Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman Melada (Piper colubrinum Link.) Maghfiroh, Maghfiroh; Supriyanto, Supriyanto; Arifin, Nur
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v14i1.77593

Abstract

Melada (Piper colubrinum Link.) termasuk tumbuhan liar yang tidak dibudidayakan untuk tujuan khusus. Melada ini tahan terhadap serangan penyakit busuk batang sehingga digunakan untuk batang bawah pada penyambungan lada. Untuk mendapatkan batang bawah yang bagus perlu pemeliharaan yang baik seperti pemupukan, sehingga dapat mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit tanaman melada dan mendapatkan dosis optimum pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari tanggal 14 Juli-4 Oktober 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan 5 perlakuan dan setiap percobaan diulang 4 kali. Perlakuan dosis pupuk NPK terdiri atas empat   taraf, yaitu : pupuk NPK 0 gram/tanaman, pupuk NPK 6 gram/tanaman, pupuk NPK 9 gram/tanaman, pupuk NPK 12 gram/tanaman, dan pupuk NPK 15 gram/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, indeks warna daun, panjang daun, dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa dosis pupuk NPK yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi, panjang daun, dan lebar daun melada. Penambahan dosis tidak serta merta meningkatkan pertumbuhan. Pemberian pupuk NPK dosis 6 g/tanaman menunjukkaan dosis optimum untuk bibit melada.
Perbandingan efektivitas senyawa logam alkali sebagai zat cabut warna golongan reaktif pada batik Babsel, Muhammad Cladio Aimar; Maghfiroh, Maghfiroh; Lestari, Rizki
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.165

Abstract

In making batik, the color dyeing method sometimes produces colors that are not as desired. One way to remove color pigment is by unpluging color. Apart from that, unplug color can be used as a technique to produce decorative variations on fabric. Unplug color is used to take or remove color pigments that are already on the fabric to obtain the previous color. The use of color removal agents affects the color removal results. The aim of this research is to determine the appropriate level of cleanliness for the application of scrub on fabric that is removed using calcium hypochlorite, sodium hypochlorite, sodium hydrosulfite and potassium permanganate. The research method used is field observations carried out in areas that have color removal facilities, then from the results of the data obtained an experiment will be carried out with a recipe for a removal agent of 10 grams/liter with a removal time of 10 minutes. The experimental results showed that the removal agents for calcium hypochlorite, sodium hypochlorite and sodium hydrosulfite had a color that was lighter than the original color. Meanwhile, the potassium permanganate dissolving agent produces a color that is different from the direction of the original color.
Pembuatan batik tulis menggunakan zat warna alami kulit akar mengkudu dengan fiksator symplocos sp. Mohamad, Falahy; Widadi, Zahir; Maghfiroh, Maghfiroh
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.169

Abstract

The fabric mordanting process usually uses chemicals. The use of chemicals can pollute the surrounding environment. In this case, simplokos leaves can be used as a natural mordant or fixator in the natural coloring process. Apart from that, the process of dyeing natural dyes tends to produce light colors. The process of deploying the 3 layers used in this research is expected to get better results. The dyeing method uses the technique of pounding noni root bark and simplokos leaves repeatedly in three layers of fabric samples, then letting it sit for one week with a dose of 1:3, namely 50g simplokos leaves and 150g noni root bark with the addition of 300 mL of water. The results of the research show that written batik cloth produces a pink print with an insignificant difference in color aging, but the third layer (basic) cloth sample produces a darker color than the other two cloths. In addition, the fabric experiences fading due to the difference in the appearance of final result between the fabric before and after malam removal.
Pengaruh perendaman larutan basa sabun cair pencuci piring terhadap pewarnaan indigosol pada kain mori primissima Khamidah, Khamanda Nur; Maghfiroh, Maghfiroh; Lestari, Rizki
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.172

Abstract

In making batik using indigosol dye, an oxidation/fixation process is required with the addition of HCl or sunlight. HCl can have an adverse effect on fabric. Therefore, alternative chemicals are used in this process using dishwashing soap. This study aims to determine the effect of soaking in dish soap on the indigosol dyeing process. The variables in this study are the results of dyeing batik cloth with dye from indigosol and fixation using sodium nitrite and HCL. The level of success is indicated by the level of fabric fragility. This research uses an experimental research method. An experimental research method is a method that aims to test the influence of a variable on another variable or test the causal relationship between one variable and another. The experimental method used in this research is a pure experimental method (true experimental). namely experiments that most closely follow procedures and fulfill experimental requirements, especially those relating to controlling variables, control groups, providing treatment or manipulating activities and testing results. The results of this research are that dishwashing soap solution can be used as an alternative acid neutralizerthat does not damage the color of the fabric.
Penggunaan Bakteri Indigenous Sebagai Agen Biodegradasi Senyawa Logam Berat Pada Limbah Batik Ariadi, Heri; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan bakteri indigenous sebagai agen biodegradasi senyawa logam berat pada cairan limbah batik. Metode penelitian yang digunakan adalah experiment design pada skala laboratorium dengan durasi perlakuan selama 24 jam. Hassil uji SEM menunjukkan terdapat kesamaan profil bakteri selama perlakuan. Dari perlakuan yang dilakukan didapatkan hasil bahwa logam Zn adalah yang paling efektif tereduksi, yaitu : terjadi penurunan 49.29 mg/L menjadi 41.20 mg/L pada limbah batik tulis; terjadi penurunan 43.71 mg/L menjadi 37.21 mg/L pada limbah batik cap; terjadi penurunan 53.08 mg/L menjadi 48.28 mg/L pada limbah batik printing; dan penurunan dari 42.81 mg/L menjadi 40.81 mg/L pada limbah air sungai. Perlakuan bakteri indigenous juga cukup efektif dalam menurunkan limbah BOD, COD, TSS, dan bahan organik, yaitu : penurunan BOD (6.72-9.04 menjadi 5.89-8.46 mg/L), penurunan COD (4.20-5.89 menjadi 4.02-5.89 mg/L), bahan organik (110-128 menjadi 89-95 mg/L) dan peningkatan oksigen terlarut (2.28-3.96 menjadi 3.09-4.57 mg/L). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan bakteri indigenous mampu mengurangi tingkat konsentrasi parameter logam berat dan senyawa kimia di limbah cair batik secara persisten dengan parameter logam berat yang paling efektif tereduksi adalah Zn.
Eksplorasi Dinamika Kreatif Estetika Visual Pada Karya Marengo Batik Melalui Pendekatan Nirmana Dalam Upaya Mitigasi Krisis Identitas Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Murty, Daru Anggara; Maghfiroh, Maghfiroh; A, Saghira Nurul; Suryani, Ririn; Farhan, Fainuza; Maghfiroh, Lailatul; T.A., Najua Izzamilhaq
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v8i2.8955

Abstract

Krisis identitas merupakan fenomena yang sering dihadapi individu dalam masyarakat modern, di mana perubahan sosial dan budaya dapat menyebabkan pergeseran makna diri. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal ini adalah melalui seni, di mana proses kreatif menjadi sarana ekspresi dan refleksi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran nirmana sebagai teori praktis dalam dinamika kreatif yang terdapat pada karya marenggo batik yang dinilai mewakili karakter generasi muda dalam berkarya dan memiliki nilai estetika untuk mitigasi krisis identitas. Nirmana, yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti "bentuk" atau "struktur", menjadi teori ekspresif dalam menciptakan karya seni yang mampu menggali dan memperkuat jati diri. Dalam konteks ini, estetika visual berfungsi sebagai media komunikasi yang mampu mengungkapkan makna dan nilai-nilai dalam menghadapi kebingungan identitas. Proses kreatif melalui nirmana tidak hanya menciptakan karya visual, tetapi juga membantu individu untuk menyusun ulang dan menemukan kembali identitasnya dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini mengkaji bagaimana nirmana dapat mengoptimalkan proses kreatif dalam penciptaan karya seni khususnya pada bidang batik yang berpotensi memberikan solusi terhadap krisis identitas pada generasi muda