Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI BATAS PENGGUNAAN OBAT (BEYOND USE DATE) KEPADA SISWA SMAN 8 BANDA ACEH Fitria Fitria; Chairanisa Anwar; Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat yang telah melalui proses peracikan, pengenceran, atau pengemasan ulang  yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa produk asli. Evaluasi ini bertujuan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien, serta mencegah risiko penggunaan obat yang tidak lagi memenuhi standar kualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan, pemaparan materi, untuk siswa negeri SMAN 8 Banda Aceh yang hadir di acara penyuluhan BUD. Diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini  siswa dapat mengetahui BUD sehingga membantu siswa memahami batas waktu obat tetap stabil, aman digunakan dan dapat menggunakan obat secara rasional.
PEMERIKSAAN DINI KADAR HEMOGLOBIN UNTUK DETEKSI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 8 KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri, terutama akibat defisiensi zat besi yang berdampak pada penurunan konsentrasi hemoglobin dalam darah. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan, prestasi belajar, dan kualitas hidup remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dini kadar hemoglobin sebagai upaya deteksi awal anemia pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital portabel (hemoglobinometer), serta pemberian konsultasi gizi berdasarkan hasil pemeriksaan. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswi dan dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 38% partisipan mengalami anemia ringan hingga sedang. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi lebih lanjut, seperti pemberian suplemen zat besi, peningkatan asupan makanan bergizi, serta pemantauan kesehatan secara berkala di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa serta pihak sekolah mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan anemia.Kata kunci: anemia, remaja putri, hemoglobin, deteksi dini, pengabdian masyarakat  AbstractAnemia is a common health problem in adolescent girls, especially due to iron deficiency which results in decreased hemoglobin concentration in the blood. This condition can affect growth, academic achievement, and quality of life of adolescents. This community service activity aims to conduct early examination of hemoglobin levels as an effort to detect anemia in adolescent girls at State SeniorMiddle School (SMA) 8 Banda Aceh City. The methods used include health education, hemoglobin level examination using a portable digital device (hemoglobinometer), and providing nutritional consultation based on the results of the examination. This activity was attended by 50 female students and was carried out in March 2025. The results of the examination showed that 38% of participants experienced mild to moderate anemia. These findings indicate the need for further interventions, such as providing iron supplements, increasing nutritious food intake, and regular health monitoring in the school environment. This activity is expected to increase awareness and knowledge of students and schools regarding the importance of early detection and prevention of anemia.Keywords: anemia, adolescent girls, hemoglobin, early detection, community service
PROGRAM KAMPUS AMAN : SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN DAN MEKANISME PENANGANAN KASUS DI PERGURUAN TINGGI Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, baik dalam bentuk kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun psikologis, merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, serta iklim akademik yang sehat. Sebagai implementasi dari Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan Program Kampus Aman dengan fokus pada sosialisasi pencegahan kekerasan dan mekanisme penanganan kasus di lingkungan kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika terutama dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan terhadap bentuk-bentuk kekerasan, faktor risiko, serta langkah-langkah pelaporan dan pendampingan korban. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi mekanisme pelaporan kasus kekerasan berbasis kebijakan internal universitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pencegahan kekerasan, dengan 90% peserta mampu mengidentifikasi bentuk kekerasan dan memahami prosedur penanganannya. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan budaya kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan gender. Diharapkan, kegiatan Program Kampus Aman dapat berlanjut melalui pembentukan satuan tugas pencegahan kekerasan dan integrasi materi edukasi anti-kekerasan ke dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru. Kata kunci: kampus aman, pencegahan kekerasan, sosialisasi, perguruan tinggi, Universitas Ubudiyah Indonesia
PEMBUATAN SNACK SEHAT BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL Rouzatun Nisa; Chairanisa Anwar; Irhamna Irhamna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBUATAN SNACK SEHAT BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL
KEGIATAN SKRINING GIZI MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK USIA DINI DI TPA ISLAM BUSTAN ASSOFA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Said Ashlan; Taufik Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Anak usia dini merupakan kelompok rentan karena berada pada masa pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gizi melalui pengukuran antropometri serta meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan status gizi anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dengan sasaran seluruh anak usia dini di TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indeks antropometri sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi status gizi pada anak, baik dalam kategori normal maupun berisiko mengalami masalah gizi. Pengukuran antropometri terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi seperti underweight, stunting, dan wasting secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru serta orang tua terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi pola makan, kebiasaan konsumsi, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan. Kesimpulannya, skrining gizi melalui pengukuran antropometri merupakan metode yang efektif dalam deteksi dini masalah gizi pada anak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi dasar intervensi kesehatan. Oleh karena itu, skrining gizi secara rutin sangat dianjurkan sebagai upaya promotif dan preventif. Kata kunci: skrining gizi, antropometri, anak usia dini, status gizi, pengabdian masyarakat. Abstract Nutritional problems among early childhood children remain an important public health issue in Indonesia, including in Banda Aceh. Early childhood is a vulnerable group due to rapid growth and development, requiring regular monitoring of nutritional status. This community service activity aims to conduct nutritional screening through anthropometric measurements and to increase the awareness of teachers and parents regarding the importance of monitoring children’s nutritional status. The method used was descriptive with a participatory approach, targeting all early childhood children at TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh, selected using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements including body weight, height, and mid-upper arm circumference, supported by observation and interviews. The data were then analyzed descriptively based on standard anthropometric indices. The results showed variations in children’s nutritional status, ranging from normal to those at risk of nutritional problems. Anthropometric measurements proved effective in early detection of conditions such as underweight, stunting, and wasting. In addition, this activity improved the knowledge and awareness of teachers and parents regarding the importance of balanced nutrition and growth monitoring. Factors influencing nutritional status included dietary patterns, consumption habits, and lack of regular growth monitoring. In conclusion, nutritional screening through anthropometric measurement is an effective method for early detection of nutritional problems in early childhood. This activity also contributes to increasing community awareness and can serve as a basis for health interventions. Therefore, routine nutritional screening is highly recommended as a promotive and preventive effort. Keywords: nutritional screening, anthropometry, early childhood, nutritional status, community service.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention