Claim Missing Document
Check
Articles

DEKAFEINASI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA L.) DENGAN EKSTRAK KASAR ENZIM BROMELIN DARI KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS) (KAJIAN KONSENTRASI EKSTRAK KASAR ENZIM DAN WAKTU INKUBASI) Dwi Ratnaningsih; Joni Kusnadi; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PENGARUH PRESSURE COOKING DAN FERMENTASI TERHADAP DAYA CERNA PROTEIN TEMPE BIJI KECIPIR A'rasyiJ Imaduddin; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PENAMBAHAN SARI BUAH MURBEI (Morus alba L) DAN GELATIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN MIKROBIOLOGI YOGHURT SUSU KEDELAI Dila Rahmawati; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Produk fermentasi dari susu kedelai atau biasa disebut soyghurt, memiliki kelebihan bebas laktosa, bebas kolesterol, mengandung lemak yang rendah, dan memiliki protein yang tinggi. Varian rasa pada produk soyghurt yang biasa dibuat hanya sebatas dari perisa. Salah satu buah yang dapat digunakan untuk penambahan pada proses pembuatan soyghurt yaitu buah murbei. Buah murbei kaya akan mineral terutama zat besi, antioksidan anthocyanins dan resveratrol, serta vitamin C dan B kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio penambahan sari buah murbei dan susu kedelai serta gelatin terhadap karakteristik fisiko-kimia, mikrobiologi, dan organoleptik soyghurt. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi sari buah murbei (5%, 10%, dan 15%) dan faktor II konsentrasi gelatin (0.10 , 0.15%, dan 0.20%). Data dianalisis dengan analisis ANOVA. Uji lanjut dilakukan dengan menggunakan metode BNT atau DMRT dengan taraf nyata 5%. Penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik pada sampel dengan penambahan sari murbei 15% dan gelatin 0.15% memiliki nilai pH sebesar 4.37, total asam 0.76%, aktivitas antioksidan 68.67%, warna L* (kecerahan) 68.21, warna a* (kemerahan) 4.75, warna b* (kekuningan) 10.50, viskositas 168 cP, total Bakteri Asam Laktat pada perlakuan ini adalah log 5.56 CFU/ml. Kata Kunci: Kedelai, Sari Murbei, Gelatin, Soyghurt 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) (KAJIAN VARIETAS JAHE DAN KONSENTRASI MADU) Mega Kristanti Ayuratri; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe mengandung komponen bioaktif yaitu minyak atsiri yang dapat berperan sebagai antibakteri. Sari jahe dapat diolah menjadi minuman kombucha, salah satu minuman fermentasi. Penambahan madu dapat digunakan sebagai pemanis dan sumber nutrisi dalam pembuatan minuman kombucha serta dapat berperan sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dalam penelitian ini tiga varietas lokal jahe dan madu randu dipilih sebagai bahan pembuatan minuman kombucha yang difermentasi 12 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor. Faktor I yaitu varietas jahe (jahe emprit, jahe gajah, dan jahe merah). Faktor II yaitu konsentrasi madu (10%, 15%, 20%). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) atau DMRT 5% apabila terdapat interaksi antara kedua faktor. Hasil yang didapatkan setelah kombucha jahe difermentasi 12 hari yaitu konsentrasi penambahan madu berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap nilai pH, total asam, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua faktor berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap total gula, total fenol, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*), dan tingkat kekuningan (b*), namun kedua faktor tidak berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap total mikroba. Terdapat interaksi antara dua faktor terhadap total fenol, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*) dan tingkat kekuningan (b*). Perlakuan terbaik didapatkan pada kombucha jahe dengan jenis jahe merah dan penambahan madu konsentrasi 20% yang memiliki pH 2.64, total asam 1.78%, total fenol 1114.70 ppm, total gula 15.63%, total mikroba 6.35 log CFU/ml, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 20.42 mm, aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sebesar 8,12 mm, tingkat kecerahan (L*) 50.93, tingkat kemerahan (a*) 7.30, dan tingkat kekuningan (b*) 22.67. Kata Kunci : Jahe, Kombucha, Penambahan Madu.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA CASPIAN SEA YOGHURT Hana Susanti Maleta; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.2

Abstract

Buah naga merah merupakan salah satu buah yang dapat ditambahkan kedalam yoghurt karena memiliki kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah naga merah terhadap karakteristik Caspian Sea yoghurt. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi sari buah naga merah (10%, 15%, 20%). Faktor II adalah lama penyimpanan (0 hari, 4 hari, 8 hari, 12 hari). Hasil penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Perlakuan terbaik Caspian Sea yoghurt diperoleh berdasarkan metode multiple attribute Zeleny. Data organoleptik dianalisi menggunakan Hedonic Scale Scoring. Perlakuan terbaik Caspian Sea yoghurt buah naga merah adalah konsentrasi 10% dan lama penyimpanan 0 hari. Caspian Sea yoghurt perlakuan terbaik memiliki pH 4.13, total asam 0.15%, aktivitas antioksidan 25.68%, konsentrasi betasianin 1.10 mg/100g, total bakteri asam laktat 5.17 log cfu/ml, viskositas 386.7 cP, total padatan terlarut 6.13 0brix, nilai kecerahan (L*) 64.33, nilai kemerahan (a*) 34.80, nilai kekuningan (b*) -8.67. Kata kunci: Aktivitas Antioksidan, Buah Naga Merah, Caspian Sea Yoghurt
ANALISIS KEKERABATAN LENGKENG (Dimorcapus longan L.) BALITJESTRO BERDASARKAN KARAKTERISTIK PEMBUNGAAN DENGAN MARKA ISSR Dwi Esti Prayanti; Joni Kusnadi; Baiq Dina Mariana
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.02.6

Abstract

Pembungaan lengkeng pada umumnya dipacu suhu 15-22oC. Lengkeng dapat diklasifikasikan berdasarkan respon pembungaannya terhadap suhu, yaitu mudah berbunga (sepanjang tahun dan ketika kebutuhan suhu tercapai) dan sulit berbunga (perlu induksi pembungaan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekerabatan 12 aksesi lengkeng berdasarkan tiga karakter pembungaan dengan 12 marka ISSR (Inter Simple Sequence Repeats). Skoring data dilakukan berdasarkan hasil amplifikasi dan dianalisis menggunakan program NTSYS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiripan 12 aksesi lengkeng berkisar 65-94% dan terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama memiliki tingkat kemiripan 69.8-94%, terdiri dari 5 aksesi yang mewakili karakter sulit berbunga (perlu induksi pembungaan). Kelompok kedua memiliki tingkat kemiripan 71.8-82.2%, terdiri dari 5 aksesi yang mewakili karakter mudah berbunga (ketika kebutuhan suhu tercapai). Kelompok ketiga memiliki tingkat kemiripan 76.8%, terdiri dari 2 aksesi yang mewakili karakter mudah berbunga (sepanjang tahun). Aksesi yang memiliki kekerabatan terdekat adalah KL 04 dan KL 05 dengan tingkat kemiripan 94%. Marka ISSR yang digunakan berhasil mendeteksi kekerabatan lengkeng sesuai dengan karakter pembungaannya dengan baik. Kata Kunci: ISSR, Kekerabatan, Pembungaan lengkeng
OPTIMASI PENAMBAHAN KITOSAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP FISIKOKIMIA CABAI KERITING (Capsicum Annuum L.) MENGGUNAKAN RSM Benediktus Hendra Perkasa; Joni Kusnadi; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.2

Abstract

Cabai adalah produk hortikultura yang cepat rusak. Produk tersebut dapat rusak akibat dari pengaruh fisik, kimiawi, mikrobiologi, dan fisiologis. Kerusakan tidak bisa dihentikan namun dapat dikurangi dengan cara pemberian kitosan sebagai pengawet. Kitosan merupakan pengawet alami yang tidak beracun dan berfungsi sebagai pelapis produk yang aman untuk kesehatan. Dalam penelitian berikut, optimasi konsentrasi kitosan, lama waktu perendaman kitosan dan lama waktu penyimpanan cabai merah keriting pada suhu ruang untuk menghasilkan warna, tekstur dan susut bobot dianalisis menggunakan metode RSM dan perangkat lunak Design Expert D.X 7.5.1 trial (Stat-Ease Inc., Minneapolis, MN, USA) serta analisis ANOVA dan uji lanjut Fisher dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan software MINITAB. Konsentrasi optimasi perlakuan terbaik yaitu konsentrasi kitosan 2.22%, lama perendaman 10.52 menit dan lama penyimpanan 13.65 hari menghasilkan susut bobot 5.80%, warna a+ 34.20 dan tekstur 17.06 N.
HA Aktivitas Antimikroba dan Identifikasi Gen Penyandi Enterocins isolat Enterococcus faecalis K2B1 dari Susu Kerbau Belang Toraja: Antimikroba dan Gen Penyandi Hasria Alang; Joni Kusnadi; Tri Ardyati; Suharjono Suharjono
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/425193

Abstract

Background: Enterocin in Enterococcus is coded by enterocin encoding genes namely A, B, P and L50A / B. The purpose of this study was to identify enterocin gene encoding enterococcus faecalis K2B1 probiotic candidate from Belang Toraja buffalo milk and antimicrobial activity to S. typhi. Methods: identification of enterocin gene encoding using ent A, B, P and L50A / B, partial purification using ammonium sulfate on 80 % concentration and antimicrobial activity against to Salmonella typhi using disk diffusion method. The results of PCR amplification are then sequenced and BLASTX on NCBI. Result: Antimicrobial activity of Precipitate and crude against S. typhi are 193 and 201 respectively. Identification gene encoding enterocin shows that Ent A, B and P cannot be amplified and only EntL50A / B can be amplified with a sequence size of 86 bp. The sequence of enterocin encoding genes in E. faecalis K2B1 has 94% similarity with hypothetical protein EB34_00789 E. faecalis on GenBank with accession number RBR60004.1 Conclusion: EntL50A / B E. faecalis K2B1 has a size of 86 bp and is 94% identical to the hypothetical protein EB34_00789 and Enterocin can be used as antimicrobial or bio preservative.
HA Aktivitas Antimikroba dan Identifikasi Gen Penyandi Enterocins isolat Enterococcus faecalis K2B1 dari Susu Kerbau Belang Toraja: Antimikroba dan Gen Penyandi Hasria Alang; Joni Kusnadi; Tri Ardyati; Suharjono Suharjono
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/425193

Abstract

Background: Enterocin in Enterococcus is coded by enterocin encoding genes namely A, B, P and L50A / B. The purpose of this study was to identify enterocin gene encoding enterococcus faecalis K2B1 probiotic candidate from Belang Toraja buffalo milk and antimicrobial activity to S. typhi. Methods: identification of enterocin gene encoding using ent A, B, P and L50A / B, partial purification using ammonium sulfate on 80 % concentration and antimicrobial activity against to Salmonella typhi using disk diffusion method. The results of PCR amplification are then sequenced and BLASTX on NCBI. Result: Antimicrobial activity of Precipitate and crude against S. typhi are 193 and 201 respectively. Identification gene encoding enterocin shows that Ent A, B and P cannot be amplified and only EntL50A / B can be amplified with a sequence size of 86 bp. The sequence of enterocin encoding genes in E. faecalis K2B1 has 94% similarity with hypothetical protein EB34_00789 E. faecalis on GenBank with accession number RBR60004.1 Conclusion: EntL50A / B E. faecalis K2B1 has a size of 86 bp and is 94% identical to the hypothetical protein EB34_00789 and Enterocin can be used as antimicrobial or bio preservative.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ROTI DENGAN RAGI KHAMIR LOKAL SACCAROMYCES CEREVISAE Kusmiyati, Nur; Kusnadi, Joni; Denta, Anggeria Oktavisa
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipam.v2i3.74

Abstract

The Community Development Program (CDP) broadly aims to provide insight, education and skills in the culinary field to improve family welfare, especially in the people of Sitirejo Village, Wagir District, Malang Regency. The knowledge and skills provided to the community are knowledge about utilizing the local yeast Saccharomyces cerevisae to make bread and to process various types of good and nutritious bread. The planned CDP activities will be held in March-August 2023, at the Sitirejo Village Hall. The target of PPM participants is the Sitirejo Village community who are members of the Family Welfare Empowerment Group (PKK) under the auspices of the Community Development Service and the Population Control and Family Planning Village. The methods used include lectures, discussions and questions and answers, as well as the practice of making various breads using the local yeast Saccharomyces cerevisae. The results of the CDP activities were analyzed using descriptive techniques with percentage values. Based on the results of the CDP activities, it was shown that participants gained new knowledge about local yeast. In addition, CDP training participants are also skilled at making various breads using local yeast. CDP activities are expected to provide an overview related to the catering business to CDP training participants
Co-Authors A'rasyiJ Imaduddin A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adistia Ritri Prihandini Adistia Ritri Prihandini, Adistia Ritri Afifah Puji Hastuti Afifah Puji Hastuti, Afifah Puji Afla Tazakka Aj-juwita Afla Tazakka Aj-juwita Afriliana, Asmak AGUSTIN KRISNA WARDANI Agustin Mardiana, Nur Ahmad Zakiyul Wafi Ainina Ahmad Santoso Ali Masykur Ali Masykur Andayani, Dian Wuri Anik Ardianti Anik Ardianti Atmiral Ernes Ayu Fitriana Wulandari Baiq Dina Mariana Benediktus Hendra Perkasa Citra Firdhausi Citra Firdhausi Daimon Syukri Dedi Dedi Denta, Anggeria Oktavisa Dian Widya Ningtyas Dila Rahmawati Dr.Ir. Yunianta, DEA Dwi Esti Prayanti Dwi Ratnaningsih DWI SURYANTO Edi Priyo Utomo Elke Galuh Primurdia Elke Galuh Primurdia Elok Zubaedah Elok Zubaidah Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Eni Purwanti Eni Purwanti, Eni Erni Sofia Muritni Erni Sofia Murtini Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Estri Laras Arumingtyas Eunike Debora Purba Fadri, Rince Alfia Faiqotur Rohmania Feronika Heppy Sriherfyna Fitri Nurzanah Fitriyana, Nurul Isnaini Freini Dessi Efendi Hakiki, Hilda Maghfirotu Hamidin Rasulu Hana Susanti Maleta Hannes Dwi Novia Hariry, Amelia Hasria Alang Herlambang, Dwi Hernandi, Kevin Hohn Hilda Maghfirotu Hakiki Ima Andriastuti IS HELIANTI Ito, Nobutaka Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Kartika Cahyania Pratiwi Kevin Hohn Hernandi Khairul Ambri Khotibul Umam Al-Awwaly Khotibul Umam Al-Awwaly Khusnul Khotimah Khusnul Khotimah KIKI FIBRIANTO Lenny Yudha Febriyanti Lenny Yudha Febriyanti Lia Ratnawati Lilis Karlina Malsa Fian Yana Malsa Fian Yana Mega Kristanti Ayuratri Muhammad Reza Ramadhana Muhammad Reza Ramadhana, Muhammad Reza Nazir, N Nenu Maria Ovy Sonia Nenu Maria Ovy Sonia Nisa Harmia Yuliasih Noor Hidayat, Noor Novi Vensia Magdalena Novi Vensia Magdalena Novita Wijayanti Nur Istianah Nur Istianah Nur Kusmiyati Pamulanti, Anjar Pebiningrum, Arlinda Pendik Setiawan Pratiwi Anggun Retnowati Pratiwi Anggun Retnowati Putri, Annisyia Zarina Raida Amelia Ifadah Raida Amelia Ifadah Rif'ah, Hamidah Itha'atur RIMA AZARA Rinelda Ayu Sintasari Rinelda Ayu Sintasari Rukmi, Widya Dwi Septi, Nur Diana Shanty Karinawatie Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Sudarminto Setyo Yuwono Suharjono Suharjono Suharjono Suharjono, Suharjono Sutik Rahayu Endah Sutrisno Adi Prayitno Suwasono, Sony Tabitha Larasati Tabitha Larasati Tanti Untari Tanti Untari Teti Estiasih Titis Sari Kusuma Tri Ardyati Tri Ardyati Try Ardyati Tutik Murniasih Tuty Anggraini Vivi Retno Sari Vivi Retno Sari Widya Dwi Rukmi Putri Yan Abdi Nugroho Yan Abdi Nugroho Yohana Lydia Rissa Tanjung Yohana Lydia Rissa Tanjung Zuliyaningsih Zuliyaningsih