Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN KELOMPOK DASAWISMA DALAM MEMENUHI KECUKUPAN GIZI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI LAHAN PEKARANGAN Rosmini, Rosmini; Lasmini, Sri Anjar; Hasriyanty, Hasriyanty; Lakani, Irwan; Edy, Nur; Idham, Idham
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2052

Abstract

Dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat banyak menghadapi kendala terutama karena akibat perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan semakin banyaknya kasus serangan hama dan penyakit tanaman yang menyebabkan terjadinya penurunan hasil panen. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat sasaran dalam dalam hal: (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, terutama pengelolaan lahan pekarangan secara intensif untuk budidaya tanaman sayuran; (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman secara mandiri minimal untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri; (3) Membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran yang banyak manfaatnya karena mengandung vitamin (4) mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga untuk meningkatkan pendapatan keluarga masyarakat. Metode yang diterapkan meliputi: (a) penyuluhan tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif melalui pengembangan sayuran (b) pelatihan partisipatif untuk peningkatan keterampilan dalam melakukan indentifikasi potensi, permasalahan dan peluang pengembangan usaha (c) pelatihan teknik pengembangan lahan pekarangan berbasis produk sayuran organik serta (d) pendampingan pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan melibatkan sumber daya keluarga bersama kelompok masyarakat sasaran secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat meningkat pengetahuan dan ketrampilannya setelah mengikuti program ini yang ditandai dengan adanya usaha budidaya sayuran di lahan pekarangan masing-masing, khususnya bagi anggota kelompok dasawisma yang menjadi mitra kegiatan pengabdian.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.) UNTUK MENEKAN PATOGEN CENDAWAN Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI (Capsicum annum) SECARA IN VITRO B, Fatmia; Lakani, Irwan; Edy, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to find the suitable concentration of citronella extract that can effectively hinder the growth of C. capisici colonies responsible for chili pod rot in a controlled environment (in vitro). The study was conducted at the Laboratory of Plant Diseases, Faculty of Agriculture, Tadulako University, in July 2018. The research employed a completely randomized design (CRD) with four treatments and a control group, named ES0 (0% concentration, control), ES1 (0.3% concentration), ES2 (0.6% concentration), and ES3 (0.9% concentration), and ES4 (1.2% concentration). The experiment was repeated three times. The study demonstrated that as the concentration of citronella extract increased, the inhibition of fungal colony growth also increased. The most effective inhibition was observed with a 1.2% concentration of citronella extract, which was significantly different from the other treatments.
UJI EFEKTIVITAS Trichoderma CAIR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT Fusarium oxyforum f.sp., cepae DAN PENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. Aggregatum) Nahru, Nurfadilah; Rosmini, Rosmini; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i2.2119

Abstract

The objective of this research was to investigate the ability of Trichoderma harzianum to suppress the growth of Fusarium oxysporum f.sp. cepae, which causes damage to red onion crops. The study was conducted in Sidera Village, Sigi Biromaru Subdistrict, Sigi Regency, Central Sulawesi Province, and at the Plant Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, from August to December 2021. A randomized complete block design (RCBD) was employed, with six treatments: P1 (10-3 dilution, immersion), P2 (10-3 dilution, immersion and one foliar application), P3 (10-3 dilution, immersion and two foliar applications), P4 (10-6 dilution, immersion), P5 (10-6 dilution, immersion and one foliar application), and P6 (10-6 dilution, immersion and two foliar applications). Each treatment was replicated three times, resulting in 18 experimental units. The results indicated that the combination of immersion and foliar application at a 10-3 concentration was effective in suppressing the pathogen's growth and reducing moler disease incidence. Moreover, the 10-3 concentration was more efficient in enhancing onion growth and yield compared to the 10-6 concentration, likely due to its faster or more targeted application.
EFEKTIVITAS BAKTERI Bacillus sp. TERHADAP Pectobacterium carotovorum PENYEBAB PENYAKIT BUSUK LUNAK PADA TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L.) Naslia, Naslia; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2116

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menentukan Efektifitas Bacillus sp. yang tepat untuk mampu mengendalikan bakteri Pectobacterium Carotovorum. Penelitian ini di lakasanakan di Laboratorium Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, dan di Screen House Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Pelaksanakan penelitian ini dimulai pada bulan Desember 2022 sampai selesai. Desain penilitian yang digunakan yaitu sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda nyata Terkecil) dengan 4 perlakuaan B0 = Konsetrasi Bacillus sp 10-3 cfu/ml, B1= Konsetrasi Bacillus sp 10-5 cfu/ml, B2= Konsentrasi Bacillus sp 10-7 cfu/ml, dan B3= Konsentrasi Bacillus sp 10-9 cfu/ml. Dengan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Angka yang diikuti notasi huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%. Variabel pengamatan meliputi keparahan penyakit, tinggi tanaman sawi, dan banyak daun tanaman sawi. Keparahan penyakit Menunjukkan presentase penyakit tertinggi terdapat pada konsentrasi 10⁻⁹ dengan persentase 11.75%, Sedangkan keparahan penyakit yang terendah terdapat pada konsentrasi 10⁻ᶾ dengan persentase 1.00. Diketahui bahwa persentase semua jenis perlakuaan memiliki keparahan penyakit serangan cukup rendah. Hal ini menandakan bahwa penggunan Konsentrasi Bacillus sp. Mampu menekan keparahan Pectobacterium carotovorum. Presentase tinggi daun sawi menunjukkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuaan konsentrasi 10⁻ᶾ dengan nilai rata-rata 17.63 cm. Sedangkan nilai rata-rata tinggi tanaman terendah terdapat pada konsentrasi 10⁻⁹ dengan nilai rata-rata 11.93 cm dan Presentase jumlah daun menunjukkan rata-rata jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuaan 10⁻ᶾ dan 10⁻⁵ dengan nilai rata-rata 5.75. Sedangkan jumlah daun yang paling sedikit menunjukkan nilai rata-rata terdapat pada perlakuaan 10⁻⁷ dengan nilai rata-rata 4.00. dan presentase.
EFEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Aspergillus sp. UNTUK PENGENDALIAN PUPA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) (Lepidoptera : Gracillariidae) Nur, Sahara Fajria; Anshary, Alam; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2449

Abstract

Cendawan Aspergillus sp merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang sangat potensial dimanfaatkan untuk pengendalian beberapa hama termaksud penggerek buah kakao atau PBK (Conopomorpha cramerella) yang merupakan salah satu hama utama dari kakao (Theobroma cacao). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian cendawan entomopatogen Aspergillus sp. terhadap mortalitas pupa PBK (C. cramerella) dan gejala yang terjadi pada pupa C. cramerella setelah terinfeksi Aspergillus sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, pada bulan Desember 2019 sampai dengan Maret 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengenceran 10-3, 10-5, 10-7 dan 10-9 yang sangat berpengaruh dalam efektivitas mortalitas pupa PBK (C. cramerella) adalah 10-3 dengan konsentrasi 5,06 x 105 spora/ml. Sedangkan gejala yang terjadi pada pupa PBK (C. cramerella) setelah aplikasi diawali oleh perubahan bentuk morfologi yang berubah yaitu permukaan kulit atau tekstur pupa PBK (C.camerella) menjadi kasar, mengeras, tampak kaku dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, serta miselium telah menyelimuti pupa PBK (C.cramerella).
EFEKTIVITAS CENDAWAN Gliocladium sp. TERHADAP Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) fera, fera; Lakani, Irwan; Asrul, Asrul; Arsih, Desi Wahyuni
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2547

Abstract

Cabai merah termasuk tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun kendala yang sering ditemui pada saat melakukan budidaya cabai merah yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici. Salah satu jenis cendwan yang berperan sebagai agen antagonis yang dapat menekan petumbuhan cendawan patogen ialah Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis Gliocladium sp. yang efektif dalam menekan keparahan dan intensitas serangan penyakit antraknosa pada buah cabai merah besar (Capsicum annum L). Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kasa, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu yang berlangsung pada bulan Februari sampai Oktober 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan yang diamati melalui pemberian dosis 10 ml/polybag, 20 ml/polybag, 30 ml/polybag, 40 ml/polybag, dan 50 ml/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan dengan berbagai dosis Gliocladium sp. berbeda nyata dengan kontrol dimana perlakuan yang efektif dan efisien dalam menekan keparahan penyakit antraknosa diperoleh pada perlakuan P4 yaitu dosis 40 ml/polybag. Sedangkan pengamatan intensitas serangan penyakit menunjukkan bahwa pada pengamatan 104 HST, pemberian perlakuan berupa Gliocladium sp. berbeda nyata dengan tanaman kontrol. Dimana perlakuan P4 yaitu pemberian Gliocladium sp. dengan dosis 40 ml/polybag merupakan perlakuan yang paling efektif dan efisien dalam menakan intensitas serangan penyakit antraknosa pada cabai merah.
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI GMN Trichoderma sp. DENGAN PELARUT LIMBAH AIR CUCIAN BERAS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BUSUK DAUN PADA TANAMAN TOMAT Fatimah, Sitti; Rosmini, Rosmini; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2549

Abstract

Penyakit busuk daun yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora infestans termasuk salah satu jenis cendawan yang sulit untuk dikendalikan pada tanaman tomat, awalnya penyakit ini dikenal dengan nama Botrytis infestans mont. Berdasarkan klasifikasinya cendawan ini termasuk dalam kelas Oomycetes, bangsa Peronosporales dan suku Pythiaceae. Penyakit ini dapat menyebar ke batang, tangkai dan buah. Penyebarannya semakin cepat pada tingkat kelembaban diatas >95% disekitar kanopi dan suhu sekitar 20oC. Penyakit busuk daun dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan dan bahkan mengakibatkan gagal panen apabila tidak ditangani dengan cepat dan efektif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menunda munculnya penyakit adalah 80g/10 liter air yang diaplikasikan dengan metode kocor dan semprot menggunakan Trichoderma spp. pada bedengan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi GMN Trichoderma sp. yang paling efektif jika dilarutkan dalam air cucian beras untuk mengendalikan P.infestans penyebab penyakit busuk daun pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Labolatorium Penyakit Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu, selama kurang lebih delapan bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Konsentrasi perlakuan GMN Trichoderma sp. yang digunakan sebagai berikut: (kontrol, 5g/1 liter air cucian beras, 10g/1 liter air cucian beras, 15g/ 1 liter air cucian beras, 20g/ 1 liter air cucian beras, 25g/ 1 liter air cucian beras). Parameter yang diamati meliputi tingkat keparahan penyakit, kejadian penyakit, jumlah buah tomat dan berat buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan GMN Trichoderma sp. dengan konsentrasi 20g/1 liter air cucian beras memberikan hasil terbaik dalam menurunkan tingkat keparahan penyakit di umur 57 HST, tetapi tidak berpengaruh terhadap kejadian penyakit, jumlah buah dan berat buah.
A Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria Akar Bambu dan Mikroorganisme Lokal pada Tanaman Kedelai untuk Pengendalian Penyakit Pustul Bakteri (Xanthomonas axonopodis pv. Glycines): Application of Bamboo Root Plant Growth Promoting Rhizobacteria and Local Microorganisms in Soybean to Control of Bacterial Pustule (Xanthomonas axonopodis pv. Glycines) Lakani, Irwan; Zakaria, Jawuh; Rosmini; Mutmainah; Jusriadi
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.21.118-27

Abstract

Application of Bamboo Root Plant Growth Promoting Rhizobacteria and Local Microorganisms in Soybean to Control of Bacterial Pustule (Xanthomonas axonopodis pv. Glycines) Xanthomonas axonopodis pv. glycines (Xag) is a pathogenic bacterium that causes pustule disease in soybean plants, leading to significant levels of damage. One of the biological control efforts against this pathogen involves the use of plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) and local microorganisms (MOL). This study aims to determine the effect of PGPR and MOL applications on enhancing plant growth and controlling bacterial pustule disease. The Xag JB12 isolate from the University of Jember was used as the inoculum source. PGPR from bamboo roots and MOL from fruit and vegetable waste were used as antagonistic agents against the Xag JB12 isolate. The experimental study was designed using four treatments (control, PGPR application, MOL application, and PGPR + MOL application). PGPR/MOL application was carried out through seed soaking and drenching. The results showed that the MOL treatment exhibited the lowest disease severity, which was 20.02%. The MOL treatment showed the highest disease progression rate, but the smallest area under the disease progress curve (AUDPC) compared to other treatments. The study also found that all treatments had no significant effect on plant height and leaf number variables.
IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BUAH PEPAYA DAN TINGKAT SERANGAN PADA PERTANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Amelia, Nida Izza; Lakani, Irwan; Mutmainah, Mutmainah; Arsih, Desi Wahyuni
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2718

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan buah tropika yang ditemui disemua daerah di Indonesia. Pepaya merupakan tanaman serbaguna yang banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki kandungan vitamin A, vitamin C serta memiliki kadar serat. Budidaya pepaya menjadi prospek besar dan potensial. Selain karena dikenal dengan buah sehat dan mudah ditemukan, kelebihan lainnya yaitu rasa dan tekstur yang umum digemari Masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan penyebab penyakit busuk buah, melihat karakteristik cendawan penyebab penyakit busuk buah serta mengetahui kejadian dan keparahan penyakit pada tanaman pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini berlangsung pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling melalui survei lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebab penyakit busuk buah pada tanaman pepaya (Carica papaya L.) yaitu cendawan Colletotrichum gloeosporioides. Karakteristik permukaan cendawan tampak halus, berwarna putih dan lama kelamaan berubah menjadi abu-abu hingga kehitaman (tampak atas), dan (tampak bawah) koloni berwarna hitam. Secara mikroskopis hifa bersekat dan bercabang serta memiliki konidia bersekat dan membentuk silindris membulat pada kedua ujungnya. Pengamatan dilapangan diperoleh hasil kejadian penyakit sebesar 5.85% dan keparahan penyakit sebesar 4.28%.
Intensitas Penyakit Pembuluh Kayu (Ppk) Pada Areal Budidaya Tanama Kakao Di Desa Benggaulu Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat Suaib S, Ismail; Lakani, Irwan; Isrun, Isrun
Mitra Sains Vol 10 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2022.v10.i1.pp33-41

Abstract

The aim of this research is to measure the intensity of wood vein disease and the level of soil fertility in areas of cocoa land affected by the disease and to determine the relationship between the level of maintenance (sanitation) of cocoa and the development of wood disease attacks. The analysis was carried out by calculating the incidence of disease and disease severity using the disease incidence and severity formula and the data was carried out using a simple variable correlation test to see the relationship between the sanitation level of cocoa plants. and the development of PPK disease. The results of disease incidence calculations show that land two (2) has the highest incidence of PPK disease at 69.33% and the lowest disease incidence is found in land four (4), namely 42.67%. Meanwhile, the highest level of PPK disease severity was found on land 2 at 29.47% and the lowest level of disease severity was found on land 4 at 13.73%. The results of the bivariate correlation test (r) show the person value correlation value r = 0.992 with a significance value (5%) = 0.008, which means that sanitation has a very close relationship with the development of wood disease.