Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Efektivitas Adsorpsi Zat Warna Yellow Disperse oleh Limbah Cangkang Kerang Simping dengan Pendekatan Isoterm Adsorpsi Haris, Muhammad Naoval; Maghfiroh, Maghfiroh
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.880

Abstract

Cangkang kerang simping merupakan limbah hewan laut yang kaya mineral termasuk unsur kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi efektifitas cangkang kerang simping dalam proses adsorpsi limbah zat warna yellow disperse dan mengkaji faktor yang mempengaruhi selama proses adsorpsi melalui pendekatan isoterm adsorpsi. Pendekatan isoterm adsorpsi yang digunakan yakni isoterm Langmuir dan Freundlich bentuk linear dan non-linear. Pengujian dilakukan pada berbagai variasi massa adsorben, kontak waktu proses adsorpsi, dan konsentrasi awal adsorbat. Variasi massa adsorben yang digunakan yakni 0,5 gr sampai 2,5 gr dengan rentang massa 0,5 gr, variasi kontak waktu proses adsorpsi yakni 30 menit sampai 150 menit dengan rentang waktu 30 menit serta variasi konsentrasi awal adsorbat yakni 60 ppm sampai 100 ppm dengan rentang konsentrasi 10 ppm. Hasil adsorpsi terbaik didapatkan pada massa adsorben 2 gr, volume adsorbat 50 ml dengan konsentrasi awal 60 ppm, kontak waktu adsorpsi selama 90 menit dengan persentase efektifitas adsorpsi sebesar 97,14%. Pendekatan yang mewakili pada penelitian ini yakni pendekatan isoterm Freundlich karena nilai R2 yang mendekati nilai 1 yakni 0,99418 dalam bentuk linear yang mana dapat diartikan bahwa zat warna yang diadsorpsi menempel pada permukaan adsorben dengan situs energi yang beragam. Pada penelitian membuktikan bahwa limbah cangkang simping dapat dijadikan alternatif adsorben yang murah dan ramah lingkungan dalam proses adsorpsi zat warna tekstil.
Makna Sakinah dan Tuma’ninah dalam Al Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) Maghfiroh, Maghfiroh; Faisol, Faisol; Al Anshory, Abdul Muntaqim
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1b (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025 (TAMBAHAN)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1b.2773

Abstract

This study aims to reveal the meaning of sakinah and tuma'ninah in the Qur'an through Thosihiko Izutsu's semantic approach. Sakinah is often interpreted as the calmness that Allah bestows on believers in stressful situations, while tuma'ninah refers to the tranquility of the heart that comes from strong belief and faith. Although the two seem similar, analysis shows that sakinah is more related to external and situational contexts, while tuma'ninah focuses on internal and spiritual tranquility. The research utilizes primary sources such as the Qur'an and various classical and modern tafsir to provide an in-depth and contextualized understanding of these two terms. The results confirm that understanding the differences and similarities between sakinah and tuma'ninah is crucial for Muslims in achieving true peace of mind. The findings contribute significantly to the field of Islamic studies and semantics, and offer practical guidance for achieving peace of mind in daily life.
Mengungkap Akar Bullying: Perspektif Al Qur’an dan Hadits dalam Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif pada Madrasah Ibtidaiyah Maghfiroh, Maghfiroh; Nasrulloh, Nasrulloh
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1b (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025 (TAMBAHAN)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1b.2775

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius yang berdampak negatif pada kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial anak-anak, khususnya di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap akar permasalahan bullying melalui perspektif Al Qur’an dan Hadits, serta menganalisis bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan untuk membangun lingkungan belajar yang inklusif di Madrasah Ibtidaiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis literatur, mengkaji sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al Qur’an dan Hadits mengandung prinsip-prinsip yang dapat menjadi landasan kuat dalam mencegah dan menangani bullying. Nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, dan kesetaraan, jika diterapkan secara konsisten, dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan holistik siswa. Implementasi nilai-nilai ini mencakup peningkatan pemahaman tentang ajaran Islam dalam proses belajar-mengajar dan peneladanan sikap Rasulullah Muhammad ﷺ. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berlandaskan Al Qur’an dan Hadits tidak hanya efektif dalam mengatasi bullying, tetapi juga esensial dalam pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia dan beradab. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan
Pelatihan dan Sosialisasi Kesadaran Limbah Fast Fashion pada Santri Madrasa Mahasiswa Muamalat Yogyakarta: Indonesia Rohma, Masitoh Nur; Priyansyah, Ahmad; Irmawati, Feni; Maghfiroh, Maghfiroh; Nihaya, Silvia Munna
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 06, Issue 01, Maret 2024
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol6.iss1.art3

Abstract

Based on United Nations data, the fashion industry contributes as much as 10% to total global emissions. This condition negatively contributes to climate change, especially when associated with Sustainable Development Goals (SDGs) Point 13, climate action. In response to this condition, the community service team from the Department of International Relations, Universitas Islam Indonesia, strives to open opportunities for the implementation of SDGs Point 13 at the Madrasa Mahasiswa Muamalat, Yogyakarta. The method of activity is carried out face-to-face by conducting socialization and providing training to the santri. The first session was a socialization of "Implementation of Sustainable Development Goals Point 13: Fast Fashion Trends," while the second session was "Training of How to Transform Fashion Waste into Bags". This community service activity is aimed at supporting the achievement of targets in SDGs Point 13, namely increasing education, awareness, and the capacity of human and institutional resources about mitigation, adaptation, impact reduction, and early warning of climate change. Operationally, this service activity aims to increase awareness of fast fashion waste and the capacity of santri in mitigation and adaptation to climate change. The result of this activity is that the santri experienced an increase in insight regarding fast fashion and climate change, and the santri have the capacity to make bags from fast fashion waste.
Penanamam Mangrove dengan Media Bumbung pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Wilayah Pesisir: Mangrove Planting with Bumbung Media in Community Service Activities on Coastal Areas Ariadi, Heri; Mardiana, Tri Yusufi; Fahrurrozi, Ashari; Maghfiroh, Maghfiroh; Sulistiana, Ana; Firdausa, Della Izati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 11 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i11.7940

Abstract

Mangrove trees have an important function for the coastal ecosystem. The purpose of this community service activity is to carry out mangrove planting activities using bamboo roof media in the coastal area of Pekalongan. The method used in this community service is field observation and social action of planting 550 A. marina mangrove seeds by 26 participants. The results of the community service show that the community service participants absolutely feel that they have obtained valuable benefits in the form of enrichment of knowledge about mangroves and valuable social experiences. The participants also feel enthusiastic about participating in the activity and want to participate again if there is a similar activity. The participants also recommended several places for future planting, such as in coastal areas that are prone to disasters, dead coastal areas, and shallow water areas that are inundated. From the results of this community service, it can be concluded that the mangrove planting activity on the coast of Pekalongan is considered very effective to be used as a model for community service activities based on social action activities or active participation carried out by community groups. This can be seen from the achievement of tangible benefits obtained from the results of the activities that have been carried out.
Pelatihan Sablon DTF di SMK Negeri 3 Pekalongan: Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Teknologi Transfer Printing Haris, Muhammad Naoval; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Agama, Dimas Pandu Setia; Ramadhani, Farchan Mushaf Al
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan sablon Direct to Film (DTF) menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada peserta didik Kompetensi Keahlian Teknik Penyempurnaan Tekstil di SMK Negeri 3 Pekalongan. Sablon DTF merupakan teknologi cetak modern yang dapat memindahkan motif pada kertas film ke kain. Selain itu sablon DTF lebih efisien dan praktis dibandingkan sablon manual. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengembangkan jiwa wirausaha setelah pasca lulus dari sekolah serta memahami kondisi industri kreatif kedepannya. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diharapkan memahami urutan proses sablon DTF hingga siap untuk dipasarkan. Evaluasi keberhasilan pelatihan ini dilakukan dengan penilaian hasil refleksi pre-test dan post-test yang dilakukan saat berlangsungnya proses pelatihan tersebut. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa peserta didik merasa senang dan sangat antusias dalam pelaksanaan pelatihan sablon DTF.
Pelatihan Teknik Cabut Warna pada Totebag sebagai Pengembangan Kompetensi Siswa di SMK Negeri 3 Pekalongan Haris, Muhammad Naoval; Lestari, Rizki; Murty, Daru Anggara; Maghfiroh, Maghfiroh; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Widadi, Zahir; Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Nuris, M. Adha; Agama, Dimas Pandu Setia; Suryani, Ririn; Adhifa, Saghira Nurul; Basyaib, Fainuzha Farhan
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.165

Abstract

Latar Belakang: Sektor tekstil memainkan peranan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama di wilayah Pekalongan. Pada industri yang terus berkembang, keahlian dalam teknik pewarnaan dan desain tekstil menjadi elemen kunci dalam meningkatkan inovasi produk serta daya saing. Tujuan: Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan industri tekstil lokal dengan memperkenalkan teknik pewarnaan inovatif kepada generasi muda. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu investigasi, persiapan, tindakan dan refleksi berupa pre-test dan post-test. Hasil: Setelah proses pelatihan, peserta memahami perbedaan proses pencelupan dan pencapan, penggunaan zat warna reaktif, dan proses pelaksanaan teknik cabut warna pada bahan tekstil seperti totebag. Hal itu dibuktikan dengan analisis pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis siswa, namun juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja dan potensi berwirausaha di sektor industri tekstil kreatif.
Niat Beli Ulang di Indomaret Point Kota Semarang Suhaji, Suhaji; Maghfiroh, Maghfiroh; Purwani, Tri
Jurnal Ilmiah Aset Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal ASET Vol 27 No 1
Publisher : STIE Widya Manggala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37470/1.27.1.245

Abstract

This research aims to test and analyze empirically, how price, product quality and service quality have influence on consumers' repurchase intentions at Indomaret Point, Semarang City. The population in this study were all Indomaret Point consumers in the city of Semarang, with a sample size of 100 respondents, using the Cluster random sampling technique. Data was collected by distributing questionnaires, while data analysis was carried out using multiple linear regression, and processed using SPSS version 26. The results of the analysis showed that price, product quality and service quality had a significant positive effect on repurchase intentions. It means that if the price, product quality and service quality at Indomaret Point are better, then consumers'repurchase intentions will increase.
Perbandingan tampilan visual warna biru naftol dan indigosol pada produk Batik Keraton Kabupaten Pekalongan Virdaus, Baeti; Maghfiroh, Maghfiroh; Widadi, Zahir
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v2i1.322

Abstract

Batik Keraton Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu warisan budaya yang mengandalkan kualitas visual warna untuk mempertahankan nilai estetikanya. Perbedaan karakteristik zat warna sintetis seperti naftol dan indigosol dapat mempengaruhi tampilan batik secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tampilan visual warna biru yang dihasilkan oleh zat warna naftol dan indigosol. Metode penelitian meliputi observasi, eksperimen, kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif, studi literatur, serta wawancara dengan pengrajin batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna naftol menghasilkan warna biru yang lebih tua dengan reflektansi antara 4,23%–6,06%, sedangkan indigosol menghasilkan warna biru yang lebih terang dengan reflektansi antara 29,31%–32,49%. Uji daya tahan luntur terhadap pencucian menunjukkan kedua zat warna memiliki ketahanan warna yang baik dengan nilai 4–5 pada grey scale. Kesimpulannya, pemilihan jenis zat warna yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas visual batik dan memenuhi preferensi konsumen terhadap variasi warna biru. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengrajin batik dalam mengembangkan produk yang lebih inovatif dan kompetitif.
Perbandingan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, air PDAM pada proses nglorod batik Mizwar, Afifah Al Insyiroh; Maghfiroh, Maghfiroh; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v2i1.337

Abstract

Proses nglorod merupakan tahap penting dalam pembuatan batik karena menentukan keberhasilan pelepasan malam dari kain, yang berpengaruh pada ketahanan warna dan kualitas akhir produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, dan air PDAM dalam proses nglorod. Metode yang digunakan meliputi observasi, eksperimen, studi literatur, dan wawancara. Sampel batik dicelup menggunakan zat warna naftol, lalu dilakukan proses nglorod dengan empat jenis air berbeda: air laut, air sumur, air PDAM, dan air sumur yang terkontaminasi air rob. Efektivitas diukur berdasarkan persentase pelepasan malam pada kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air PDAM mencapai efektivitas tertinggi dengan 100% pelepasan malam, diikuti oleh air sumur sebesar 80%, air sumur terkontaminasi rob sebesar 40%, dan air laut sebesar 20%. Tingkat salinitas air terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelepasan malam; semakin tinggi salinitas, semakin sulit malam terlepas. Kesimpulannya, penggunaan air dengan salinitas rendah seperti air PDAM direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil batik. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perajin batik dalam memilih sumber air yang optimal untuk proses produksi.