Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Non-Rutin Ditinjau Dari Math Anxiety Yuliana Asmayani; Syawahid, M.; Evendi, Erpin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.4346

Abstract

Penalaran aljabar merupakan kemampuan penting dalam penyelesaian soal non-rutin, namun proses ini sering terhambat oleh kecemasan matematika (math anxiety). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi kualitas pemenuhan indikator penalaran aljabar pattern seeking, pattern recognizing, dan generalization pada siswa dengan tingkat state anxiety dan trait anxiety yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak (multiple-case study) untuk memungkinkan perbandingan lintas kategori kecemasan. Partisipan penelitian terdiri atas 50 siswa kelas VII MTs yang diberikan angket School Mathematics Anxiety Questionnaire (SMAQ). Berdasarkan skor dominan state atau trait anxiety dan kategori tingkat kecemasan (tinggi, sedang, rendah), dipilih enam subjek secara purposif sebagai kasus tipikal, masing-masing mewakili setiap kombinasi kategori. Data dikumpulkan melalui satu soal aljabar non-rutin bersifat terbuka (open-ended) yang menuntut pemodelan, verifikasi, dan generalisasi, serta wawancara berbasis tugas semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pengodean berbasis rubrik tiga tingkat. Keandalan pengodean diperkuat melalui kesepakatan antar-rater dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan math anxiety tinggi cenderung berhenti pada tahap identifikasi pola awal dan menunjukkan kesalahan manipulasi simbolik, sehingga indikator pattern recognizing dan generalization belum terpenuhi. Subjek dengan kecemasan sedang mampu membangun model aljabar yang tepat, namun verifikasi dan generalisasi masih terbatas. Subjek dengan kecemasan rendah menunjukkan pemenuhan ketiga indikator secara lebih konsisten. Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara tingkat math anxiety dan variasi kualitas penalaran aljabar dalam konteks penyelesaian soal non-rutin, dengan batasan pada generalisasi hasil karena sifat studi kasus.
Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Anak untuk Mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak di Desa Pemepek Istinawati, Baiq; Syawahid, Muhammad; Muliadi, Erlan; Raehanah; Syukriati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3940

Abstract

The potential of women is often overlooked, and even the empowerment of women's abilities is very limited. Pemepek Village, the location of the UIN Mataram Participatory Field Study (KKP), is one of the villages that is striving to implement the Women-Friendly Village program. This activity was held in the hall of the Pemepek village office in Central Lombok with participants consisting of PKK mothers and junior high and high school students as well as teenagers in the village of Pemepek. The method used in this community service activity was the Participatory Action Research (PAR) method, which consists of 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. In the preparation stage, problem identification activities were carried out by mapping the targets, coordinating with partners, and preparing tools and materials. In the implementation stage, material delivery, discussions, and question and answer sessions were carried out. The evaluation stage involved administering comprehension tests to evaluate participants' understanding of women's empowerment and children's education. The result of this activity was the successful delivery of material related to women's protection and children's education, with participants' comprehension evaluated as very good. This activity received a positive response from participants and is expected to be one of the steps taken by the village government to create a women and child-friendly village.