Claim Missing Document
Check
Articles

Paparan Ultraviolet C Meningkatkan Diameter Pulpa Alba Limpa dan Indeks Mitotik Epidermis Kulit Mencit Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Iszamriach, Rainy; Nofariyandi, Arie
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.54 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek radiasi sinar ultraviolet C terhadap diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik epidermis kulit mencit. Penelitian eksperimental pada mencit Balb/C, 25 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol dan empat kelompok perlakuan dengan pemaparan sinar ultraviolet intensitas 15 (P1), 30 (P2), 60 (P3) dan 120 menit (P4) 2 kali sehari selama 15 hari berturut-turut. Sebelum perlakuan, kulit punggung mencit dicukur. Pada hari ke-16, mencit dikorbankan, diambil organ limpa dan kulit punggungnya untuk dibuat preparat histologi. Data berupa diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil pengukuran diameter pulpa alba limpa pada yang terkecil pada kelompok kontrol yaitu 380,24±61,91 diikuti kelompok P1=437,92±95,59 selanjutnya kelompok P2=480,48±167,55 dan kelompok P3=492,80±138,59 dan yang terbesar pada kelompok P4=586,00±41,77. Hasil pengukuran indeks mitotik epidermis kulit mencit yang terkecil pada kelompok kontrol 9,70±2,27 diikuti kelompok P1=12,2±1,93 selanjutnya kelompok P2=13,64±1,35 dan kelompok P3=27,48±3,65 dan yang terbesar pada kelompok P4=38,2±3,90. Ada perbedaan bermakna diameter pulpa alba limpa (p<0,00) dan indeks mitotik epidermis kulit mencit (p<0,00). Disimpulkan bahwa paparan sinar ultraviolet C meningkatkan diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik epidermis kulit mencit.Kata Kunci: Indeks mitotik, mencit, pulpa alba limpa, ultraviolet C
Pengaruh Paparan Akut Asam Sulfat (HSO) dan Asam Nitrat (HNO) terhadap Penebalan 2 4 3 Septum Interalveolaris Tikus Darmawan, Arief; Makiyah, SN Nurul
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.49 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.1

Abstract

Udara merupakan faktor penting dalam kehidupan. Pencemaran udara berpengaruh terhadap terjadinya hujan asam. Asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) dalam hujan asam dapat terinhalasi ke dalam sistem pernapasan. Alveoli adalah komponen fisiologik penting dari sistem pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan akut material hujan asam berupa H2SO4 dan HNO3 terhadap gambaran histologi alveoli tikus. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan subjek penelitian tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 20 ekor jantan galur Spraque-Dawley berumur 3 bulan dengan berat badan rata-rata 200-300 gram, terbagi dalam 4 kelompok: kelompok I (kontrol), kelompok II (paparan H2SO4 8,4 mg/L), kelompok III (paparan HNO3 30 mg/L) dan kelompok IV (paparan H2SO4 8,4 mg/L dan HNO3 30 mg/L). Paparan diberikan akut selama 4 jam. Pengamatan histologi dilakukan melalui pengukuran ketebalan septum interalveolaris. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan septum interalveolaris kelompok paparan H2SO4 8,4 mg/L paling tebal, disusul kelompok paparan HNO3 30 mg/L, kelompok paparan H2SO4 8,4 mg/L dan HNO3 30 mg/L dan terakhir kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa paparan akut material hujan asam berupa H2SO4 (182,7%) dan HNO3 (129,9%) menyebabkan penebalan septum interalveolaris tikus.Kata Kunci: Alveoli, H2SO4, HNO3, hujan asam, ketebalan septum interalveolaris
Ekstrak Etanol Buah Semangka (Citrullus lanatus) sebagai Antiinflamasi melalui Pengamatan Tebal Epitel Duodenum Mencit BALB/c Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Arifah, Rizka Ulfatin
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.5

Abstract

Buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid bermanfaat sebagai agen antiinflamasi. Potensi antiinflamasi ekstrak etanol buah C. lanatus terhadap ketebalan epitel duodenum mencit BALB/c belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan ketebalan epitel duodenum mencit BALB/c diinduksi ovalbumin setelah pemberian ekstrak etanol buah Citrullus lanatus (EECL). Jenis penelitian ini adalah eksperimental in vivo pada hewan uji dengan posttest only control group design. Tiga puluh ekor mencit BALB/c jantan dibagi enam kelompok. Kelompok kontrol (normal, negatif, metilprednisolon) dan kelompok perlakuan EECL dosis 175mg/kg bb, 350mg/kg bb, dan 700mg/kgbb. Perlakuan EECL dan metilprednisolon diberikan selama 28 hari berturut-turut. Ovalbumin diberikan secara intraperitoneal pada hari peroral ke-15 dan ke-22 dan hari ke-23 hingga ke-28. Pada hari ke-29, mencit dikorbankan dan duodenum dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan Hematoxylin Eosin. Efek antiinflamasi EECL dinilai dari tebal epitel duodenum. Data tebal epitel duodenum dianalisis menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan tebal epitel duodenum tertinggi adalah kelompok kontrol normal 20,02±3,50µm dan kelompok kontrol negatif memiliki tebal epitel duodenum terendah 15,98±3,22µm. Pemberian EECL dosis 175, 350, dan 700mg/kg bb serta metilprednisolon meningkatkan tebal epitel duodenum secara bermakna (p<0,05). Tebal epitel duodenum kelompok perlakuan EECL dosis 350mg/kg bb tidak berbeda bermakna (p>0,05) dengan tebal epitel duodenum kelompok kontrol normal dan kelompok metilprednisolon. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah Citrullus lanatus mampu meningkatkan ketebalan epitel duodenum BALB/c diinduksi ovalbumin dengan dosis efektif EECL 350mg/kg bb sehingga berpotensi sebagai agen antiinflamasi.
Potensi Ekstrak Etanol Buah Citrullus lanatus sebagai Agen Imunosupresi melalui Pengamatan Histologi Limpa Mencit BALB/c Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Wardhani, Ulinna'ma Hayati
Majalah Kedokteran Bandung Vol 49, No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.096 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v49n4.1024

Abstract

Citrullus lanatus mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai agen imunosupresi. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan diameter pulpa alba limpa mencit BALB/c yang diinduksi ovalbumin (OVA) setelah pemberian ekstrak etanol buah C. lanatus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan post-test only control group design. Sebanyak 30 ekor mencit BALB/c jantan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu tiga kelompok kontrol (normal, negatif, dan metilprednisolon) dan tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol C. lanatus dosis 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, dan 700 mg/kgBB per hari. Ekstrak dan Metilprednisolon diberikan selama 28 hari, sedangkan OVA diberikan pada hari ke-15 dan ke-22 secara intraperitoneal dan per oral pada hari ke-23 sampai dengan hari ke-28. Pada hari ke-29, mencit dikorbankan dan organ limpa diambil untuk dibuat sediaan histologi dengan teknik pewarnaan HE. Efek imunosupresi dinilai dari rata-rata diameter pulpa alba limpa. Data dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney. Diameter pulpa alba limpa mengalami peningkatan setelah diinduksi OVA, pemberian ekstrak etanol C. lanatus dosis 700 mg/kgBB dan metilprednisolon menyebabkan penurunan diameter pulpa alba limpa secara bermakna (p<0,05), tetapi ekstrak etanol C. lanatus dosis 175 dan 350 mg/kgBB tidak menurunkan diameter pulpa alba limpa. Ekstrak etanol C. lanatus dosis 700 mg/kgBB mampu menurunkan diameter pulpa alba pada limpa mencit BALB/c yang diinduksi OVA sehingga berpotensi sebagai agen imunosupresi. Kata kunci: Agen imunosupresi, citrullus lanatus, mencit BALB/c, ovalbumin, pulpa alba limpaCitrullus lanatus Ethanol Extract Potential as Immunosupressive Agent based on Spleen Histology Observation in BALB/c MiceCitrullus lanatus contains flavonoid which is known as an immunosuppresion agent. This study aimed to evaluate BALB/c mice spleen white pulp diameter after Ovalbumin (OVA) induction and administration of C. lanatus ethanol extract. This was a post-test only control group experimental study. Thirty male BALB/c mice were divided into six groups consisting of three control groups (normal, negative, and methylprednisolone) and three C. lanatus ethanol extract treatment groups (175 mg/kg bw, 350mg/kg bw, and 700mg/kg bw dose per day). The ethanol extract and methylprednisolone were administered to the respective groups for 28 consecutive days, while the OVA was given intraperitoneally on day 15 and day 22 and orally from day 23 to day 28. On day 29, the mice were sacrificed and their spleen were processed histologically using the HE staining technique. The immunosupression effect was assessed by measuring the  white pulp spleen diameter. Data were analyzed using nonparametric Kruskal-Wallis test, followed by Mann-Whitney test. After OVA induction, the diameter of white pulp spleen was found to increase. Significant decrease in the spleen white pulp diameter (p<0.05) was seen in the 700 mg/kgbw C. lanatus ethanol extract group and methylprednisolone group. No shortening of the spleen white pulp diameter was seen in 175 mg/kg bw and 350 mg/kgbw C. lanatus ethanol extract groups. Hence, 700 mg/kgbw C. lanatus ethanol extract can decrease the spleen white pulp diameter  in an OVA-induced BALB/c mice and may have a potential to be used as an immunosuppressive agent. Key words: BALB/c mice, citrullus lanatus, immunosuppresion agent, ovalbumin, white pulp of spleen
Effects Of Sunlight Exposure For Treatment of Tuberculosis : Literature Review Wijaya, Liza Novitasari; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): Journal Of Nursing Practice
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.78

Abstract

Background: Tuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium. Tuberculosis which can attack various organs, especially the lungs. It is necessary to study the effectiveness of sunlight therapy and the vitamin D diet as supporting tuberculosis treatment.Objective: This study aimed at investigating the literature for of provision of sunlight in tuberculosis patients.Method: This library review uses a database with the electronic search on Ebsco, ClinicalKey, Google Scholar, and ScienceDirect published in 2016 - 2019.Results: Six articles were used to review. The article discusses vitamin D deficiency as a causative factor for tuberculosis, the effectiveness of clinical treatment in a sanatorium using vitamin D and the use of sunlight as a treatment for tuberculosis in the days before the discovery of antibiotics.Conclusion: Sun exposure has been shown to provide a clinical improvement in patients by providing comfort and improving moods that are unable to increase the elimination of bacteria in the lungs.Conclusion: This therapy provides clinical improvement to the patient and provides a calm sensation and improves mood even though it has not been able to eliminate the bacteria in the lungs until anti-TB drugs are found and this sunlight therapy is forgotten.
PENGARUH PAJANAN GELOMBANG TELEPON SELULER TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGI LIMPA PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Husain, Mayfuza; Nabawiyati Nurul Makiyah, Sri
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v20i3.169

Abstract

Radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelombang telepon seluler dapat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila seseorang terpajan melampaui ambang batas pemajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan radiasi gelombang telepon seluler terhadap sistem imunitas mencit (Mus musculus) dengan mengukur diameter pulpa putih limpa. Jenis penelitian adalah eksperimental menggunakan mencit (Mus musculus) jantan, berat badan ± 30 gram, selama 30 hari perlakuan. Perlakuan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan dengan telepon seluler GSM jenis monophonic, kelompok perlakuan dengan telepon seluler GSM jenis polyphonic dan kelompok perlakuan dengan telepon seluler CDMA, masing-masing terdiri dari lima ekor mencit. Dengan Lama pemajanan ±120 menit selama 30 hari. Pada hari ke-31dilakukan dekapitasi pada mencit, organ limpa diambil, dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan HE dan diukur diameter pulpa putih limpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter pulpa putih limpa pada mencit yang diberi perlakuan tampak lebih besar bila dibandingkan dengan mencit kontrol secara bermakna(p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa antara kelompok perlakuan radiasi gelombang  telepon seluler dan kelompok kontrol berbeda secara bermakna, khususnya pada kelompok CDMA. Disimpulkan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai efek mengaktivasi sistem imun di daerah perifer.
GAMBARAN HISTOLOGIS LIMFA (LIEN) SETELAH PAPARAN MADU PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) Nurul Hidayah, Fitria; Nabawiyati Nurul Makiyah, Sri
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 13, No 1 (2005): JANUARI - APRIL 2005
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.881 KB) | DOI: 10.33476/jky.v13i1.1052

Abstract

Honey is a special food because of the taste, nutrition, and high benefits of it. Honey?s effect to healing process also as well known already and has been reported, even the benefits of honey written in Holy Quran. Honey also has an antimicrobial effect because it produces hydrogen peroxide, nonperoxide component effect, acidity, immune system stimulation, and honey viscosity as the barrier against pathogenic bacteria. This scientific paper is presented to observe the stimulation of the effect of the immune system of honey in the lymph after the honey exposure. This research is observational, using experimental approach, which is done by using male white mice (Rattus norvegicus), with a body weight ± 220 gram, expose with honey for as long 35 days. The mice are divided into two groups, the control group and the treatment group. Each group consist of five mice. After the treatment, the mice are decapitated, and then the lymph are collected. The immune system activation in the lymph is estimated by measuring the white pulp diameter which will be compared between that of the treatment group and the control group. As the result of the observation, is obvious that the diameter of the white pulp in the treatment group is less than that of the control group. From the result of the statistical analysis, the significances counted 0,006 (p 0,05). It shows that there are significant differences between those two groups, and also proves that honey has indeed the effect to support the peripheral immune system.
Pengaruh Gel Kombinasi Ekstrak Jatropha multifida dan Daun Carica papaya terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kimia pada Rattus norvegicus Okarisman, Hendri; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i1.1000

Abstract

Luka bakar merupakan cedera dengan mordibitas derajat cacat tingkat tinggi di rumah sakit. Zat kimia adalah salah satu zat yang dapat menyebabkan luka bakar. Tumbuhan Indonesia yang biasa digunakan untuk menangani luka adalah tumbuhan yodium (Jatropha multivida) dan daun pepaya ( Carica papaya). Tumbuhan yodium mengandung senyawa saponin (anti inflamasi), flavonoid (antimikroba), alkaloid (Bakteriostatik), dan tannin (anti bakteri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak tumbuhan yodium  dan daun papaya  terhadap penyembuhan luka bakar kimia pada tikus putih (Rattus norvegicus) terinduksi asam sulfat. Design penelitian eksperimental invivo dengan subjek 30 ekor tikus putih betina galur Spraggue Dawley umur 5-8 minggu, berat 180-265 gram dibagi lima kelompok: kelompok kontrol positif dengan obat standar luka bakar 0,125 ml/hari (A), tiga kelompok perlakuan diberi gel ekstrak kombinasi tumbuhan yodium dan daun papaya, (B) 1:1, (C) 1:2, (D) 2:1 dan kelompok control negative (E). Tikus diberikan perlukaan induksi asam sulfat 75% membentuk diameter luka 2 cm. Diameter luka diukur dengan metode Morton dan dihitung persentase kesembuhan luka. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kombinasi gel ekstrak tumbuhan yodium ( Jatropha multivida ) dan daun papaya perbandingan 1:2 berpengaruh dalam mempercepat penyembuhan luka bakar kimia pada tikus putih secara bermakna dengan nilai p = 0.011 (p 0.05). A burn is an injury with a high level mordibidity of disability degree in hospital. The burn is caused by various factors such as the chemical burns. One of Indonesian typical plant that can be used for the burns is the iodine plant (Jatropha multivida) and leaves of papaya (Carica papaya). Iodine plant contains of saponins (anti-inflammatory substance), flavonoid (antimicrobial), alkaloids (bacteriostatic agent), and tannin (antibacterial). This research is experimental in vivo study with 30 subjects female Spraggue Dawley strain white rats (Rattus norvegicus), 5-8 weeks in age, 180-265 grams. Subjects were divided in five groups namely, the positive control group given a standard drug burns Bioplasenton 0.125 ml / day ( A), whereas the treatment group were given a combination of extracts iodine plant gel and papaya leaves with a ratio of 1:1 (B), 1:2 (C), 2:1 (D) and the negative control (E). Rats given injury using the induction of 75% sulfuric acid to form the wound diameter of 2 cm. Wound diameter measurement is done every day (by the method of Morton) and the percentage of wound healing was counted. The result of Oneway ANOVA test show that intervention in group C may accelerate the healing of chemical burns, with p value 0.05 (p = 0,011).
Pengaruh Pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap Gambaran Histologi Tiroid Tikus Putih (Rattus norvegicus) Haqiqoh, Habbatul; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1.1652

Abstract

One of dietary alternative which can be used for overcoming thyroid dysfunction is by using Virgin Coconut Oil (VCO). The aim of this research is to know the efficacy of alternative medicine, especially VCO to improve thyroid function which can be seen from histology appearance on rat. This research is preclinical posttest only experiment with randomized control group design. The subject of this research are 25 male Spraque-Dawley strain Rattus norvegicus, 4 months and ± 300 grams body weight. Rats were divided into 5 groups : negative and positive control, and three treatment groups. Positive control group and treatment groups will given fat first until them obese. After that, the VCO is given to three treatment groups. The dosage given was conversion of human dosage, 50 ml/day, 25 ml/day and 12,5 ml/day and will be converse in the end of week. VCO given orally everyday for 28 day, after that surgical were done to the rat, then histological thyroid object are made. The observation is seen from its follicular epithel height, follicular diameter and the colloid mass on its lumen. The data was analyzed using ANOVA test continued with Tukey test. The significant result just only shown from the diameter of follicular cells. The magnificent differences were between negative control group and treatment group which get 50 ml/day of VCO; and among positive control group with in all treatment groups. Based on this research we can conclude that VCO has significant role to improved the thyroid gland activities in white rats.Salah satu alternatif pengobatan alami untuk mengatasi masalah gangguan tiroid adalah VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat VCO dalam membantu meningkatkan kerja kelenjar tiroid, dilihat dari gambaran histologi tiroid pada tikus putih. Metode penelitian adalah eksperimental praklinik dengan rancanganposttest randomized control group. Sampel penelitian berjumlah 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Spraque- Dawley jantan, umur 4 bulan dan berat badan rata-rata 300 gram. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif dan negatif serta tiga kelompok perlakuan yang diberi VCO. Kelompok kontrol positifdan ketiga kelompok perlakuan digemukkan terlebih dahulu hingga mengalami obesitas. Setelah itu diberikan VCO peroral, dengan dosis hasil konversi dari dosis manusia, yaitu 50 mL/hari, 25 mL/hari, dan 12,5 mL/hari. VCO diberikan peroral setiap hari selama 28 hari kemudian tikus diterminasi dan dibuat preparat histologi tiroid. Pengamatan preparat dilakukan dengan melihat tinggi epitel sel folikel tiroid, diameter folikel, serta persentase massa koloid dalam lumen sel folikel. Untuk analisis data digunakan uji ANOVAdilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil signifikan hanya terdapat pada gambaran diameter folikel sel kelenjar tiroid. Perbedaan tampak nyata antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dosis 50 mL/hari dan kelompok kontrol positif, serta antara kelompok kontrol positif terhadap semua kelompok perlakuan yang diberi VCO. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa minyak kelapa murni dapat membantu meningkatkan kerja kelenjar tiroid pada tikus putih.
Pengaruh Pajanan Gelombang Telepon Seluler terhadap Struktur Histologi Testis pada Mencit (Mus musculus) Favorenda, Adie Fitra; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2 (s).1636

Abstract

Objectives of this researchis to know the effect of the exposure of telephone celluler wave toward fertility in mice (Mus musculus) by measuring the diameter of tubulus seminiferi and counting the percentage of spermatogenic cells. This research use mice (Mus musculus) strain Balb-C, 3 months age, ± 30 gram body weight. This mice divided into 4 groups, they are K (control), P1 (exposure of telephone celluler wave type GSM monophonic), P2 (exposure of telephone celluler wave type GSM polyphonic), P3 (exposure of telephone celluler wave type CDMA). These mice were given exposure of telephone celluler wave by placing them near telephone celluler which active telephone condition. Duration of the exposure is ± 120 minutes in a days. These mice were sacrificed by decapitation, its testes were taken and make the histological preparation. Microscopic observation was done by measuring the diameter of tubulus seminiferi and counting the percentage of spermatogenic cells, such as spermatogonium, spermatocyt, and spermatidium. The results was analyzed by one way Anova continued by Tukey test. Results of this research showed that comparing with the control group, the measurement of diameter tubulus seminiferi and the number of spermatogenic cells especially spermatidium in treatment groups were decreasing. It can conclude that telephone celluler wave can cause the decreasing offertility by inhibiting the spermatogenesis process.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pajanan gelombang telepon seluler terhadap fertilitas mencit (Mus musculus) dengan mengukur diameter tubulus seminiferi dan menghitung prosentase sel-sel spermatogenik. Desain penelitian adalah eksperimental in vivo pada hewan uji. Penelitian ini menggunakan sampel berupa mencit (Mus musculus) jantan galur Balb-C 20 ekor, berumur 3 bulan, dan berat badan ± 30 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok K (kontrol), P1(terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM monophonic), P2(terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM polyphonic), dan P3(terpajan gelombang telepon seluler jenis CDMA). Hewan uji tersebut diberi pajanan gelombang telepon seluler dengan cara meletakkan hewan uji di dekat telepon seluler yang sedang aktif menelpon. Lama pemajanan ± 120 menit perhari selama 30 hari. Pembedahan hewan uji dilakukan untuk mengambil testisnya dan kemudian dibuat preparat. Pengamatan preparat dilakukan dengan mengukur diameter tubulus seminiferi dan menghitung prosentase sel-sel spermatogenik, antara lain spermatogonium, spermatocyt, dan spermatidium. Hasil dianalisis dengan metode Anova 1 jalan kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran diameter tubulus seminiferi danjumlah prosentase sel-sel spermatogenik khususnya spermatidium pada kelompok perlakuan mengalami penurunan dibandingkankelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa gelombang telepon seluler dapat meyebabkan terjadinya penurunan tingkat ferilitas dengan cara mengganggu proses spermatogenesis.
Co-Authors Ahkam, Ahmad Hafidul Ahsanudin Attamimi Alysfiska Dhiffa Wijaya Anastasia Endar Widyaningsih Anjarwati Anjarwati, Anjarwati Ardiyanti, Devi Arie Nofariyandi Arief Darmawan Arifah, Rizka Ulfatin Asifa, Nadia Nur Belinda, Febri Akhmad Belinda, Febri Akhmad Cendhikalistya, Gustrin Oktaviayu Chapsoh, Zannuba Aisyah Danantika, Wiriasti Devi, Rizky Revinda Dewi Puspita Dewi Rokhanawati, Dewi Dewi, Melissa Kumala Fatmawati, Elis Favorenda, Adie Fitra Fitra, Bayu Kurniawan Fitra, Bayu Kurniawan Galih, Intan Kusuma Ayu Setyaning Gregia Salsabila Wulandari Haqiqoh, Habbatul Hendri Okarisman, Hendri HNFS, Marsetyawan HNFS, Marsetyawan Husain, Mayfuza Irwan Embang Walanda Irwan Embang Walanda Istianah, Siti Iswantiah . Iswantiah ., Iswantiah Kartini, Farida Kita, Masaki Laili Nur Hidayati, Laili Liza Wijaya Meilandani, Santin Moch Sasmito Djati Muhammad Iqbal Inshafuddin Rahmatullah Muhammad Izzatul Imaduddin Imaduddin Muhammad Kurniawan Nadirrafi, Muhammad Afif Nafi'ah, Fadila Nurun Noviarini, Yuriswati Nurul Hidayah, Fitria Pongoh, Senny Pravitasari, Ria Prinarbaningrum, Arinta Rahmadhia, Safinta Nurinda Rainy Iszamriach riansih, chici Risdiana, Nurvita Salsabila, Unik Hanifah Sartika Puspita Setyawati, Ika Sherly Usman Soedjono Aswin Sri Tasminatun Sriyati Sriyati Sucianto, A.B.I. Sukati Sarmin Suryandari, Galuh Tety Septiani Tinartayu, Seshy Tri Pitara Mahanggoro Tri Wulandari Kesetyaningsih Vania Rahmawati Wardhani, Ulinna'ma Hayati Warsiti Warsiti Willynia, Anggita Nur Cahya Wiwit Sugiarti Wulan Wijaya Wulan Wulandari, Estiyani Zahra, Adelia Nabilah Zamzam, Putra Alifa