Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Plang Edukasi Sampah Sebagai Sarana Edukasi Dan Media Di Kelurahan Pematang Gubernur Roy Syahputra; Zulia Sulistiani; Monika Aprianti; Muhammad Hogo; Febry Kansa; Rina Trisna Yanti; Tita Septi Handayani; Mujiono Mujiono
Jurnal Dehasen Mengabdi Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdm.v5i1.10685

Abstract

Waste management, particularly non-biodegradable waste, remains a major environmental problem in densely populated residential areas, including Pematang Gubernur Subdistrict, Bengkulu City. Low public awareness of proper waste disposal and management has led to environmental pollution, clogged drainage systems, and decreased environmental quality and public health. This community service activity aimed to increase public knowledge and awareness regarding types of waste and the time required for waste decomposition through the use of educational signboards as visual information media. The methods applied in this program included field observation, design and production of educational signboards, and installation of the signboards at strategic locations prone to illegal waste disposal. The educational signboards were designed with simple and clear visual content to ensure that the information could be easily understood by all community members. The results of the activity indicated a positive response from the community, as residents showed increased attention to the information displayed on the signboards and a better understanding of the long-term environmental impacts of waste. The presence of educational signboards proved to be an effective and sustainable educational medium that contributed to encouraging positive behavioral changes toward better and more sustainable waste management practices.
Business Development Strategy For Sale Pisang Mak Mixsyen In Suka Jaya Village, South Bengkulu Emilda Rahmadania; Kresnawati Kresnawati; Rina Trisna Yanti
Journal of Management, Economic, and Accounting Vol. 5 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jmea.v5i1.1011

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) contribute more than 61% to the national Gross Domestic Product (GDP) and employ more than 97% of the workforce in Indonesia. The MSME sector has a high adaptability, especially in commodity-based businesses that utilise the potential of local natural resources. The purpose of this study is to determine strategies that encourage the development of the Sale Pisang Mak Mixsyen business in Suka Jaya Village, South Bengkulu, and to formulate appropriate development strategies through SWOT analysis and the determination of strategic priorities using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. This research method uses a descriptive qualitative-quantitative research type. This research was conducted at the Sale Pisang Mak Miksen MSME. The data collection techniques were interviews and SWOT questionnaires. The data analysis techniques used in this study were SWOT matrix calculations and strategy weighting using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of the study showed that the factors in the development of the ‘Mak Mixsyen’ banana sale business were that the product had a distinctive taste and was durable (strength) with a score of 1.74, limited capital, few product variants, and unstructured business management (weaknesses) with a score of 1.05, the use of digital technology and government support for MSMEs (opportunities) with a score of 1.92, and unstable raw material prices (threats) with a score of 0.64. Based on the SWOT analysis results, the appropriate strategic alternative for developing the ‘Mak Mixsyen’ banana sale business is in Quadrant I with coordinates 0.68:1.28, namely the S-O strategic alternative, which includes improving quality and adding variants, utilising social media for promotion, and utilising government support for MSMEs. The AHP results prioritise the strategic alternatives for developing the ‘Mak Mixsyen’ banana sale business as improving quality and adding variants, utilising social media for promotion, and utilising government support for MSMEs, as well as improving business management
PENGARUH INOVASI, KUALITAS PELAYANAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI FINANSIAL (FINTECH) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA UMKM PECEL LELE DI KOTA BENGKULU Dimas Titan Putra Sarma; Rina Trisna Yanti; Aji Sudarsono
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i2.3241

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam memilih dan menikmati layanan kuliner, termasuk usaha pecel lele di Kota Bengkulu. Konsumen kini menuntut pelayanan yang cepat, kemudahan transaksi non-tunai, serta pengalaman makan yang nyaman. Namun, sebagian besar UMKM pecel lele masih beroperasi secara konvensional tanpa pemanfaatan teknologi secara optimal, sehingga berpotensi menurunkan daya saing dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penting untuk meneliti pengaruh inovasi, kualitas pelayanan, dan penggunaan teknologi finansial (fintech) terhadap kepuasan pelanggan pada UMKM pecel lele di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara parsial dan simultan pengaruh inovasi, kualitas pelayanan, dan penggunaan fintech terhadap kepuasan pelanggan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan pengujian hipotesis melalui analisis regresi linier berganda, uji validitas, reliabilitas, serta uji t dan uji F. Sampel penelitian terdiri dari 106 responden yang merupakan pelanggan UMKM pecel lele di Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inovasi, kualitas pelayanan, dan penggunaan fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Nilai t hitung inovasi sebesar 2,755, kualitas pelayanan 9,696, dan fintech 4,977 — semuanya lebih besar dari t tabel 1,659. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung 144,215 > F tabel 2,69. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,809 atau 80,9% menunjukkan bahwa variabel inovasi, kualitas pelayanan, dan fintech mampu menjelaskan 80,9% variasi kepuasan pelanggan, sedangkan sisanya 19,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kualitas pelayanan menjadi faktor yang paling dominan dibandingkan dua variabel lainnya. Kata kunci: Inovasi, Kualitas Pelayanan, Fintech, Kepuasan Pelanggan, UMKM Pecel Lele, Kota Bengkulu.
PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN INOVASI PRODUK TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN UMKM DI KOTA BENGKULU Marsanda; Rina Trisna Yanti; Suswati Nasution
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i2.3367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digital marketing dan inovasi produk terhadap peningkatan penjualan UMKM di Kota Bengkulu. Masalah yang diteliti adalah bagaimana digital marketing dan inovasi produk dapat membantu UMKM menghadapi persaingan dan perubahan perilaku konsumen. Teori pemasaran digital yang menjelaskan penggunaan media digital sebagai strategi efektif untuk menjangkau konsumen dengan cara interaktif dan personalisasi. Selain itu, teori inovasi produk menekankan pentingnya pengembangan dan penyempurnaan produk agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah serta menciptakan nilai tambah bagi pengguna. Kedua teori tersebut menjadi dasar analisis dalam penelitian ini untuk melihat dampak digital marketing dan inovasi produk terhadap peningkatan penjualan UMKM. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 60 UMKM dan dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan digital marketing dan inovasi produk berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan penjualan UMKM secara parsial maupun simultan. Kontribusi digital marketing sebesar 34,0% dan inovasi produk sebesar 63,8% terhadap peningkatan penjualan, dengan total kontribusi bersama 61,1%. Kesimpulan menegaskan perlunya optimalisasi digital marketing dan inovasi produk untuk meningkatkan penjualan dan daya saing UMKM. Saran diberikan agar UMKM memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk secara konsisten.
PENGENALAN MARKETING MIX KEPADA SISWA SMA NEGERI 5 KEPAHIANG DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN UMKM Yanto Effendi; Rina Trisna Yanti; Nirta Vera Yustanti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i2.3657

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa  mengenai marketing mix dan 7P serta strategi pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah. Kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga memicu semangat kreativitas dan rasa ingin berwirausaha di kalangan para siswa. Diharapkan  kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar membantu meningkatkan kualitas tenaga kerja dalam mendukung perkembangan usaha kecil menengah. Metode yang digunkan dalam kegiatan ini yaitu, memberikan materi kepada siswa terkait pengertian UMKM, pengenalan marketing mix melalui 7P, manfaatnya serta strategi pemasaran UMKM tersebut. Metode kedua adalah diskusi dan sesi tanya jawab, metode ini digunakan untuk memberi kesempatan kepada siswa dan siswi bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan nantinya akan ada keberlanjutan hubungan anatar pimpinan sekolah melaliu Pengembangan materi lanjutan seperti pemasaran digital dan analisis konsumen
The Success of Young Entrepreneurs in Bengkulu City: An Analysis of Micro and Macro Factors Septa Adiguna Putra; Ahmad Soleh; Rina Trisna Yanti
Journal of Accounting and Management Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jam.v3i1.1174

Abstract

This study aims to determine the influence of micro and macro factors on the success of young entrepreneurs in Bengkulu City. This research is quantitative in nature, with a sample of 30 young entrepreneurs in Bengkulu City. Data were collected using questionnaires, and the analytical methods used were multiple linear regression, partial tests, and hypothesis testing. The results of the study show that the micro factor variable has a significance value of 0.001 < 0.05 or a t-count value greater than the t-table value (4.292 > 2.051). This means that the first hypothesis (H1) is accepted because partially the micro factor (X1) has a significant effect on the success of young entrepreneurs in Bengkulu City (Y). The macro factor variable (X2) has a significance value of 0.001 < 0.05 or a t-count value greater than the t-table value (3.817 > 2.051). This means that the second hypothesis (H2) is accepted because partially the macro factor (X2) has a significant effect on the success of young entrepreneurs in Bengkulu City (Y). Based on the results of simultaneous hypothesis testing. With an F-value of 165.103 >3.354, it indicates that simultaneously the micro factor variable (X1) and the macro factor variable (X2) have a positive and significant effect on the success of young entrepreneurs in Bengkulu City (Y).