Claim Missing Document
Check
Articles

CHATBOT PROTOTYPE TRAINING USING DEEP LEARNING METHODS FOR TOURISM IN NORTH SUMATRA Fibriasari, Hesti; Putri, Tansa Trisna Astono; Widiastuti, Uyuni
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.57639

Abstract

Tourism is one of the foreign exchange industry that has significant potential for expansion. One notable province is North Sumatra, which boasts a plethora of captivating tourism destinations. Advertising and insufficient management systems for tourism information are hindering the expansion of the tourism business. The younger generation lacks a significant comprehension of artificial intelligence and its utilization in Chatbots and support services. A Chatbot is a program designed to engage in conversations on your behalf. Consequently, the design and deployment of deep-learning Chatbots necessitate teaching. This non-profit initiative aimed to tackle the issue by providing direction, examples, and practical training on tourist Chatbot prototypes specifically from North Sumatra. The PKM curriculum offers teaching in marketing methods, specifically focusing on tourist information management systems. 2) Education on the core concepts of artificial intelligence, specifically focusing on Chatbots. 3) Training in deep learning for constructing Chatbots; 4) Training in using the Chatbot application. The purpose of this activity is to increase public knowledge and usage of Chatbot applications for obtaining information about tourism destinations in the province of North Sumatra, in order to raise awareness among tourists.
Inovasi Perangkat Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Digital di SMP Kota Tanjungbalai Widiastuti, Uyuni; Rahmah, Sitti; Sembiring, Adina S; Sugito, Sugito; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19348

Abstract

Background: Kesenjangan pembelajaran Seni Budaya di SMP Kota Tanjungbalai terlihat dari masih dominannya perangkat manual, minimnya teknologi digital, dan kurang optimalnya integrasi tradisi lokal Melayu. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi dengan muatan lokal seni musik, tari, dan rupa khas Melayu, sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Metode: Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 23 guru Seni Budaya dari SMP negeri dan swasta di Kota Tanjungbalai. Tahap pelatihan menghadirkan narasumber sesuai bidang keahlian (musik, tari, rupa, teknologi), sementara tahap pendampingan difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran digital yang dimasukkan ke dalam platform daring. Evaluasi dilakukan dengan instrumen berupa lembar observasi, angket, rubrik penilaian, dan wawancara. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran digital berbasis muatan lokal. Guru yang sebelumnya hanya menggunakan media manual kini mampu mengembangkan perangkat dalam bentuk game edukasi, modul digital, media interaktif, hingga website pembelajaran. Inovasi utama dari program ini adalah peluncuran situs web khusus yang menampung perangkat pembelajaran digital hasil karya guru, sehingga dapat diakses secara fleksibel oleh guru dan siswa.
Kontribusi Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) terhadap Pemain Biola Jalanan Otodidak di Lapangan Merdeka Medan Prasetyo Bagaskara; Uyuni Widiastuti; Herna Hirza; Lanang Riyadi
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67575/ostinato.v2i1.13

Abstract

Keterbatasan akses pemain biola jalanan terhadap pendidikan musik formal, peluang ekonomi, dan dukungan sosial yang memadai menjadi permasalahan struktural musisi marginal di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) terhadap pemain biola jalanan otodidak di Lapangan Merdeka Medan serta mengidentifikasi dampak multidimensional yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus komunitas serta pemain biola jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi SPMI secara signifikan meningkatkan efisiensi hidup melalui pelatihan teknis informal, pengelolaan jadwal tampil, dan efisiensi biaya operasional. Selain itu, efektivitas hidup para pemain meningkat secara nyata yang ditandai dengan transformasi kesadaran identitas diri menjadi pekerja seni, peningkatan kepercayaan diri, serta terbukanya peluang profesional di panggung formal. Signifikansi peran komunitas musik bertindak sebagai agen pemberdayaan yang mampu merekonstruksi modal sosial dan kultural musisi jalanan secara mandiri. Dampak yang dihasilkan bersifat multidimensional; meliputi penguatan solidaritas sosial dan kesejahteraan ekonomi sebagai dampak positif, serta risiko ketergantungan komunitas dan homogenisasi ekspresi musikal sebagai dampak negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunitas memiliki peran vital dalam memberdayakan musisi marginal, namun memerlukan manajemen yang adaptif agar manfaatnya berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap formulasi kebijakan di bidang seni dan ekonomi kreatif, serta dapat dijadikan acuan model tata kelola program pemberdayaan musisi jalanan berbasis komunitas yang lebih terstruktur dan inklusif.
Pelatihan Manajemen Pertunjukan Seni Bagi Komunitas Seni Telangkai Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Merdy Roy Sunarya Togatorop; Uyuni Widiastuti; Ifwanul Hakim; Ilham Rifandi; Christine Helena Natalia
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.5937

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah; 1) Minimnya pengetahuan tentang penyusunan sajian pertunjukan; 2) Minimnya pengetahuan tentang tata panggung dan artistik; 3) Minimnya pengetahuan tentang pengelolaan administrasi pertunjukan. Solusi yang ditawarkan untuk meyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah; 1) Menerapkan pengetahuan tentang konsep susunan sajian pertunjukan; 2) Menerapkan pengetahuan tentang tata panggung dan artistik; 3) Menerapkan pengetahuan tentang tata kelola administrasi pertunjukan. Tujuan dan target khusus dari kegiatan ini adalah; 1) Terbentuknya kemampuan (soft skill) penyusunan sajian pertunjukan; 2) Terbentuknya kemampuan (soft skill) merancang tata panggung dan artistik; 3) Terbentuknya kemampuan tata kelola administrasi pertunjukan. Metode yang dilakukan adalah dengan metode pembimbingan dan pendampingan atas program kerja yang ditujukan kepada mitra dalam hal memperbaiki persoalan yang dihadapi hingga memperoleh hasil yang maksimal. Berdasarkan realita dan fakta lapangan pada pertunjukan seni, kemampuan dalam menyusun dan mengaplikasikan konsep pertunjukan, menata dramatisasi acara, dan kemampuan menata administrasi acara pertunjukan menjadi satu paket yang penting untuk kesuksesan pertunjukan seni. Hal tersebut sudah harus menjadi perhatian penting secara khusus bagi Komunitas Seni Telangkai dalam melakukan penyajian pertunjukan.