Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Microsoft Word Dalam Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Sekolah Menengah: Pelatihan Penggunaan Microsoft Word Dalam Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Sekolah Menengah Ika Endrawijaya; Dian Anggraini Purwaningtyas; Khoirul Anam; Imam Sonhaji; Endang Sugih Arti
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 3 No. 2 (2023): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v3i2.93

Abstract

Pemerintah selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan bagi para guru, antara lain dengan memberikan tunjangan profesi bagi guru yang sudah bersertifikasi. Guru dituntut untuk dapat meningkatkan profesionalismenya di bidang akademik, yaitu salah satu indikator profesionalisme dari seorang guru adalah dengan kegiatan publikasi karya ilmiah dan karya inovasi lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan karya ilmiah. Microsoft Word (MS Word) merupakan software yang memiliki banyak fitur dan fasilitas yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menyusun karya ilmiah, misalkan untuk pembuatan nomor halaman, nomor rumus, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran secara otomatis, serta MS Word juga dapat terintegrasi dengan aplikasi Mendeley yang merupakan salah satu aplikasi reference management untuk mencari referensi dan mengelola sumber-sumber bacaan yang digunakan sebagai referensi yang akan disitasi dalam penyusunan karya ilmiah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode partisipatif yang melibatkan partisipasi aktif anggota masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Tujuannya adalah untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan keberlanjutan hasil pengabdian. Permasalahan yang dihadapi para guru pada umumnya yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru-guru dalam memanfaatkan secara optimal fitur dan fasilitas yang ada MS Word, serta mengintegrasikan aplikasi Mendeley ke MS Word dalam penyusunan daftar pustaka sehingga penelitian ini berdampak pada peningkatan publikasi karya ilmiah oleh guru sekolah menengah.
PENGARUH PENERAPAN FLIGHT PROCEDURE BERBASIS PBN TERHADAP KINERJA ATC DI PERUM LPPNPI CABANG DENPASAR Muhammad Ihsan Taufiq Hidayatulloh. S; Imam Sonhaji; Dhiayu Handayantri
Jurnal Manajemen Dirgantara Vol 16 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Dirgantara, Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/manajemen-dirgantara.v16i1.949

Abstract

Performance Based Navigation (PBN) yang diterapkan di Bali Radar APP/TMA dinilai masih ada kekurangan, seperti belum semua pesawat yang beroperasi di wilayah tanggung jawab Bali Radar mendukung prosedur PBN dan belum bisa mengakomodir Continuous Descent Operation (CDO) dan Continouos Climb Operation (CCO) secara optimal, serta personel ATC Bali Radar masih sering menggunakan radar vector daripada mengikuti prosedur Performance Based Navigation (PBN). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan Flight Procedure Berbasis PBN terhadap kinerja Air Traffic Controller di perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Denpasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif yang dimana variabel independennya yaitu penerapan Flight Procedure Berbasis PBN dan variabel dependennya yaitu kinerja Air Traffic Controller. Hasil dari uji regresi linear didapatkan persamaan Y = 5,576 + 0,861X yang artinya jika nilai variabel bebas adalah 0, maka nilai variabel terikat adalah 5,576. Nilai koefisien pada variabel bebas adalah 0,861 yang berarti setiap penambahan 1% variabel X (penerapan Flight Procedure berbasis PBN), maka variabel Y (Kinerja ATC) akan meningkat sebesar 0,861. Nilai positif pada koefisien variabel bebas menunjukan bahwa variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Kemampuan Speaking dan Listening Personel Pemandu Lalu Lintas Penerbangan Sesuai Dengan Ketentuan ICAO Imam Sonhaji; Surya Tri Saputra; Emilia Rahajeng Larasati
Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Vol 6 No 1 (2023): Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46509/ajtk.v6i1.346

Abstract

ICAO stipulates that English is the main language in communication between pilots and Air Traffic Controllers (ATC), so ATCs are required to have ICAO English Proficiency (IELP) skills at least level 4 (operational level) and are checked every three years, but found on during the checking test by the rater, several ATCs in Indonesia did not reach level 4 (operational level). This study explores ATC's perceptions of the IELP requirements and the accompanying matters. This study used a survey research method by distributing questionnaires, observing, and interviewing IELP Rater personnel. The result is that phraseology and simple language have different functions in the context of their usage situations. Simple English is used in emergencies or abnormal conditions. The most difficult testing component is grammar for Indonesian ATC, the supporting skills needed by ATC are writing and reading, the testing model face to face is still the priority, and the qualifications of Interlocutors, Raters are expected to be native speakers. ATC feels that the IELP test is difficult and requires pre-test preparation. ATC work uses English skills as basic capital, such as coordinating with pilots or adjacent units. The development of the IELP test model is more emphasized in the IELP pre-test training
Studi Adopsi Standar Kompetensi Internasional Air Traffic Controller On The Job Training Instructors Kedalam Kurikulum Pelatihan Air Traffic Controller On The Job Training Instructors Imam Sonhaji; Djoko Jatmoko; Agung Wahyu Wijaksono
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 03 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i03.479

Abstract

The professionalism of the Air Traffic Controller is a standard for air traffic service so that a good process is needed at all stages, one of the stage is in the On-the-Job Training process, On-the-Job Training Instructor shall comply with required competencies through the gap analysis method by comparing international competences based on Document 9868 Procedures for Air Navigation Services Training with competencies on ATC On the Job Training Instructor training curriculum. The result is that there are 3 (three) international competencies that need to be inserted into the ATC On the Job Training Instructor training curriculum, namely mentoring skills competencies, Collaboration Skills, and Ethics and Integrity skills.
Pengaruh Workload Terhadap Kinerja Air Traffic Controller di Perum LPPNPI Cabang Pembantu Tanjung Pandan Dwi Lestary; Amanda Yessy Novantika; Djoko Jatmoko; Imam Sonhaji
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 01 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v16i01.635

Abstract

The Perum LPPNPI Tanjung Pandan Sub-branch lacks personnel, but the strategic location of the airport causes many small planes to refuel, which affects the increase in traffic. This, of course, causes the workload to increase as well. The Controller's service schedule is not in accordance with PM No. 166 of 2020. This study aims to find out how much influence workload has on the performance of air traffic controllers at Perum LPPNPI Tanjung Pandan Sub-Branch. The research method used is a quantitative method with a descriptive approach. Collecting data using a questionnaire survey and documentation study. Data were analyzed with validity, reliability, normality, correlation, and simple linear regression tests. The research instrument used was the NASA TLX method, and with a result of 90.62%, it was concluded that the category of workload level and ATC performance at Perum LPPNPI Tanjung Pandan Sub-branch was classified as very high. The results showed that the workload had a strong and significant influence on ATC performance.
Perancangan Media Pembelajaran Berbasis Learning Management System e-Briefing Aerodrome Control Tower Lina Rosmayanti; Afrizal; Imam Sonhaji
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 03 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v15i03.752

Abstract

Tujuan dari penelitian perancangan ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran online untuk eBriefing praktik yang efektif, efisien, dan fleksibel sehingga dapat memberi kontribusi terhadap pencapaian kompetensi Taruna/i DIV Lalu Lintas Udara pada matakuliah Aerodrome Control Tower. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa learning management system dengan model ADDIE (Analyse, Design, Develop, Implement, Evaluate). Data penelitian ini dikumpulkan melalui instrument validasi, tes praktik dan kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh 1) kelayakan media pembelajaran berbasis learning management system (LMS) dengan ebriefing praktik Aerodrome Control Tower, ditinjau dari kelayakan ahli materi terdiri dari aspek penentuan jenis produk sebesar 3,47, aspek tujuan program sebesar 3,89, aspek struktur dan komponen model sebesar 3,58 dan aspek kelengkapan model sebesar 3,50 dengan keempat aspek tersebut mendapat kriteria “valid”. Hasil penilaian ahli media terdiri dari aspek Usabilitas sebesar 3,50, aspek system navigasi sebesar 4,00, aspek Graphic design sebesar 3,50 dan aspek Content sebesar 3,50 dengan keempat aspek tersebut mendapat kriteria “valid”. Secara keseluruhan termasuk dalam kriteria “Layak” digunakan sebagai media pembelajaran tambahan pada materi ebriefing praktik Aerodrome Control Tower.
Non-Hazardous Waste Management Analysis of Aircraft Operations to Improve Airside Area Aviation Safety in I Gusti Ngurah Rai Airport: Analisis Penanganan Limbah Non-B3 Hasil Pengoperasian Pesawat Udara Dalam Rangka Meningkatkan Keselamatan Penerbangan di Area Sisi Udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Gilbert N. L. Siregar; Ubaedillah; Imam Sonhaji
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of the air transportation sector has significantly increased the production of non-hazardous waste in the airside area of airports. This study aims to analyze the non-hazardous waste management system from aircraft operations at I Gusti Ngurah Rai International Airport to improve aviation safety. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, semi-structured interviews, and field documentation. The findings reveal that non-hazardous waste management remains suboptimal, characterized by the absence of Temporary Storage Sites (TPS), lack of formal Standard Operating Procedures (SOP), and weak inter-unit coordination. These conditions potentially cause waste accumulation in active operational areas, increasing the risk of Foreign Object Debris (FOD) and compromising flight safety. The study recommends the construction of TPS in compliance with safety standards, establishment of SOPs, implementation of digital control systems, and capacity building through continuous training. The implementation of these strategies is expected to create an orderly, clean operational environment that supports aviation safety at I Gusti Ngurah Rai Airport.
Pemetaan Risiko Interferensi dan OptimasiFrekuensi Komunikasi VHF pada 219 Bandara di Indonesia Menggunakan K-Means dan PCA Spasial Ariyono Setiawan; Imam Sonhaji; Choo Wou Onn; Catra Indra Cahyadi; Yuyun Suprapto; Novyanto Widadi
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.567.1-12

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana klasterisasi spektrum VHF dapat mengurangi potensi interferensi antarbandara di ruang udara Indonesia yang padat. Berlandaskan konsep interaksi spasial dan risiko spectrum sharing, kedekatan geografis antarbandara dan jarak frekuensi (Δf) dikaitkan dengan probabilitas terjadinya interferensi, serta memosisikan klasterisasi sebagai prasyarat koordinasi berbasis data. Data multi-layanan VHF dari 219 bandara dinormalisasikan dan dianalisis, Menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mempertahankan komponen yang menjelaskan ≥70% variasi, Selanjutnya, algoritma FASTCLUS digunakan untuk membentuk kelompok yang koheren secara spasial. Pasangan bandara yang berpotensi berisiko diidentifikasi dengan kriteria jarak <50 km dan Δf <0,2 MHz (uji kepekaan: 0,3 MHz). Hasil analisis menunjukkan terdapat 37 pasangan bandara memenuhi kedua kriteria tersebut; pola yang teridentifikasi menunjukkan adanya kantong kepadatan dengan penyempitan adjacent-channel spacing yang mengindikasikan kemungkinan inertia kebijakan dalam pengelolaan spektrum (spectrum housekeeping). Berdasarkan temuan tersebut, disusun daftar prioritas watchlist berperingkat untuk AirNav/Kominfo guna memandu penataan ulang kanal dan koordinasi lintas wilayah, mendukung SDG 9 dan SDG 16. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan PCA–FASTCLUS dengan skrining Δf–jarak menjadi pipeline praktis, replikabel, dan siap regulator.