Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERMINTAAN TENAGA KERJA BURUH HARIAN LEPAS PADA PERKEBUNAN PT. SANDABI INDAH LESTARI (SIL) BENGKULU UTARA Rika Dwi Yulihartika
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah alokasi jam kerja mandiri di perkebunan kelapa sawit, untuk menganalisis pengaruh alokasi jam kerja independen terhadap faktor perkebunan kelapa sawit, untuk memperhitungkan pendapatan buruh mandiri di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Desa Bukit Harapan Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Waktu penelitian ini adalah pada bulan Maret sampai April 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Reasearch dan Simple Random Sampling Method. Jumlah sampel di PT. SIL adalah 30 responden. Hasil penelitian ini adalah alokasi jam kerja mandiri di perkebunan kelapa sawit PT. SIL sebesar 137 jam per bulan. Secara simultan, jam kerja mandiri di PT. Perkebunan kelapa sawit Sandabi Indah Lestari (SIL) dipengaruhi secara siginifikan dengan usia kerja, jumlah keluarga, pengalaman kerja kerja, dan tingkat pendidikan ketenagakerjaan. Kontribusi upah buruh harian lepas di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) 26,4 persen. Kontribusi tenaga kerja di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) lebih tinggi dari biaya hidup minimum mereka.
PELATIHAN MICROSOFT OFFICE WORDBAGI SISWA DAN GURU SEKOH DASAR NEGERI 62 BENGKULU Rika Erlinda; Heri Budiarto; Hendri Alamsyah
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.099 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v1i1.113

Abstract

ABSTRAKSesuai  dengan  judul  program  pengabdian  masyarakat  ini,  metode penerapan ipteks yang dilakukan adalah berbentuk pelatihan pengenalan microsoft office  word untuk  siswa  dan  guru  SD  Negeri  62  kota  Bengkulu..  Kegiatan pelatihan  keterampilan  ditunjang  dengan  ceramah,  tanya  jawab  dan  tentu  saja praktek  secara  langsung  di  ruangan  kelas  SD  Negeri  62  kota  bengkulu.  Modulpelatihan  akan  diberikan  kepada  peserta  sebagai  alat  bantu  dalam  kegiatan praktek. Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan  keterampilan  Microsoft  Office  word bagi  siswa  dan  Guru   SD Negeri 62 kota bengkulu. Dari  hasil  evaluasi  serta  temuan-temuan  yang  kami  peroleh  selama pelaksanaan  kegiatan  P2M  ini,  dapat  kami  simpulkan  bahwa  program  P2M  ini telah  mampu  memberikan  manfaat  yang  sangat  besar  dan  tepat  sasaran  bagi khalayak siswa dan guru peserta pelatihan yang menjadi khalayak sasaran dalam kegiatan  ini.  Bentuk  pelatihan  seperti ini  merupakan  bentuk  yang sangat  efektif untuk memberikan penyegaran dan tambahan wawasan serta pengetahuan baru di bidang teknologi informasi di luar proses pembelajaran yang diterima di sekolah .Kata Kunci:Microsoft  Office  word, Guru   SD Negeri 62 kota bengkulu
ADOPSI DAN STRATEGI NAFKAH PETANI PADA PROGRAM PERLUASAN LAHAN TANAM PADI DI KECAMATAN LUBUK PINANG KABUPATEN MUKOMUKO Jondri Silaban; Herri Fariadi; Rika Dwi Yulihartika
Jurnal AGRIBIS Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL AGRIBIS
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v15i2.3565

Abstract

Tingginya adopsi ditandai dengan banyaknya petani yang mengalihfungsikan lahan pada program perluasan lahan tanam padi. Kegiatan ini menimbulkan kendala bagi petani yaitu ketika petani telah melakukan program, namun usahatani padi tersebut belum menghasilkan atau belum panen, sehingga petani memutuskan untuk melakukan strategi nafkah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adopsi dan alasan petani mengadopsi program perluasan lahan tanam padi, berapa luas lahan petani yang digunakan untuk program perluasan lahan tanam padi dan mengetahui bentuk strategi nafkah sebelum panen di Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi program perluasan lahan tanam padi di Kecamatan Lubuk Pinang berada pada rata-rata 53,27. Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi program perluasan lahan tanam padi dengan kategori tinggi. Alasan petani melakukan adopsi program perluasan lahan tanam padi yaitu megikuti program pemerintah sebanyak 27 orang atau sebesar 48,21%, meniru petani lain adalah sebanyak 3 orang atau sebesar 5,36%. Sedangkan alasan petani karena meningkatkan taraf hidup sebanyak 14 orang atau sebanyak 25%, dan alasan karena lebih menguntungkan sebanyak 12 orang atau sebanyak 21.43%. Rata-rata lahan petani yang digunakan untun melakukan program perluasan lahan tanam padi sebesar 91,07 % dari total lahan usahatani yang mereka miliki. Bentuk strategi nafkah petani padi di Kecamatan Lubuk pinang terdiri dari strategi intensifikasi (67,86%), diversifikasi pekerjaan (100%), migrasi (3,57%), berhemat (64,26%) dan pelibatan istri (69,64%). Strategi yang paling banyak digunakan petani padi yaitu dengan melakukan strategi diversifikasi pekerjaan. Kata Kunci: Adopsi, luas lahan, strategi nafkah, program perluasan lahan tanam padi
PEMANFAATAN DAN PEMBUATAN TEH SACHI DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) CERIA, DESA SUKASARI KAB. KEPAHIANG Wulan salsahbillah salsahbillah; Dinda Okta Viani; Muhammad Hadi Surya; Eko sumartono; Rika Dwi Yulihartika
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v5i2.672

Abstract

Manfaat tanaman kacang sacha inchi memiliki beberapa manfaat, salah satunya daunnya mengandung antioksidn dan dapat dimakan sebagai sayur ataupun diolah menjadi teh, biji buah/kacangnya memiliki kandungan asam lemak dan minyak hasil ekstraksi biji/kacang sacha inchi memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab kulit. Selama ini permintaan pasar Indonesia akan sacha inchi sangat tinggi. Namun, suplai dari petani lokal terbilang minim. Bertujuan untuk Memberikan pelatihan pembuatan teh sachi kepada kelompok Wanita tani desa suka sari, jenis kegiatan yang digunakan adalah dengan metode tatap muka yang dilakukan oleh mahasiswa/i dari kelompok 5 terdiri dari program studi agribisnis. Untuk menunjang kegiatan ini, maka rincian metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu: Pemaparan materi penyuluhan mengenai manfaat kacang sachi untuk kesehatan dan kecegahan satanting produk olahan kacang sachi menjadi snack bar cemilan tinggi protein. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian Masyarakat mahasiswa (PMM) dapat disimpulkan1Masyarakat memahami teori tentang dasar-dasar pembuatan teh ditandai dengan munculnya ide kreatif untuk memodifikasi alat dan bahan yang digunakan.2Masyarakat memahami proses pembuatan the dilihat dari trampil peserta pelatihan saat kegiatan PMM berlangsung3Teh sachi salah satu ide kreatif untuk masyarakat membuat minuman sehat.
Analysis Of Attitudes Towards Local Food Products Of Rejang Culture In Central Bengkulu Regency Sri Ekanengsih; Herri Fariadi; Rika Dwi Yulihartika
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i1.3784

Abstract

Local food products receive less attention by the people in Pondok Kelapa District and without realizing it the position of local food products is increasingly marginalized and rarely found at this time. This is marked by the growing development of modern culinary sellers and modern retailers such as Indomaret and Alfamart in all corners of Bengkulu Province. The purpose of this study is to identify the types of local food products of Rejang culture, to find out the attitude of the people towards the local food products of Rejang culture, to find out the level of community’s knowledge of the local food products of Rejang culture in Central Bengkulu Regency. The research method used is a qualitative method using domain analysis and descriptive analysis. Data collected through questionnaires, tabulated using Microsoft Excel to give a score according to the system applied. The results showed that there were 18 identified types of local food for Rejang tribe which were classified into 3 categories, namely side dishes (4 types), pelampun food (snacks) (8 types) and drinks (6 types). The community's attitude towards the local food of Rejang tribe in Central Bengkulu Regency is categorized as very good or very like it. The community's knowledge of the local food of Rejang tribe in Central Bengkulu Regency, on average, is in the medium or good category.
Pemanfaatan Dan Pembuatan Teh Sachi Di Kelompok Wanita Tani (KWT) Ceria, Desa Sukasari Kab. Kepahiang Wulan Salsahbillah; Dinda Okta Viani; Muhammad Hadi Surya; Eko Sumartono; Rika Dwi Yulihartika
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4312

Abstract

Manfaat tanaman kacang sacha inchi memiliki beberapa manfaat, salah satunya daunnya mengandung antioksidn dan dapat dimakan sebagai sayur ataupun diolah menjadi teh, biji buah/kacangnya memiliki kandungan asam lemak dan minyak hasil ekstraksi biji/kacang sacha inchi memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab kulit. Selama ini permintaan pasar Indonesia akan sacha inchi sangat tinggi. Namun, suplai dari petani lokal terbilang minim. Bertujuan untuk Memberikan pelatihan pembuatan teh sachi kepada kelompok Wanita tani desa suka sari, jenis kegiatan yang digunakan adalah dengan metode tatap muka yang dilakukan oleh mahasiswa/i dari kelompok 5 terdiri dari program studi agribisnis. Untuk menunjang kegiatan ini, maka rincian metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu: Pemaparan materi penyuluhan mengenai manfaat kacang sachi untuk kesehatan dan kecegahan satanting produk olahan kacang sachi menjadi snack bar cemilan tinggi protein. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian Masyarakat mahasiswa (PMM) dapat disimpulkan1Masyarakat memahami teori tentang dasar-dasar pembuatan teh ditandai dengan munculnya ide kreatif untuk memodifikasi alat dan bahan yang digunakan.2Masyarakat memahami proses pembuatan the dilihat dari trampil peserta pelatihan saat kegiatan PMM berlangsung3Teh sachi salah satu ide kreatif untuk masyarakat membuat minuman sehat.
Sosialisasi Limbah Tulang Ikan Sebagai Bahan Baku Pengolahan Produk Pangan Inovatif Herri Fariadi; Rika Dwi Yulihartika; Diah Azhari; Joko Saputra
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v3i1.5592

Abstract

Berkembangnya industri pengolahan perikanan, menyisakan hasil samping (limbah) berupa tulang, kulit, sirip, kepala, sisik, jeroan, maupun cairan. Limbah hasil perikanan adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena cenderung dinilai tidak memiliki nilai ekonomis, yang ketika mencapai jumlah atau kosentrasi tertentu, dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Limbah tersebut diperkirakan memiliki proporsi sekitar 30-40% dari total berat ikan, moluska dan krustasea, terdiri dari bagian kepala (12,0%), tulang (11,7%), sirip (3,4%), kulit (4,0%), duri (2,0%), dan isi perut/jeroan (4,8%). Namun, limbah tersebut bukan tidak memiliki nilai ekonomi. Contohnya kulit pari dapat diolah untuk berbagai produk seperti tas, tulang ikan tenggiri dapat dijadikan produk olahan (makanan) seperti kerupuk, bakso goreng dan lainnya(Trilaksani et al., 2006). Tujuan ada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini kita akan mengsosialisasikan cara pengolahan limbah perikanan tulang ikan tenggiri untuk dijadikan kerupuk yang gurih dan bagaimana kemasan yang layak untuk produk sehingga menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis tinggi.
Budidaya dan Pemanfaatan Kacang Sacha Inchi (Plukenetia volubilis Linneo) Eko Sumartono; Mujiono Mujiono; Methatias Ayu Moulina; Hilda Meisya Arif; Rika Dwi Yulihartika; Yulia Suparti
AKM Vol 5 No 1 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v5i1.961

Abstract

Kacang Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) adalah tanaman kacang-kacangan yang kaya akan lemak omega-3, omega-6, dan omega-9, yang mendukung perkembangan anak dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Meskipun belum banyak dibudidayakan di Indonesia, negara-negara seperti China, Vietnam, Malaysia, dan Thailand telah mengembangkan budidaya kacang ini karena manfaat gizinya yang tinggi. Artikel ini membahas potensi budidaya Sacha Inchi di Provinsi Bengkulu, Indonesia, dengan fokus pada Desa Sukasari. Desa ini memiliki kondisi tanah dan iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman ini. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilakukan bersama kelompok petani wanita untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang budidaya dan manfaat Sacha Inchi. Proses budidaya Sacha Inchi melibatkan persiapan benih, penanaman, pemupukan, perawatan, pemanenan, dan pengolahan biji. Biji Sacha Inchi mengandung asam lemak tak jenuh tinggi, dan minyak yang diekstrak dari bijinya memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk pelembab kulit, penurun kolesterol, dan peningkatan kecerdasan. Selain bijinya, daun Sacha Inchi juga memiliki nilai nutrisi dan dapat diolah menjadi sayuran dan teh. Pengolahan teh Sacha Inchi melibatkan pengeringan, pengovenan, dan pencampuran dengan daun mint dan stevia. Kegiatan penyuluhan ini berhasil mendapatkan antusiasme dari petani wanita, yang aktif bertanya dan berpartisipasi dalam praktik penanaman. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pengembangan budidaya Sacha Inchi di wilayah tersebut.
Income Ratio of Lokan Search Fishermen (Geloina erosa) Families in the Village of Suka Maju, Air Periukan District, Seluma District Suparyanto Widodo; Rika Dwi Yulihartika; Evi Andriani
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i2.4944

Abstract

The maritime and fisheries sector is one of the economic sectors that has a role in national economic development, especially in providing protein, earning foreign exchange and providing employment opportunities. The aim of this research is to determine the contribution to household income and to determine the contribution of local people to household income in Suka Maju Village, Air Periukan District, Seluma Regency. The methods in this research include primary data and secondary data. The research results show that the income of local fishermen in the Air Priukan District is quite high. Income for each person varies according to the number of lokans sold and the selling price of lokans. Lokan fishermen are people who get lokan from the sea. Their income level is more focused on how much they sell and how many days they sell. To get lots of lokans, you only need the skills to dive, swim and have the strength to breathe for a long time, so that loch seekers can easily reach the ground mixed with rocks, so that the river shells hide behind rocks and sand mixed with clay. The household income of Lokan Fishermen in Sukamaju Village, Air Priukan District, Seluma Regency is IDR 2,222,920 per year, consisting of the income of Lokan Fishermen of IDR. 1,137,904.99, meanwhile the income contribution of Lokan Fishermen is 53.64% of household income.
Inovasi Kemasan dan Pegolahan Sederhana Simplisia Jeruju (Acanthus ilicifolius) Mangrove “Jemang Tea” Sumartono, Eko; Prasetya, Adwini; Yulihartika, Rika Dwi; Mujiono, Mujiono
Jurnal Abdihaz Vol 5 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v5i2.3048

Abstract

Achantus ilicifolius atau dikenal dengan nama Jeruju merupakan salah satu jenis mangrove yang banyak dijumpai di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Fungsi Jeruju adalah sebagai fitoteknologi, yaitu sebagai indikator rusaknya kondisi ekosistem mangrove. Upaya pelestarian Jeruju perlu dilakukan yang salah satunya dengan memberikan nilai tambah berupa pemanfaatannya sebagai produk olahan teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan Jeruju sebagai teh akan memberikan nilai manfaat secara ekonomi, ekologis maupun kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan kepada ibu-ibu rumah tangga Kampung Jenggalu Kito yang digagas oleh Lestari Alam Laut untuk Negeri. Tujuan kegiatan adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan Jeruju sebagai teh, meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap ekosistem mangrove, mendorong masyarakat agar dapat menjadi wirausahawan mandiri dengan memanfaatkan daun Jeruju dan mengurangi kerusakan mangrove akibat penebangan secara liar oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan inovasi kemasan dan pengolahan sederhana Jeruju sebagai teh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mitra sebesar 65 % dari 18 peserta ibu ibu rumah tangga yang diundang dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam melestarikan ekosistem mangrove serta terciptanya peluang usaha teh daun Jeruju.