Claim Missing Document
Check
Articles

MONITORING PENURUNAN MUKA TANAH AKIBAT GALIAN DAN TIMBUNAN PADA JALUR KONTRUKSI JALAN TOL SEMARANG-DEMAK SEGMEN STA 17-22 BERBASIS TEKNOLOGI UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) Yudo Prasetyo; Fauzi Janu Amarrohman; Marissa Isabella Panggabean
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 4, No 01 (2021): Volume 04 Issue 01 Year 2021
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2021.11498

Abstract

Kecamatan Karangtengah merupakan salah satu kecamatan yang berada di area Kabupaten Demak yang rentan terhadap peristiwa Penurunan Muka Tanah (PMT) akibat dari endapan aluvial muda yang mendominasi di Desa Batu, Kedunguter, Dukun, Karangsari,Grogol dan Pulosari. Terkait peristiwa penurunan muka tanah ini, di lokasi ini juga sedang dilakukan pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang berada pada STA 17-22. Penelitian ini menggunakan metode penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mendapatkan informasi perubahan volumetrik dengan menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) yang terjadi selama rentang waktu penelitian pada wilayah pembangunan jalan tol. Metode perhitungan perubahan volumetrik tanah ini digunakan untuk melakukan kajian awal terhadap fenomena penurunan muka tanah (PMT). Hasil dari pengolahan UAV pada bulan 30 Agustus hingga 11 Oktober tahun 2020 menunjukkan bahwa penurunan muka tanah yang terjadi pada wilayah pembangunan jalan tol dengan penurunan tertinggi terjadi pada STA 20 sebesar 7,1 cm memiliki luas daerah penurunan 11,09 ha berada di Desa Karangsari serta penurunan terendah sebesar 2,7 cm pada STA 18 dengan luas area penurunan 7,41 cm berada di Desa Dukun. Luasan penurunan muka tanah yang terjadi adalah 42,55 ha (74,3%) dari luasan total area pembangunan jalan tol STA 17-22. Perubahan volume di sepanjang jalan tol  pada penelitian ini menunjukkan terjadinya kenaikan volume sebesar 92.824,42 m3 dikarenakan selama bulan Agustus hingga Oktober 2020 area jalan tol masih terus melakukan penimbunan, volume ini dihitung mulai dari akuisisi foto udara UAV pertama pada tanggal 30 Agustus hingga 11 Oktober 2020.
Pemetaan Dan Pengukuran Untuk Konstruksi Teknik Sipil Fauzi Janu Amarrohman; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin; Yudo Prasetyo; Hana Sugiastu Firdaus; Nurhadi Bashit
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penentuan posisi pada dekade terakhir ini telah mengarah kepada pemetaan digital. Perkembangan penentuan posisi tersebut tidak hanya pada bidang infrastruktur saja melainkan sudah merambah ke bidang lain seperti telekomunikasi, transportasi, industri perdagangan , pemukiman , perencanaan kota dan masih banyak lagi. Ketelitian posisi yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu metode penentuan posisi, geometri satelit, tingkat ketelitian data, dan metode pengolahan datanya. Seiring kebutuhan penentuan posisi tersebut maka perlu pemahaman mengenai pengenalan pemetaan digital, instrumentasi, pengolahan, dan pemanfaatan teknologi pemetaan digital. Departemen Teknik Geodesi yang salah satunya mempelajari pemetaan dan pengembangan aplikasi bidang pengukuran dan penetaan bermaksud mengadakan program pengabdian kepada mayarakat untuk pemanfatan pemetaan dan pengukuran untuk konstriksi teknik sipil dan pekerjaan tanah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keaktifan dan pengabdian bagi Departemen Teknik Geodesi untuk memperkenalkan keilmuan kepada masyarakat. Hal ini yang mendasari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro untuk mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan. Pemetaan dan Pengukuran untuk Konstriksi Teknik Sipil dan Pekerjaan Tanah Untuk Siswa SMK Negeri 7 Semarang.
PEMBUATAN WEB-BLOG MULTI INFORMASI KEGIATAN WARGA RW013 KELURAHAN METESEH Bandi Sasmito; Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membantu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah. Rukun Warga (RW) mempunyai tugas antara lain menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat serta memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan dan kegiatan warga lainnya di lingkungan RW yang berbentuk swadaya dan/atau gotong royong dengan melibatkan seluruh warga mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. Pembuatan Web-Blog RW, disamping membahas berbagai hal tentang profil RW013 secara umum  guna memenuhi tuntutan dan pelayanan akan informasi, juga dibuat untuk kelancaran arus informasi dari tingkat RW ke RT dan ke seluruh warga. Diharapkan dengan adanya blog ini, upaya pengelolaan lingkungan Warga di RW013 yang tentram, tertib dan aman, dapat terwujud. Luaran kegiatan ini berupa desain Web-blog yang nantinya dapat diisi Sistem informasi baik informasi kepemerintahan maupun dokumentasi kegiatan RW013 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan sebuah Web-Blog dengan alamat https://rw13meteseh.home.blog/ Kata kunci : Web-Blog, Sistem Informasi, Rukun Warga
Penetapan Batas Desa Secara Kartometrik Menggunakan Citra QuickBird Nurhadi Bashit; Yudo Prasetyo; Hana Sugiastu Firdaus; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batas wilayah merupakan suatu hal yang sangat penting guna untuk mengoptimalkan kewenangan suatu daerah. Batas wilayah mengalami permasalahan hingga batas antar desa yang saling tumpang tindih antara satu desa dengan desa yang lain. Batas wilayah desa yang sudah ditetapkan dengan baik akan memudahkan pemerintah desa dalam menjalankan kewenangan desa dalam melakukan penataan desa. Desa harus memiliki batas wilayah dan kewenangan desa sehingga adanya kewenangan tanpa batas wilayah akan menyebabkan banyak permasalahan. Penegasan batas wilayah desa menjadi sangat penting dalam menerapkan pembangunan desa berbasis asset desa sebagai modal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penegasan batas wilayah dapat dilakukan berdasarkan Undang-Undang Pembentukan Daerah yang diperjelas dalam peraturan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 76 Tahun 2012. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa penegasan batas wiyalah dapat ditentukan menggunakan metode kartometrik. Metode kartometrik menghasilkan perundingan antara kedua wilayah yang saling berbatasan yang dituangkan menjadi titik-titik diatas peta kerja yang akan menjadikan batas definitif. Metode kartometrik dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 76 Tahun 2012 yang menyatakan cara penegasan batas wilayah. Penegasan batas menggunakan metode kartometrik memiliki keunggulan seperti tanpa melakukan survei langsung dilapangan karena penentuan batas wilayah hanya hasil perundingan diatas peta kerja. Penegasan batas wilayah menggunakan metode kartometrik dengan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi diharapkan mampu memberikan hasil penentuan batas yang tidak kalah baik dengan survei secara terestris.
Study of the Impact of the Growth of Settlement Areas Against Decreased Capacity of Shallow Aquifer and Groundwater in Semarang City (2014-2017) Yudo Prasetyo
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 2, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.40564

Abstract

The growth of urban areas dominated by residential and industrial land cover will encourage the high use of clean water and land loading (compaction due to building loads). The use of water in people's daily lives and industrial activities still relies on nature, namely in the form of groundwater or aquifers. Continuous water collection, especially in big cities in Indonesia, will have a negative impact on the environment which results in changes in the environment itself. Environmental changes due to the impact of taking water that might occur are land subsidence (LS). For this reason, this study will examine the relationship of the impact of the development of residential areas in the city of Semarang on the decline of shallow aquifer capacity (SAC) and LS.Observation of changes in KAD in this study was observed in the type of shallow aquifer using shallow wells (MAT) data. Whereas for observing land subsidence using the PS InSAR method. For the growth of the residential area of Semarang, it will be focused on the land cover of residential areas in the 2014-2017 period. The overlapping method is used to correlate the effect of changes in KAD and PMT in Semarang City.PS InSAR processing results obtained an average value of average land subsidence per year with a range of 0 ± 3.4 cm to 4.5 ± 3.4 cm and the results of processing obtained the largest land subsidence information found in the District of North Semarang, East Semarang, West Semarang, Pedurungan and Genuk. The change in KAD in the amount of 60% to> a decrease of> 80% occurred in Genuk Sub-District, North Semarang, West Semarang, Pedurungan, Gayamsari. Whereas settlements with population levels based on land use classification maps for settlements are in Genuk, West Semarang, Gayamsari, Pedurungan, Tembalang, and Banyumanik Districts
Analysis of Batik Solo Trans Service Area to Schools and Settlements in Surakarta City Syaharini, Jay She; Wijaya, Arwan Putra; Prasetyo, Yudo
Jurnal Planologi Vol 21, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v21i1.33217

Abstract

Surakarta city has public transportation called Batik Solo Trans (BST). Batik Solo Trans has a system of going up or down at certain locations called bus stops. However, the problems that arise are in the form of service and availability of BST stops for schools and settlements. It is necessary to analyze the BST bus stop service areas for schools and settlements in Surakarta City. This research is carry out using the Network Analysis method with a distance of 400 meters to determine the service coverage area from the Batik Solo Trans bus stop to schools and residential areas in Surakarta City. The results of the service area processing show that the service area at the existing BST bus stop can reach 126 elementary schools, 47 middle schools and 21 high schools in the city of Surakarta. Meanwhile, in settlements there are 43 urban villages that can already be served with existing BST bus stops. Then a recommendation is made for the potential of the BST bus stop so that it can serve schools and settlements in Surakarta city. The recommended BST bus stops are 11 stops spread across several locations.
ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN HABITAT KAWASAN LINDUNG DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS MENGGUNAKAN METODE POLARIMETRIK Aryasatya, Muhammad Farhan; Prasetyo, Yudo; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.34400

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan tutupan lahan di wilayah kawasan lindung. Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu wilayah kawasan lindung yang selalu terjadi kebakaran setiap tahun yang menyebabkan berkurangnya wilayah hutan dan menyebabkan satwa disana menjadi rentan. Gajah Sumatera sebagai hewan endemik di Way Kambas sangat rentan terhadap bencana tersebut. Sistem radar sebagai sistem yang dapat memetakan berbagai permukaan tanpa terhalang oleh gangguan awan berperan sangat penting. Dengan memanfaatkan sistem radar dapat dilakukan identifikasi perubahan tutupan lahan. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Sentinel-1A pada pengolahan menggunakan metode polarimetrik dengan Unsupervised Wishart Classification dalam menganalisis dampak kebakaran hutan terhadap perubahan tutupan lahan dan Gajah Sumatera di tahun 2019. Hasil pengolahan polarimetrik pada Taman Nasional Way Kambas menghasilkan nilai rentang Entropy sebesar 0,534 – 0,615 dan nilai rentang Alpha sebesar 21,158 – 24,222. Berdasarkan nilai yang didapatkan menghasilkan 5 jenis klasifikasi meliputi tidak terdefinisi, ilalang, lahan kosong, vegetasi jarang dan vegetasi rapat. Dampak kebakaran yang terjadi terhadap tutupan lahan dari bulan Desember 2018 hingga Desember 2019 menyebabkan vegetasi rapat mengalami penurunan seluas 1,805 Ha. Vegetasi jarang mengalami penurunan seluas 47,756 Ha. dan Ilalang mengalami kenaikan sebesar 60,081 dan Lahan kosong mengalami penurunan seluas 13,922 Ha. Dampak kebakaran terhadap Gajah Sumatera memiliki dampak terhadap daerah jelajah dari Gajah Sumatera. Dampak kebakaran menyebabkan daerah seluas 12.943,28 Ha dari seluruh luasan daerah jelajah Gajah Sumatera. Tetapi, dampak kebakaran terhadap Gajah Sumatera dapat dibilang cukup minimal dikarenakan tidak adanya Gajah Sumatera yang mati.
Pemetaan Kemacetan Lalu Lintas di Universitas Diponegoro (Studi Kasus: Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Maliha, Arnetta Tia Nur; Prasetyo, Yudo; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39381

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah yang sering dihadapi oleh kota-kota besar. Adanya perubahan kondisi jalan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan namun tidak diimbangi dengan kapasitas jalan dapat menimbulkan kemacetan. Kemacetan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu adanya peningkatan jumlah kendaraan, ketidakmampuan suatu jalan dalam menampung kendaraan dalam satu waktu sehingga berakibat pada tingginya volume kendaraan, tingginya tingkat kepadatan, rendahnya laju kecepatan, hiingga berpengaruh pada waktu tempuh kendaraan dari satu ruas jalan. Apabila kondisi tersebut tidak diatasi maka kemacetan akan terus terjadi sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Universitas Diponegoro sendiri kerap terjadi adanya kemacetan yang sebagian besar aktivitasnya dipengaruhi oleh mahasiswa sekitar. Dengan peraturan yang baru yaitu kuliah secara tatap muka, maka kondisi di wilayah Universitas Diponegoro menjadi sibuk setelah sebelumnya melakukan pembelajaran secara daring. Adanya perubahan aktivitas tersebut tentu memberi perubahan kondisi termasuk kondisi lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kemacetan jalan dengan berdasarkan tingkat pelayanan jalan atau Level of Service. Aspek yang dikaji dalam penelitian ini yaitu tingkat pelayanan jalan untuk suatu ruas jalan pada waktu tertentu, dalam hal ini mengambil 3 waktu dengan intensitas lalu lintas tertinggi yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dengan begitu dapat diperoleh tingkat pelayanan jalan yang dapat menjadi pemicu kemacetan pada 3 waktu tersebut, serta penentuan rute jalan alternatif guna menghindari kemacetan tersebut serta mengantisipasi terjadinya kemacetan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah kendaraan ketika perkuliahan telah dimulai hinga mencapai 3 kali lipat. Untuk tingkat pelayanan jalan mencapai pada level D dan E yang mana merupakan pelayanan jalan yang rendah sehingga timbul kemacetan di beberapa titik
ANALISIS PEMODELAN FASE TUMBUH PADI MENGGUNAKAN CITRA SYNTHETIC APERTURE RADAR C-BAND SENTINEL-1 NIRTANTO, ILHAAM CAHYA; PRASETYO, YUDO; SASMITO, BANDI
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.34404

Abstract

Oryza Sativa atau yang biasa dikenal dengan nama Padi adalah tanaman yang dapat menghasilkan beras yang mana merupakan bahan makanan pokok terpenting di Indonesia. Tingkat produksi padi dapat diestimasi dengan pemantauan fase pertumbuhan padi. Identifikasi pertumbuhan padi dapat dilakukan dengan cepat dan luas dengan pengindraan jauh yang bersifat multitemporal. Teknik ini sudah banyak dilakukan untuk pemantauan fase pertumbuhan padi dengan jenis sensor optis. Namun, Indonesia memiliki liputan awan yang tinggi, sehingga sedikitnya ketersediaan citra optis yang bebas awan untuk pemetaan dan pemantauan area pertumbuhan padi. Keberadaan teknologi radar terutama SAR, memberi potensi yang baik untuk dikaji dalam pemantauan padi dengan ketersediaannya data bebas dari liputan awan.Pada penelitian ini, pemodelan fase pertumbuhan padi didapatkan dengan menggunakan citra SAR-C Sentinel-1 GRDH. Karakteristik nilai hamburan balik pada polarisasi VH meningkat selaras dengan fase pertumbuhan padi, berbeda dengan polarisasi VV yang lebih stagnan. Algoritma yang digunakan yaitu klasifikasi terselia Maximum Likelihood dan Support Vector Machine. Penggunaan kedua klasifikasi dengan tipe yang berbeda, pada Maximum Likelihood yang termasuk jenis parametrik dan Support Vector Machine untuk yang non-parametrik.Hasil pemetaan fase tumbuh padi melihatkan algoritma SVM lebih optimal untuk 4 kelas fase yaitu vegetatif awal, vegetatif, generatif dan pematangan. Akurasi dari klasifikasi yang paling optimal didapatkan pada kisaran 72,9% dengan kappa 0,6 hingga akurasi 0,98% dengan kappa 0.95. Penelitian pemodelan fase pertumbuhan padi ini diharapkan dapat digunakan untuk pemantauan laju produksi padi yang berfungsi untuk manajemen lahan yang baik agar hasil produktivitas yang optimal.
ANALISIS AKURASI PERBANDINGAN ALGORITMA INDEKS KEBAKARAN HUTAN (NBR, BAIS2, MIRBI, dan NDVI) BERDASARKAN CITRA SENTINEL-2A (Studi Kasus :Taman Nasional Gunung Merbabu Provinsi Jawa Tengah) Rizqika, Salsabilla Nurul; Prasetyo, Yudo; Yusuf, Muhammad Adnan
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 1 (2022): Volume 05 Issue 01 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16858

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana alam yang dapat mengganggu ekosistem hutan dengan merusak sejumlah besar pohon. Salah satu kawasan yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan hampir setiap tahun adalah Taman Nasional Gunung Merbabu yang terletak di Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Identifikasi kebakaran hutan dan lahan guna bertanggung jawab atas suksesi vegetasi hutan pasca kebakaran hutan dan lahan. Penelitian dilakukan menggunakan teknik penginderaan jauh melalui pemanfaatan indeks kebakaran hutan dan lahan. Perbedaan penggunaan indeks dalam identifikasi area terbakar akan mengakibatkan perbedaaan interpretasi kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini berfokus membandingan indeks kebakaran hutan dan lahan yang umum seperti Normalized Burn Ratio (NRB), Burned Area Index for Sentinel-2 (BAIS2), Mid-Infrared Burend Index (MIRBI), dan indeks vegetasi seperti Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) pada citra satelit Sentinel-2A. Perbandingan yang digunakan  berdasarkan metode thresholding, indeks keterpisahan dan uji kemampuan indeks. Hasil perbandingan indeks NBR, BAIS2, MIRBI, dan NDVI dengan metode thresholding, indeks keterpisahan dan uji kemampuan indeks diperoleh pada metode thresholding uji akurasi dengan nilai terbaik didapatkan pada indeks NBR µ-2σ dengan luas data valid 565,891Ha atau 75,51% sesuai dengan data referensi kebakaran hutan dan lahan dari Taman Nasional Gunung Merbabu. Pada metode indeks keterpisahan NBR juga mendapat hasil 12,705 dimana semakin besar nilai indeks keterpisahan maka akan sebaik baik dalam deteksi area kebakaran hutan dan lahan. Pada metode uji kemampuan indeks BAIS2 mendapati nilai 4, 878 dimana nilai tersebut lebih dari 1 yang menunjukan BAIS2 memiliki kemampuan untuk mendeteksi tingkat keparahan kebakaran hutan dan lahan. Dari tiga metode yang telah dilakukan NBR memiliki kualitas yang lebih dari indeks BAIS2, MIRBI, dan NDVI dalam mendeteksi area kebakaran hutan dan lahan.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adito Maulana ADYVICTURA TINAMBUNAN Agree Isnasatrianto Ahmad Iqbal Maulana Lubis Aji, Bernardinus Joko Prakosta Santu Alfian Adi Atmaja Alfonsus Bima Samudra Alvatara Partogi Hutagalung Alvian Danu Wicaksono An Nisa Tri Rahmawati Anang Ikhwandito Andri Suprayogi Anggoro Pratomo Adi Annisa Apriliani Annisa Octaviana ARDI SETYO PRATOMO Ari Setiani Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arif Rahman Arwan Putra Wijaya Aryasatya, Muhammad Farhan Atina Qothrunnada Salsabila Azeriansyah, Reyhan Bahtiar Ibnu Lonita Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bernard Ray Barus Bilal Fadhlurrohman Billy Silaen Bram Ferdinand Saragih chotimah, Saffira noor Dafid Januar Dani Nur Martiana Daud Panji Permana David Jefferson Baris Dede Handoko Delima Canny Valentine Simarmata Deviana Putri Sunarernanda Dicky Nur Krisnha Dinoto, Tjiong, Susilo Dita Ariani Dita Rizki Amliana Dito Seno Aji DIYANAH DIYANAH Dzulvikar, Azfa Ahmad Emeralda Amirul Ariefa Fadlila Ananingtyas, Fadlila Faisal Aldin Faiz Mahbubi Faizal Ibnu Adrian Fajriah Lita Pamungkasari Farras Nabilah Fatimah Putri Utami Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Firman Hadi Fitrah Trikusuma Franstein Kevin J.B Galuh Puteri Saraswati Gantra S.D Hutahaean Gusmiarti, Neni Indah Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hanif Arafah Mustofa Hanum Fadhil Baihaqi Hanum Fadhil Baihaqi Harintaka Harintaka Hestiningsih Hestiningsih Ikhtifari, Muh. Nurshauma Imanuel Sitepu Indah Purwanti Irfan Baharudin Jamilah, Mutiara Kurnia Wisnu Aziz Lanjar Cahyo Pambudi Laode M Sabri Lukman Jundi Fakhri Islam Luluk Dita Shafitri Maliha, Arnetta Tia Nur Marissa Isabella Panggabean Marissa Isabella Panggabean Maylani Daraputri Mazazatu Rosyada Moehammad Awaluddin Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Arizar Hidayat Muhammad Helmi Muhammad Nur Khafidlin Muna, Nailatul Nabila Rahmawati Nanang Noviantoro Prasetyo Narendra Sava Hanung Naryoko Naryoko Naufal Dwiakram NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Nizma Humaidah Noviar Afrizal Wahyuananto Nuardi Dwi Pradipta Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Pran Shiska, Pran Qudriyah, Riska Amirotul Rahmawati, Nabila Ramadhani, Sekar Melati Rendi Aulia Retno Kusumaningrum Rifki Purnama Aji Rina Emelyana Riska Pratiwi Riza Ashar Rizqika, Salsabilla Nurul Sabri, LM Sawitri Subiyanto Setyo Ardy Gunawan Sintauli Manullang Sukamta Sukamta Sukamta Sukmawati Nur Endah Supriadi Sanjaya Purba Syachril Warasambi Mispaki Syaharini, Jay She Tegar Dio Arsadya Rahadian Tengku Oki Al Akbar Theresia Niken Kurnianingsih Thoriq Fajar Setiawan, Thoriq Fajar Ulifatus Sa'diyah Ulinnuha, Ilham Virgus - Arisondang Wahyuddin, Yasser Widi Wicaksono WIWIT PURWANTI Yonanda Simarsoit YULIA SAVIRA RACHMA Zainab Ramadhanis Zia Ul Maksum Zuraidha, Riza Nur