Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan ecobrick sebagai upaya penanganan sampah plastik di Kampung Karang Mulya, Desa Tegalwangi, Menes, Pandeglang Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Restu Wigati; Rufky Ujianto; Arief Budiman; Nabila Lita Aulia
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16527

Abstract

Desa Tegal Wangi merupakan wilayah yang masuk  Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Daerah tersebut memiliki sentra usaha skala rumah tangga yaitu memproduksi olahan melinjo menjadi makanan ringan berupa keceprek dan emping.Efek samping dari kegiatan usah tersebut juga limbah Rumah Tangga berupa sampah organik dan anorganik salahsatunya berupa plastik. Sampah plastik sulit terurai oleh tanah butuh waktu yang sangat lama ratusan bahkan ribuan tahun. Kondisi ini mengakibatkan sampah plastik akan semakin banyak berserakan dan membahayakan makhluk hidup di Bumi. Dalam menanggulangi serta mengurangi bahaya sampah plastik data juga sampah plastik tersebut di bakar namun usaha ini menimbulkan permasalahn baru yaitu polusi udara sehingga kurang efektik oleh karena itu  diperlukan usaha agar sampah plastik menjadi lebih berguna diantaranya bisa dijadikan bahan biji plastik, ekstraksi minyak, ecobrick.Kegiatan KKM kelompok 83 Untirta salah saatunya melakukan pelatihan ecobrick kepada masyarakat Desa Tegalwangi sebagai salah satu solusi untuk menanggulangi sampah plastik, sehingga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat yang dapat digunakan oleh masyarakat. Tegal Wangi Village is an area that belongs to Menes District, Pandeglang Regency, Banten Province. The area has a household-scale business center, namely producing processed melinjo into snacks in the form of keceprek and emping. The side effect of these business activities is also household waste in the form of organic and inorganik waste, one of which is plastik. Plastik waste is difficult to decompose by the soil, it takes a very long time, hundreds or even thousands of years. This condition causes plastik waste to be more and more scattered and endanger living things on Earth. In tackling and reducing the dangers of plastik waste, data and plastik waste are burned, but this effort creates a new problem, namely air pollution so it is less effective, therefore efforts are needed to make plastik waste more useful, including being used as material for plastik seeds, oil extraction, ecobricks. KKM group 83 Untirta is one of the times to conduct ecobrick training for the people of Tegalwangi Village as a solution to deal with plastik waste, so that it becomes something more useful that can be used by the community.
Lokasi potensial pembangkit listrik tenaga mikro hidro melalui pemberdayaan aliran Sungai Cilemer Restu Wigati; Abdurrohim Abdurrohim; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Ngakan Putu Purnaditya; Kulsum Kulsum; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16528

Abstract

Energi baru yang berasal dari proses alam yang memanfaatkan tenaga aliran air sebagai sumber penghasil energi hingga saat ini masih layak untuk di kembangkan. Sejalan dengan Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu alternatif sumber energi berkelanjutan yang mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat melalui pemberdayaan aliran sungai termasuk kategori clean energy serta ramah lingkungan. Dampak positif langsung bagi masyarakat mampu menciptakan desa mandiri energi khususnya bagi desa yang termarjinalkan secara ekonomi. Melalui kegiatan pengabdian tim pengusul bersama mahasiswa dan masyarakat yang berada di aliran Sungai Cilemer melaksanakan kegiatan studi awal penentuan lokasi potensial pengembangan PLTMH meliputi tahapan survei lapangan. Hasil survei dan observasi lapangan diperoleh 3 (tiga) lokasi potensial untuk dikembangkan PLTMH dimana alirannya berasal dari saluran induk Bendung Pasir Eurih Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. New energy originating from natural processes that utilize the power of the flow of water as a source of energy is still feasible to be developed. In line with the National Research Master Plan for 2017-2045, micro hydropower plants (MHP) are an alternative source of sustainable energy that can meet the electricity needs of the community through empowering river flows, including the category of clean energy and environmentally friendly. The direct positive impact for the community is to be able to create energy-independent villages, especially for economically marginalized villages. Through community service activities, the proposer team along with students and the community in the Cilemer River carried out initial study activities to determine the potential location for the development of MHP including the field survey stage. The results of the survey and field observations obtained 3 (three) potential locations for MHP development where the flow comes from the main channel of Pasir Eurih Weir, Pandeglang Regency, Banten Province.
Pembangunan MCK komunal di Desa Bantarwangi Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Shandi Irfani Sasmita; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Dwi Novi Setiawati
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17253

Abstract

Desa Bantarwangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Ketersediaan MCK di Desa Bantarwangi belum memenuhi kebutuhan setiap warganya. Keberadaan MCK komunal di Desa Bantarwangi sangat dibutuhkan karena sebagian warga belum memiliki MCK pribadi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membangun dua unit MCK komunal bagi warga desa Bantarwangi. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pemilihan lokasi MCK, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terbangunnya 2 unit MCK komunal yang dibangun sesuai dengan standar SNI. Diharapkan keberadaan MCK komunal ini dapat meningkatkan kesehatan lingkungan sekitar dan mendorong setiap warga desa untuk hidup sehat. Bantarwangi Village is one of the villages in Cinangka District, Serang Regency, Banten Province. The availability of MCK in Bantarwangi Village has not met the needs of every citizen. The existence of communal MCK in Bantarwangi Village is very much needed because some residents do not yet have private MCK. The purpose of this service activity is to build dua communal MCK units for residents of Bantarwangi village. This activity consists of the preparation stage, selection of MCK locations, implementation, and evaluation of activities. This service activity results in the construction of 2 communal MCK units built according to SNI standards. It is hoped that the existence of this communal MCK can improve the health of the surrounding environment and encourage every villager to live a healthy life.
Program perwujudan infrastruktur desa melalui pembuatan bak penampungan air bersih di Desa Pasirwaru, Kab. Serang, Banten Enden Mina; Restu Wigati; Rama Indera Kusuma; Woelandari Fathonah; Agustia Tridasa; Raihan Afif Sukmana
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17332

Abstract

Kegiatan anak sipil bangun desa (ASBES) menjadi salah satu kegiatan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Untirta untuk mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat desa. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Pasirwaru Kab Serang Banten, dimana permasalahan yang ada di desa tersebut kurangnya ketersediaan air bersih untuk pemakaian sehari-hari penduduk desa. Pembuatan Bak penampung air bersih dari Beton dilakukan sebagai upaya pembantuan dalam memecahkan masalah kurangnya ketersediaan air bersih. Bak penampung dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat desa.Anak sipil bangun desa (ASBES) activity is one of the Untirta Civil Student Association (HMS) activities to realize concern for the village community. This activity was carried out in Pasirwaru Village, Serang Regency, Banten, where the problem was the lack of clean water availability for the daily use of the villagers. Making clean water reservoirs from concrete is carried out to assist in solving the problem of the lack of clean water availability. The reservoir is designed based on the needs of the village community.
Pembuatan MCK umum untuk warga Desa Pasirwaru, Kabupaten Serang dalam upaya meningkatkan lingkungan yang sehat Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Restu Wigati; Zulmahdi Darwis; Jenfatika Chandra; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16447

Abstract

Pasirwaru adalah salah satu desa di Kecamatan Mancak dengan jumlah penduduk 2.543 jiwa. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat dan faktor ekonomi di Desa Pasirwaru menyebabkan minimnya kemampuan tiap kepala keluarga untuk memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang memenuhi standar. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat MCK umum sebanyak dua buah yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh warga Desa Pasirwaru yang belum memiliki MCK yang layak. Kegiatan ini merupakan program kegiatan ASBES (anak sipil bangun desa). Tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran warga Desa Pasirwaru untuk menjaga kesehatan lingkungan dan menyosialisasikan pola hidup sehat di desa.  Pasirwaru is one of the villages in the Mancak District, with a population of 2,543 people. Along with increasing population growth and economic factors in Pasirwaru Village, the ability of each family head to have a toilet that meets the standards is minimal. This activity aims to make two public bathing, washing, and toilet facilities (MCK) that can be used and utilized by residents of Pasirwaru Village who do not yet have proper MCK. This activity is an ASBES (anak sipil bagun desa) program. The long-term goal of this activity is to raise awareness of the residents of Pasirwaru Village to maintain environmental health and promote healthy lifestyles in the village.
Penanggulangan Stunting pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Penyuluhan kepada Masyarakat Desa Banyumekar Kabupaten Pandeglang Woelandari Fathonah; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati; Salsabilla Meidy Arini Putri; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6806

Abstract

Faktor utama penyebab terjadinya stunting pada anak usia dini adalah faktor kesehatan dan kecukupan gizi sebelum, masa kehamilan dan sesudah melahirkan yang akan berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan anak. Berdasarkan RPJMN 2020-2024 stunting merupakan isu prioritas dalam pembangunan kesehatan, sehingga hal ini yang melatarbelakangi kami mengangkat kegiatan penyuluhan stunting di Desa Banyumekar dengan menghadirkan pemateri dari tenaga kesehatan setempat yang berkompeten. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2021 dan dihadiri oleh 24 peserta terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi masyarakat melalui penyuluhan stunting sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehingga stunting dapat dicegah sejak dini. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan stunting berupa sosialisasi bertemakan “Ayo kenali stunting pada anak usia dini” dengan mengundang bidan desa selaku narasumber dari puskesmas setempat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat desa antusias mengikuti penyuluhan, mendapatkan ilmu tentang cara memilih bahan makanan yang tinggi vitamin, protein dan karbohidrat untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan anak, sehingga stunting dapat dicegah oleh masyarakat Desa Banyumekar. Diharapkan setelah kegiatan penyuluhan ini, masyarakat dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehar-hari, sehingga upaya dalam mencegah stunting dapat direalisasikan.The main factors causing stunting in early childhood are health factors and nutritional adequacy before, during, and after childbirth, which will impact children's health and growth. Based on the 2020-2024 RPJMN, stunting is a priority issue in health development. This is the background for us to raise stunting counselling activities in Banyumekar village by presenting speakers from competent local health workers. Community service activities aim to educate the community through stunting counselling. It is expected to raise public awareness about the importance of health and child development so that stunting can be prevented early. The method used in this activity is stunting counselling in the form of socialization with the theme "Let's recognize stunting in early childhood" by inviting village midwives from local health centers as resource persons. The result of this activity is that the village community is enthusiastic about participating in the counselling and gaining knowledge about vitamins, protein and carbohydrates to support the growth and health of children so that the people of Banyumekar village can choose to stunt. It is hoped that after this outreach activity, the community can apply the knowledge gained in everyday life so that efforts to prevent stunting can be realized. 
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DESAIN DAN RAB RENOVASI MASJID NURUL IMAN DI DESA KASEMEN KOTA SERANG Heri Haryanto; Rama Indera Kusuma; Zulmahdi Darwis; Rifky Ujianto; Woelandari Fathonah; Qurrotul Milania; Haryadi Haryadi; Hendrian Budi Bagus Kuncoro
ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): ABDIKARYA
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.894 KB) | DOI: 10.47080/abdikarya.v5i1.2458

Abstract

Masjid merupakan sarana beribadah umat muslim yang mempunyai fungsi sebagai sarana berkegiatan masyarakat. Masjid Nurul Iman terletak di desa Kasemen kota serang. DKM Masjid Nurul Iman membutuhakan pendampingan dalam membangun masjid yang memadai dan didambakan oleh maysarakat, sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada DKM Masjid Nurul Iman dalam membuat desain dan rencana anggaran biaya (RAB) renovasi masjid sehingga dapat memfasilitasi tempat ibadah yang lebih memadai. Kegiatan pengabdian ini membantu masyarakat dalam merencanakan masjid dalam aspek arsitektur dan struktural serta anggaran biaya pembangunan renovasi masjid. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari survei lapangan, pengukuran area masjid eksisting, kompilasi data pengukuran, membuat desain gambar dan menyusun RAB. Berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan renovasi masjid Nurul Iman Desa Kasemen membutuhkan biaya sebesar Rp. 1.199.249.000,00.
Pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket sebagai upaya inovasi potensi lokal di Desa Panenjoan Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati; Enden Mina; Muhamad Rafly Aditya
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i2.1581

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Panenjoan Kecamatan Carenang Kabupaten Serang pada tanggal 5 Februari 2023 di Aula kantor desa panenjoan dengan target nya adalah warga desa panenjoan. Limbah sekam padi banyak ditemui di lingkungan desa panenjoan sehingga limbah ini perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi salah satu nya adalah menghasilkan produk briket. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada warga desa tentang pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket. Briket sebagai pengganti bahan bakar berupa arang yang memiliki daya tahan lama dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan inovasi potensi lokal desa dan meningkatkan kesadaran berwirausaha warga desa setempat. Kegiatan dilaksanakan seacara tatap muka dengan menghadirkan narasumber yang memilki pengalaman di bidang pembuatan briket dan bidang kewirausahaan. Tahapan kegiatan terdiri dari tahap observasi, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan kapasitas pemahaman peserta tentang pembuatan briket dari limbah sekam padi dan tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat terus belajar dan berinovasi dalam mengambangkan produk dari limbah sekam padi sehingga akan meningkatkan nilai jual produk yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat desa setempat.
PENYUSUNAN POTENSI DESA BUDAYA MELALUI FOCUS GROUP DISCUSS BERBASIS LOCAL ADVANTAGE Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Restu Wigati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14019

Abstract

Abstrak: Dengan ditetapkannya Kelurahan Kubangsari sebagai desa budaya berdasarkan keputusan Wali Kota Cilegon nomor 430/Kep.631-Disparbud/2019, dipandang perlu untuk mengidentifikasi local advantage berupa atraksi kesenian dan wisata religi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) adalah melakukan penyusunan potensi desa untuk memunculkan jati diri dan keunikan budaya setempat dalam mewujudkan destinasi Desa Budaya di Kota Cilegon. Melalui metode pendekatan deskriptif kuantitatif, in depth interview, participatory mapping terhadap objek potensi desa dengan cara menginventarisir, mengidentifikasi data dasar potensi budaya dengan melibatkan unsur lembaga: Bappedalitbang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disperkim, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Kelompok Sadar Budaya, kelompok masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta PKK. Hasil keputusan disepakati dalam dokumen berita acara FGD tanggal 10 November 2022 yang dihadiri 16 orang pemangku kepentingan. Berita acara tersebut berisi kesepakatan isu strategis dalam penataan kawasan desa budaya. Data yang sudah disepakati selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam penyusunan masterplan kawasan, program pengembangan sarana prasarana lingkungan dan fasilitas pendukung, pelaksanaan pekerjaan perencanaan Detail Engineering Design.Abstract: With the designation of the Kubangsari Village as a cultural village based on the decision of the Mayor of Cilegon number 430/Kep.631-Disparbud/2019, it is deemed necessary to identify local advantages in the form of artistic attractions and religious tourism. The purpose of community service activities through the approach Focus Groups Discussion (FGD) is to organize village potential to bring out local identity and cultural uniqueness in realizing the destination of a Cultural Village in Cilegon City. Through the method of quantitative descriptive approach, in-depth interview, participatory mapping of village potential objects by taking inventory, identifying basic data on cultural potential by involving elements of institutions: Bappedalitbang, Education and Culture Office, Disperkim, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Culture Awareness Groups, community groups, community leaders and youth leaders as well as the PKK. The results of the decision were agreed upon in the minutes' document of the FGD on 10 November 2022 which was attended by 16 stakeholders. The minutes of the event contains an agreement on strategic issues in structuring the cultural village area. The data that has been agreed upon can then be used as a reference in the preparation masterplan area, development program for environmental infrastructure and supporting facilities, implementation of planning work Detail Engineering Design.
Utilization of Plastic Waste as Soil Stabilization Material and Their Effect on Unconfined Compressive Strength Values Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Nadia Fadillah
Applied Research on Civil Engineering and Environment (ARCEE) Vol. 4 No. 02 (2023)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/arcee.v4i02.5282

Abstract

The objective of this research was to improve the bearing capacity of the soil located on Kampung Juhut Street, Pandeglang Regency, which initially had a bearing capacity of 3.01%, through stabilization methods. The plastic powder was selected as an additive due to its non-cohesive characteristics, which counterbalance the cohesive nature of clay soil. The study aimed to identify the soil type and classification, evaluate the impact of soil physical properties, and examine the changes in unconfined compressive strength after incorporating plastic powder in proportions of 2%, 4%, 6%, 8%, and 10%, with curing durations ranging from 0 to 28 days. The results indicated that the soil belonged to the category of organic clay soils with moderate to high plasticity according to the USCS soil classification system. The plasticity index decreased from 22.9% to 12.2% at the 8% variation and 11.9% at the 10% variation. The initial unconfined compressive strength of the soil was 1.1 kg/cm2. The greatest improvement was observed at the 8% variation, resulting in an unconfined compressive strength value of 3.4 kg/cm2, indicating a highly rigid consistency.
Co-Authors Abdurohim Abdurohim, Abdurohim Abdurrohim Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Achmad Fauzi Irhamna Aditya, Muhamad Rafly Aditya, Zulfan Agustia Tridasa Agustia Tridasa Ningsih Ahmad Vicky Maulana Akbar Prasetio Utomo Amalia, Risty Anisa Fitri Ramadhani Anisa Ulfa Aprilia Maharani Arief Budiman Arief Budiman Arum, Amalia Syarifah Ashari, Salsabila Joesi Nur Asmara, Tabitha Puspaning Bambang Adhi Priyambodho Bambang Adhi Priyambodho Budiman, Arief Citra Diah Kartika Deden Setiawan Desmawan, Deris Dicky Damari Dwi Esti Intari Dwi Esti Intari Dwi Novi Setiawati Dwi Yanul Ihsan Egi Ardhika Winata Enden Mina Enden Mina Enden Mina, Enden Ero Prahara Mahardika Eryani Siti Maryam Fahrus Sabri Fathonah, Woelandari Fathonah, Woelandari Gilbran Althaf, Machammad Wally Haryadi Haryadi Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Kusharyanto Heri Mulyono Herlambang Wibowo IBRANI, EWING YUVISA Ina Asha Nurjanah Iqbal, Farhan Pauzul Jamatul Ridwan Jenfatika Chandra Kiki Ariandhika Muzaky Kulsum Kulsum Kuncoro, Hendrian Budi Bagus Lambok Rumiris Gultom Maryani, Yeyen Mina, Enden Mina, Enden Mina, Enden Mina, Enden Mohamad Ainal Yaqien Muhamad Rafly Aditya Muhammad Fadhil Choliq Muhammad Parma Lovan Tora Muhammad Radityagifari Nabila Lita Aulia Nada Shafa Soraya Gandakusumah Nadia Fadillah Naufal Abdurrasyid Naufal Fakhri Ngakan Putu Purnaditya Novarin Salim Nurhayati Soleha, Nurhayati Nuri Kurniawan Nursoliha . Nustin Merdiana Dewantari Nyi Raden Ruyani Oktavianus, Afriman Pasadena Rosa Hasibuan Priyambodho, Bambang Adhi Purnaditya, Ngakan Putu Purnama, Dicki Dian Qurrotul Milania Rahmania, Bunga Raihan Afif Sukmana Ramadhan, Thanara Ramdani, Fahreza Restu Wigati Restu Wigati Restu Wigati Restu Wigati, Restu Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rifky Ujianto Rizqi Cahyo Nugroho Rochmadi Eko Susilo Rudi Zulfikar Rufky Ujianto Salsabilla Meidy Arini Putri Setiawati, Dwi Novi Shandi Irfani Sasmita Soedarsono Soedarsono Soelarso Soelarso Sudirman Sudirman Sunan Dwimanda Susanti, Shofarina Ika Juniar Syaifudin, Rizal Tarihoran, Rona Ulita Tri Wahyudi Ujang Sumarwan Ujianto, Rifky Ujianto, Rifky Vihawian, Vini Vindo, Alberto Dwi Weby Rizka Amala Wigati, Restu Wigati, Restu Yuda Inayatullah Yuli Fajarwati Yulistian Zahirah Ismi Sausan Zera Ilham Yasin Zulmahdi Darwis Zulmahdi Darwis