Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN AKURASI CITRA SATELIT WORLDVIEW 4 PADA PEMBUATAN PETA DASAR PENDAFTARAN TANAH Naufal Ilyas Abdul Hakim; L M Sabri; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.098 KB)

Abstract

Tanah merupakan suatu sumber daya alam yang dapat dimiliki. Persediaan tanah yang terbatas dapat menimbulkan konflik kepentingan atau sengketa atas tanah. Pada tahun 2017 pemerintah memulai lagi pemetaan lengkap melalui PTSL. Metode pengukuran dan pemetaan yang digunakan dalam PTSL telah mengakomodir metode penginderaan jauh untuk mempercepat proses pengukuran di lapangan maupun proses pemetaan lengkap dalam suatu wilayah desa atau kelurahan. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengkaji akurasi citra WorldView 4 dalam pembuatan peta dasar pendaftaran tanah. Proses pengolahan citra dilakukan dengan menggunakan metode Toutin’s , Thine plate spline, dan Polynomial. Hasil orthorektifikasi ketiga metode tersebut dibandingkan akurasinya berdasarkan Perka BIG Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar  dan PNMA Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar Pendaftaran. Citra dengan akurasi terbaik digunakan untuk menganalisis perbedaan luas dan pergeseran bidang tanah antara gambar ukur dengan delineasi luas pada citra. Nilai akurasi horizontal (CE90) hasil ortorektifikasi metode Toutin’s , Thine plate spline, dan Polynomial masing-masing yaitu 0,438 meter, 0,559 meter dan 0,565 meter sedangkan, nilai RMSE ketelitian planimetrisnya 0,183, 0,206 dan 0,210. Dari pengujian yang dilakukan, seluruh metode orthorektifikasi yang dihasilkan memenuhi standar ketelitian geometri peta RBI serta ketelitian planimetrik peta dasar pendaftaran. Pada uji luas bidang terdapat 7 sampel bidang pada permukiman, 7 sampel bidang pada persawahan dan semua sampel bidang pada kebun yang tidak memenuhi toleransi. Rata-rata pergeseran nilai X permukiman sebesar ±1,759 meter, sedangkan rata-rata pergeseran nilai Y sebesar ±1,463 meter. Pada kategori persawahan didapatkan hasil pergeseran rata-rata nilai X sebesar ± 1,876 meter dan pergeseran nilai Y sebesar ±1,719 meter. Pada kategori kebun pergeseran rata-rata nilai X sebesar ± 1,017 meter dan pergeseran nilai Y sebesar ±1,738 meter.
ANALISIS PENGARUH TINGKAT BAHAYA EROSI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BENGAWAN SOLO TERHADAP TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN WADUK GAJAH MUNGKUR Aziz Anjar Santoso; Bambang Sudarsono; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.561 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Gajah Mungkur yang terletak di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah adalah waduk serbaguna dengan wilayah seluas kurang lebih 8.800 ha ini dapat mengairi sawah seluas 23.600 ha di Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Jumlah sedimentasi yang meningkat dengan pesat mengakibatkan degradasi kualitas air Waduk Gajah Mungkur. Sedimentasi yang tinggi dapat ditunjukkan dari tingginya nilai Total Suspended Solid (TSS) di perairannya. TSS adalah material padatan, termasuk bahan organik dan anorganik yang tersuspensi di daerah perairan.  Dinamika TSS yang ada di perairan Waduk Gajah Mungkur tak lepas dari dinamika erosi tanah permukaan lahan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) dapat diidentifikasi menggunakan perhitungan algoritma Total Suspended Solid (TSS) pada citra Satelit Landsat 8 tahun 2013, 2015, dan 2017 yang kemudian dibandingkan dengan kadar TSS di lapangan. Tingkat bahaya erosi diidentifikasi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE).Bedasarkan hasil kajian kelas tingkat bahaya erosi pada DAS Bengawan Solo yang mengalir ke Waduk Gajah Mungkur kelas tingkat bahaya erosi yang memiliki luas paling besar adalah kelas 180-480 ton/ha/tahun dengan luas pada tahun 2013 sebesar 68.473,549 ha dan 2015 sebesar 65.055,459 ha. Algoritma yang paling cocok di perairan Waduk Gajah Mungkur adalah algoritma Syarif Budhiman dengan koefisien regresi 92%. Persamaan regresi Syarif Budhiman dengan TSS insitu adalah Y=0,4711x+45.266. Konsentrasi di perairan Waduk Gajah Mungkur dalam rentang waktu tahun 2013-2017 mengalami peningkatan.Tingkat bahaya erosi di DAS Bengawan Solo pada perairan Waduk Gajah Mungkur mempengaruhi pola persebaran dan perubahan nilai TSS-nya. Sub DAS yang perubahan erosinya memiliki pengaruh terhadap perubahan TSS yaitu Sub DAS Keduang dan Alang.
APLIKASI PGROUTING UNTUK PENENTUAN RUTE ALTERNATIF MENUJU WISATA BATIK DI KOTA PEKALONGAN BERBASIS WEBGIS Ridwan Aminullah; Andri Suprayogi; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.324 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Pekalongan dikenal sebagai kota Batik karena kekayaan dan berbagai macam corak batik yang variatif di kota ini. Hal tersebut didukung dengan adanya berbagai tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti Museum Batik, Kampung Batik Pesindon, Kampung Batik Kauman dan Batik Setono. Pariwisata batik tersebut dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung apabila didukung dengan adanya sistem informasi berbasis spasial web, salah satunya adalah penggunaan plugin aplikasi PgRouting. PgRouting merupakan pengembangan basis data geospasial dari aplikasi PostgreSQL/PostGIS untuk menyediakan atau menambahkan fungsi rute (perhitungan jarak terpendek dari data multilinestring dengan memperhitungkan nilai bobot) berdasarkan bahasa prosedural PostgreSQL/PostGIS. Fungsi routing pada penelitian ini menggunakan algoritma Dijkstra yaitu metode pencarian rute terdekat yang sangat berguna dalam menentukan rute alternatif yang dalam fungsinya memperhitungkan titik-titik kemacetan, jalur searah, dan waktu tempuh yang dapat dilalui oleh pengguna dengan menggunakan kendaraan bersatuan mobil penumpang dalam melakukan perjalanan menuju wisata batik di kota Pekalongan. Hasil dalam penelitian ini adalah WebGIS dengan fitur pgRouting wisata Batik di kota Pekalongan yang memuat informasi tentang sejarah, wisata batik, serta halaman WebGIS yang dilengkapi dengan fitur aplikasi pgRouting. Hasil validasi rute di lapangan pada penelitian ini diambil dari lima contoh rute menggunakan aplikasi Geo Tracking dengan sampling acak yang menghasilkan total selisih rata-rata jarak 50 meter yang dipengaruhi oleh faktor pembulatan (round) jarak dan algoritma pencarian noda terdekat source dan target, serta memiliki selisih waktu 32 detik yang dipengaruhi oleh faktor pembulatan (round) waktu dan kondisi kepadatan jalan yang bersifat dinamis di lapangan, serta untuk hasil kuisioner kelayakan sistem aplikasi dengan metode likert didapatkan tingkat efisiensi sebesar 77,7 % dan tingkat efektifitas sebesar 74,5 %. Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa responden sudah merasa puas dengan hasil sistem aplikasi webgis pada penelitian ini.Kata kunci : Dijkstra, pgRouting, WebGIS,  Wisata Batik  ABSTRACT         Pekalongan City is known as the city of Batik because of the wealth and variety of batik pattern that varied in this city. It is supported by various interesting places to visit such as Batik Museum, Batik Pesindon Village, Batik Kauman Village and Setono Batik. Tourism batik can attract tourists to visit if the goverment supported by a web-based spatial information system, such as for this research using PgRouting application plugin. PgRouting is the development of geospatial databases of PostgreSQL / PostGIS applications to provide or add route functions (the shortest path calculation of multilinestring data by calculating weight values) based on PostgreSQL / PostGIS procedural languages. Routing function in this research using Dijkstra algorithm that is method of searching the nearest route which is very useful in determining alternative route which in its function calculating traffic density value, direct path, and travel time which passable by user with vehicle car unit in traveling to batik tourism in Pekalongan city. The result of this research is WebGIS with PGRouting Batik tourism feature in Pekalongan city that contains information about history, Batik tourism, and WebGIS web page which is equipped with pgRouting application feature. The result of the route validation in this study was taken from five examples of routes using Geo Tracking application with random sampling which resulted in a total difference distance is 50 meter which affected by rounding factor distance and nearest node source and target algorithm, the time difference is 32 seconds affected by time rounding factor and dynamic road density conditions in the field, and for the results of questionnaire application system with Likert method obtained the result an efficiency level of 77.7% and the level of effectiveness is 74.5%, from the results of these percentages prove that the respondents were satisfied with the results of webgis applications system in this study.Key Words : Dijkstra, pgRouting, WebGIS, Batik Tourism
ANALISIS PERBANDINGAN IDENTIFIKASI KEKERINGAN LAHAN SAWAH METODE DROUGHT INDEX DAN VEGETATION INDEX PADA CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS : KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH) Anggi Karismawati; Abdi Sukmono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.267 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Kendal merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian dari wilayahnya adalah pertanian atau sawah. Pada bulan Agustus 2018, di wilayah Kabupaten Kendal telah terjadi kekeringan yang menyebabkan lahan pertanian khususnya padi di wilayah tersebut terancam mengalami kerugian atau gagal panen. Hal tersebut disebabkan seiring terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim yang tidak menentu. Akan tetapi hal tersebut dapat diminimalkan dampaknya jika mengetahui pola kekeringan dapat diketahui. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan menggunakan aplikasi penginderaan jauh dengan cara memantau kekeringan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini mencari metode yang terbaik dalam penentuan lahan kekeringan yang akan menggunakan 4 algoritma kekeringan  yaitu pengolahan dengan algoritma NDDI (Normalized Difference Drought Index), VHI (Vegetation Health Index), TVI (Temperature Vegetation Index) dan LSWI (Land Surface Water Index) dari citra Landsat dari tahun 2014,2015,2016,2017,dan 2018 dengan validasi bulan Agustus 2017 dan 2018. Berdasarkan hasil RMSE pengolahan validasi maka diperoleh tingkat akurasi dari keempat algoritma tersebut dan dapat disimpulkan bahwa metode yang lebih akurat digunakan dalam mengidentifikasi kekeringan lahan sawah di Kabupaten Kendal yaitu metode VHI yaitu dengan RMSE sebesar 0,949 tahun 2017 dan 1,373 ditahun 2018. Kata Kunci: Penginderaan Jauh, NDDI, VHI,TVI, LSWI ABSTRACTKendal Regency is one of the regencies in Central Java where a part of its territory is agriculture or rice fields. In August 2018, in the Kendal Regency, a drought had occurred which caused agricultural land, especially rice in the region, to be threatened with loss or crop failure. That is caused by the occurrence of global warming and climate change that is uncertain. However, the impact can be minimized if you know the drought pattern can be known. One of the methods used is by using a remote sensing application by monitoring drought by using remote sensing technology. This research is looking for the best method in determining drought land that will use 4 drought algorithms, namely processing with NDDI (Normalized Difference Drought Index), VHI (Vegetation Health Index), TVI (Temperature Vegetation Index) and LSWI (Land Surface Water Index) from Landsat imagery from 2014,2015,2016,2017 and 2018 with validation in August 2017 and 2018. Based on the results of RMSE validation processing, the accuracy of the four algorithms is obtained and it can be concluded that a more accurate method is used in identifying drought in paddy fields in Kendal Regency is the VHI method that is with RMSE of 0.949 in 2017 and 1,373 in 2018.
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY DALAM PERHITUNGAN NILAI EKONOMI KAWASAN (Studi Kasus : Candi Gedong Songo, Vihara Buddhagaya Watugong, Dan Masjid Agung Jawa Tengah) Suwirdah Pebriyanah; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.524 KB)

Abstract

ABSTRAKCandi Gedong Songo, Masjid Agung Jawa Tengah dan Vihara Buddhagaya Watugong merupakan kawasan yang mempunyai nilai sejarah yang digunakan sebagai obyek wisata yang sering di kunjungi oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu peta zona nilai ekonomi kawasan (ZNEK) terhadap obyek wisata candi gedong songo, masjid agung jawa tengah dan vihara buddhagaya watugong untuk pemanfaatan willingness to pay dalam perhitungan zona nilai ekonomi kawasan pada objek wisata tersebut.Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik incidental sampling. Dalam survei lapangan dibutuhkan kuisioner TCM (Travel Cost Method) yang digunakan untuk menghitung nilai guna langsung (DUV) dan kuisoner CVM (contingent valuation method) yang digunakan untuk menghitung nilai keberadaan (EV). Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak maple 14.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh hasil berupa peta zona nilai ekonomi kawasan. Candi gedong songo dengan nilai WTP sebesar Rp 39.734,- dengan surplus konsumen sebesar Rp,739.022,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total candi gedong songo sebesar Rp.221.071.179.400,00 . Vihara buddhagaya watugong dengan nilai WTP sebesar Rp 30.055,- dengan surplus konsumen sebesar Rp129.953,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total vihara buddhagaya watugong sebesar Rp1.859.627.753,00. Dan untuk masjid agung jawa tengah dengan nilai WTP sebesar Rp 49.008,- dengan surplus konsumen sebesar Rp 6.260.711,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total masjid agung jawa tengah sebesar Rp 1.366.531.749.000,-Kata Kunci : Willingness To Pay (WTP), Zona Nilai Ekonomi Kawasan,  regresi linear berganda, maple 14. ABSTRACTGedong Songo Temple, Grand Mosque Of Central Java and Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery are some areas as vacation objects that have many historical value frequented by tourists both local and foreign tourists. Based on this, we need a mep of the region’s economic value zone (ZNEK) of the Gedong Songo Temple, The Grand Mosque Of Central Java and Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery to use the willinengss to pay in the calculation of economic value zone in this area of these attractions.Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with incidental sampling technique. In a field survey questionnaire needed TCM (Travel Cost Method) which is used to calculate the direct use value (DUV) and questionnaire CVM (Contingent Valuation Method) used to calculate the existence value (EV). Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculations software WTP using Maple 14.In this research, the results obtained in the form of  a map Zone Economic Value Area. Gedong Songo Temple with WTP value of Rp 39.734,- with consumer surplus of Rp 739.022,- in order to obtain the total economic value of Gedong Songo Temple Rp 221.071.179.400,- . Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery with WTP value of Rp 30.055,- with consumer surplus amounted Rp129.953,- in order to obtain the total economic value of Buddhagaya Watugong as Buddhist Monastery Rp1.859.627.753,- . The Grand Mosque Of Central Java with WTP value of Rp 49.008,- with consumer surplus of Rp 6.260.711,- in order to obtain the total economic value of The Grand Mosque Of Central Java Rp 1.366.531.749.00,- Kata Kunci : Willingness To Pay (WTP), Zone Economic Value ,  Multiple Linear Regression, maple 14.   *) Penulis, Penanggungjawab
STUDI KARAKTERISTIK GELOMBANG PERAIRAN LAUT JAWA MENGGUNAKAN SATELIT ALTIMETRI TAHUN 2016-2018 ( STUDI KASUS : PERAIRAN LAUT UTARA JAWA) Nandia Meitayusni Nabila; Bandi Sasmito; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.946 KB)

Abstract

Pengetahuan di negara kepulauan Indonesia mengenai informasi tentang tinggi gelombang sangat penting untuk menunjang aktivitas di laut. Mengingat hal tersebut, akurasi prakiraan tinggi gelombang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa prediksi gelombang laut dari data ECMWF (The European Center For Medium-Range Weather Forecasts) terhadap data observasi satelit altimeter. Lokasi penelitian yang diambil berada di wilayah perairan laut Utara Jawa, Hasil analisis karakteristik  gelombang dari tahun 2016-2018 dan analisis variabilitas angin tahun 2016-2018 terhadap gelombang di perairan Laut Utara Jawa diteliti untuk mengetahui parameter perubah tinggi gelombang tersebut. Perhitungan gelombang dihasilkan dari pengolahan dengan metode Sverdup Munk Bretschneider (SMB). Dengan data yang diperoleh dari ECMWF (The European Center For Medium-Range Weather Forecasts) dan data diverifikasi menggunakan data Angin dari BMKG. Data angin dianalisis pada setiap musim, yaitu musim barat, timur dan peralihan. Dari hasil dan analisis kualitas data elevasi satelit altimetri terhadap data lapangan menjelaskan bahwa verifikasi data tinggi gelombang (H) dari ECMWF dengan data lapangan didapatkan nilai RMSE sebesar ± 0,262 m. Kata Kunci : Gelombang perairan Laut Jawa Utara, metode Sverdup Munk Bretschneider (SMB), ECMWF (The European Center For Medium-Range Weather Forecasts). ABSTRACTKnowledge in the Indonesian archipelago regarding information about wave height is very important to support activities in the sea. Given this, the accuracy of wave height forecasts needs attention. This study aims to determine the performance of ocean wave predictions from ECMWF (The European Center for Medium-Range Weather Forecasts) data on satellite altimeter observation data.The location of the study was located in the area of North Java Sea waters, the results of the wave characteristics analysis from 2016-2018 and the analysis of wind variables in 2016-2018 to waves in the Java North Sea waters were examined to determine the wave height change parameters.Wave counts are generated from processing using the Sverdup Munk Bretschneider (SMB) method. With data obtained from ECMWF (The European Center for Medium-Range Weather Forecasts) and data verified using Wind data from BMKG. Wind data are analyzed in each season, namely the west, east and transition seasons. From the results and analysis of altimetry satellite elevation data quality to field data explain that the verification of wave height (H) data from ECMWF with Field data obtained an RMSE value of ± 0,262 m.
ANALISIS PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P2T) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KECAMATAN BANYUMANIK TAHUN 2016 Nurfika Maulina Larasati; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.123 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik dimasa sekarang maupun  yang akan datang. Tanah  tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja, namun juga memiliki fungsi ekonomi yaitu digunakan sebagai mata pencaharian baik digunakan untuk  bidang pertanian maupun persewaan seperti Indekos, kontrakan dan sejenisnya. Seiring dengan berjalannya waktu, suatu daerah pasti akan mengalami peningkatan jumlah penduduk. Maka dari itu, kebutuhan tanah akan semakin meningkat dan semakin beragam pemanfaatan dan penggunaan tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran penggunaan dan pemanfaatan tanah di kecamatan Banyumanik tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Ikonos tahun 2015 dan peta administrasi Kecamatan Banyumanik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Digitasi On Screen untuk membuat peta blok bidang tanah. Selanjutnya dilakukan identifikasi pada blok berupa data atribut penggunaan dan pemanfaatan dimana klasifikasi yang digunakan yaitu klasifikasi NSPK tematik BPN tahun 2012. Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta penggunaan dan peta pemanfaatan tanah Kecamatan Banyumanik. Penggunaan tanah di Kecamatan Banyumanik sebagian besar yaitu Hutan dengan luas sebesar 8595146,355 m2 atau 27,964 persen dari total keseluruhan luas Kecamatan Banyumanik. Sedangkan kelas penggunaan tanah yang paling kecil yaitu bengkel dengan luas sebesar 2022,711 m2 atau 0,007 persen dari total keseluruhan. Sedangkan kelas pemanfaatan tanah yang paling tinggi dari pengolahan yang telah dilakukan di Kecamatan Banyumanik yaitu kelas tidak ada pemanfaatan dengan luas sebesar 11312640,32  m2 atau 37,036 persen dari total keseluruhan luas Kecamatan Banyumanik karena di Kecamatan Banyumanik masih terdapat tanah kosong dan hutan. Sedangkan kelas pemanfaatan tanah yang paling kecil yaitu Pemanfaatan sarana perbengkelan dengan luas sebesar 2022,711 m2 atau 0,007 persen dari total keseluruhan.
ANALISIS KORELASI LUASAN KAWASAN MANGROVE TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN AREA TAMBAK (STUDI KASUS: WILAYAH PESISIR KABUPATEN DEMAK) Innong Pratikina Akbaruddin; Bandi Sasmito; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.532 KB)

Abstract

ABSTRAKMangrove merupakan ekosistem yang unik yang tumbuh di pesisir pantai dan berfungsi ganda pada lingkungan hidup. Perubahan luas kawasan hutan Mangrove terdapat 2 faktor yang mempengaruhi yaitu faktor alam dan faktor dari aktivitas manusia. Salah satu faktor alam adalah perubahan garis pantai dan salah satu faktor aktivitas manusia adalah reklamasi untuk pembangunan tambak. Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terletak di wilayah pesisir. Daerah pesisir Demak memiliki kawasan Mangrove yang terletak di pesisir pantainya dan banyak masyarakat Kabupaten Demak melakukan budidaya perikanan darat atau tambak di daerah pesisir Kabupaten Demak.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui korelasi perubahan luasan kawasan mangrove terhadap perubahan garis pantai dan area tambak di wilayah pesisir Kabupaten Demak menggunakan metode pengindraan jauh. Pengolahan citra Sentinel-2A menggunakan komposit kanal dan klasifikasi terbimbing untuk mengetahui luasan kawasan Mangrove dan luasan area tambak. Sedangkan untuk pemantauan perubahan garis pantai menggunakan rumus rationing.Hasil dari penelitian ini diketahui analisis korelasi hubungan perubahan luasan kawasan Mangrove terhadap perubahan garis pantai dari rentan tahun 2016-2017 dan 2017-2019 disimpulkan berkorelasidan memiliki persebaran korelasi sebesar 6,31 Ha pada tahun 2016-2017 dan sebesar 12,68 Ha pada tahun 2017-2019. Tingkat korelasi pada rentan tahun 2016-2017 memiliki tingkat korelasi hubungan yang sedang dan bersifat searah dan pada rentan tahun 2017-2019 memiliki tingkat korelasi hubungan yang kuat dan bersifat searah. Sedangkan untuk analisis korelasi hubungan perubahan luasan kawasan Mangrove terhadap perubahan area tambak dari rentan tahun 2016-2017 dan 2017-2019 disimpulkan tidak berkorelasi, dimana tidak adanya hubungan perubahan luasan kawasan Mangrove terhadap perubahan area tambak.Kata kunci: Garis Pantai, Mangrove, Tambak, Korelasi, Sentinel-2AABSTRACTMangroves are unique ecosystems that grow on the coast and double function in the environment. Changes in the area of mangrove forests there are 2 factors that affect the natural factors and human activity factors. One natural factor is the change in coastline and one of the factors of human activity is reclamation for pond development. Demak Regency is one of the regions in Indonesia located in the coastal region. Because it is one of the coastal areas of Demak it has a Mangrove area which is located on the coast and many people of Demak Regency conduct aquaculture in the coastal areas of Demak. This study was conducted to determine the correlation of changes in mangrove area to changes in coastline and pond areas in the coastal areas of Demak Regency using the remote sensing method. Sentinel-2A image processing using composites bands and supervised classification to determine changes in Mangrove area and the pond area. And for monitoring changes in coastline using the rationing formula.  The results of this research note the correlation analysis of changes in the extent of the Mangrove area to changes in the coastline in 2016-2017 and 2017-2019 concluded correlated and had a correlation spread of 6.31 Ha in 2016-2017 and amounted to 12.68 Ha in 2017-2019. The correlation level in 2016-2017 has a moderate and unidirectional correlation and in 2017-2019 it has a strong and unidirectional correlation. As for the correlation analysis of changes in the area of the Mangrove area to changes in the area of the pond in 2016-2017 and 2017-2019 concluded not correlated, where there is no relationship of changes in the area of the Mangrove area to changes in the pond area. Keywords: Coastline, Correlation, Mangrove, Pond, Sentinel-2A
ESTIMASI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE NDVI (NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX) DAN ARVI (ATMOSPHERICALLY RESISTANT VEGETATION INDEX) DENGAN CITRA SENTINEL-2A (STUDI KASUS : BEBERAPA WILAYAH DI PROVINSI RIAU) Vidya Velisa Taufik; Abdi Sukmono; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penghasil kelapa sawit terbesar. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia tercatat sebagai negara produsen nomor 1 di Asia bahkan dunia. Pada tahun 2019 nilai produksi kelapa sawit di Indonesia belum mencukupi kebutuhan konsumsi dan ekspor yang mengakibatkan naiknya harga kelapa sawit. Pada kondisi ini tentunya peran pemantauan produktivitas kelapa sawit sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan kelapa sawit. Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memproduksi kelapa sawit terbanyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Pada tahun 2018 Provinsi Riau mempunyai luas perkebunan kelapa sawit sebesar 2,32 juta hektar. Hasil produksi kelapa sawit pada tahun 2018 di Provinsi Riau mencapai angka 7,14 juta ton.Penginderaan jauh merupakan salah satu metode pemantauan produksi kelapa sawit yang dapat digunakan untuk skala besar dan dengan waktu yang efisien di bandingkan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan citra satelit Sentinel-2A dengan membandingkan hasil pengolahan menggunakan algoritma transformasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan ARVI (Atmospherically Resistant Vegetation Index). Metode pengolahan dilakukan dengan metode regresi linear dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan estimasi produksi kelapa sawit dengan metode regresi linear berganda dengan algoritma transformasi NDVI menghasilkan akurasi 76,815% dan untuk algoritma transformasi ARVI menghasilkan akurasi 77,327%. Hasil estimasi produktivitas yang dihasilkan menggunakan transformasi indeks vegetasi NDVI berjumlah 215172,733 HA/Kg/Bulan dan hasil estimasi produktivitas yang dihasilkan menggunakan transformasi indeks vegetasi ARVI berjumlah 213775,927 HA/Kg/Bulan, sedangkan hasil produktivitas sebenarnya berjumlah 184620,957 HA/Kg/Bulan. Kata Kunci: Estimasi Produktivitas Kelapa Sawit, Regresi Linear, Regresi Linear Berganda, NDVI, ARVI ABSTRACTIndonesia is one of the largest palm oil producing countries. Over the last few years, Indonesia has been listed as the number 1 producing country in Asia and even the world. In 2019 the value of palm oil production in Indonesia was not sufficient for consumption and export needs which resulted in an increase in the price of palm oil. In this condition, of course, the role of monitoring oil palm productivity is needed to ensure the availability of oil palm. Riau Province is one of the regions in Indonesia that produces the most palm oil compared to other provinces in Indonesia. In 2018 Riau Province had an oil palm plantation area of 2,32 million hectares. Palm oil production in 2018 in Riau Province reached 7,14 million tonnes. Remote sensing is a method of monitoring oil palm production that can be used on a large scale and with time efficiency compared to conventional methods. This study uses Sentinel-2A satellite imagery by comparing the results of processing using the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) and ARVI (Atmospherically Resistant Vegetation Index) transformation algorithms. The processing method is carried out by using linear regression and multiple linear regression. The results showed that the estimation of oil palm production using multiple linear regression method with the NDVI transformation algorithm resulted in an accuracy of 76,815% and for the ARVI transformation algorithm it produced an accuracy of 77,327%. The resulting productivity estimation results using the NDVI vegetation index transformation amounted to 215172,733 HA / Kg / Month and the resulting productivity estimation results using the ARVI vegetation index transformation amounted to 213775,927 HA / Kg / Month, while the actual productivity results amounted to 184620,957 HA / Kg / Month.
ANALISIS POTENSI INVESTASI LOKAL SEBAGAI FASILITAS PENDUKUNG WISATA TELAGA WARNA Supriadi Sanjaya Purba; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.87 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan pariwisata tentu memiliki peluang untuk mengembangkan suatu usaha yang mendukung kepariwisataan seperti penginapan, kuliner, toko oleh-oleh dan usaha lainnya yang dapat dikembangkan. Manajemen yang kurang baik dari pihak terkait akan berdampak pada usaha-usaha pariwisata. Dampak yang diberikan berupa terhalangnya perkembangan usaha-usaha pariwisata dan membuat usaha tersebut terkesan sepi pengunjung sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti ingin membuat suatu analisis potensi investasi lokal sebagai pendukung wisata di kawasan Telaga Warna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data primer seperti foto udara, wawancara dan survei toponimi. Data primer akan digabungkan menjadi sebuah geodatabase yang memuat informasi seputar usaha-usaha investasi lokal yang berada di Kawasan Telaga Warna. Geodatabase tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis spasial pada ArcMap untuk mengetahui daerah yang berpotensi dengan metode scoring dan overlay. Hasil penelitian di klasifikasikan menjadi 4 kelas potensi, dari 199,07 ha kawasan Telaga Warna yang diteliti, terdapat 146,88 ha daerah yang memiliki potensi rendah, 35,13 ha daerah dengan potensi sedang, 15,14 ha daerah dengan potensi tinggi dan 1,93 ha daerah dengan potensi sangat tinggi. Kawasan Telaga Warna memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 211.370.000 setiap bulannya. Nilai tersebut didapat dari akumulasi total penghasilan rata-rata penginapan, kuliner serta suvenir dan oleh-oleh setiap bulannya.
Co-Authors Aditya Hafidh Baktiar Aji, Sentanu Alfian Galih Utama, Alfian Galih Alfreud, Carl Dylan Andri Suprayogi Anggi Karismawati Ardiansyah Ardiansyah Ardyan Satria Pratama Ardyan Satria Putra Pratama Arfina Kusuma Putra Arief Laila Nugraha Ariella Arima Aniendra Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Aryatama, Muhammad Ghani Avi Yudhanto Aziz Anjar Santoso Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi BASKORO AGUM GUMELAR Baskoro Agum Gumelar Bella Riskyta Arinda Benning Hafidah Kadina Besar Tirto Husodo Cartenz Noviantri Handayani Chandra Satria Ajie Wicaksono Damara Santi, Anggit Lejar Dedigun Bintang Fajeri Demi Stevany Dewi Previansari Dewinta Heriza Dhuha Ginanjar Bayuaji DIKA NUZUL RACHMAWATI Dini Ramanda Putri Dini Tiara Dita Rizki Amliana Dyah Wijaningsih Ertha Silalahi Fadli Rahman Fadli Rahman, Fadli Fajriah Lita Pamungkasari Faradina Sekar Melati Farhan Ardianzaf Putra Farouki Dinda Rassarandi Farras Nabilah Fatimah Putri Utami Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Firman Hadi Fitra S Pandia Franstein Kevin J.B Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi Galuh Puteri Saraswati Ghinaa Rahda Kurnila Gilang Diva Pradana Grivina Yuliantika Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Haniah Haniah IFAN ADI PRATAMA Ikhtifari, Muh. Nurshauma Ilmawan Muhammad Hida Indah Prasasti Innong Pratikina Akbaruddin Jamilah, Mutiara Jiyah Jiyah Jolangga Agung Budiman Kalinda, Icha Oktaviana Putri Kurnia Wisnu Aziz Kusuma, Hafiizh Mega Laode M Sabri Lia Novianti Ni’amah Lilik Kristianingsih Lingga Hascarya Prabandaru LM Sabri LM Sabri LM Sabri Maharani, Hanindya Zahra MIRTA INDRIASTUTI Moehammad Awaluddin Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Fathan Muhammad Ibnu Munadi Nainggolan, Yohana Christie Nandia Meitayusni Nabila Naufal Farras Naufal Ilyas Abdul Hakim Nella Wakhidatus Nida Shabrina Nilasari, Monica Novitasari Novitasari Nugra Putra Pembayun Nur Itsnaini Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurhandini Maghda Maghda Prajamandana, Andyan Putra Prambudhianto Putro Pamungkas Putra, Ikhlas Ika Putri, Novita Qoaruddin Qomaruddin Rajagukguk, Trevi Austin RAJAGUKGUK, TREVY AUSTIN Rampu, Jelly Resky Kelana Ridwan Aminullah Rihadatul Aisy Risqi Fadly Robby Rista Omega Septiofani Riyadi, Elnatan Vieno s Subiyanto Salma, Channana Nadiya Sawitri Subiyanto Sendi Akhmad Al Mukmin Septiyana, Diah Setyo Adhi Nugroho SILALAHI, ERTHA Sinabutar, Julio Jeremia Sindy Pariamanda Siska Wahyu Andini Siti Rahayuningsih Sondang Artania Sidauruk Supriadi Sanjaya Purba Suwirdah Pebriyanah Tisnasuci, Ilya Dewanti Trevi Austin Rajagukguk Trevy Austin Rajagukguk TREVY AUSTIN RAJAGUKGUK Tristianti, Nova Veri Pramesto Vidya Velisa Taufik Wakhidatus, Nella Welman Manuel Sitorus Widayanti, Eko Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo