis di Indonesia masih sebatas suplemen pangan seperti pil atau jus, padahal produk hasil olahan kulit manggis masih sangat diminati. Oleh sebab itu dilakukan pembuatan es krim dengan penambahan kulit manggis sebagai sumber antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan penambahan konsentrasi sari kulit manggis dan jenis penstabil terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi sari kulit manggis (10,15,20%) dan jenis bahan penstabil (CMC dan Gum Arab 0.25%). Perlakuan terbaik parameter fisik pada konsentrasi sari kulit manggis 20% dengan jenis penstabil gum arab mempunyai nilai aktivitas antioksidan 97.98%; Kadar protein 2.75%; Kadar lemak 3.34%; Total padatan 26.63%; Kecepatan leleh 19.33 menit/100 g; serta Overrun 16.20%.   Kata Kunci: Antioksidan, Bahan Penstabil, Es Krim, Kulit Manggis
PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR LAYAK KONSUMSI DI KOTA MALANG DENGAN METODE MODIFIKASI FILTRASI SEDERHANA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Untari, Tanti; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.461 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup sedangkan ketersediaan air bersih secara kuantitas dan kualitas rendah. Hujan dapat menjadi solusi namun butuh pengolahan lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari rancangan pengolahan filtrasi yang dimodifikasi dan mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan biologi dari air hujan Kota Malang yang dibandingkan dengan air hasil filtrasi air hujan dan standar baku mutu sesuai dengan Persyaratan Kualitas Air Bersih dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahap yaitu penampungan air hujan, preparasi pipa dan media filter kemudian  air hujan difiltrasi. Karakteristik fisik, kimia dan biologi air hujan di Kota Malang memenuhi standar baku mutu air bersih dari Permenkes RI Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 dan hasil lebih optimal menurunkan beberapa parameter dengan teknologi filtrasi termodifikasi. Rancangan pengolahan filtrasi yang dimodifikasi cukup efektif dalam memperbaiki akarakteristik air. Kata kunci: Air Bersih, Air Hujan, Filtrasi, Modifikasi
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Lactobacillus casei PADA ES KRIM PROBIOTIK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Febriyanti, Lenny Yudha; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.823 KB)

Abstract

Pemanfaatan kulit pisang di Indonesia hanya sebatas dibuang sebagai limbah tak berguna.Oleh sebab itu dilakukan pembuatan es krim probiotik dengan penambahan tepung kulit pisang sebagai nutrien untuk pertumbuhan Lactobacillus casei. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kulit pisang dan konsentrasi penambahan tepung kulit pisang yang tepat pada es krim probiotik dan memperoleh kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan parameter yang telah ditentukan untuk memperoleh pertumbuhan bakteri Lactobacillus casei pada es krim probiotik yang maksimum. Penelitian ini mengunakan Rancangan Tersarang (Nested) dengan 2 faktor, dimana faktor I adalah Jenis Kulit Pisang terdiri dari 2 level ( Pisang Ambon dan Pisang Raja) dan Konsentrasi Penambahan Tepung Tepung Kulit Pisang terdiri dari 3 level (2%, 4%, 6%). Perlakuan terbaik untuk es krim probiotik diperoleh pada proporsi jenis pisang raja dengan konsentrasi 4%. Dengan nilai masing-masing parameter yaitu total gula 16.47%, total BAL 5.43x1010 CFU/ml, total asam 0.05%, dan pH 4.15.   Kata Kunci: Es Krim, Kulit Pisang, Lactobacillus casei, Probiotik,  
PEMBUATAN BISKUIT BERAS PARBOILED (KAJIAN PROPORSI TEPUNG BERAS PARBOILED DENGAN TEPUNG TAPIOKA DAN PENAMBAHAN KUNING TELUR) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Aj-juwita, Afla Tazakka; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.723 KB)

Abstract

Kebutuhan dasar manusia berupa pangan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu bentuk produk pangan yang diminati anak-anak hingga orang dewasa mulai masyarakat ekonomi bawah sampai atas adalah biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi terbaik antara tepung tapioka dan tepung beras parboiled serta penambahan kuning telur agar didapatkan biskuit dengan kualitas baik. Proses pembuatan biskuit pratanak adalah perendaman gabah didalam air (60ºC, 5 jam), pengukusan (20 menit), pengeringan (55ºC, 4 jam), penepungan dan pembuatan biskuit. Hasil penelitian menunjukkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi 60 : 40 dan penambahan kuning telur 6%. Biskuit tersebut memiliki kadar air 2.56 %, kadar lemak 27.08 %, kadar protein 3.19 %, kadar karbohidrat 66.57 %, kadar abu 0.60 %, amilosa 23.19 %, yang memiliki skor kesukaan terhadap rasa 4.55 (agak suka), warna 4.60 (agak suka), aroma 4.85 (agak suka), dan tekstur 4.60 (agak suka). Hasil analisis MTT secara in vivo menunjukkan kenaikan dan penurunan yang stabil.   Kata kunci: Beras Parboiled, Biskuit, Indeks Glikemik, Kuning Telur
ISOLASI DAN KARAKTERISASI PARSIAL ENZIM SELULASE DARI ISOLAT BAKTERI OS-16 ASAL PADANG PASIR TENGGER-BROMO [IN PRESS JANUARI 2016] Sonia, Nenu Maria Ovy; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.514 KB)

Abstract

Penanganan limbah pertanian di Indonesia belum dilaksanakan secara maksimal karena jumlahnya terlalu banyak dan mengandung selulosa yang sulit didegradasi. Tujuan penelitian ini, mendapatkan isolat bakteri selulolitik dari padang pasir Tengger-Bromo yang mampu bertahan pada kondisi ekstrim.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif, dan hasil perhitungan aktivitas enzim dipaparkan secara kuantitatif. Isolat bakteri OS-16 yang didapatkan memiliki kemampuan untuk memproduksi enzim selulase pada suhu tinggi, memiliki bentuk koloni bulat, berwarna putih dan agak tebal di bagian tengah dan pinggir koloni, bentuk tepi halus, merupakan bakteri Gram positif, mampu menghasilkan endospora, katalase positif, dan berbentuk basil. Aktivitas ekstrak enzim selulase kasar adalah 0.045 U/mL dengan suhu dan pH optimum 85oC dan 8. Aktivitas Enzim setelah presipitasi ammonium sulfat dan dialisis adalah 0.154 U/mL  dan 0.505 U/mL  dan kadar protein 2.15 mg/mL dan 1.56 mg/mL. Enzim selulase memiliki aktivitas tertinggi pada substrat dedak gandum sebesar 0.045 U/mL   Kata Kunci: Isolasi bakteri, Padang pasir Tengger-Bromo, Selulase, Selulosa.
PEMANFAATAN WHEY DALAM PEMBUATAN CASPIAN SEA YOGURT DENGAN MENGGUNAKAN ISOLAT Lactobacillus cremoris DAN Acetobacter orientalis [IN PRESS JANUARI 2016] Larasati, Tabitha; Kusnadi, Joni; Kusnadi, Joni; Widyastuti, Endrika
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.927 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi Caspian Sea Yogurt dengan memanfaatkan limbah whey keju. Caspian Sea Yogurt adalah yoghurt yang memiliki keasaman yang lebih rendah dan viskositas yang lebih besar dari yogurt biasa. Bakteri yang biasa digunakan untuk produksi Caspian Sea Yogurt adalah Lactobacillus lactis ssp cremoris dan Acetobacter orientalis. Yoghurt ini difermentasi pada suhu kamar setelah menambahkan 1/10 atau 1/20 volume starter yoghurt di dalam susu pada suhu kamar, karena Caspian Sea Yogurt difermentasi pada suhu rendah (sekitar 25 sampai 30°C) dari yogurt biasa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu: proporsi susu: whey (100: 0 sebagai kontrol; 75:25; 50:50; 25:75 sebagai parameter) dan konsentrasi starter (1.5%, 2% dan 2.5% (v/v)) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi susu sapi: whey (75:25) dengan konsentrasi starter (2.0%) masih dapat diterima dengan baik oleh panelis pada uji organoleptik dengan nilai perlakuan terbaik tetap pada perlakuan kontrol yaitu pada (susu: rasio whey 100: 0 dan konsentrasi starter 2.5%). Hasil perlakuan terbaik ini memiliki kandungan protein rata-rata 3.58%; total Bakteri Asam Laktat (BAL) dari 6.8x109 cfu/ml; 4.156 pH; total padatan 4.89 dPAs dan viskositas 0.26.   Kata kunci: Acetobacter orientalis, Caspian Sea Yogurt, Lactobacillus cremoris, whey
PEMANFAATAN WHEY DALAM PEMBUATAN CASPIAN SEA YOGURT DENGAN MENGGUNAKAN ISOLAT Lactobacillus cremoris DAN Acetobacter orientalis [IN PRESS JANUARI 2016] Larasati, Tabitha; Kusnadi, Joni; Kusnadi, Joni; Widyastuti, Endrika
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.927 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi Caspian Sea Yogurt dengan memanfaatkan limbah whey keju. Caspian Sea Yogurt adalah yoghurt yang memiliki keasaman yang lebih rendah dan viskositas yang lebih besar dari yogurt biasa. Bakteri yang biasa digunakan untuk produksi Caspian Sea Yogurt adalah Lactobacillus lactis ssp cremoris dan Acetobacter orientalis. Yoghurt ini difermentasi pada suhu kamar setelah menambahkan 1/10 atau 1/20 volume starter yoghurt di dalam susu pada suhu kamar, karena Caspian Sea Yogurt difermentasi pada suhu rendah (sekitar 25 sampai 30°C) dari yogurt biasa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu: proporsi susu: whey (100: 0 sebagai kontrol; 75:25; 50:50; 25:75 sebagai parameter) dan konsentrasi starter (1.5%, 2% dan 2.5% (v/v)) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi susu sapi: whey (75:25) dengan konsentrasi starter (2.0%) masih dapat diterima dengan baik oleh panelis pada uji organoleptik dengan nilai perlakuan terbaik tetap pada perlakuan kontrol yaitu pada (susu: rasio whey 100: 0 dan konsentrasi starter 2.5%). Hasil perlakuan terbaik ini memiliki kandungan protein rata-rata 3.58%; total Bakteri Asam Laktat (BAL) dari 6.8x109 cfu/ml; 4.156 pH; total padatan 4.89 dPAs dan viskositas 0.26.   Kata kunci: Acetobacter orientalis, Caspian Sea Yogurt, Lactobacillus cremoris, whey
STRAIN IMPROVEMENT Acetobacter xylinum MENGGUNAKAN ETHYL METHANE SULFONATE (EMS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SELULOSA BAKTERI [IN PRESS JANUARI 2016] Ifadah, Raida Amelia; Kusnadi, Joni; Wijayanti, Sudarma Dita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.289 KB)

Abstract

Acetobacter xylinum adalah bakteri yang digunakan pada produksi selulosa bakteri, namun produktivitasnya masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya adalah dengan melakukan strain improvement menggunakan Ethyl Methane Sulfonate (EMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu kontak EMS optimum yang mampu menghasilkan Acetobacter xylinum mutan dan mengetahui peningkatan selulosa yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan perlakuan EMS 5µl/ml dan lama waktu kontak 1, 2, 3, 4, 5 jam. Isolat mutan yang didapat  diuji kemampuan produksi selulosanya dan dibandingkan dengan wildtype. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mutagenesis EMS 5µl/ml pada Acetobacter xylinum selama 5 jam menghasilkan rasio kematian sebesar 91.75% dan menghasilkan 8 isolat mutan. Isolat  mutan M6 menghasilkan rendemen selulosa 67.19%, nilai ini 36.54% lebih tinggi dibandingkan wildtype. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan mutagenesis dengan EMS dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan produksi selulosa dari Acetobacter xylinum.   Kata Kunci: Acetobacter xylinum, Ethyl Methane Sulfonate (EMS), Mutagenesis, Selulosa bakteri
ORGANOLEPTIK DAN KARAKTERISTIK FISIK KEFIR ROSELLA MERAH (Hibiscus sabdariffa L.) DARI TEH ROSELLA MERAH DI PASARAN [IN PRESS JANUARI 2016] Hastuti, Afifah Puji; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.187 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman tanaman, salah satu tanaman tersebut yaitu rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.). Water kefir merupakan minumam probiotik yang mengandung bakteri baik bagi tubuh manusia. Pada saat ini, banyak produsen yang memanfaatkan teh rosella merah kering dalam bentuk teh seduh maupun teh celup, namun dalam bentuk lain seperti kefir teh rosella merah belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membandingkan sifat organoleptik dan fisik kefir teh rosella merah yang terbuat dari berbagai macam merk teh rosella merah yang beredar di pasaran baik berjenis seduh maupun celup. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 1 faktor perlakuan (6 merek teh rosella merah yang beredar di pasaran) dengan 3 ulangan. Perlakuan terbaik dengan Metode De Garmo diperoleh pada kefir teh rosella merah berjenis seduh merk Rosella Merah dengan karakteristik organoleptik rasa 3.05, aroma 2.75, warna 2.80, dan karakteristik fisik warna (L*) 24.43, warna (a+) 52.70, warna (b+) 8.70. Kefir teh rosella merah merupakan produk minuman fermentasi yang memiliki sifat fungsional sebagai antibakteri.   Kata Kunci : Kefir Teh Rosella Merah, Organoleptik, Probiotik, Water Kefir
Co-Authors A'rasyiJ Imaduddin A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adistia Ritri Prihandini Adistia Ritri Prihandini, Adistia Ritri Afifah Puji Hastuti Afifah Puji Hastuti, Afifah Puji Afla Tazakka Aj-juwita Afla Tazakka Aj-juwita Afriliana, Asmak AGUSTIN KRISNA WARDANI Agustin Mardiana, Nur Ahmad Zakiyul Wafi Ainina Ahmad Santoso Ali Masykur Ali Masykur Andayani, Dian Wuri Anik Ardianti Anik Ardianti Atmiral Ernes Ayu Fitriana Wulandari Baiq Dina Mariana Benediktus Hendra Perkasa Citra Firdhausi Citra Firdhausi Daimon Syukri Dedi Dedi Denta, Anggeria Oktavisa Dian Widya Ningtyas Dila Rahmawati Dr.Ir. Yunianta, DEA Dwi Esti Prayanti Dwi Ratnaningsih DWI SURYANTO Edi Priyo Utomo Elke Galuh Primurdia Elke Galuh Primurdia Elok Zubaedah Elok Zubaidah Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Eni Purwanti Eni Purwanti, Eni Erni Sofia Muritni Erni Sofia Murtini Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Estri Laras Arumingtyas Eunike Debora Purba Fadri, Rince Alfia Faiqotur Rohmania Feronika Heppy Sriherfyna Fitri Nurzanah Fitriyana, Nurul Isnaini Freini Dessi Efendi Hakiki, Hilda Maghfirotu Hamidin Rasulu Hana Susanti Maleta Hannes Dwi Novia Hariry, Amelia Hasria Alang Herlambang, Dwi Hernandi, Kevin Hohn Hilda Maghfirotu Hakiki Ima Andriastuti IS HELIANTI Ito, Nobutaka Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Kartika Cahyania Pratiwi Kevin Hohn Hernandi Khairul Ambri Khotibul Umam Al-Awwaly Khotibul Umam Al-Awwaly Khusnul Khotimah Khusnul Khotimah KIKI FIBRIANTO Lenny Yudha Febriyanti Lenny Yudha Febriyanti Lia Ratnawati Lilis Karlina Malsa Fian Yana Malsa Fian Yana Mega Kristanti Ayuratri Muhammad Reza Ramadhana Muhammad Reza Ramadhana, Muhammad Reza Nazir, N Nenu Maria Ovy Sonia Nenu Maria Ovy Sonia Nisa Harmia Yuliasih Noor Hidayat, Noor Novi Vensia Magdalena Novi Vensia Magdalena Novita Wijayanti Nur Istianah Nur Istianah Nur Kusmiyati Pamulanti, Anjar Pebiningrum, Arlinda Pendik Setiawan Pratiwi Anggun Retnowati Pratiwi Anggun Retnowati Putri, Annisyia Zarina Raida Amelia Ifadah Raida Amelia Ifadah Rif'ah, Hamidah Itha'atur RIMA AZARA Rinelda Ayu Sintasari Rinelda Ayu Sintasari Rukmi, Widya Dwi Septi, Nur Diana Shanty Karinawatie Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Sudarminto Setyo Yuwono Suharjono Suharjono Suharjono Suharjono, Suharjono Sutik Rahayu Endah Sutrisno Adi Prayitno Suwasono, Sony Tabitha Larasati Tabitha Larasati Tanti Untari Tanti Untari Teti Estiasih Titis Sari Kusuma Tri Ardyati Tri Ardyati Try Ardyati Tutik Murniasih Tuty Anggraini Vivi Retno Sari Vivi Retno Sari Widya Dwi Rukmi Putri Yan Abdi Nugroho Yan Abdi Nugroho Yohana Lydia Rissa Tanjung Yohana Lydia Rissa Tanjung Zuliyaningsih Zuliyaningsih