Claim Missing Document
Check
Articles

UJI ANTAGONIS JAMUR Beauveria Bassiana TERHADAP PATOGEN TULAR TANAH Fusarium sp. PADA BAWANG MERAH SECARA In Vitro Ansar Ansar; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 4 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas jamur Beauveria bassiana dalam menekan pertumbuhan jamur Fusarium sp berdasarkan umur kultur secara in vitro. Metode pengujian adalah dengan meletakkan isolat jamur Beauveria bassiana secara bersamaan dalam media PDA dengan isolat Fusarium sp pada posisi berlawanan, kemudian diinkubasi sampai terjadi pertautan antara kedua koloni jamur, metode ini terus dilakukan dengan isolat jamur Beauveria bassiana pada umur kultur berbeda sesuai perlakuan yaitu P1 6 hari, P2 8 hari, P3 10 hari, P4 12 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur kultur yang berbeda dapat mempengaruhi laju pertumbuhan jamur Beauveria bassiana dalam menekan pertumbuhan Jamur patogen Fusarium sp. Perlakuan yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan jamur Fusarium sp yaitu P3 dengan kultur awal yang berumur 10 hari.
TINGKAT KEJADIAN PENYAKIT BUSUK BUAH DAN SERANGAN PBK PADA TANAMAN KAKAO YANG DI BERIKAN SARUNGISASI BUAH Mufi’i Coma; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 3 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kejadian penyakit Busuk Buah Kakao dan serangan Penggerek Buah Kakao yang diberikan sarungisasi buah kakao Kegunaan penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam pengendalian Busuk Buah Kakao dan Penggerek Buah Kakao dengan melalui sarungisasi tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rahmat Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Palolo merupakan kecamatan yang memiliki wilayah tingkat serangan Busuk Buah Kakao dan Penggerek Buah Kakao yang tinggi. Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai dari September sampai Desember 2018. Hasil penelitian tentang tingkat kejadian penyakit busuk buah dan serang PBK pada tanaman kakao yang diberikan sarungisasi maka dapat disimpulkan persentase total rata-rata tertinggi pada serangan penggerek buah kakao 73,51% sedangkan persentase terendah pada serangan penggerek buah kakao 42%, Persentase total rata-rata tertinggi pada penyakit busuk buah kakao 23,46% sedangkan persentasete rendah pada penyakit busuk buah kakao 8,42%, Serangan penggerek buah kakao lebih tinggi dibandingkan serangan dari penyakit busuk buah kakao.
IDENTIFIKASI PENYAKIT BUSUK BUAH KERING PADA TANAMAN PALA (Myiristica frangrants H.) DI KELURAHAN LAMBEREA KECAMATAN BUNGKU TENGAH KABUPATEN MOROWALI Indra Sri Wahyuni; Irwan lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pala (Myristica fragrans H) merupakan tanaman asli Indonesia yang sudah terkenal sebagai tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna karena setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri, sehingga Indonesia merupakan produsen pala di dunia (70-75 %). Pengamatan yang telah dilakukan terhadap penyakit busuk buah kering pala, gejala awal menujukan bahwa buah pala yang telah terinfeksi penyakit menjukan adanya bercak coklat kecil yang lama kelamaan akan membesar.Buah pala yang terserang penyakit busuk kering menunjukan adanya perbedaan warna pada buah pala secara umum, hal itu di tunjukan dengan bentuk dan warna pada pala yang terserang penyakit. Penelitian ini di laksanakan di laboratorium agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini berlangsung Oktober 2020 – Januari 2021.Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara analisis deskriptif.
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN Colletotrichum capsici SECARA IN VITRO Risda Adinda Wongkar; Rosmini Rosmini; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a popular chili spice widely used in Indonesian cuisine, and its demand has been increasing in the market. However, humid condition and pest attacks are common obstacles that can lead to a production decrease in chili plantation. This study aimed to determine the appropriate concentration of Morinda citrifolia (M. citrifolia) leaf extract to suppress the growth of Colletotrichum capsici, a fungus that causes anthracnose disease in chili plants. The experiment was conducted in vitro using a completely randomized design (CRD) of one factor with five treatments, and each treatment was repeated four times. The treatments included PDA media with no extract (K0), PDA media with 0.4 ml extract (K1), PDA media with 0.6 ml extract (K2), PDA media with 0.8 ml extract (K3), PDA media with 1 ml extract (K4). The study found that the addition of M. citrifolia leaf extract to the PDA medium produce significantly different effects on the growth of C. capsici colonies. The results of the data analysing using the 5% Tukey HSD test showed that the concentration of 1 ml extract added to the PDA media in the K4 treatment was the most effective in suppressing the growth of C. capsici colonies on the seventh day, with a diameter of 2.40 cm. In addition to suppressing the growth of C. capsica colonies, the extract at a concentration of 1 ml could also inhibit the growth of C. capsica with an inhibitory power of 66.84% on the fifth day.
EFEKTIVITAS Plant Growth Promoting Microorganisms AKAR BAMBU UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN BAWANG MERAH(Allium ascolanicum L.) Santi I. Batalipu; Irwan Lakani; Rosmini Rosmini
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas Plant Growth Promoting Microorganisms akar bambu dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil serta penekanan penyakit layu Fusarium yang menyebabkan kerusakan pada bawang merah (Allium ascolanicum L). Penelitian ini dilakasanakan didesa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi dan Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini berlangsung dari bulan September 2021 – Desmber 2021. Desain penelitian yang digunakan yaitu metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 perendaman PGPM akar bambu pada bawang merah, P2 perendaman + 1 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah, P3 tanpa perendaman + 1 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah, P4 perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah, P5 tanpa perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu pada bawang merah. 3 kali ulangan serta 6 perlakuan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu, tanpa perendaman + 2 kali penyemprotan PGPM akar bambu, perendaman + 1 kali penyemprotan PGPM akar bambu mampu menekan pertumbuhan penyakit moler dan mampu meningkatkan pertumbuhan dari bawang merah (Allium ascolanicum L).
PERSEPSI DAN TINDAKAN PETANI TERHADAP OPT UTAMA TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA GUNTARANO Resky magfirah; Shahabudin Shahabudin; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1787

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi prioritas dalam pengembangan sayuran dataran rendah di Indonesia. Pengembangan tanaman bawang merah varitas Lokal Palu terkendala salah satunya adalah serangan hama dan penyakit. Penelitian ini dilakukan di Desa Guntarano, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2019. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode pengambilan data yaitu data primer dan data skunder. Data dianalisis berdasarkan frekuensi jawaban petani menggunakan office Excel 2007 yang disajikan dalam bentuk grafik dan tabulasi. Sebanyak 48,1% responden yang menjawab kerusakan yang disebabkan oleh lalat pengorok daun yaitu sebesar >40-60%. Hal ini menunjukkan bahwa kehilangan hasil di atas 50% umum terjadi pada kebanyakan pertanaman bawang goreng yang diserang oleh lalat pengorok daun. Sebanyak 48% responden menyatakan bahwa serangan ulat bawang dapat menurunkan hasil hingga lebih dari 50%, dan kehilangan hasil lebih dari 80% di laporkan oleh 18% responden.
EFEKTIVITAS BEBERAPA JAMUR (Aspergillus sp, Beauveria Bassiana, Verticilliumsp) UNTUK MENGENDALIKAN PUPA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) Silviani Silviani; Alam Anshary; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1790

Abstract

Kakao merupakan salah satu produk pertanian yang dapat diandalkan dalam mewujudkan program pembangunan pertanian, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, pendorong pengembangan wilayah, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan pendapatan/devisa Negara. Kerugian akibat serangan PBK merupakan resultan dari penurunan berat biji, kehilangan hasil dan meningkatnya biaya panen diakibatkan sulitnya memisahkan biji yang terserang dari kulit buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengaplikasian beberapa jamur dalam berbagai konsentrasi terhadap pupa penggerek buah kakao. Pengambilan pupa serangga PBK yaitu dikumpulkan dari buah kakao yang memiliki gejala serangan PBK, selain itu juga pupa serangga didapatkan dari tumpukkan buah dan kulit-kulit buah kakao, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan menggunakan 10 ekor pupa uji. Berdasarkan hasil uji ketiga jenis cendawan entomopatogen yang dapat menyebabkan mortalitas pupa PBK (C. cramerella), dari ketiga cendawan tersebut yang lebih efektif digunakan yaitu cendawan Aspergillus sp dengan tingkat mortalitas 90,50%, sedangkan tingkat mortalitas cendawan Verticillium sp yaitu 80,50% dan yang terendah cendawan Beauveria Bassiana yaitu 56,67%.
CURRENT STATUS ON CACAO DISEASE INCIDENCE IN CENTRAL SULAWESI Nur Edy; Margaret Angelia; Irwan Lakani; Johanis Panggeso
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 6 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v6i1.93

Abstract

Central Sulawesi is the largest cocoa bean producer in Indonesia. However, cocoa production constrained by important diseases. Currently, data about cocoa beandamage due to pathogen infection have not been updated. This study observed the incidence of major diseases in cacao plantations, included pod rot, canker, and vascular-streak dieback (VSD). The study located at the largest cacao plantation in Palolo, Central Sulawesi. The observation pronounced that the cacao trees in the study sites were infected by the pathogens of pod rot, canker, and VSD with different incidence levels. VSD was a disease with the highest incidence and distribution in the cacao plantations. Besides, this study also described the symptom of the disease.
PENDAMPINGAN KELOMPOK DASAWISMA DALAM MEMENUHI KECUKUPAN GIZI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI LAHAN PEKARANGAN Rosmini, Rosmini; Lasmini, Sri Anjar; Hasriyanty, Hasriyanty; Lakani, Irwan; Edy, Nur; Idham, Idham
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2052

Abstract

Dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat banyak menghadapi kendala terutama karena akibat perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan semakin banyaknya kasus serangan hama dan penyakit tanaman yang menyebabkan terjadinya penurunan hasil panen. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat sasaran dalam dalam hal: (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, terutama pengelolaan lahan pekarangan secara intensif untuk budidaya tanaman sayuran; (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman secara mandiri minimal untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri; (3) Membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran yang banyak manfaatnya karena mengandung vitamin (4) mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga untuk meningkatkan pendapatan keluarga masyarakat. Metode yang diterapkan meliputi: (a) penyuluhan tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif melalui pengembangan sayuran (b) pelatihan partisipatif untuk peningkatan keterampilan dalam melakukan indentifikasi potensi, permasalahan dan peluang pengembangan usaha (c) pelatihan teknik pengembangan lahan pekarangan berbasis produk sayuran organik serta (d) pendampingan pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan melibatkan sumber daya keluarga bersama kelompok masyarakat sasaran secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat meningkat pengetahuan dan ketrampilannya setelah mengikuti program ini yang ditandai dengan adanya usaha budidaya sayuran di lahan pekarangan masing-masing, khususnya bagi anggota kelompok dasawisma yang menjadi mitra kegiatan pengabdian.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.) UNTUK MENEKAN PATOGEN CENDAWAN Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI (Capsicum annum) SECARA IN VITRO B, Fatmia; Lakani, Irwan; Edy, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to find the suitable concentration of citronella extract that can effectively hinder the growth of C. capisici colonies responsible for chili pod rot in a controlled environment (in vitro). The study was conducted at the Laboratory of Plant Diseases, Faculty of Agriculture, Tadulako University, in July 2018. The research employed a completely randomized design (CRD) with four treatments and a control group, named ES0 (0% concentration, control), ES1 (0.3% concentration), ES2 (0.6% concentration), and ES3 (0.9% concentration), and ES4 (1.2% concentration). The experiment was repeated three times. The study demonstrated that as the concentration of citronella extract increased, the inhibition of fungal colony growth also increased. The most effective inhibition was observed with a 1.2% concentration of citronella extract, which was significantly different from the other treatments.
Co-Authors Abdul Hadid Abdul Rahim Abdul Rahman Adelia Rahmawati Ahmad Hamdani Hamzah Alam Anshary Amalia Noviyanty Amelia, Nida Izza Anis Herliyati Mahsunah Ansar Ansar Anthon Monde Anthon Monde Asriani, Andi Halida Asrul Asrul Asrul Asrul Asrul Asrul Asrul Asrul As’ar, Marwia B, Fatmia Badrin Badrin Burhanuddin Haji Nasir Burhanuddin Nasir Dance Tangkesalu Danil Supriyadi Desi Wahyuni Arsih Dwi Eli Wulandari Fera, Fera Fitria Balosi Flora Pasaru Gede Suastika GEDE SUASTIKA Hasriyanty Hasriyanty Herman H. I Kadek Duis Tiana I Kadek Duis Tiana I Putu Suci Astawa Idham Idham Idham Idham Ikhlasul Hamdi Ilham Akbar Imam Wahyudi Indra Sri Wahyuni Ismail Suaib. S Isrun Isrun J, Jusriadi Johanes Panggeso Johanis Panggeso Johanis Panggeso Johanis Panggeso Jusriadi Kurnia Burhan Made Krisna Laksmayani Maemunah Maemunah Margaret Angelia Margaret Angelia Maulidin Kurniawan Megawati - Megawati Megawati Melani, Ni Wayan Moh. Intim Purwanto Moh. Syahrul Asdar Moh. Yunus Mohammad Yunus Mufi’i Coma Muh. Nur Sangadji Muhammad Iqbal Muhd. Nur Sangadji MUTMAINAH Mutmainah Mutmainah Mutmainah Mutmainah Mutmainah Mutmainah N Mattjik Nahru, Nurfadilah Najamudin Najamudin Najamudin Najamudin Najamudin Najamudin Naslia, Naslia Ni Ketut Indiani Nur Edy Nur Hayati Nur, Sahara Fajria Nurfathia Djau NURHAJATI MATTJIK Ody Dipayana Putra Purwanto, Moh. Intim Reinal Putalan Resky magfirah Reynaldi Rezkianti, Vivin Risda Adinda Wongkar Rita Harni RODIAH BALFAS Rohfita, Rohfita Rosmini Rosmini Rosmini Ismail Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini S. Rostiati Dg. Rahmatu Rostiaty Rahmatu S, Ismail Suaib. Sakka Samudin SAMSUDIN SAMSUDIN Santi I. Batalipu Sarah Sarah Sarah Sarah, Sarah Selvy Mozin Septian Palma Ariany Septian Palma Ariany Shahabuddin Saleh Shahabudin Shahabudin Silviani Silviani Sitti Fatimah Sitti Marwiah Sitti Sabariyah Sri Anjar Lasmini Suaib S, Ismail SUKAMTO SUKAMTO Supriyadi, Danil TRI ASMIRA DAMAYANTI Umrah Umrah Usman Made Valentino Valentino Vivin Rezkianti Wahyuniarsih, Desi Widi Amaria Zakaria, Jawuh ⁠Muhammad Fawzul Alif Nugroho ⁠Syahraeni Kadir