Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kandai

RELEVANSI EFIKASI DIRI TOKOH IDROES MOERIA DALAM NOVEL GADIS KRETEK UNTUK PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN (Self-Efication Relevance of Idroes Moeria in Novel Gadis Kretek for Entrepreneurship Learning ) Nadya Rizqi Hasanah Devi; Else Liliani
Kandai Vol 16, No 2 (2020): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v16i2.2123

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji novel Gadis Kretek sebagai pembelajaran kewirausahaan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalisme naratologi AJ Greimas digunakan untuk mengkajinya dengan teori psikologi efikasi diri pada tokoh Idroes Moeria. Hasil penelitian menunjukkan proses efikasi diri yang positif karena Idroes Moeria mampu menghadapi  pengalaman yang sulit dan menantang dalam perjalanan usahanya. Ida juga pintar mempelajari pengalaman orang lain. Suasana hati  buruk tidak  menjadi halangan karena ia memiliki lingkungan keluarga yang mendukung usahanya. Berdasarkan pendekatan naratologi AJ Greimas terlihat bahwa tindakan Idroes Moeria sebagai subjek telah menerima kesuksesan dari bisnis kretek sebagai objeknya. Pada aktan sender yang merupakan keinginannya untuk berwirausaha dimudahkan dengan persuasi verbal dan suasana hati yang baik sebagai helper. Opposant yang merupakan penghalang dengan berbagai pengalaman yang menantang dapat diatasi oleh Idroes Moeria dengan mudah.  Proses efikasi diri  menumbuhkan karakter yang dapat menunjang keberhasilan berwirausaha, seperti percaya diri, berani mengambil risiko, berorientasi pada hasil dan masa depan, berani berinovasi. Cara Idroes Moeria menjalankan usaha juga dapat menjadi pelajaran seperti strategi branding produk dan pemasaran.This study aims to examine the novel Kretek Girls as learning of entrepreneurship. A descriptive qualitative research method using AJ Greimas's narratology structuralism approach was used to study the psychological self-efficacy theory of Idroes Moeria character. The results showed a positive self-efficacy process because Idroes Moeria was able to deal with difficult and challenging experiences in their business journey. Ida is also good at learning other people's experiences. A bad mood is not an obstacle, because he has a family environment that supports his business. Based on AJ Greimas's narratology approach, the actions of Idroes Moeria as a subject have received success from the kretek business as its object. The sender act which is his desire to become entrepreneurs is facilitated by verbal persuasion and a good mood as a helper. Opponents that are a barrier with a variety of challenging experiences can be overcome by the Idroes Moeria easily. The process of self-efficacy fosters character that can support entrepreneurial success, such as self-confidence, risk-taking, results-oriented, and future-oriented, bold innovation. How to run a business can also be lessons like product branding and marketing strategies.
REPRESENTASI JEJAK HISTORIS RELASI RUSIA DAN HINDIA BELANDA DALAM SYAIR TAN TENG KIE (Historical Traces of Relations between Russia and the Dutch East Indies in Tan Teng Kie’s poetry) Sushina, Polina; Liliani, Else
Kandai Vol 20, No 1 (2024): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v20i1.6797

Abstract

This research aims to explain the historical events, background and facts of relations between Russia and the Dutch East Indies which are described in Tan Teng Kie's poetry Sair dari hal datengnja poetra makoeta Keradjaan Roes di Betawi, dan pegihnja and in Esper Ukhtomsky's diary entitled Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890—1891. Researcher analyzed the poetry using the New Historicism approach. This research is an interpretive qualitative research with a parallel reading approach. The results of the research show that the poetry by Tan Teng Kie is generally consistent with Ukhtomsky's diary in telling the story of the arrival of the Russian crown prince to the Dutch East Indies in 1891. In the poetry the places that the Russian crown prince visited were (1) Batavia, (2) Bogor, (3) Garut, (4) Bekasi. The main aim of visiting was traveling and increasing knowledge. In the Dutch East Indies, the Russian crown prince and his entourage met with people from the Dutch East Indies government and army, such as the Governor General, generals, Dutch Indies ministers, and other nobles. In the poetry text, there are many short descriptions with general details that the poet witnessed. On the other hand, Ukhtomsky explains the historical events, background and facts supporting relations between Russia and the Dutch East Indies in more detail in his book entitled Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890-1891.Penelitian ini bertujuan menjelaskan peristiwa sejarah, latar belakang, dan fakta pendukung relasi Rusia dan Hindia Belanda yang digambarkan dalam Sair dari hal datengnja poetra makoeta Keradjaan Roes di Betawi, dan pegihnja karya Tan Teng Kie dan dalam buku catatan harian Esper Ukhtomsky yang berjudul Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890—1891. Untuk mencapai tujuan itu, peneliti menganalisis syair tersebut dengan menggunakan pendekatan New Historicism. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretif dengan pendekatan pembacaan paralel antara teks syair dan teks nonsastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair karya Tan Teng Kie itu secara umum berpadanan dengan buku catatan harian Ukhtomsky dalam menceritakan peristiwa kedatangan putra mahkota Rusia ke Hindia Belanda pada tahun 1891. Dalam syair digambarkan peristiwa sejarah kedatangan putra mahkota Rusia ke beberapa tempat di Hindia Belanda, seperti (1) Batavia, (2) Bogor, (3) Garut, (4) Bekasi dengan tujuan utama berwisata dan menambah pengetahuan. Saat berada di Hindia Belanda, putra mahkota Rusia dan rombongannya bertemu dengan orang-orang dari pemerintah dan tentara Hindia Belanda, seperti Gubernur Jenderal, para jenderal, para menteri Hindia Belanda, dan bangsawan lain. Dalam teks syair, ditampilkan banyak deskripsi singkat dengan detail umum yang penyair saksikan. Sebaliknya, Ukhtomsky menjelaskan peristiwa sejarah, latar belakang, dan fakta pendukung relasi Rusia dan Hindia Belanda secara lebih rinci dalam bukunya yang berjudul Eastern journey of His Imperial Majesty Tsarevich in 1890—1891.