Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN PERTUMBUHAN TATA RUANG KOTA SEMARANG BERDASARKAN ASPEK EKONOMI MENGGUNAKAN KONSEP ANALISIS SPASIAL CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI Muhammad Arizar Hidayat; Bambang Sudarsono; yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.974 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang mempunyai luas wilayah 373,70 Km2. Secara administratif Kota Semarang terbagi Kota Semarang mempunyai luas wilayah 373,70 Km2. Secara administratif Kota Semarang terbagi menjadi 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan, Kota Semarang memiliki posisi astronomi di antara garis 6o50’ – 7o10’ Lintang Selatan dan garis 109o35’ – 110o50’ Bujur Timur. Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang adalah sebuah kota yang berkembang secara ekonomi. Secara tidak langsung, perkembangan perekonomian di Kota Semarang memberi pengaruh terhadap pertumbuhan tata ruang kota.Adapun tujuan penelitian ini adalah membuat peta model pertumbuhan tata ruang Kota Semarang dengan menggunakan metode konsep analisis spasial. Data yang digunakan adalah data raster. Yaitu, citra Landsat tahun 2002, 2007, 2013, dan 2015 beserta data atribut Kota Semarang berformat shapefile. Pengolahan data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan metode klasifikasi supervised yang dikombinasikan dengan metode evaluasi multi kriteria.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tejadi pertumbuhan tata ruang ke arah selatan pada periode tahun 2002-2007, kemudian terjadi pertumbuhan tata ruang pada arah timur pada periode tahun 2007-2013, dan pertumbuhan ke segala arah pada periode 2013-2015. Kemudian dilihat dari pola persebaran pusat-pusat ekonomi, pada periode tahun 2002, 2013, dan 2015 pola persebaran pusat-pusat perekonomian di Kecamatan Semarang Tengah dan Semarang Selatan memperlihatkan pola persebaran mengelompok, pada periode tahun 2007 pola persebaran pusat-pusat perekonomian di Kecamatan Semarang Tengah memperlihatkan pola persebaran mengelompok dan Semarang Selatan memperlihatkan pola acak pada pusat ekonomi kelas atas, sedangkan kelas lainnya mempunyai pola mengelompok. Kata Kunci : Klasifikasi Supervised, Metode Evaluasi Multi Kriteria, Model Pertumbuhan Tata Ruang                       ABSTRACT Semarang city has a total area of 373,70 km2. Semarang is administratively divided into 16 districts and 177 village, Semarang have astronomical positions between lines 6o50 '- 7o10' south latitude and line 109o35 '- 110o50' east longitude. As the capital of Central Java province, Semarang is a city that is growing economically. Indirectly, the economic development in the city of Semarang influences the spatial growth of the city.The purpose of this research is to create a growth model spatial map of Semarang by using the concept of spatial analysis. Data used in the form of raster data.  Namely, Landsat 2002, 2007, 2013, and 2015 along with attribute data of Semarang City with shapefile format. The data in this study were processed using supervised classification method combined with multi-criteria evaluation methods.The results of this study showed that the spatial growth occurs towards the south in the period 2002-2007, and spatial growth occurred in the east in the period 2007-2013, and growth in all directions in the period 2013-2015. Then, seen from the pattern of distribution of economic centers, in the period 2002, 2013, and 2015, the distribution pattern economic centers in the District of Central Semarang and South Semarang shows the distribution pattern clustered, while in the period 2007 distribution pattern economic centers in the District Central Semarang showed clumped distribution pattern while South Semarang exhibit a random pattern on the economic center of the upper classes, while other classes have clumped pattern.s Keyword : Map Spatial Growth Model, Multi-Criteria Evaluation Methods, Supervised Classification  *)  Penulis, Penanggung Jawab
ANALISIS ASPEK MORFOLOGI JALAN (LAYOUT OF STREETS) KOTA SEMARANG TERHADAP PERTUMBUHAN TATA RUANG DAN WILAYAH MENGGUNAKAN METODE DIGITASI CITRA RESOLUSI TINGGI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Imanuel Sitepu; Yudo Prasetyo; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.722 KB)

Abstract

ABSTRAK Suatu wilayah tentu akan mengalami dinamika dan pertumbuhan dari waktu ke waktu yang menyebabkan terjadinya perkembangan fisik. Perkembangan fisik inilah yang mempengaruhi morfologi dari sebuah kota dimana indikator terbesar yang mempengaruhi morfologi dari sebuah kota yaitu morfologi jalan. Jadi dengan memantau morfologi jalan akan ditemukan pengaruhnya terhadap perkembangan fisik dari suatu kota. Area penelitian dilakukan di Kecamatan Mijen yang merupakan bagian dari Kota Semarang.Analisis morfologi jalan ini dilakukan dengan metode digitasi citra satelit resolusi tinggi dan melakukan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Digitasi dilakukan di atas citra satelit Quickbird dengan resolusi 0,6 meter dengan multitemporal tahun 2005 dan tahun 2015. Jalan yang didigitasi adalah kelas jalan arteri sekunder, kolektor primer, kolektor sekunder dan jalan lokal. Hasil digitasi ini selanjutnya akan dilakukan perhitungan jumlah keseluruhan panjang jalan di tahun 2005 dan tahun 2015 sehingga diketahui besar pertumbuhan panjang jalan dari tahun 2005 hingga 2015. Selanjutnya akan dilakukan analisis spasial untuk mengidentifikasi morfologi jalan, korelasi pertumbuhan jalan dengan pertumbuhan tata ruang serta melalui analisis statistik spasial dengan cara Standard Deviational Ellipse diperoleh arah pertumbuhan jalan dari Kecamatan Mijen.Dari hasil digitasi jalan yang dilakukan diperoleh nilai pertumbuhan jalan Kecamatan Mijen dari tahun 2005 hingga 2015 sebesar 33.709,507 meter atau sebesar 33,709 kilometer dimana nilai ini merupakan total dari panjang jalan untuk semua kelas yang didigitasi. Morfologi jalan yang terdapat di Kecamatan Mijen adalah morfologi jalan tidak beraturan dan morfologi jalan grid. Pertumbuhan jalan di Kecamatan Mijen mengarah ke arah utara dimana dibagian utara terdapat kawasan perumahan Bukit Semarang Baru yang banyak melakukan pembangunan jalan.Kata Kunci: Analisis Spasial, Digitasi, Morfologi Jalan, Standard Deviational Ellipse. ABSTRACT A region will certainly has the dynamics and growth over time which affect the growth physically. This physical growth affected the city morphology where the biggest indicator which affect the morphology of a city is the layout of streets. So, by monitoring the layout of streets will be founded effects in physical development of a city. Research area conducted in the District Mijen which is part of Semarang city.The layout of the streets monitored by digitize high-resolution satellite imagery and perform spatial analysis based on Geographic Information System (GIS). Digitization had done over the Quickbird satellite imagery with a resolution of 0.6 meters with multitemporal 2005 and 2015. The road which in digitized is a class of secondary arterial roads, primary collector, secondary collectors and local roads. The result of this digitization will be calculating the amount of the entire length of the road in 2005 and 2015 so that the growth of the road from 2005 to 2015 will be found. Furthermore, spatial analysis will be conducted to identify the layout of the streets. The growth of the road correlation with the growth of spatial and through the statistical analysis, by using Standard Deviational Ellipse we will find the direction of the growth of the District Mijen.From the digitation, we find the growth rate from 2005 to 2015 amounted to 33.709.507 meter or a total of 33,709 kilometers where this value is the total ength for all classes in digitization. The layout of streets that founded in District Mijen are irregular morphology and grid morphology. The growth of the roads in District Mijen leading towards the north where in northern area there is a residential area of Bukit Baru Semarang which doing a lot of road construction.Keywords: Digitizing, Layout of Streets, Spatial Analysis, Standard Deviational Ellipse.
ANALISIS DEFORMASI SESAR KALIGARANG MENGGUNAKAN METODE DINSAR DAN GEOMORFOLOGI TAHUN 2007-2008 Syachril Warasambi Mispaki; Yudo Prasetyo; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.172 KB)

Abstract

ABSTRAKSemarang adalah salah satu kota yang padat di Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk  mencapai 1.739.989 jiwa dan luas wilayahnya 373,70 km2. Kota Semarang sendiri terbagi dua daerah yaitu daerah bawah dengan karakteristik berupa dataran rendah sampai pantai dan daerah atas berupa dataran tinggi perbukitan. Menjadi menarik selain memiliki dua tipe daerah yang berbeda Semarang juga memiliki sesar, salah satunya sesar Kaligarang. Posisi sungai Kaligarang sendiri membelah pada arah hampir utara-selatan kota Semarang. Dampak adanya sesar Kaligarang dapat dilihat dibeberapa tempat seperti jalan yang ambles didaerah UNIKA Semarang dan rumah penduduk yang bergeser didaerah desa Tinjomoyo.Pada penelitian ini digunakan beberapa metode yaitu InSAR, DinSAR dan pengamatan geomorfologi  ketiga teknik tersebut digunakan untuk melakukan identifikasi dan estimasi area sesar yang mengalami deformasi. Pemilihan penggunakan teknik  penginderaan jauh (inderaja) dikarenakan  memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap kawasan yang luas dengan waktu yang cepat. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa  tiga citra ALOS PALSAR level 1.0 yang diakuisisi pada tanggal 8 juni 2007, 26 Juli 2008, dan 10 Sepetember 2009. Selain ketiga citra ALOS PALSAR tadi, juga digunakan data DEM SRTM versi 4, digunakan untuk koreksi topografi.  Penggunaan ketiga metode yang sudah disebutkan sebelumnya memiliki fungsi yang berbeda. Untuk metode InSAR digunakan untuk pembentukan model dijital dari kota Semarang. Setelah mendapatkan model tinggi dijitan kota Semarang, bisa dilakukan proses identifikasi letak, panjang, lebar dan luasan sesar Kaligarang menggunakan metode geomorfologi. Hasil dari identifikasi tersebut dapat dihitung laju deformasinya menggunakan metode DinSAR, dengan menggunakan metode DinSAR bisa dilakukan estimasi pergerakan sesar Kaligarang. Dari hasil metode DinSAR dihasilkan laju penurunan tanah antara 3 cm sampai 11 cm. Untuk mengetahui kebenaran pengukuran menggunakan metode DinSAR, dilakukan dengan validasi penurunan yang diukur menggunakan GPS. Setelah melakukan validasi didapat simpangan baku sebesar 3,073 cm. Untuk mengetahui jenis sesar dan arah sesar dilakukan dengan metode geomorfologi dan dari hasil kajian geomorfologi didapat sesar kaligarang merupakan sesar aktif yang termasuk jenis sesar geser menganan.Pada penelitian ini dapat disimpulkan tentang laju penurunan deformasi sesar Kaligarang berkisar dari 3 cm sampai 11 cm dan didapat jenis sesar Kaligarang adalah sesar geser menganan. Hal tersebut menjadikan penelitian ini  penting, penelitian ini bisa digunakan sebagai tindakan awal mitigasi bencana didaerah sekitar sesar Kaligarang.Kata kunci: Semarang, Deformasi, Sesar, InSAR, DinSAR, Geomorfologi. ABSTRACTSemarang is one of the densely populated city in Central Java which is has a dense population arounds 1,739,989 inhabitants in a total area of 373,70 km2. In geographic composition, Semarang city has two major area characteristic where is a lowlands area dominated with a coastal area and the plateu area lies on highland hills. Also Semarang city has also has a Kaligarang fault where is lie in Kaligarang River. The position of Kaligarang river itself divides  in the direction nearly north-south city of Semarang. The impact of the fault Kaligarang can be seen in several places such as a land subsidence phenomenon in Tinjomoyo village area such as several house destruction.In this research, we have used several methods and observations such as InSAR, DinSAR and geomorphology where is this techniques used to identify the fault area and estimate Kaligarang’s fault movement velocity. Selection of the use of remote sensing techniques due to the ability to conduct an assessment of a large region with a fast time. The data used in this study of three ALOS PALSAR level 1.0 which was acquired on June 8, 2007, July 26, 2008, and 10 of September 2009. Besides that third ALOS PALSAR earlier, also used data of SRTM DEM  4th version, is used for the correction of the topography. The use of the three methods already mentioned earlier have different functions. For the InSAR method used for the establishment of a digital model in Semarang. After getting high models digital city of Semarang, the identification process can be done layout, length, width and area of the fault Kaligarang using geomorphology. Results of such identification can be calculated using the rate of deformation DinSAR method, by using the method of estimation can be done DinSAR Kaligarang fault movement. From the result generated DinSAR method of land subsidence rate between 3 cm to 11 cm.  To know the truth measurement that used DinSAR method, is performed with the decline of validation that measured using GPS. After validating obtained standard deviation of 3,073 cm. To determine the type of fault and the fault direction is donethe method of geomorphology nd the results obtined fault geomorphology study kaligarang an active fault that include type of fault strike slip fault.In this study, the rate of decline can be conclude that Kaligarang fault deformation range from 3 cm to 11 cm obtined the type of fault is a strike slip fault. It makes this study is  important, this study could be used as an initial action on disaster mitigation in the area surrounding the fault Kaligarang.Keywords: DEM, DInSAR, InSAR, Kaligarang Fault, Land Subsidence*) Penulis, Pananggung jawab
Analysis of Built-up Land Spatial Patterns Using Multitemporal Satellite Imagery in Pekalongan City Nurhadi Bashit; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Journal of Applied Geospatial Information Vol 4 No 2 (2020): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.281 KB) | DOI: 10.30871/jagi.v4i2.2014

Abstract

Regional growth is characterized by an increase in built-up land. An increase in built-up land can cause changes in land use such as vacant land turned into built-up land. One of the cities in Central Java that experienced an increase in built-up land was in the City of Pekalongan. Based on Pekalongan City Regulation Number 30 Year 2011, the National Spatial Planning stipulates that Pekalongan City is the Regional Activity Center. This causes the Pekalongan City to have the potential to increase the amount of built-up land. An increase in uncontrolled built-up land can cause negative impacts such as reduced water catchment areas so that the disruption of water resources conditions. Therefore, it is necessary to monitor the increase of built-up land in Pekalongan City and see its development spatial patterns. One of method for monitoring a city's built-up land uses the remote sensing method. This study uses an Index-based Built-up Index (IBI) algorithm. Based on the results of this study, it can be concluded that the city of Pekalongan experienced an increase in built-up land between 2013 and 2019. The largest increase in built-up land is in the range of 2017 to 2019 with an area of increase of 359.088 ha so that it can be obtained the speed of increase of built-up land by 170.544 ha/year. The spatial pattern of built-up land increased in 2017 to 2019 heading south because South Pekalongan Regency has a toll road that connects the main road with the toll road.
STATE-OF-ART KONSERVASI BANGUNAN DAN CAGAR BUDAYA MELALUI PEMBENTUKAN MODEL 3 DIMENSI BERBASIS TEKNIK FOTOGRAMMETRI RENTANG DEKAT Yudo Prasetyo
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 02 (2018): Volume 01 Issue 02 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.163 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.3698

Abstract

Pada umumnya bangunan bersejarah dan cagar budaya yang berada di permukaan bumi sebagian besar merupakan objek tiga dimensi yang belum terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu pembentukan data dasar 3D yang digunakan untuk melakukan pemodelan objek tiga dimensi harus memiliki tingkat ketelitian yang baik dan geometri yang baik juga. Pada penelitian ini, dipaparkan pendekatan state-of-art dari metode-metode yang digunakan didalam pembentukan dokumentasi 3D untuk konservasi dan dokumentasi bangunan yaitu melalui penerapan metode fotogrammetri jarak dekat yang menggunakan kamera digital non metrik, Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Untuk tahapan pelaksanaan penelitian terbagi atas tahapan kalibrasi kamera, pemotretan objek dan pengolahan model 3 dimensi. Untuk konsep akuisi data dibutuhkan proses kalibrasi yang direkomendasikan memenuhi angka 80% sebagai syarat kalibrasi peralatan survey. Untuk pengambilan data foto dilapangan dilakukan sebanyak mungkin akuisisi dengan pertampalan antar obyek berkisar minimal 60%-80% dan pengolahan data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak 3D seperti PhotoModeler Scanner dan Summit Evolution. Untuk validasi hasil pembentukan model 3D dapat menggunkan nilai perbandingan uji statistik titik geometrik dengan peralatan survey Electronic Total Station (ETS). Tahap pemodelan bangunan terdiri dari Automated Project, proses hitungan dan pembuatan model 3D, transformasi koordinat 3D, visualisasi model 3D dan analisis statistik sebaran titik-titik geometrik. Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tiga dimensi bangunan yang telah melalui proses pengujian perbandingan jarak yang diikatkan dari  pengukuran ETS dan dianalisis lebih lanjut untuk nilai standar deviasi dari perbandingan jaraknya.
KAJIAN PERUBAHAN POLA KAWASAN TERBANGUN BERDASARKAN METODE INDEX-BASED BUILT-UP INDEX (IBI) DI JAKARTA UTARA Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit; Bandi Sasmito
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 02 (2020): Volume 03 Issue 02 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.9198

Abstract

Kota Jakarta Utara merupakan bagian dari propinsi DKI Jakarta memiliki permasalahan berkaitan dengan penurunan muka tanah. Permasalahan tersebut disebabkan oleh banyaknya pembangunan yang berakibat semakin padatnya jumlah bangunan menjadi beban terhadap daya dukung tanah pada lingkungan di Jakarta yang mana sebagian besar wilayahnya adalah alluvial. Dikutip dari BPS Kota Jakarta Utara realisasi perizinan IMB mencatatkan dari tahun 2016 hingga 2018 berjumlah 5.862 bangunan, jumlah tersebut hanya bangunan non tempat tinggal. Kemudian, untuk mengetahui perubahan kawasan terbangun digunakan citra Sentinel 2 dari tahun 2016 hingga 2019 melalui proses klasifikasi bangunan dengan algoritma Index-based Built-up Index (IBI). Algoritma IBI merupakan kombinasi dari 3 algoritma yaitu, Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI). Kemudian, hasil dari metode IBI perubahan lahan terbangun dengan total seluas 228 hektar/tahun, sementara perubahan kelurahan terluas di Marunda seluas 57 hektar/tahun dan terkecil di Kelurahan Pekoja seluas 0,01 hektar/tahun, korelasi keduanya menunjukkan berkorelasi kuat 32%, 44% berkorelasi lemah dan 24 % diantara keduanya tidak berkorelasi. Pemanfaatan penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam rencana pembangunan di Kota Jakarta Utara juga sebagai mitigasi penurunan muka tanah.
KAJIAN PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN KOTA PEKALONGAN MENGGUNAKAN METODE URBAN INDEX (UI) Nurhadi Bashit; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 2, No 02 (2019): Volume 02 Issue 02 Year 2019
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.164 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2019.6440

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang mengalami peningkatan pembangunan di wilayah perkotaan sehingga dapat dilihat berdasarkan perubahan fisik perkotaan. Perkembangan pembangunan dapat menyebabkan perubahan penggunaan lahan dari lahan kosong menjadi lahan terbangun. Perubahan lahan terbangun merupakan hal yang umum terjadi di perkotaan karena pertumbuhan jumlah penduduk. Peningkatan lahan terbangun dan menurunnya lahan terbuka hijau dapat menyebabkan dampak perubahan fungsi lahan. Perubahan fungsi lahan memberikan dampak pada perubahan tatanan lingkungan berupa menurunnya kualitas lingkungan, degradasi lingkungan/kerusakan lingkungan serta berkurangnya sumber daya alam maupun perubahan tata guna lahan jika pembangunan dilakukan secara tidak teratur. Berdasarkan permasalahan tersebut, artikel ini melakukan kajian mengenai perkembangan lahan terbangun Kota Pekalongan. Perkembangan lahan dilakukan pemantauan untuk mendeteksi perkembangan lahan terbangun pada setiap kecamatan dan penyebabnya. Pemantauan lahan terbangun pada artikel ini menggunakan metode pengindraan jauh dari data citra satelit. Metode pengindraan jauh memiliki kelebihan dibandingkan pemetaan secara konvensional (survei lapangan) karena data citra satelit memperlihatkan kondisi permukaan bumi tanpa mendatangi keseluruhan lokasi sehingga mempercepat pemetaan suatu wilayah. Klasifikasi lahan terbangun Kota Pekalongan dilakukan secara otomatis menggunakan metode Urban Index (UI). Transformasi UI menggunakan saluran Near Infrared (NIR) dan Short Wave Infrared II (SWIR-II). Klasifikasi dilakukan secara multitemporal sehingga dapat dilakukan kajian mengenai lahan terbangun di Kota Pekalongan setiap 2 tahun dari tahun 2013 hingga 2019. Penelitian ini menghasilkan klasifikasi lahan terbangun dengan luas pada tahun 2013 sebesar 2.030,708 ha, tahun 2015 sebesar 2.054,752 ha, tahun 2017 sebesar 2.227,835 ha, tahun 2019 sebesar 2.503,603 ha. Perkembangan lahan terbangun Kota Pekalongan tersebesar terdapat di Kecamatan Pekalongan Utara sebesar 175,525 ha yang disebabkan karena pembangunan pusat perbelanjaan, perkantoran, pemukiman dan jaring jalan.
ANALISIS TINGKAT AKURASI MODEL TIGA DIMENSI GEDUNG PROF. H. SOEDARTO SH. MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TERRESTRIAL LASER SCANNER (TLS) BERBASIS METODE TRAVERSE Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 01 (2018): Volume 01 Issue 01 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.396 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.2815

Abstract

Perkembangan teknologi dokumentasi gedung secara spasial untuk konservasi dan perencanaan tata ruang semakin berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, urgensi tingkat ketelitian dalam suatu pengukuran juga semakin bergerak ke arah yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Salah satunya yang berkembang saat ini teknologi pembentukan objek tiga dimensi menggunakan peralatan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Metode pengukuran TLS terdiri atas 4 metode yaitu : metode Cloud to Cloud, metode Target to Target, metode Traverse dan metode kombinasi. Ketelitian metode Traverse akan diujikan pada gedung Prof. H. Soedarto SH. Dengan tingkat ketelitiannya diujikan pada dua parameter yakni hasil metode registrasi dan hasil visualisasi model tiga dimensi. Metode yang dilakukan dalam uji ketelitian ini melakukan uji internal dengan perhitungan ketelitian hasil registrasi model point cloud antar metode registrasi pada perangkat lunak dan uji eksternal melalui analisis perbandingan jarak sisi bangunan menggunakan peralatan Total Station, perhitungan uji statistik serta melakukan analisis hasil visualisasi model tiga dimensi. Penelitian ini menghasilkan nilai ketelitian metode Traverse sebesar diperoleh nilai rata-rata validasi sebesar 0,004 meter dengan besaran ketelitian model RMSE sebesar ±0,00611 meter dengan ketelitian linear jaring poligon 13 titik kategori orde 4 sebesar 1 : 6.246,6 meter pada Gedung Prof.H.  Soedarto SH. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pengguna Terrestrial Laser Scanner (TLS) sebagai referensi mengenai tingkat ketelitian metode Traverse dalam pelaksanaan pengukuran suatu objek model tiga dimensi untuk keperluan dokumentasi gedung.
UJI KETELITIAN KLASIFIKASI BERBASIS OBJEK PADA CITRA QUICKBIRD Nurhadi Bashit; Yudo Prasetyo
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 01 (2018): Volume 01 Issue 01 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.484 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.2810

Abstract

Klasifikasi merupakan salah satu tahapan pada pengolahan citra yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari data citra satelit. Klasifikasi berbasis objek merupakan algoritma klasifikasi yang bisa digunakan untuk melakukan pengolahan citra resolusi tinggi karena memanfaatkan unsur spektral, spasial, dan tekstur objek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan klasifikasi berbasis objek pada dua jenis citra yang tergolong sebagai citra resolusi tinggi. Penelitian ini menggunakan QuickBird direkam pada tahun 2010 yang memiliki resolusi spasial 0,6 meter, yang mencakup Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi skema klasifikasi dan menguji ketelitian klasifikasi. Klasifikasi dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu segmentasi, penentuan parameter merge, rule-based classification dan post classification. Klasifikasi berbasis objek memanfaatkan unsur spektral, spasial dan tekstur objek untuk melakukan pemisahan antar objek pada setiap kelas. Pemanfaatan unsur spasial objek ini merupakan keunggulan dari klasifikasi berbasis objek dalam melakukan klasifikasi citra resolusi tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma klasifikasi berbasis objek dapat melakukan klasifikasi penggunaan tanah pada citra QuickBird dapat menghasilkan ketelitian hingga 92.00% dan terdiri dari 17 kelas. Dengan demikian, klasifikasi berbasis objek sangat efektif dalam melakukan klasifikasi pada citra resolusi tinggi yang memiliki tingkat variasi objek yang beraneka ragam (heterogen). Klasifikasi berbasis objek dengan menggunakan citra resolusi tinggi dapat menghasilkan tingkat akurasi yang baik.
KAJIAN JALUR PELABUHAN “MARINE SCIENCE TECHNO PARK UNDIP” TELUK AWUR JEPARA MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER (MBES) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Bandi Sasmito; Yudo Prasetyo; LM Sabri; Moehammad Awaluddin
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 02 (2018): Volume 01 Issue 02 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.174 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.3696

Abstract

Universitas Diponegoro mempunyai Science and Technological Parks (STP) yang dibangun di Teluk Awur, Jepara yang diberi nama Marine Science Techno Park (MSTP). Dalam lingkungan MSTP terdapat fasilitas dermaga yang kini tidak dipergunakan dan terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji jalur pelabuhan menuju dan keluar dermaga MSTP dengan data-data baru sehingga dermaga dapat dipergunakan. Metode yang digunakan adalah pengukuran kedalaman dengan peralatan Multibeam Echosounder (MBES). Sedangkan metode penentuan jalurnya menggunakan pemodelan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis. Hasil pengolahan yang diharapkan adalah model dasar perairan MSTP dan analisis penentuan jalur pelabuhan keluar masuk dermaga yang disajikan secara spasial (Peta Tematik). Hasil diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perancangan dan perencanaan revitalisasi MSTP dalam jangka panjang.Kata kunci :  Marine Science Techno Park, Multibeam Echosounder, Sistem Informasi Geografis             
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adito Maulana ADYVICTURA TINAMBUNAN Agree Isnasatrianto Ahmad Iqbal Maulana Lubis Aji, Bernardinus Joko Prakosta Santu Alfian Adi Atmaja Alfonsus Bima Samudra Alvatara Partogi Hutagalung Alvian Danu Wicaksono An Nisa Tri Rahmawati Anang Ikhwandito Andri Suprayogi Anggoro Pratomo Adi Annisa Apriliani Annisa Octaviana ARDI SETYO PRATOMO Ari Setiani Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arif Rahman Arwan Putra Wijaya Aryasatya, Muhammad Farhan Atina Qothrunnada Salsabila Azeriansyah, Reyhan Bahtiar Ibnu Lonita Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bernard Ray Barus Bilal Fadhlurrohman Billy Silaen Bram Ferdinand Saragih chotimah, Saffira noor Dafid Januar Dani Nur Martiana Daud Panji Permana David Jefferson Baris Dede Handoko Delima Canny Valentine Simarmata Deviana Putri Sunarernanda Dicky Nur Krisnha Dinoto, Tjiong, Susilo Dita Ariani Dita Rizki Amliana Dito Seno Aji DIYANAH DIYANAH Dzulvikar, Azfa Ahmad Emeralda Amirul Ariefa Fadlila Ananingtyas, Fadlila Faisal Aldin Faiz Mahbubi Faizal Ibnu Adrian Fajriah Lita Pamungkasari Farras Nabilah Fatimah Putri Utami Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Firman Hadi Fitrah Trikusuma Franstein Kevin J.B Galuh Puteri Saraswati Gantra S.D Hutahaean Gusmiarti, Neni Indah Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hanif Arafah Mustofa Hanum Fadhil Baihaqi Hanum Fadhil Baihaqi Harintaka Harintaka Hestiningsih Hestiningsih Ikhtifari, Muh. Nurshauma Imanuel Sitepu Indah Purwanti Irfan Baharudin Jamilah, Mutiara Kurnia Wisnu Aziz Lanjar Cahyo Pambudi Laode M Sabri Lukman Jundi Fakhri Islam Luluk Dita Shafitri Maliha, Arnetta Tia Nur Marissa Isabella Panggabean Marissa Isabella Panggabean Maylani Daraputri Mazazatu Rosyada Moehammad Awaluddin Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Arizar Hidayat Muhammad Helmi Muhammad Nur Khafidlin Muna, Nailatul Nabila Rahmawati Nanang Noviantoro Prasetyo Narendra Sava Hanung Naryoko Naryoko Naufal Dwiakram NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Nizma Humaidah Noviar Afrizal Wahyuananto Nuardi Dwi Pradipta Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Pran Shiska, Pran Qudriyah, Riska Amirotul Rahmawati, Nabila Ramadhani, Sekar Melati Rendi Aulia Retno Kusumaningrum Rifki Purnama Aji Rina Emelyana Riska Pratiwi Riza Ashar Rizqika, Salsabilla Nurul Sabri, LM Sawitri Subiyanto Setyo Ardy Gunawan Sintauli Manullang Sukamta Sukamta Sukamta Sukmawati Nur Endah Supriadi Sanjaya Purba Syachril Warasambi Mispaki Syaharini, Jay She Tegar Dio Arsadya Rahadian Tengku Oki Al Akbar Theresia Niken Kurnianingsih Thoriq Fajar Setiawan, Thoriq Fajar Ulifatus Sa'diyah Ulinnuha, Ilham Virgus - Arisondang Wahyuddin, Yasser Widi Wicaksono WIWIT PURWANTI Yonanda Simarsoit YULIA SAVIRA RACHMA Zainab Ramadhanis Zia Ul Maksum Zuraidha, Riza Nur