Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Pembelajaran Outing Class Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Endah Agus; Rury Rizhardi; Bambang Hermansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 3 (2023): Volume 09 No. 03 Juli 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i3.1419

Abstract

ABSTRAC This study aims to determine the application of the outing class learning method to student learning independence in science learning class V Elementary School. This research is a qualitative research with a descriptive approach with research instruments obtained from data collection techniques, namely by conducting field observations or observations, interviews, questionnaires/questions, and documentation. Then the data obtained were analyzed using data analysis techniques through the following stages: data reduction, data presentation, and conclusion/verification. This research was conducted in class V SD Negeri 95 Palembang has two observation indicators, namely: the school environment and learning independence. Based on the data obtained, the class V teacher had applied the outing class learning method to independent learning in science learning, obtaining a percentage of 73% with good criteria. The conclusion from this study is that the application of the outing class learning method to learning independence in science learning has been well implemented. Keywords: Outing Class Method, Independent Learning, Science ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penerapan metode pembelajaran outing class terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajara IPA kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan instrumen penelitian yang diperoleh dari teknik pengumpulan data yakni dengan melakukan pengamatan lapangan atau observasi, wawancara, kuesioner/angket, dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data melalui beberapa tahapan berikut : reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri 95 Palembang memiliki dua indikator pengamatan yaitu : lingkungan sekolah dan kemandirian belajar. Berdasarkan data yang di peroleh guru kelas V sudah menerapkan metode pembelajaran outing class terhadap kemandirian belajar pada pembelajaran IPA memperoleh presentase sebesar 73% dengan kriteria baik. Simpulan dari penelitian ini ialah penerapan metode pembelajaran outing class terhadap kemandirian belajar pada pembelajara IPA sudah diterapkan secara baik. Kata Kunci : Metode Outing Class, Kemandirian Belajar, IPA
Penerapan Layanan Bimbingan Individu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa yang Kurang Mendapat Perhatian Orang Tua di SD Negeri 005 Palembang Abelia Riski R Ramadhani; Nabilla Syadena; Dina Saputri Dewi; Natali Amelia; Esytra Gofara; Suci Mawaddah; Sherly Ravika Balkis; Nisau Solehah; Gesna Joti; Martini Martini; Meyika Nurpajrin; Husnul Ariyanti; Saipul Bahri; Ary Abimayu; Hasan Adz Dzikri Akhmad; M Ichsan Effendi; Rury Rizhardi
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya perhatian orang tua merupakan salah satu faktor eksternal yang berpengaruh signifikan terhadap rendahnya motivasi belajar siswa sekolah dasar. Siswa yang kurang mendapat perhatian orang tua cenderung menunjukkan perilaku malas belajar, kurang fokus, tidak mengerjakan tugas, dan kurang percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ini bertujuan untuk menerapkan layanan bimbingan individu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang kurang mendapat perhatian orang tua di SD Negeri 005 Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi sekolah dan kelas, asistensi mengajar, praktik mandiri, serta pemberian layanan bimbingan yang terdiri atas bimbingan klasikal (4 kali), konseling individual (2 kali), dan bimbingan kelompok (1 kali) kepada siswa kelas IV dan V. Materi layanan mencakup pengertian motivasi belajar, pentingnya semangat belajar, cara meningkatkan motivasi belajar, serta pembentukan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan individu memberikan perubahan positif pada siswa, meliputi peningkatan semangat belajar, keaktifan dalam pembelajaran, rasa percaya diri, dan tanggung jawab terhadap tugas sekolah.