Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ABDIMAS

EDUKASI KESEHATAN TENTANG JAJANAN SEHAT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK DI TK AZ ZAHRA LAHAT lestari, ratna; dwi lestari, vina; Bettrianto
ABDIMAS Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v2i1.39

Abstract

Anak sekolah dan jajanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jajanan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dengan syarat memenuhi gizi, sehat, dan aman dikonsumsi sesuai kebutuhan anak. Namun tidak jarang jajanan yang dikonsumsi oleh anak saat ini kandungan gizinya kurang dan tidak sehat sehingga berdampak terhadap kesehatan anak seperti diare, keracunan, dan dalam jangka waktu panjang terjadi gizi buruk. Perilaku jajan pada anak tidak dapat dihindari, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah minimnya pengetahuan untuk mengenali jajanan yang sehat dan aman. Fenomena tersebut perlu disikapi dengan menyiapkan pengetahuan tentang jajanan sehat untuk anak agar nantinya dapat memilih makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Peningkatan pengetahuan pada anak tentang jajanan sehat dapat diberikan melalui kegiatan edukasi sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang jajanan sehat melalui video yang dikombinasi dengan ceramah dan simulasi dengan food model. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan berdasarkan nilai median. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah yang akan menghasilkan generasi tangguh.
The Health Education in Preventing Dengue Hemorrhagic Fever In Kasang Jambi Listautin, Listautin; Amalia, Najlah; Lestari, Ratna
ABDIMAS Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v2i2.64

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Pada tahun 2023, tercatat sekitar 120.000 kasus DBD di Indonesia, dengan lebih dari 900 di antaranya meninggal dunia. Penyebaran DBD sebagai penyakit endemis dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu manusia, vektor, dan lingkungan. Pengetahuan merupakan bagian dari faktor manusia, dengan pengetahuan yang baik tentang DBD maka kasus DBD di lingkungan masyarakat akan dapat dicegah. Tujuan: Meningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD. Metode: Pemberian edukasi kesehatan melalui ceramah dan diskusi tentang cara mencegah DBD, kegiatan ini juga menggunakan media berupa poster dan video agar penyampaian materi lebih menarik. Hasil: Ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan tentang DBD berdasarkan nilai mean, IRT sangat antusias untuk mengetahui lebih banyak pencegahan tentang DBD. Kesimpulan: Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk mencegah DBD di lingkungan tempat tinggal melalui gerakan 3M plus.
EDUKASI DAN LATIHAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA UNTUK MENCEGAH JATUH DI POSYANDU BAROKAH Lestari, Ratna; Utari, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/abdimas.v3i2.129

Abstract

Elderly as vulnerable groups value their independence, and falls can limit their ability to do activity significantly. More than one third of people age 65 and older falls every year and that condition can be repeated. Falls in the elderly are a common health problem experienced by the elderly, a vulnerable group. This is related to changes in the neuromuscular system, which can lead to decreased muscle strength and balance disorders. This community service program aims to provide an understanding of the risk of falls in the elderly and to improve their skills in preventing falls through balance training. Before the educational activity began, a fall risk screening was conducted using the TUGT instrument and the results showed that the majority of elderly people were in the low fall risk category with an average TUGT value of 9.4 seconds (<10 seconds). The activity continued with education on fall risks and prevention conducted through a lecture method equipped with booklet media. Meanwhile, balance exercises were taught using a demonstration method. This activity involved 23 elderly people. Before the education was given, the average pretest score obtained from the 23 elderly people was 71.9%, while after being given the education there was an increase in the posttest score to 94%. The results of observations made during the balance training were that 5 elderly people (21.7%) experienced difficulty in performing crosswalk movements and walking on heels and toes such as instability and feeling unsteady. Although the results of the fall risk screening tended to be low, balance exercises need to be carried out routinely by the elderly so that fall prevention can be carried out early.