Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi Alternatif Penyakit Kardiovaskuler dengan Pigmen Alami Katarina Purnomo Salim; Renny Indrawati; Leenawaty Limantara
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i11.893

Abstract

Pola diet dan gaya hidup kurang sehat menyebabkan berbagai kasus hiperkolesterol dan obesitas. Berbagai pengobatan untuk mengatasi permasalahan tersebut masih terus diperbaharui, tak hanya dengan obat-obatan sintetik namun juga obat alam berbasis senyawa bioaktif tumbuhan tingkat tinggi. Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa pigmen alami, yang diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi maupun rendah, juga mampu memberikan manfaat terapi hampir serupa untuk membantu menurunkan prevalensi penyakit kardiovaskular. Beberapa pigmen seperti fukosantin, astasantin, lutein, dan fikosianin dibuktikan memiliki sifat antioksidan alami serta bioaktivitas spesifik dalam metabolisme lemak tubuh, sehingga dapat digunakan untuk terapi penyakit yang disebabkan oleh kerusakan oksidatif, termasuk penyakit kardiovaskular.The unhealthy life style and poor diet become the reason of most hypercholesterol and obesity cases. Numerous studies are still continuously conducted to overcome heart conditions, not only with synthetic drugs but also natural herbals from bioactive compounds of higher plants. Several natural pigments studies showed comparable activities in decreasing cardiovascular disease prevalence. Fucoxanthin, astaxanthin, lutein, and phycocyanin are natural antioxidants, playing beneficial role in the metabolism of body fats. They can be applied for diseases associated with oxidative stress, including cardiovascular problems.
Pigmen Spirulina sebagai Senyawa Antikanker Prasetyandaru Pirenantyo; Leenawaty Limantara
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3164.34 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v2i4.61

Abstract

Spirulina, ganggang hijau biru yang berbentuk spiral, mengandung fitonutrisi yang cukup lengkap dan berpotensi sebagai agen antikanker yang efektif. Fikosianin, klorofil a, dan karotenoid adalah pigmen-pigmen yang dikandung Spirulina. Artikel ini merangkum berbagai penelitian in vivo dan ex vivo yang melaporkan ketiga pigmen tersebut merupakan antioksidan kuat. Bahkan, beberapa laporan mencatat bahwa turunan klorofil a juga berpotensi sebagai antimutagen, induktor apoptosis, dan fotosensitizer untuk PDT (Fotodinamika Terapi Kanker). PDT diharapkan memberikan harapan baru dalam terapi kanker. Namun demikian, tidak hanya pigmen yang berperan sebagai antioksidan dalam terapi penyembuhan kanker dengan Spirulina, nutrisi lain seperti asam lemak GLA (gamma linoleic acid), enzim superoksida dismutase (SOD), dan oligosakarida juga turut berperan sebagai senyawa antikanker. Spirulina dijual dalam bentuk suplemen golongan CAM (Complementary and Aternative Medicine). Terapi dengan mengkonsumsi spirulina cair, tablet, kapsul, ataupun bubuk secara teratur menawarkan sebuah jawaban bagi mereka yang sedang bergumul dengan kanker stadium awal jika ingin menghindari pembedahan, radioterapi, ataupun kemoterapi.vKata kunci: spirulina, fikosianin, klorofil a, karotenoid, antioksidan, complementary and alternative medicine
A Focus Group Discussion on the Benefits of Bio-pigment in Preventing Stunting and Obesity with RPTRA Administrators in South Jakarta Naurissa Biasini; Reni Dyanasari; Fitriyah Nurhidayah; Pratika Riris Putrianti; Leenawaty Limantara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.076 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.73462

Abstract

The problem of stunting in Indonesia has recently been getting worse and has become in the top three positions in Southeast Asia due to the lack of public understanding, one of which is about nutrition. Currently in Jakarta, to reach mothers, RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak/Child-friendly Integrated Public Space) administrators can assist in providing information about nutrition, especially those that can overcome the problem of stunting more broadly. This activity was carried out to provide more understanding of stunting prevention nutrition for RPTRA administrators. After receiving seminar and workshop materials, a Focus Group Discussion was held for RPTRA administrators regarding the benefits of biopigments in preventing Stunting and Obesity. Each group was given a question related to their knowledge of changes about biopigments benefits in fruits and vegetables. FGD data was analysed by using three methods of coding (open, axial, and selective coding). Eighty per cent of the answers from RPTRA administrators were still limited to sources of nutrition that were commonly used on a daily basis, even though their level of understanding about nutritional sources had increased after the seminars and workshops. The main reason for this was because there was still a view that other sources of nutrition that they had just discovered were considered expensive or difficult to find.
ENKAPSULASI DENGAN KITOSAN-NATRIUM ALGINAT MENGGUNAKAN TEKNIK SPRAY-DRYING DAN FREEZE-DRYING Naomi Megananda Mulyadi; Tri Dewanti Widyaningsih; Novita Wijayanti; Renny Indrawati; Leenawaty Limantara
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
IDENTIFIKASI DAN PENGUJIAN STABILITAS PIGMEN LUTEIN TEPUNG BUNGA MARIGOLD (Tagetes erecta L.) KUNING DAN JINGGA DENGAN VARIASI METODE PENGERINGAN Ayu Nur Aida; Teti Estiasih; Jaya Mahar Maligan; Leenawaty Limantara
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jpa.v4i3.448

Abstract

abstrak
Uji Mutagenik β-Karoten Alga Merah Rhodymenia Pseudopalmata terhadap Mencit Jantan Galur Balb/C yang Diinduksi 7,12-Dimetilbenzen (A)Antrasen (DMBA) Christina Astutiningsih; Leenawaty Limantara; Ocky K. Radjasa
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 2, No 1 (2010): March 2010
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v2i1.1146

Abstract

Carotenoids are important biological compounds in cancer prevention because theycan inhibit the formation of free radicals, which react directly with oxygen. This researchwas aimed to determine the effect of antimutagenic â-carotene on 7.12-dimetilbenz(a)antracene (DMBA)-induced mice. From the observation of the mortality rate during theresearch period, the DMBA group showed the highest rate of mortality compared to thecontrol group and the groups of â-carotene isolates. The incidence of tumors showed thedeclining trend in the groups of test animals that were given with the increasing dosesof β-caroten isolate, i.e. 1.82; 3.64 and 7.28 mg kg-1 BW. The result may be caused bythe increasingly high levels of â-carotene in the test solutions, resulting in the lowertissue damage and the inhibited growth of tumors in the lungs. Based on Kruskal-Wallisstatistical analysis conducted on lung histology observational data for ten samples ofeach treatment group, it was confi rmed that there were signifi cant differences betweentreatments, which mean that â-carotene isolates can inhibit cancer growth in lung andskin of DMBA-induced animals.Keywords: β-carotene isolate, antimutagenic, DMBA (7,12-dimetilbenz(a)antracene)
PENERAPAN METODE IN DEPTH REFLECTION DALAM BENTUK GAMBAR TERHADAP PEMAHAMAN PENGELOLA RPTRA TERKAIT MANFAAT BIOPIGMEN DALAM MENCEGAH STUNTING DAN OBESITAS Reni Dyanasari; Naurissa Biasini; Leenawaty Limantara; Fitriyah Nurhidayah; Pratika Riris Putrianti
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 4 No 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.968 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2788

Abstract

Masalah stunting (balita pendek) di Indonesia menempati posisi tiga besar di Asia Tenggara dengan prevalensi stunting tahun 2005-2017 mencapai 36,4%. Sedangkan prevalensi obesitas di Indonesia 21,8% dan diprediksi mencapai 40% pada tahun 2030. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang salah dari masyarakat terkait stunting yang cenderung dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik), pola makan, pola hidup dan tingkat pemahaman akan nutrisi di kalangan masyarakat. Padahal stunting dan obesitas lebih disebabkan oleh faktor perilaku (pola makan dan pola hidup), faktor lingkungan dan faktor layanan kesehatan. Sosialisasi dan edukasi pola makan dan pola hidup sehat berbasis riset biopigmen kepada masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi tetapi memegang peran kunci dalam keluarga yakni ibu dan pengelola komunitas sangatlah penting. Status gizi anak sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua yang biasanya berperan penting dalam mengatur kesehatan dan gizi keluarga. Edukasi dalam bentuk seminar dan workshop dapat membangun pemahaman dan upaya peningkatan kesehatan gizi anak dan keluarga. Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendukung program mitra yaitu pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dalam mensosialisasikan pesan pencegahan stunting dan obesitas kepada masyarakat. Kegiatan peningkatan pemahaman dilakukan melalui seminar dan workshop selama dua hari. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti seminar dan workshop melalui in depth reflection berupa gambar yang memuat hal apa saja yang telah peserta dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Hasilnya menunjukan peserta dapat mengambil kata-kata kunci dan visual yang akrab dengan kegiatan sehari-hari, dari materi yang disampaikan oleh narasumber. Komposisi gambar yang menarik dan mudah dipahami ditentukan dari pesan yang dibuat singkat serta sederhana. Selain itu, gambar yang sering muncul adalah gambar yang sering ditemui sehari - hari. Temuan lainnya adalah pesan yang dituangkan dalam gambar tidak dapat berupa aspek sikap atau psikologis. Aspek tersebut dapat digambarkan melalui roleplay yang direkam dalam bentuk video. Kata kunci— stunting, obesitas, biopigmen, in depth reflection, RPTRA The problem of stunting in Indonesia occupies the top three positions in Southeast Asia with the prevalence of stunting in 2005-2017 reaching 36.4%. While the prevalence of obesity in Indonesia is 21.8% and is predicted to reach 40% by 2030. This is due to a mis-understanding of the society regarding stunting that tends to be associated with heredity (genetic), diet, lifestyle and the level of understanding of nutrition among the community. Whereas stunting and obesity are more caused by behavioral factors (diet and lifestyle), environmental factors and health care factors. Socialization and education of healthy eating and lifestyle based on biopigment research to communities that are not economically productive but play a key role in the family, namely mothers and community managers are very important. The nutritional status of children is greatly influenced by the understanding of parents who usually play an important role in regulating family health and nutrition. Education in the form of seminars and workshops can build understanding and efforts to improve the nutritional health of children and families. The Community Partnership Program aims to support partner programs, namely the manager of Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA) in socializing the message of stunting and obesity prevention to the community. Understanding improvement activities are carried out through seminars and workshops for two days. One of the methods used to measure the level of understanding of participants after attending seminars and workshops through in depth reflection in the form of images that contain what participants have gained during this activity. The results showed participants were able to take keywords and visuals that are familiar with daily activities, from the material delivered by the source. The composition of an attractive and easy-to-understand image is determined from a message made short as well as simple. In addition, images that often appear are images that are often encountered every day. Another finding is that the message poured out in the image cannot be either an attitude or psychological aspect. This aspect can be described through roleplay recorded in the form of video. Keywords— stunting, obesity, biopigment, in depth reflection, RPTRA
PENERAPAN METODE IN DEPTH REFLECTION DALAM BENTUK GAMBAR TERHADAP PEMAHAMAN PENGELOLA RPTRA TERKAIT MANFAAT BIOPIGMEN DALAM MENCEGAH STUNTING DAN OBESITAS Reni Dyanasari; Naurissa Biasini; Leenawaty Limantara; Fitriyah Nurhidayah; Pratika Riris Putrianti
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2788

Abstract

Masalah stunting (balita pendek) di Indonesia menempati posisi tiga besar di Asia Tenggara dengan prevalensi stunting tahun 2005-2017 mencapai 36,4%. Sedangkan prevalensi obesitas di Indonesia 21,8% dan diprediksi mencapai 40% pada tahun 2030. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang salah dari masyarakat terkait stunting yang cenderung dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik), pola makan, pola hidup dan tingkat pemahaman akan nutrisi di kalangan masyarakat. Padahal stunting dan obesitas lebih disebabkan oleh faktor perilaku (pola makan dan pola hidup), faktor lingkungan dan faktor layanan kesehatan. Sosialisasi dan edukasi pola makan dan pola hidup sehat berbasis riset biopigmen kepada masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi tetapi memegang peran kunci dalam keluarga yakni ibu dan pengelola komunitas sangatlah penting. Status gizi anak sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua yang biasanya berperan penting dalam mengatur kesehatan dan gizi keluarga. Edukasi dalam bentuk seminar dan workshop dapat membangun pemahaman dan upaya peningkatan kesehatan gizi anak dan keluarga. Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendukung program mitra yaitu pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dalam mensosialisasikan pesan pencegahan stunting dan obesitas kepada masyarakat. Kegiatan peningkatan pemahaman dilakukan melalui seminar dan workshop selama dua hari. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti seminar dan workshop melalui in depth reflection berupa gambar yang memuat hal apa saja yang telah peserta dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Hasilnya menunjukan peserta dapat mengambil kata-kata kunci dan visual yang akrab dengan kegiatan sehari-hari, dari materi yang disampaikan oleh narasumber. Komposisi gambar yang menarik dan mudah dipahami ditentukan dari pesan yang dibuat singkat serta sederhana. Selain itu, gambar yang sering muncul adalah gambar yang sering ditemui sehari - hari. Temuan lainnya adalah pesan yang dituangkan dalam gambar tidak dapat berupa aspek sikap atau psikologis. Aspek tersebut dapat digambarkan melalui roleplay yang direkam dalam bentuk video. Kata kunci— stunting, obesitas, biopigmen, in depth reflection, RPTRA The problem of stunting in Indonesia occupies the top three positions in Southeast Asia with the prevalence of stunting in 2005-2017 reaching 36.4%. While the prevalence of obesity in Indonesia is 21.8% and is predicted to reach 40% by 2030. This is due to a mis-understanding of the society regarding stunting that tends to be associated with heredity (genetic), diet, lifestyle and the level of understanding of nutrition among the community. Whereas stunting and obesity are more caused by behavioral factors (diet and lifestyle), environmental factors and health care factors. Socialization and education of healthy eating and lifestyle based on biopigment research to communities that are not economically productive but play a key role in the family, namely mothers and community managers are very important. The nutritional status of children is greatly influenced by the understanding of parents who usually play an important role in regulating family health and nutrition. Education in the form of seminars and workshops can build understanding and efforts to improve the nutritional health of children and families. The Community Partnership Program aims to support partner programs, namely the manager of Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA) in socializing the message of stunting and obesity prevention to the community. Understanding improvement activities are carried out through seminars and workshops for two days. One of the methods used to measure the level of understanding of participants after attending seminars and workshops through in depth reflection in the form of images that contain what participants have gained during this activity. The results showed participants were able to take keywords and visuals that are familiar with daily activities, from the material delivered by the source. The composition of an attractive and easy-to-understand image is determined from a message made short as well as simple. In addition, images that often appear are images that are often encountered every day. Another finding is that the message poured out in the image cannot be either an attitude or psychological aspect. This aspect can be described through roleplay recorded in the form of video. Keywords— stunting, obesity, biopigment, in depth reflection, RPTRA
Ragam Metode Ekstraksi Karotenoid dari Sumber Tumbuhan dalam Dekade Terakhir (Telaah Literatur) Maleta, Hana Susanti; Indrawati, Renny; Limantara, Leenawaty; Brotosudarmo, Tatas Hardo Panintingjati
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10008

Abstract

Karotenoid adalah pigmen yang memberikan warna kuning, jingga hingga merah. Karotenoid merupakan pigmen pendamping klorofil atau zat hijau daun yang menjalankan fungsi penyerapan energi cahaya untuk fotosintesis. Sumber karotenoid utama adalah tumbuhan, yang selanjutnya dikonsumsi dan dimetabolisme atau terakumulasi dalam tubuh hewan. Terdapat lebih dari 3000 jenis karotenoid, dan beberapa jenis telah diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan. Beberapa studi menyebutkan karotenoid berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, dan membantu memelihara kesehatan mata. Ekstrak karotenoid telah diaplikasikan dalam berbagai produk pangan dan nutrasetikal. Dengan demikian, perkembangan teknologi metode ekstraksi karotenoid menjadi penting untuk diikuti. Ekstraksi karotenoid dilakukan dengan metode konvensional seperti maserasi ataupun modern seperti cairan superkritis, ultrasound asssisted extraction, enzimatik, pulsed electric field, dan pressurized liquid extraction. Sejumlah studi metode ekstraksi karotenoid dalam dekade terakhir disajikan dan dibahas dalam review berikut.
Co-Authors A. B. Susanto A.B. SUSANTO AB Susanto Adhiwibawa, Marcelinus A.S. Agus Sabdono Aji Wahyu Budiyanto Amelia Myristi Lolita Antonius Budi Susanto Ayu Nur Aida Bambang Cahyono Budi Prasetyo C Hanny Wijaya Christina Astutiningsih Dece Elisabeth Sahertian Diah Mustika Lukitasari Diah Mustika Lukitasari, Diah Mustika Dian Resita Dian Ridwan Nurdiana Dwi I Prayitmo DWI SUSILANINGSIH EDWIN MAHENDRA Elly Natalina Endrika Widyastuti Ferdiansyah Ferdiansyah Ferry Fredy Karwur Fitriyah Nurhidayah Gabriela Johana Septiany, Gabriela Johana Hana Susanti Maleta Hari Kristopo Helly de Fretes Heriyanto . Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heryanto Heryanto Hong, Khoo Mun Indriatmoko Indriatmoko Jaya Mahar Maligan Junet. F. da Costa Katarina Purnomo Salim Lia Kusmita M. Rio Syahputra Madalena Madalena Maleta, Hana Susanti Maria Ika Putri Soegiarto, Maria Ika Putri Muhammad Diah Khoirul Huda Naely K Wusqy NAELY K. WUSQY Naomi Megananda Mulyadi Naomi Megananda Mulyadi, Naomi Megananda Naurissa Biasini Naurissa Biasini Neltji Herlina Ati Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Ocky K Radjasa Ocky K. Radjasa Ocky K. Radjasa Ocky Karna Radjasa Prasetyandaru Pirenantyo Prasetyandaru Pirenantyo, Prasetyandaru Pratika Riris Putrianti Pratika Riris Putrianti Puji Rahayu Puji Rahayu Rebecca Christiana Reni Dyanasari Reni Dyanasari Reni Subawati Kusumaningtyas Renny Indrawati Renny Indrawati Renny Indrawati, Renny Reny Pratiwi Rosita Dwi Chandra Rosita Dwi Chandra, Rosita Dwi Salim, Katarina Purnomo Sitepu, Rehmadanta Soenarto Notosoedarmo Soenarto Notosudarmo Sulistyowati Sulistyowati Suryasatriya Trihandaru Susanti Pudji Hastuti Tatas H.P. Brotosudarmo Teti Estiasih Tri Dewanti Widyaningsih Venny Santosa Widya Dwi Rukmi Putri Windu Merdekawati Yundari, Yundari _ Heriyanto