Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pajanan Gelombang Telepon Seluler terhadap Struktur Histologi Hipokampus pada Mencit (Mus musculus) Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Noviarini, Yuriswati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1573

Abstract

The aims of this research is to observe the effect of celluler telephone wave radiation toward centre of memory with measuring the thickness of layer CAI lamina pyramidalis hippocampus. It was experimental research, using mice (Mus musculus) strain Balb-C, 3 months, ± 30g body weight. Mice divided into 4 groups such as K (control), PI (exposure of telephone celluler wave type GSM monophonic), P2 (exposure of telephone celluler wave type GSM polyphonic), P3 (exposure of telephone celluler wave type CDMA). The treatment group were given exposure of telephone celluler wave by placing them near to the active telephone celluler which is in calling position for ± 120 minutes in a days for 30 day. In 31 days, mice were decapitated, its brain were taken and made histological preparation. Microscopic observation by measuring the thickness of layer CAI lamina pyramidalis hippocampus. The result was analyzed by one way Anava continued by Tukey test. The result showed that the thickness of layer CAI lamina pyramidalis in treatment group was larger than the control group (p 0,05). It is concluded that celluler telephone wave radiation has an effect to increase the centre of memory.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan radiasi gelombang telepon seluler terhadap memori dengan mengukur ketebalan lapisan CAI lamina pyramidalis hipokampus. Penelitian eksperimental ini menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus) jantan galur Balb-C 20 ekor, umur 3 bulan, berat badan ± 30 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok K (kontrol), P1 (terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM monophonic), P2 (terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM polyphonic), dan P3 (terpajan gelombang telepon seluler jenis CDMA). Kelompok perlakuan diberi pajanan gelombang telepon seluler dengan meletakkannya di dekat telepon seluler yang sedang aktif menelpon selama ± 120 menit perhari selama 30 hari. Pada hari ke-31 hewan uji dibedah, diambil otaknya kemudian dibuat preparat histologi. Pengamatan dilakukan dengan mengukur ketebalan lapisan CA1 lamina pyramidalis hipokampus. Data dianalisis dengan metode Anova 1 jalan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan lapisan CA1 lamina pyramidalis mencit yang diberi perlakuan lebih besar bila dibandingkan kelompok kontrol. Dalam perhitungan statistik nilai signifikasi 0,000 (p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa antara kelompok perlakuan radiasi gelombang telepon seluler dan kelompok kontrol berbeda secara bermakna, khususnya pada kelompok P3. Ini sekaligus membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai efek meningkatkan memori.
Pengaruh Pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap Berat Badan Tikus Putih (Rattus norvegicus) Cendhikalistya, Gustrin Oktaviayu; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1589

Abstract

which can be used for overcoming the obesity is by consuming VCO (Virgin Coconut Oil). This study want to know the efficacy of VCO, due to decrease the body weight. This study is a preclinical unrandomized control trial design. Twenty five male Spraque- Dawley strain rats (Rattus norvegicus), 4 months age and ± 300 grams body weight are used for subjects. These rats are divided into 5 groups : positive and negative control, and three groups for treatment groups which are given by fat first. The dosage given is the conversion of human dosage, they are 50 cc/day, 25 cc/day, and 12,5 cc/day. VCO given orally everyday for 28 days then the body weight were measured every 7 days as long as 28 days, the pigs will also measured everyday. Body weight and food intake data are analyzed with Kruskal-Wallis test continued with Mann-Whitney test and also paired t-test for intragroup (before and after). Based on this study, it could be known that VCO can decrease body weight. Dose II (25 cc/ day) is the best in decreasing body weight although in between groups analyzing it has no differences with dose I (50 cc/days). The decreasing of rat ’s body weight is not influence by appetite because the food intake is constant.Obesitas dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, hipertensi misalnya. Salah satu alternatif diet yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi obesitas adalah dengan mengkonsumsi VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat VCO dalam membantu menurunkan berat badan. Penelitian ini berjenis eksperimental praklinik dengan rancangan unrandomized control trial. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 ekor tikus putih galur Spraque-Dawleyjantan, umur 4 bulan dan berat badan rata-rata 300 gram. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif dan negatif serta tiga kelompok perlakuan yang digemukkan terlebih dahulu. Dosis yang diberikan adalah hasil konversi dosis manusia, yaitu 50 cc/hari, 25 cc/hari, dan 12,5 cc/hari. VCO diberikan peroral setiap hari selama 28 hari kemudian ditimbang sisa pakannya selama itu sedangkan berat badannya dicatat setiap 7 hari sekali. Data selisih berat badan dan intake pakan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk menganalisa hasil antarkelompok. Uji t berpasangan dilakukan untuk menganalisa hasil intrakelompok (sebelum dan sesudah perlakuan). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa VCO dapat menurunkan berat badan tikus putih yang telah digemukkan terlebih dahulu. Dosis II (25 cc/hari) adalah dosis terbaik dalam menurunkan berat badan walaupun pada analisis antarkelompok tidak terdapat perbedaan bermakna dengan kelompok dosis I (50 cc/hari). Penurunan berat badan tikus putih ini tanpa dipengaruhi oleh nafsu makan karena intake pakan stabil.
Intensitas Fluoresensi Neuron-Neuron Dopaminergik Di Area Ventralis Tegmenti Setelah Pemberian Alkohol Secara Kronis Pada Tikus (Railus norvegicus) Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Aswin, Soedjono; HNFS, Marsetyawan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1865

Abstract

The aim of this study is to reveal the effects of chronically alcohol treat-ment on the intensity of fluorescence dopaminergic neurons in the ventral teg-mental area of the rats.In this study, the rats were divided randomly into three groups (each group consists of five rats), i.e. control group (without any treatment), treatment control group (was given 2 ml aquadest intraperitoneally) and treatment group (was given 2 ml of 15 % alcohol intra-peritoneally). After the 25th day, the rats were killed by decapitation followed by taking out their brains and then were processed for immunohistochemically microscopic preparations of ventral teg-mental area.The results of this study showed that the rats, after they were treated with alcohol chronically, showed a decrease in the intensity of fluorescence dopam-inergic neurons in the ventral tegmental area compared with the control group and treatment control group . It is concluded that chronic alcohol treatment pro-duced a decrease in the intensity of fluorescence dopaminergic neurons in the ventral tegmental area.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh pemberian alkohol secara kronis terhadap intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ven- tralis tegmenti pada tikus.Pada penelitian ini tikus (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 3 kelompok secara random yaitu kelompok kontrol (K), kelompok kontrol perlakuan (KP) dan kelompok perlakuan (P), tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Selama 25 hari, kelompok K tidak diberi perlakuan apa-apa, kelompok KP diberi 2 ml akuades secara intra- peritoneal (ip), dan kelompok P diberi 2 ml alkohol 15% ip. Pada hari ke-26, semua tikus didekapitasi untuk diambil otaknya kemudian dibuat sediaan gambaran mikrokopis area ventralis tegmenti secara imunohistokimiawi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian alkohol secara kronis menurunkan intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ventralis tegmenti pada tikus dibandingkan dengan tikus kelompok kontrol dan kelompok kontrol perlakuan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian alkohol secara kronis menurunkan intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ventralis tegmenti pada tikus.
Cell Signaling Pathways in the Neuroprotective Actions of the Green Tea Polyphenol (-)-epigallocatechin-3-gallate: Implications for Neurodegenerative Diseases Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i2.1874

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bukti-bukti yang mendukung hipotesis bahwa gangguan pengaturan zat besi di otak dan stres oksidatif menghasilkan spesies oksigen reaktif dari hidrogen peroksida (H202) dan proses-proses inflamatori yang memacu kaskade peristiwa yang mempengaruhi kematian sel (apoptosis atau nekrosis) pada penyakit neurodegenerative, contohnya penyakit Parkinson, Alzheimer, Huntington dan sclerosis lateral amiotropik.Saat ini pendekatan terapi yang dilakukan bertujuan untuk menetralkan neurotoksisitas yang diinduksi oleh stress oksidatif, mensuport aplikasi scavenger spesies oksigen reaktif, transisi metal khelator (misalnya Fe dan Cu) dan antioksidan polifenol alami non vitamin pada terapi tunggal atau sebagi bagian dari formulasi campuran antioksidan untuk penyakit ini. Bukti-bukti secara eksperimental dan epidemiologis memperlihatkan bahwa flavonoid pada polifenol khususnya yang berasal dari teh hijau dan blueberi, meningkatkan kemampuan kognitif dikaitkan dengan usia dan bersifat neuroprotektif pada model penyakit Parkinson, Alzheimer, dan gangguan iskemia/reperfusi serebral.Penelitian terakhir menunjukkan bahwa sifat scavenger radikal polifenol dari teh hijau dapat dipakai untuk menerangkan kemampuan neuroprotektifnya dan kenyataannya spektrum yang luas dari penyandi seluler mempunyai nilai yang berharga untuk aksi biologisnya. Pada artikel ini juga diulas tentang mekanisme terkini kajian yang berkaitan dengan aktivitas neuroprotektif molekuler dari polifenol (-)- epigallocatechin-3-gallate teh hijau.
Proliferasi Limfosit Mencit BALB/c setelah Pemberian Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Diinduksi Ovalbumin Meilandani, Santin; Makiyah, Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v15i2.3753

Abstract

Kandungan flavonoid dalam ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) berkhasiat  sebagai agen antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol I. batatas L (EEIB). terhadap proliferasi limfosit  T pada mencit BALB/ct6e456rd6 diinduksi ovalbumin. Jenis penelitian ini adalah eksperimental post-test only control group design dengan subyek 28 ekor mencit jantan BALB/c dibagi 7 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K), kontrol negatif diinduksi ovalbumin (KN), 4 kelompok perlakuan EEIB dosis 0.21, 0.42, 0.84, 1.65 g/kg bb/hari dan kelompok perlakuan obat anti histamin 0.02mg/20g bb/hari (OAH). Kelompok KN dan kelompok perlakuan diinduksi ovalbumin pada hari ke-15, hari ke-22 dan hari ke-23 sampai hari ke-28. Pada hari ke-29 dilakukan pembedahan, pengambilan organ limpa, dikultur, dan suspensi selnya dan dilakukan uji proliferasi limfosit T dengan metode ELISA. Data proliferasi limfosit T dianalisis dengan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil rerata proliferasi limfosit T tertinggi didapatkan pada kelompok induksi OVA (P1) sebesar 0.926 ± 0.145 dan terendah pada kelompok ekstrak etanol Ipomoea batatas L. dosis 0.84 g/kg bb/hari sebesar 0.562 ± 0.074. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan ada beda nyata (p=0.000). Disimpulkan bahwa Ipomoea batatas L. dapat menurunkan proliferasi limfosit T mencit BALB/c dengan dosis efektif 0.84 g/kg bb/hari.Flavonoids in purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) have favorable properties such as antiallergy. This study aimed to determine the effect of etanol extract of Ipomoea batatas L (EEIB) on proliferation of T lymphocytes in BALB/c mice induced ovalbumin. This is an experimental research with post-test only control group design used 28 BALB/c mice which is divided into 7 groups: control group (C), negative control with ovalbumin induction (KN), EEIB treatment group doses of 0:21, 0:42, 0.84, 1.65 g/kg bb/day and antihistamines drug treatment group dose of 0.02mg/20g bw/day (OAH). KN group and treatment group are induced with ovalbumin on day 15th, day 22nd and day 23rd until day 28th. On day 29th, mice are decapited and dissected, their spleen are taken, being cultured, their cells are suspended, and do the proliferation of T lymphocytes tested with ELISA. Limfosit T proliferation data are analysed with One Way ANOVA followed by Tukey’s test. The result of the highest proliferation of T lymphocytes is obtained in the ovalbumin induction group (P1) of 0926 ± 0145 and the lowest is in Ipomoea batatas L. ethanol extract group dose of 0.84 g/kg bw/day of 0562 ± 0074. One Way ANOVA test results showed a significant difference (p = 0.000). It is concluded that Ipomoea batatas L. can decrease the T lymphocyte proliferation in BALB/c mice with an effective dose of 0.84 g/kg bw/day.
Pengaruh Paparan Asam Sulfat dan Asam Nitrat terhadap Derajat Peradangan Alveoli Paru pada Tikus (Rattus norvegicus) Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Sucianto, A.B.I.
Syifa'Medika Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v2i1.2856

Abstract

Pengaruh paparan asam sulfat
Efek Profilaksis Perasan Daun Paederia foetida L. terhadap Ulkus Lambung Tikus Putih Terinduksi Etanol Fitra, Bayu Kurniawan; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2 (s).1614

Abstract

Gastric ulcer is an ulcer which is caused by acid and pepsin which is happened because imbalance between aggressive and defensive factors. There is some causes of gastric ulcer, for the examples non steroid anti-inflammatory drugs (NSAID), irritant factors, alcohol, foods and beverages and also helicobacter pylori. The purpose of this research is to prove prophylaxis effect of P. foetida L. leaves squeeze to gastric ulcer in the white rats which has been induced by ethanol. Research method which is used is laboratory experimental with post only control group research design. Thirty female Spraque Dawley white rats with 3 months in age and 145-250 grams in weight is divided into 6 groups (normal control, negative control, group with 2% squeeze, 4% squeeze, 8% squeeze and positive control). Sample grouping is done randomly. Ulcer induction with 1 ml of 80% ethanol is done after the rats given P foetida L. leaves squeeze for 3 days and fasted for 24 hours. Scoring the depth of the ulcer and distribution of inflammatory cells is done by microscopic observation according of Hadi, S (2002). Result of the depth of the ulcer is analyzed which kruskall-wallis and continued with mann whitney. Result of the distribution of inflammatory cells is analyzed which one way anova and continued with paired T-test. Statistic result shows depth in group of ulcer squeeze in leaves P. foetida L. 8% is less than from a group of negative control (p0,05). In the other groups of squeeze that 2% and 4%, shows that the depth of ulcer is less than a group of negative control too, although in statistic it was not significant (p0,05). In observation the spreading of inflammatory cell shows that group of leaves P. foetida L. squeeze 2%, 4% and 8% are less than group of negative control in the other hand in statistic was not significant (p0,05). The conclution is squeeze of leaves P. foetida L. 8 % has prophylaxis effect with gastric ulcer of white rats induced by ethanol.Ulkus lambung adalah ulkus yang disebabkan oleh asam dan pepsin, yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif dan faktor defensif. Ada banyak penyebab tukak lambung, seperti obat anti inflamasi non steroid (OAINS), beberapa faktor iritan seperti, alkohol makanan dan minuman serta kuman Helycobacter pylori. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post only control group. Sebanyak 30 ekor tikus putih betina Spraque Dawley 3 bulan, dibagi menjadi 6 kelompok (kontrol tanpa perlakuan, kontrol negatif, perlakuan perasan 2%, 4%, 8% dan kontrol positif). Pengelompokkan sampel dilakukan secara acak. Tikus diberi perasan daun PfoetidaL. selama 3 hari dan dipuasakan selama 24 jam kemudian induksi ulkus menggunakan 1 ml etanol 80%. Penilaian kedalaman ulkus dan penyebaran sel radang dilakukan melalui pengamatan mikroskopis menurut Hadi, S. (2002). Hasil pengamatan kedalaman ulkus dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil pengamatan penyebaran sel radang dianalisis secara statistik menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan Paired T- Test. Hasil statistik menunjukkan kedalaman ulkus kelompok perasan daun P foetida L. 8% lebih rendah daripada kelompok kontrol negatif (p0,05). Pada kelompok perasan 2% dan 4%, juga menunjukkan kedalaman ulkus lebih rendah daripada kelompok kontrol negatif meskipun secara statistik tidak signifikan (p0,05). Pada pengamatan penyebaran sel radang menunjukkan kelompok perasan daun P. foetida L. 2%, 4% dan 8% lebih rendah daripada kelompok kontrol negatif meskipun secara statistik tidak signifikan (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa perasan daun P. foetida L. 8% memiliki efek profilaksis terhadap ulkus lambung tikus putih terinduksi etanol.
Intensitas Fluoresensi Neuron-Neuron Dopaminergik Di Area Ventralis Tegmenti Setelah Pemberian Alkohol Secara Kronis Pada Tikus (Railus norvegicus) Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Aswin, Soedjono; HNFS, Marsetyawan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1865

Abstract

The aim of this study is to reveal the effects of chronically alcohol treat-ment on the intensity of fluorescence dopaminergic neurons in the ventral teg-mental area of the rats.In this study, the rats were divided randomly into three groups (each group consists of five rats), i.e. control group (without any treatment), treatment control group (was given 2 ml aquadest intraperitoneally) and treatment group (was given 2 ml of 15 % alcohol intra-peritoneally). After the 25th day, the rats were killed by decapitation followed by taking out their brains and then were processed for immunohistochemically microscopic preparations of ventral teg-mental area.The results of this study showed that the rats, after they were treated with alcohol chronically, showed a decrease in the intensity of fluorescence dopam-inergic neurons in the ventral tegmental area compared with the control group and treatment control group . It is concluded that chronic alcohol treatment pro-duced a decrease in the intensity of fluorescence dopaminergic neurons in the ventral tegmental area.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh pemberian alkohol secara kronis terhadap intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ven- tralis tegmenti pada tikus.Pada penelitian ini tikus (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 3 kelompok secara random yaitu kelompok kontrol (K), kelompok kontrol perlakuan (KP) dan kelompok perlakuan (P), tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Selama 25 hari, kelompok K tidak diberi perlakuan apa-apa, kelompok KP diberi 2 ml akuades secara intra- peritoneal (ip), dan kelompok P diberi 2 ml alkohol 15% ip. Pada hari ke-26, semua tikus didekapitasi untuk diambil otaknya kemudian dibuat sediaan gambaran mikrokopis area ventralis tegmenti secara imunohistokimiawi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian alkohol secara kronis menurunkan intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ventralis tegmenti pada tikus dibandingkan dengan tikus kelompok kontrol dan kelompok kontrol perlakuan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian alkohol secara kronis menurunkan intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ventralis tegmenti pada tikus.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU KESEHATAN LANSIA TENTANG PERSONAL HYGIENE Iswantiah .; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Laili Nur Hidayati
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.365 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2592

Abstract

PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU KESEHATAN LANSIA TENTANG PERSONAL HYGIENEHealth Education Towards The Health Behaviour of The Elderly About Personal HygieneIswantiah1, Sri Nabawiyati Nurul Makiyah2 & Laili Nur Hidayati31,2&3Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah YogyakartaABSTRAKPeningkatan jumlah lansia akan berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan lansia terutama segi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Salah satu upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan lansia adalah dengan cara menjaga kebersihan diri/personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang personal hygiene terhadap perilaku kesehatan lansia di shelter Gondang Cangkringan Sleman Yogyakarta. Penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian yaitu 30 orang menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu lansia yang tinggal di shelter Gondang Cangkringan Sleman Yogyakarta, bersedia menjadi responden penelitian, lansia dengan tingkat pendidikan SMP dan SD, baik tamat sekolah ataupun tidak, dan belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang personal hygiene. Data berupa check list diambil dengan cara observasi dan wawancara. Analisa hasil menggunakan uji Wilcoxon test dan Mann Whitney test. Hasil penelitian ini yaitu pada kelompok eksperimen setelah diberikan pendidikan kesehatan perilaku baik meningkat menjadi (86,7%), perilaku cukup (13,3%), dan perilaku kurang tidak ada. Peningkatan perilaku pada kelompok eksperimen ditunjukkan dengan nilai signifikansi P=0,001 (P<0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang personal hygiene dapat mempengaruhi tingkat perilaku kesehatan lansia.Kata kunci: perilaku, personal hygiene, lansia.ABSTRACTThe increase number of elderly will influence many aspects their life especially health and welfare aspect. One of the efforts to increase and to maintain the health of the elderly is to make them stay clean or to maintain their personal hygiene. The objective is to study the influence of giving health education about personal hygiene towards the health behavior elderly in Gondang shelter Cangkringan Sleman Yogyakarta. This is quasi experiment research with one group pretest-posttest design. The subject is 30 people and used purposive sampling technique with inclusion criteria, i.e. the elderly lived in Gondang shelter Cangkringan Sleman Yogyakarta, willingly become the respondents of the research. They are elderly with level of education of Junior High School and Elementary School (graduated or not) and never got health education about personal hygiene. The data is check list taken by observation and interview. The analysis of the result used Wilcoxon test and Mann Whitney test. The result showed that in the experiment group after given the health education, there is an increase in their good behavior (86.7%), the average behavior is 13.3% and the bad behavior is zero. The increase in the behavior of the experiment is seen from the significant value of P=0.001 (P<0.05). It can be conclude that the health education about personal hygiene can influence the level of health behavior of the elderly.Keywords: behavior, personal hygiene, elderly
DUKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS Sriyati Sriyati; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i2.161

Abstract

Kepatuhan pembatasan asupan cairan merupakan masalah pada pasiengagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Ketidakpatuhan menyebabkan kegagalan pengobataan, menurunkan kualitas hidup sehinggameningkatkan morbiditas dan mortalitas. Dukungan sosial dan motivasi marupakan faktor penting dalam kepatuhan pembatasan asupan cairan.Tujuan penelitian ini untukmemberikan gambaran tentang dukungan sosial dan motivasi dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain: Literature review.Metode:Penelusuran menggunakan database dari Jurnal, literatur review melalui Pub-Med, Google Scholar, ProQuest sesuaikriteria inklusi dan dipublikasikan dalam reviewjurnal. Beberapa istilah kata kunci yang menyerupai digabungkan untuk mendapatkan hasil pencarian yang tepat kemudian hasil dianalisis, dibahas dan disimpulkan. Hasil: Penelusuran menghasilkan beberapa artikel dan ada tiga artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dari sampel menggunakan kuesioner dan atau wawancara yang semuanya membahas tentang ketidakpatuhan asupan cairan.Kesimpulan:Kepatuhan pembatasan asupan cairan pada pasien yang menjalani hemodialisis perlu diperhatikan agar pasien dapat menjalani hidup dengan nyaman dan tidak terjadi komplikasi yang tidak diharapkan. Menjaga self efficacy positifperlu ditekankan secara terus menerus untuk pengelolaan terapi yang baik, dimana pasien benar-benar diberi tanggung jawab untuk pengendalian pengobatan. Untuk menghasilkan tingkat kepatuhan yang optimal pasien perlu mendapatkan dukungan sosial baik dari keluarga, tim pelayanan kesehatan, teman senasib dan masyarakat sekitarnya. Motivasi yang muncul dari diri pasien perlu mendapatkan dukungan yang baik dari semua pihak.
Co-Authors Ahkam, Ahmad Hafidul Ahsanudin Attamimi Alysfiska Dhiffa Wijaya Anastasia Endar Widyaningsih Anjarwati Anjarwati, Anjarwati Ardiyanti, Devi Arie Nofariyandi Arief Darmawan Arifah, Rizka Ulfatin Asifa, Nadia Nur Belinda, Febri Akhmad Belinda, Febri Akhmad Cendhikalistya, Gustrin Oktaviayu Chapsoh, Zannuba Aisyah Danantika, Wiriasti Devi, Rizky Revinda Dewi Puspita Dewi Rokhanawati, Dewi Dewi, Melissa Kumala Fatmawati, Elis Favorenda, Adie Fitra Fitra, Bayu Kurniawan Fitra, Bayu Kurniawan Galih, Intan Kusuma Ayu Setyaning Gregia Salsabila Wulandari Haqiqoh, Habbatul Hendri Okarisman, Hendri HNFS, Marsetyawan HNFS, Marsetyawan Husain, Mayfuza Irwan Embang Walanda Irwan Embang Walanda Istianah, Siti Iswantiah . Iswantiah ., Iswantiah Kartini, Farida Kita, Masaki Laili Nur Hidayati, Laili Liza Wijaya Meilandani, Santin Moch Sasmito Djati Muhammad Iqbal Inshafuddin Rahmatullah Muhammad Izzatul Imaduddin Imaduddin Muhammad Kurniawan Nadirrafi, Muhammad Afif Nafi'ah, Fadila Nurun Noviarini, Yuriswati Nurul Hidayah, Fitria Pongoh, Senny Pravitasari, Ria Prinarbaningrum, Arinta Rahmadhia, Safinta Nurinda Rainy Iszamriach riansih, chici Risdiana, Nurvita Salsabila, Unik Hanifah Sartika Puspita Setyawati, Ika Sherly Usman Soedjono Aswin Sri Tasminatun Sriyati Sriyati Sucianto, A.B.I. Sukati Sarmin Suryandari, Galuh Tety Septiani Tinartayu, Seshy Tri Pitara Mahanggoro Tri Wulandari Kesetyaningsih Vania Rahmawati Wardhani, Ulinna'ma Hayati Warsiti Warsiti Willynia, Anggita Nur Cahya Wiwit Sugiarti Wulan Wijaya Wulan Wulandari, Estiyani Zahra, Adelia Nabilah Zamzam, Putra Alifa