Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA KOPI TERPADU DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BERBASIS AGROWISATA DI DESA WANAGIRI Prabawa, Putu Shantiawan; Parmila, I Putu; Madiarsa, I Made; Suarsana, Made; Suwardike, Putu; Wiryanata, I W G; Purba, Jhon Hardy; Arta jaya, I Dewa Putu
Jnana Karya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) oleh Program Studi AgroteknologiFakultas Pertanian dan Teknik Universitas Panji Sakti dilaksanakan di Desa Wanagiri,Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, yang dikenal sebagai sentra kopi Arabikaunggulan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan GoodAgricultural Practices (GAP) serta penguatan agribisnis kopi berbasis agrowisata. Metodeyang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapansosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan program.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalampembibitan, budidaya kopi berbasis GAP, serta pencatatan keuangan kelompok.Berdasarkan hasil pretest dan posttest, tingkat pemahaman peserta meningkat dari 38,33%menjadi 66,67% dengan kategori baik. Penerapan alat ukur pH tanah portabel danpenggunaan media pembibitan berbasis biochar terbukti meningkatkan kualitas bibit kopi.Selain itu, kegiatan ini telah dipublikasikan melalui media daring untuk memperluasdampak diseminasi. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas,kemandirian kelompok tani, dan penguatan ekosistem agribisnis kopi berkelanjutan diDesa Wanagiri.
PENGELOLAAN PEMBUKUAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA PEDAGANG DURIAN DI DESA BEBETIN KECAMATAN SAWAN Arnawa, Gede; Wati, N.P.S; Mekarsari, N.K.A; Gunawan, Ketut; Madiarsa, I Made; Jiwa, I.D.N.A; Suardana, Gede; Suandana, Nyoman; Artaningsih, Luh
Jnana Karya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah dilakukan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan kelompok pedagang durian di Desa Bebetin KecamatanSawan Kabupaten Buleleng dalam mengelola usaha dan memasarkan produk buahduriannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hiduppedagang durian serta masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputipelatihan manajemen usaha dan pemasaran, pengadaan teknologi produksi, danpendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilanpedagang durian meningkat signifikan setelah mengikuti pelatihan. Pendapatan pedagangdurian juga meningkat setelah menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehdari pelatihan.
Membangun Kinerja Berkelanjutan: Peran Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Kerja Hijau melalui Keterikatan Karyawan pada BUMDesa di Kecamatan Buleleng Suardana, Gede; Madiarsa, I Made; Suandana, I Nyoman
Widya Amerta Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v12i2.2606

Abstract

Dalam era persaingan global yang semakin dinamis, organisasi dituntut tidakhanya mencapai kinerja tinggi tetapi juga mempertahankan keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinantransformasional dan lingkungan kerja hijau terhadap kinerja karyawan melaluiketerikatan karyawan sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakanadalah kuantitatif dengan populasi karyawan BUMDesa di Kecamatan Buleleng.Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang dipilih melalui teknik purposivesampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,observasi, wawancara,dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling(SEM). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pemimpin yangmampu memberikan inspirasi, dukungan, dan arahan yang jelas berkontribusisignifikan terhadap peningkatan keterikatan emosional dan kognitif karyawandalam menjalankan tugas. Lingkungan kerja yang hijauyang tercermin melaluikebersihan, kesehatan, efisiensi energi, serta keterlibatan karyawan dalam programramah lingkunganjuga terbukti memperkuat rasa kenyamanan, kepedulian, danrasa memiliki terhadap organisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan transformasionalberpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan; (2) lingkungan kerja hijauberpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan; (3) keterikatan karyawanberpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; (4) kepemimpinantransformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melaluiketerikatan karyawan; dan (5) lingkungan kerja hijau berpengaruh signifikanterhadap kinerja karyawan melalui keterikatan karyawan. Temuan ini menegaskanbahwa keterikatan karyawan berperan sebagai mekanisme psikologis yangmenjembatani pengaruh gaya kepemimpinan dan kondisi lingkungan terhadapkinerja berkelanjutan.Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur perilaku organisasidengan mengintegrasikan konsep transformational leadership, green workenvironment, dan employee engagement dalam kerangka sustainable performance.Secara praktis, hasil penelitian memberikan rekomendasi bagi organisasi untukmembangun kinerja berkelanjutan melalui penerapan kepemimpinan yang visionerdan lingkungan kerja yang ramah lingkungan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DESA MELALUI PEMANFAATAN TOGA MENJADI PRODUK KESEHATAN DAN PANGAN FUNGSIONAL Putra, G. Nur Widya; Madiarsa, I Made; Aisyah, Rizka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34942

Abstract

Abstrak: Desa Sembiran memiliki lahan tanaman obat keluarga (TOGA) yang cukup luas, di antaranya kelor, sereh, dan berbagai tanaman herbal lainnya. Selama ini, pemanfaatan TOGA masih terbatas untuk konsumsi rumah tangga dalam bentuk olahan sederhana, sehingga nilai ekonominya belum optimal. Di sisi lain, kelompok PKK Desa Sembiran memiliki potensi besar sebagai penggerak pemberdayaan keluarga, khususnya dalam bidang kesehatan dan ekonomi rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok PKK agar mampu mengolah potensi lokal TOGA menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada 16 orang anggota PKK sebagai mitra program. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi dengan indikator peningkatan pengetahuan serta keterampilan mitra, mencakup soft skill (komunikasi, kerja sama, dan manajemen usaha) serta hard skill (teknik produksi Puff Kelor dan Lotion Sereh Anti Nyamuk). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra sebesar 80% dan peningkatan keterampilan sebesar 70%. Program ini menunjukkan bahwa peningkatan soft skill dan hard skill melalui pengolahan TOGA berbasis pemberdayaan perempuan dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan promosi kesehatan masyarakat.Abstract: Sembiran Village has a fairly extensive area of family medicinal plants (TOGA), including moringa, lemongrass, and various other herbal plants. To date, TOGA utilization has been limited to household consumption in simple processed forms, so its economic value is not optimal. On the other hand, the Sembiran Village Family Welfare Movement (PKK) group has great potential as a driver of family empowerment, particularly in the areas of health and household economics. This community service program aims to empower PKK groups to be able to process local TOGA potential into products that are beneficial for health and have a market value. The implementation method includes counseling, training, and mentoring for 16 PKK members as program partners. Evaluation was carried out using an observation sheet with indicators of increasing partner knowledge and skills, including soft skills (communication, cooperation, and business management) and hard skills (Moringa Puff and Anti-Mosquito Lemongrass Lotion production techniques). The results of the activity showed an 80% increase in partner knowledge and a 70% increase in skills. This program demonstrates that improving soft skills and hard skills through TOGA processing based on women's empowerment can be an effective strategy in supporting family economic resilience and promoting public health.