Claim Missing Document
Check
Articles

STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN ABU SAWIT TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS Rama Indera Kusuma; Enden Mina
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.14 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1238

Abstract

Dalam pelaksanaan membangun suatu jalan sering dijumpai tanah dalam keadaan yang kurang baik dengan sifat kembang susut tinggi yaitu mengembang pada kondisi basah dan menyusut pada waktu kering sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur jalan yang menjadikan jalan bergelombang atau retak – retak untuk alasan inilah peneliti ingin mengetahui jenis tanah di jalan Desa Cibeulah, Pandeglang dan distabilisasikan dengan bahan campuran tambahan yaitu abu sawit.Pada penelitian ini dilakukanbeberapa pengujian yaitu pengujian fisik tanah dan pengujian UCT. Pengujian fisik tanah diantaranya analisa besar butir, berat jenis butir, kadar air, batas plastis, batas cair, dan pemadatan. Sedangkan pada pengujian UCT dilakukan dengan cara stabilisasi tanah menggunakan bahan aditif berupa abu sawitdengan nilai kuat tekan bebas.Hasil pengujian fisik tanah menunjukkan bahwa tanah tersebut masuk pada golongan tanah lempung tak organik dengan plastisitas rendah dengan presentasi lolos saringan no. 200 sebesar 55%, berat jenis =2.68, kadar air mula-mula = 25,03%, Batas Cair (LL)= 29,4%, Batas Plastis (PL)=17,663%, indeks plastis (PI)= 11.737%, kadar air optimum = 29%, dand maksimum = 1.380 gr/cm. Hasil pengujian UCT terlihat bahwa baik waktu pemeraman maupun presentasi abu sawityang diberikan pada material pengujian akan mempengaruhi nilai kuat tekan bebas. Dengan lama pemeraman 28 hari dan bahan campuran sebesar 15% menghasilkan nilai kuat tekan bebas 2.575 kg/cm2 yaitu peningkatannya hingga 329.16 % dari nilai qu pada presentase abu sawit 0% dengan lama pemeraman 0 hari
Pemanfaatan Semen Slag Sebagai Campuran Stabilisasi Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Nilai CBR Terendam (Soaked California Bearing Ratio) (Studi Kasus: Jalan Raya Munjul Desa Pasir Tenjo Kabupaten Pandeglang, Banten) Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Zahirah Ismi Sausan
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.3.3

Abstract

Abstrak Stabilisasi tanah adalah suatu proses untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dengan menambahkan bahan aditif agar dapat menaikkan kekuatan tanah. Kondisi perkerasan Jalan Raya Munjul, Desa Pasir Tenjo, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah yang mengalami kerusakan pada lapis perkerasanya dikarenakan memiliki daya dukung tanah sangat rendah dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) sebesar 2.8%,  oleh karena itu perlu  dilakukan stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen slag terhadap  nilai CBR terendam (soaked) dengan variasi prosentase  zat aditif sebesar 10 %, 20 %, dan 30 %  serta melihat pengaruh lama pemeraman terhadap kenaikan CBR. Sebelum pengujian tanah diklasifikasikan dahulu dengan menggunakan system klasifikasi Unified (USCS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sampel tanah dapat diklasifikasikan sebagai kelas OH, yaitu tanah lempung organik dengan plastisitas tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan semen slag pada tanah lempung dapat menurunkan nilai indeks plastisitas dari 20,11 % menjadi 12,79 % dan dapat meningkatkan nilai CBR soaked menjadi 10,867 % dengan persentase optimum pada  kadar semen slag 10 %. Penambahan Semen slag juga mampu menurunkan nilai swelling dari 1,937 % (pengembangan tinggi) menjadi 0,427 % (pengembangan rendah). Berdasarkan hasil tersebut  dapat  disimpulkan bahwa semen slag mampu menaikkan daya dukung  tanah lempung dan mengurangi potensi swelling  tanah. Kata kunci: CBR, semen slag, stabilisasi, swelling, tanah lempung. Abstract Soil stabilization is a process to improve soil properties by adding additives to soil, in order to increase and maintain soil strength. Pavement conditions on Jalan Raya Munjul, Pasir Tenjo Village District of Pandeglang are areas that experience damage to pavement structure because it has a very low soil bearing capacity with  California Bearing Ratio (CBR) value of 2.8%, therefore  the soil need to be stabilized. This study aims to see the effect of adding cement slag to the CBR soaked value with additive mixture variation of 10%, 20%, and 30% and to see the effect of curing sample. Before CBR testing, soil was classified first use Unified classification system (USCS). Based on test result, the soil can be classified as OH type, organic clay soil with high plasticity. The addition of cement slag can decrease plasticity index from 20.11% to 12.79% and increase CBR soaked value to 10.867% with optimum proportion at 10%  cement slag content. The addition of cement slag was also able to reduce the swelling value from 1.937% (high swelling) to 0.427% (low swelling), Therefore it can be concluded that cement slag can increase bearing capacity of clay soil and reduce  soil swelling potential. Keywords: CBR, cement slag, stabilization, swelling, clay soil.  
Pemanfaatan Ubi Jalar sebagai Bahan Baku Ice Cream untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Banyumekar Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i2.3499

Abstract

Desa Banyumekar memiliki potensi lokal yang cukup memadai untuk menghasilkan pangan dengan kearifan lokal yang bernilai ekonomis dan memiliki daya jual salah satunya ubi jalar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan cara memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan utama pembuatan ice cream sehingga dapat menumbuhkan semangat berwirausaha kepada masyarakat desa. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara offline di kantor desa Banyumekar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, targetnya adalah masyarakat Desa Banyumekar. Kegiatan ini berupa sosialisasi memberikan edukasi tentang kandungan gizi ubi jalar dan dampak ekonomi dari pemanfaatan ubi jalar untuk pembuatan ice cream serta pelatihan pembuatan ice cream dari ubi jalar. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemanfaatan ubi jalar menjadi produk ice cream. Adapun faktor yang menghambat pelaksanaan kegiatan adalah kondisi pandemik menyebabkan ruang gerak terbatas dalam melakukan sosialisasi. Masyarakat desa diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman dan keterampilan yang diperoleh sebagai bentuk tindak lanjut dari pengabdian ini.
Kinerja Semen Portland Komposit Sebagai Stabilisator Subgrade dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Dicky Damari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 19 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v19i1.752

Abstract

Tanah berfungsi sebagai penopang pondasi bangunan di atasnya dalam berbagai macam pekerjaan teknik sipil. Studi kasus pada penelitian ini adala Desa Cibingbin Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang, karena secara visual jalan rusak dan bergelombang, berdasarkan uji DCP tanah memiliki nilai CBR lapangan sebesar 2,667%. Menurut Ditjen Bina Marga−Kemen PUPR tahun 2017, nilai CBR untuk tanah dasar di bawah 6% perlu distabilkan. Pada penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah menggunakan semen Portland dengan pengujian laboratorium yaitu uji fisik tanah dan uji kuat tekan bebas. Variasi semen portland yang digunakan yaitu 0 %, 3%, 5% dan 7% dengan lama pemeraman 0 hari , 7 hari dan 28 hari. Nilai qu tanah asli pada pemeraman 0 hari adalah 2.007 kg/cm2, 3%, 5% dan 7% nilai qu meningkat masing-masing menjadi 3.348 kg/cm2, 4.635 kg/cm2, 5.377 kg/cm2, dan nilai qu untuk pemeraman 7 hari adalah 2.119 kg/cm2, 4.718 kg/cm2. 5.764 kg/cm2, 6.276 kg/cm2. Nilai qu maksimum diperoleh pada variasi semen portland 7% dengan lama pemeraman 7 hari. Nilai indek plastisitas tanah asli adalah 42,86% dan pada variasi semen portland 7% dengan lama pemeraman 7 hari mengalami penurunan sebesar 24.62% dengan kategori plastisitas tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar diperoleh nilai indeks plastisitas yang sesuai dengan kriteria untuk subgrade jalan.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Bata Merah Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Zera Ilham Yasin
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 19 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v19i2.878

Abstract

The swell-shrink behavior of expansive clay soil cause problems in the construction such as the occurrence of bumpy road, cracking and various other problems, therefore stabilization of the soil is needed to improve the behavior of the soil.Red brick is a building material that contains chemical compounds that can increase the compressive strength of a building. Red brick waste which is rarely used is then reused as a cement mixture.This study aims to determine the type and classification of soil in Cibingbin village, a village located in Cibaliung sub-district, Pandeglang district-Banten province, based on the USCS soil classification system, and to determine the value of unconfined compression test (qu) with the addition of red brick powder with variations the percentage additions were 0%, 5%, 10%, and 15% with curing times of 0, 7, 14, and 28 days.From the results of the study, it was found that the soil classification in Cibingbin village was classified as high plasticity organic clay (OH) according to the USCS classification system. The lowest qu value was obtained at 0 days of curing with the percentage of added ingredients 0%, 5%, 10%, 15% increasing the qu value was 1,316 kg/cm2, 1,655 kg/cm2, 2,242 kg/cm2; 2,607 kg/cm2, and the largest qu value was obtained at 14 days of curing with the percentage of added material 0%, 5%. , 10%, 15% obtained 1,639 kg/cm2, 3,189 kg/cm2, 3,440 kg/cm2, dan 3,603 kg/cm2. Keywords: Stabilization, Unconfined Compression Strength, Waste Red Brick
Peningkatan Kesehatan Melalui Pengecekan Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Banyumekar Kabupaten Pandeglang Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Restu Wigati; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Rifky Ujianto
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v3i2.294

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu program kerja kelompok 97 KKM Tematik universitas sultan ageng tirtayasa. Faktor kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Pengecekan kesehatan grtais meliputi pengecekan gula darah dan tekanan darah darah bagi warga desa banyumekar kabupaten pandeglang provinsi banten. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan disuksi dengan kepala desa setempat terkait program kegiatan,menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan, mengundang bidan desa dan mengajak warga desa melalui ketua RT/RW setempat untuk mengikuti pengecekan kesehatan gratis. Hasil dari kegiatan ini adalah kegiatan yang dihadiri oleh 20 orang peserta didapatkan umur di atas 35 tahun memiliki tekanan darah tinggi dan mayoritas warga dengan gula darah tinggi adalah warga desa yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes melitus. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah warga desa cukup antusias adanya pengecekan kesehatan gratis., disamping itu bidan desa memberikan rekomendasi pengecekan kesehatan secara berkala di tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk warga desa yang memiliki kadar gula dan tekanan darah yang tinggi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kedepannya warga desa lebih menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat.
Utilization of fly ash and bottom ash to increase the value of unconfined compression strength on subgrade Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Restu Wigati; Dwi Esti Intari; Nada Shafa Soraya Gandakusumah
Jurnal Teknika Vol 18, No 2 (2022): Available Online in November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i2.16307

Abstract

Soil is the most important part to support all traffic loads or construction loads placed on it. Soils that have low bearing capacity, such as clay, need stabilization techniques to increase the carrying capacity of the soil. One of the stabilization techniques is to mix the soil with Fly ash and Bottom ash. The purpose of this study was to determine the effect of Fly ash and Bottom ash on the physical properties of the soil and the value of unconfined compression strength test. The variations of Fly ash and Bottom ash used were Fly ash 0% and 20% and variations of Bottom ash 0%, 10%, 20% and 30% with curing time of 0, 7, 14 and 28 days. Soil is classified according to the Unified Soil Classification System (USCS) method. The results showed that the soil classification was classified as OH, namely organic clay with high plasticity of 21.08%. The results of the unconfined compression strength test show that the addition of fly ash and bottom ash increases the qu value of the clay soil. The optimum qu value was obtained at variation B (Bottom ash 10% and Fly ash 20%) with 28 days curing time of 2,994 kg/cm2. The decrease in the value of qu occurred in variation C (Bottom ash 20% and Fly ash 20%) and variation D (Bottom ash 30% and Fly ash 30%). Soil with the addition of 0% and 20% Fly ash and Bottom ash at variations of 0%, 10%, 20% and 30% showed a decrease in the value of the soil plasticity index from 21.083% to 7.511%.
Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Dasar Dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Agustia Tridasa Ningsih
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.7816

Abstract

Tanah merupakan tempat untuk suatu bangunan atau struktur didirikan baik berbentuk bangunan maupun struktur jalan. Daya dukung dari suatu tanah sangat berpengaruh pada perlakuan terhadap struktur yang akan dibangun diatasnya. Berdasarkan tes Dynamic Cone Penetration Kondisi tanah pada jalan Kampung Juhut Kecamatan Karangtanjung Kabupaten Pandeglang memiliki nilai California Bearing Ratio sebesar 3,1% nilai ini masih dibawah standard untuk tanah dasar struktur perkerasan jalan yaitu 5% sehingga perlu dilakukan stabilisasi. Jenis tanah pada lokasi tersebut merupakan tanah lempung yang memiliki plastisitas tinggi sehingga penulis memilih pasir pantai sebagai bahan stabilisasi karena memiliki sifat yang berlawanan dengan tanah lempung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi tanah, sifat fisik tanah dan pengaruh dari penambahan pasir pantai terhadap sifat fisik dan daya dukung tanahnya terhadap nilai kuat tekan bebas tanah asli dan setelah proses stabilisasi tanah. Proses stabilisasi dilakukan dengan cara pencampuran tanah lempung dengan pasir pantai pada variasi 12%, 24%, 36% serta waktu pemeraman sampel uji kuat tekan bebas selama 0 hari, 7 hari, 14 hari, 28 hari. Hasil penelitian menunjukan klasifikasi tanah asli berdasarkan klasifikasi USCS termasuk pada OH atau tanah lempung organik berplastisitas tinggi hingga sedang, nilai indeks plastisitas tanah menurun dari nilai awalnya 22,86% menjadi 9,49% pada penambahan pasir pantai 36%. Hasil penambahan pasir pantai variasi 36% didapatkan nilai maksimum kuat tekan bebas dari 1,1185 kg/cm2 menjadi 3,349 kg/cm2 pada pemeraman 28 hari. Sehingga dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa pasir pantai bisa dijadikan sebagai bahan stabilisasi tanah karena bisa menurunkan tingkat plastisitas tanah dan meningkatkan daya dukung tanah.
Analisis Stabilitas Lereng dengan Alternatif Perkuatan Menggunakan Software Plaxis 2D dan Slope/w (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Kampus Baru UNTIRTA Sindangsari) Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Anisa Fitri Ramadhani
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17101

Abstract

Lereng merupakan suatu bidang yang memiliki kemiringan tertentu dan berpotensi terjadi kelongsoran apabila berada dalam kondisi yang tidak stabil. Kondisi tersebut wajib diperhatikan karena dapat menimbulkan kerugian seperti kerusakan insfrastruktur. Untuk itu kestabilan suatu lereng perlu dianalisis agar kekuatan geser dari lereng dan faktor keamanannya diketahui. Berdasarkan apa yang telah dikemukakan sebelumnya, maka peneliti melakukan analisis kestabilan lereng pedestrian pada Proyek Pembangunan Kampus Baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang berlokasi di Desa Sindangsari Kabupaten Serang, Banten. Tujuan dari penlitian ini adalah untuk mengetahui nilai faktor aman lereng asli dan lereng dengan alternatif perkuatan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa dengan Metode Bishop dan software Plaxis 2D dan Slope/w. Hasil perhitungan analisis pada kondisi lereng asli menggunakan Slope/w didapatkan SF = 1,117, menggunakan Plaxis 2D kondisi short term didapatkan SF = 1,111 sedangkan kondisi long term didapatkan SF = 1,101 dan menggunakan perhitungan manual Metode Bishop didapatkan SF = 1,107. Hasil analisis pada kondisi lereng perkuatan bored pile menggunakan Plaxis 2D kondisi short term didapatkan SF = 1,310 sedangkan kondisi long term didapatkan SF = 1,319, dan menggunakan perhitungan manual Metode Bishop didapatkan SF = 1,317. Kemudian hasil analisis pada kondisi lereng perkuatan sheet pile menggunakan Plaxis 2D kondisi short term didapatkan SF = 1,392 sedangkan kondisi long term didapatkan SF = 1,404 dan menggunakan perhitungan manual Metode Bishop didapatkan SF = 1,406.
Konservasi vegetatif kendalikan aliran permukaan daerah resapan mata air Restu Wigati; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Soelarso Soelarso; Bambang Adhi Priyambodho; Soedarsono Soedarsono; Heri Mulyono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17244

Abstract

Idealnya suatu daerah yang memiliki aset serta potensi sumber air bersih berasal dari mata air perlu adanya upaya perlindungan fungsi mata air untuk tetap berkelanjutan, salah satunya dengan melakukan kegiatan konservasi vegetatif. Kegiatan konservasi vegetatif dilakukan di sekitar mata air Cinyusu di Desa Tamansari Kabupaten Serang dengan menanam 120 bibit pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah pohon jati bongsor (Anthocephalus cadamba); pohon mahoni (Swietenia mahagoni); pohon kayumanis (Cinnamomum verum); pohon kayu ulin (Eusideroxylon zwageri); dan pohon sengon (Albizia chinensis) yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan dengan mengikutsertakan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan serta memotivasi masyarakat luas untuk sama-sama bergerak mensosialisasikan manfaat penanaman pohon. Kegiatan konservasi vegetatif mampu menyelamatkan mata air Cinyusu dari zat berbahaya serta bakteri sehingga terpelihara kualitasnya. Memberikan dampak terhadap proses resapan air ke dalam tanah agar dapat memicu munculnya mata air baru sehingga keberadaannya selalu tersedia sepanjang waktu. Ideally, an area with assets and potential sources of clean water from springs needs to protect the function of the springs from remaining sustainable, one of which is by carrying out vegetative conservation activities. Vegetative conservation activities were carried out around the Cinyusu spring in Tamansari Village, Serang Regency, by planting 120 tree seedlings. Tree seeds planted are big teak trees (Anthocephalus cadamba); mahogany trees (Swietenia mahagoni); cinnamon trees (Cinnamomum verum); trees ironwood (Eusideroxylon zwageri); tree sengonAlbizia chinensis) obtained from the Forestry and Plantation Service of Banten Province. Approach method Asset-Based Community Development is applied by involving the community to care about the environment and motivating the wider community to move together to socialize the benefits of tree planting. Vegetative conservation activities can save Cinyusu springs from harmful substances and bacteria to maintain their quality. It impacts the process of water infiltration into the ground so that it can trigger the emergence of new springs so that their presence is always available.
Co-Authors Abdurohim Abdurohim, Abdurohim Abdurrohim Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Achmad Fauzi Irhamna Aditya, Muhamad Rafly Aditya, Zulfan Agustia Tridasa Agustia Tridasa Ningsih Ahmad Vicky Maulana Akbar Prasetio Utomo Amalia, Risty Anisa Fitri Ramadhani Anisa Ulfa Aprilia Maharani Arief Budiman Arief Budiman Arum, Amalia Syarifah Ashari, Salsabila Joesi Nur Asmara, Tabitha Puspaning Bambang Adhi Priyambodho Bambang Adhi Priyambodho Budiman, Arief Citra Diah Kartika Deden Setiawan Desmawan, Deris Dicky Damari Dwi Esti Intari Dwi Esti Intari Dwi Novi Setiawati Dwi Yanul Ihsan Egi Ardhika Winata Enden Mina Enden Mina Enden Mina, Enden Ero Prahara Mahardika Eryani Siti Maryam Fahrus Sabri Fathonah, Woelandari Fathonah, Woelandari Gilbran Althaf, Machammad Wally Haryadi Haryadi Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Kusharyanto Heri Mulyono Herlambang Wibowo IBRANI, EWING YUVISA Ina Asha Nurjanah Iqbal, Farhan Pauzul Jamatul Ridwan Jenfatika Chandra Kiki Ariandhika Muzaky Kulsum Kulsum Kuncoro, Hendrian Budi Bagus Lambok Rumiris Gultom Maryani, Yeyen Mina, Enden Mina, Enden Mina, Enden Mina, Enden Mohamad Ainal Yaqien Muhamad Rafly Aditya Muhammad Fadhil Choliq Muhammad Parma Lovan Tora Muhammad Radityagifari Nabila Lita Aulia Nada Shafa Soraya Gandakusumah Nadia Fadillah Naufal Abdurrasyid Naufal Fakhri Ngakan Putu Purnaditya Novarin Salim Nurhayati Soleha, Nurhayati Nuri Kurniawan Nursoliha . Nustin Merdiana Dewantari Nyi Raden Ruyani Oktavianus, Afriman Pasadena Rosa Hasibuan Priyambodho, Bambang Adhi Purnaditya, Ngakan Putu Purnama, Dicki Dian Qurrotul Milania Rahmania, Bunga Raihan Afif Sukmana Ramadhan, Thanara Ramdani, Fahreza Restu Wigati Restu Wigati Restu Wigati Restu Wigati, Restu Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rizqi Cahyo Nugroho Rochmadi Eko Susilo Rudi Zulfikar Rufky Ujianto Salsabilla Meidy Arini Putri Setiawati, Dwi Novi Shandi Irfani Sasmita Soedarsono Soedarsono Soelarso Soelarso Sudirman Sudirman Sunan Dwimanda Susanti, Shofarina Ika Juniar Syaifudin, Rizal Tarihoran, Rona Ulita Tri Wahyudi Ujang Sumarwan Ujianto, Rifky Ujianto, Rifky Vihawian, Vini Vindo, Alberto Dwi Weby Rizka Amala Wigati, Restu Wigati, Restu Yuda Inayatullah Yuli Fajarwati Yulistian Zahirah Ismi Sausan Zera Ilham Yasin Zulmahdi Darwis Zulmahdi Darwis