Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Psikoterapi Islam: Penerapan Terapi Spiritual Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Spiritual Dan Koping Efektif Pada Pasien Pengguna NAPZA: Islamic Psychotherapy: Application of Spiritual Therapy in Improving Spiritual Well-Being and Effective Coping in Drug User Patients Zinatul Mutaalimah; Fahrizal, Yanuar; Triyana
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i3.172

Abstract

Latar Belakang:. Individu yang terlibat dalam penyalahgunaan zat sering kali mengalami berbagai gangguan seperti stress berat, keecemasan yang menetap, depresi mendalam, emosi negative, kurangnya kontrol diri, koping tidak efektif dan kesejahteraan spiritual yang rendah. Salah satu intervensi yang bisa diberikan kepada individu penyalahgunaan NAPZA yaitu psikoterapi Islam berupa sholat dhuha dan dzikir jahr. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya efektivitas Penerapan Terapi Spiritual dalam Meningkatkan Koping Efektif dan Kesejahteraan Spiritual pada Pasien Pengguna Napza. Metode: Metode penelitian ini merupakan laporan kasus (case report) menggunakan desain pre-test dan post-test dengan menggunakan instrumen Brief Cope dan Spiritual Well Being Scale (SWBS) yang dilakukan pada satu responden laki-laki. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Soerojo Magelang pada tanggal 14 Februari sampai 13 Mei 2025. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan skor hari pertama (pre-test) dalam penelitian didapatkan skor SWBS 53 poin dan hari ke 21 (post-test) 102 poin. Sedangkan kuesioner Brief Cope menunjuukan perubahan skor di hari pertama (pre-test) 53 poin dan pada hari ke 21 (post-test) 102 poin. Kesimpulan: Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan strategi koping dan kesejahteraan spiritual melalui penerapan terapi spiritual dengan sholat dhuha dan dzikir jahr pada pasien penyalahgunaan NAPZA.
Religious Experiences of Muslim Students Who are Addicted to Online Games in Rural Areas in Countries with A Muslim Majority Fahrizal, Yanuar; Andrea, Ririn
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3420

Abstract

Internet gaming habits may influence teenagers' religious conduct. Gamers are able to survive without doing other activities by sitting for long periods. Many gamers who are hooked to online games are more concerned with the game than with their worship, causing them to get further from God. This study seeks to investigate the spiritual experiences of Yogyakarta students addicted to online games. This study employs a qualitative, phenomenological methodology. Data gathered from eight participants through snowball sampling underwent analysis using the Giorgi method. The study highlights diverse spiritual experiences among online game-addicted students, including parental and student indifference, shifts in activities, pupils' appreciation for spirituality, neglect of religious activities, and integration of internet games and worship for problem-solving. Excessive online gaming results from various factors, yielding varied spiritual experiences, enabling students to understand spirituality's significance and act as problem-solvers.
The Impact of Online Game Addiction on Work Productivity Among Individuals Residing in Urban Areas of Indonesia Fahrizal, Yanuar; Indira, Fatin
JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL) (JKG) Jurnal Keperawatan Global Volume 10 Number 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v10i1.1164

Abstract

Background: Indonesia exhibits high smartphone penetration (210.77 million users, 2021) and substantial online gaming engagement, with 26% of gamers aged 18–24 and 20% aged 25–34. Given alarming gaming disorder prevalence (IGD: 14.6% males, 6.2% females; GD: 7.2% males, 2.8% females) and limited research on productivity impacts in urban Indonesia, this study investigates online game addiction's effect on work productivity among young adults in South Jakarta. Methods: A cross-sectional correlational design recruited 95 participants via purposive sampling (aged 18–26, South Jakarta residents, >3 hours/day non-professional gaming). Data collection utilized the validated Indonesian Online Game Addiction Questionnaire (7-item, Cronbach’s α=0.73) and Individual Work Performance Questionnaire (18-item, Cronbach’s α=0.814–0.871). Normality was confirmed with Kolmogorov-Smirnov testing; SPSS v.28 facilitated Pearson correlation and linear regression analyses. Results: Participants were predominantly male (64.21%), high school-educated (72.63%), and private sector employees (61.05%). Key findings revealed: a significant weak negative correlation between online game addiction and work productivity (r = -0.291, p = 0.04); a strong positive correlation between addiction and gaming duration (r = 0.486, p < 0.001); no correlation between gaming duration and productivity (p = 0.312); and regression indicating addiction explains 9.7% of productivity variance (Adjusted R² = 0.088, β = -0.420, p = 0.002). Conclusion: Online game addiction significantly impairs work productivity among urban Indonesian youth, yet accounts for only 9.7% of variance—underscoring the influence of unaddressed mediators like sleep quality and motivation. Findings necessitate integrating psychiatric nursing interventions within workplace mental health frameworks.
PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN REHABILITASI NAPZA Wardani, Ervina Kusuma; Fahrizal, Yanuar; Baroroh, Baroroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28254

Abstract

Penyalahgunaan narkoba mengacu pada penggunaan zat-zat terlarang, seperti opioid, psikotropika, dan senyawa lain yang terlalu membuat ketagihan untuk penggunaannya. Terdapat 275 juta pengguna narkoba di seluruh dunia pada tahun 2018, menurut laporan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).  1,80% masyarakat Indonesia yang berusia antara 15 dan 64 tahun melaporkan pernah menyalahgunakan narkoba dalam satu tahun terakhir. Terdapat 3.419.188 penyalahguna narkoba, menurut data prevalensi yang sebanding. Penyalahgunaan obat-obatan mempengaruhi masalah suasana hati, sehingga menekan fungsi otak dan dapat menyebabkan kecemasan. Kecemasan adalah suatu kondisi yang ditandai dengan emosi tidak nyaman, cemas, atau takut yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak pasti atau tidak diketahui. Sehingga perlu diberikan intervensi salah satunya yaitu Spiritual emotional freedom technique (SEFT). SEFT merupakan teknik pembebasan emosi yang dikombinasikan dengan spiritualitas dalam diri seseorang, dengan cara mengucapkan bacaan spiritual yang diyakini yaitu dengan nama the set-up, Langkah kedua yaitu the tune-in mengucap keyakinan dan bisa digabung dengan cara selanjutnya, dan langkah ketiga yaitu tapping yaitu mengetuk bagian bagian meridian yang sudah ditetapkan. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik SEFT terhadap penurunan Tingkat kecemasan. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus dengan pre-post experimental. Subjek yang digunakan seorang pasien dengan masalah kecemasan di Rehabilitasi Napza.  Penerapan menunjukkan bahwa terdapat penurunan Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi SEFT, dari skor HARS sebelum intervensi 35 yang berarti kecemasan berat menjadi skor HARS 22 yang berarti menjadi kecemasan sedang. Terjadi penurunan tingkat kecemasan pada pasien rehabilitasi Napza sebelum dan sesudah dilakukan terapi SEFT.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kemampuan Mengontrol Marah pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Di Rehabilitasi Napza Itheng Lestari, Fatonah; Fahrizal, Yanuar; Baroroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28255

Abstract

Napza adalah narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang merupakan zat atau obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau bukan tumbuhan baik sintetis ataupun semi sintetis, yang dapat menimbulkan efek hilangnya rasa, perasaan senang, rileks, percaya diri, nyeri berkurang dan dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Penyalahgunaan Napza merupakan salah satu permasalahan yang saat ini menjadi isu serius di Indonesia. Prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2023 sebesar 1,95%. Penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada otak sehingga menyebabkan gangguan mood yang berhubungan dengan stres dan emosi. Relaksasi otot progresif (ROP) adalah terapi perilaku dengan melakukan relaksasi otot-otot dengan cara melakukan ketegangan pada otot lalu melakukan relaksasi yang berulang-ulang untuk menurunkan detak jantung dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif untuk mengontrol marah. Metode dalam penelitian ini menggunakan laporan kasus dengan pre-post experimental. Subjek yang digunakan seorang pasien dengan resiko perilaku kekerasan di Rehabilitasi Napza. Alat untuk pengumpulan data menggunakan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif selama 3 minggu terjadi penurunan nilai BPAQ yang artinya terjadi penurunan sikap agresif pada pasien. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan di bangsal rehabilitiasi napza.
Penerapan Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Penerimaan Diri Pada Pasien Penyalahgunaan NAPZA : Application of Expressive Writing Therapy to Enhance Self-Acceptance in Individuals with Substance Use Disorders Nabila Garnis Pramesti; Yanuar Fahrizal; Triyana
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i2.171

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan NAPZA berdampak buruk terhadap kondisi psikologis dan sosial individu, termasuk menurunnya tingkat penerimaan diri. Rendahnya penerimaan diri dapat memperburuk proses pemulihan. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan diri adalah terapi menulis ekspresif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap peningkatan penerimaan diri pada pasien penyalahgunaan NAPZA. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus dengan desain pre-post experimental pada satu pasien laki-laki berusia 27 tahun yang sedang menjalani rehabilitasi. Intervensi menulis ekspresif diberikan selama 12 hari dan dievaluasi menggunakan Berger Self-Acceptance Scale. Hasil: Terdapat peningkatan skor self-acceptance dari 110 (kategori rendah) menjadi 135 (kategori sedang) setelah intervensi dilakukan. Kesimpulan: Terapi menulis ekspresif efektif dalam meningkatkan penerimaan diri pada pasien penyalahgunaan NAPZA dan dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi psikososial selama rehabilitasi.
Penerapan Teknik Motivational Interviewing Terhadap Tingkat Self-Efficacy Penyalahgunaan Napza: Case Report Rofiqotus Syarifah; Yanuar Fahrizal; Triyana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.110

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif) adalah masalah kesehatan masyarakat yang semakin penting di seluruh dunia. Lebih dari 292 juta orang menyalahgunakan NAPZA pada tahun 2022; penyalahgunaan ini paling umum di Indonesia, di mana sekitar 1,73% dari populasi terpengaruh. Sebagian besar pengguna berusia produktif antara lima belas dan tiga puluh tahun, dan fenomena ini berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental serta lingkungan sosial dan ekonomi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode wawancara motivasi (MI) dalam meningkatkan tingkat self-efficacy pasien rehabilitasi NAPZA yang menyalahgunakan narkoba. Metode: Penelitian ini menggunakan laporan kasus Pre-Post eksperimental dengan responden laki-laki berusia 46 tahun yang baru saja menjalani rehabilitasi. Intervensi MI berlangsung selama sepuluh hari dan terdiri dari empat tahap: Engaging (melibatkan), Focusing (memfokuskan), Evoking (membangkitkan), dan Planning. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan motivasi internal pasien, membantu mereka mengatasi keraguan, dan menumbuhkan kepercayaan diri yang diperlukan untuk pemulihan mereka. Hasil: Setelah melakukan evaluasi dengan General Self-Efficacy Scale (GSE-S), pasien memperoleh skor yang lebih tinggi dari 25 pada hari pertama menjadi 37 pada hari kesepuluh. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam self-efficacy pasien. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pasien mulai memiliki keyakinan yang lebih besar dalam kemampuan mereka untuk mengatasi kecanduan dan menghadapi tantangan yang mereka hadapi saat ini. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa penerapan MI meningkatkan self-efficacy pasien penyalahgunaan NAPZA, yang berpotensi mengurangi risiko relaps dan mendukung proses pemulihan jangka panjang.  
Penerapan Strength-Based Therapy Terhadap Peningkatan Self-Efficacy Pada Pasien Penyalahgunaan Napza: Case Report Cintya Maharani; Yanuar Fahrizal; Triyana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.111

Abstract

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain (NAPZA) muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Apabila NAPZA digunakan secara terus menerus dan berlebihan dapat mengakibatkan kecanduan. Kecanduan NAPZA baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental penggunanya. Ketika pecandu NAPZA tidak memiliki keyakinan untuk menghadapi masalah, maka akan berpeluang untuk relapse. Dalam mengurangi risiko relapse, self-efficacy memiliki peran penting membantu individu melawan keinginan untuk menggunakan NAPZA serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Pendekatan psikologis seperti strength-based therapy dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA melalui strength-based therapy. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report) dengan pre-post experimental yang diterapkan kepada seorang responden laki-laki pecandu NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi di Soerojo Hospital, Magelang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Terdapat peningkatan self-efficacy dalam 3 kali evaluasi menggunakan kuesioner GSES. Sebelum dilakukan intervensi, pasien diberikan pre-test dan skor GSES menunjukkan angka 25 yang berarti rendah. Setelah pasien diberikan intervensi selama 5 hari, pasien diberikan post-test pertama dan didapatkan skor GSES 30. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 5 skor. Kemudian dilanjutkan intervensi hingga hari ke-10 dan dilakukan post-test kedua. Pada post-test kedua didapatkan skor 37 yang mana menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 7 skor dari post-test pertama. Penerapan strength-based therapy dapat meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA. Penerapan strength-based therapy memberikan manfaat untuk menggali dan memahami kekuatan diri sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy supaya tidak relapse setelah selesai menjalani masa rehabilitasi.
Slow deep breathing and guided imagery therapy as a nonpharmacological treatment for patients with anxiety Fina Listiani; Yanuar Fahrizal
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i2.3278

Abstract

Background: Anxiety is one of the most prevalent mental health problems worldwide and can significantly impair an individual’s daily functioning if not properly managed. Non-pharmacological interventions are increasingly preferred due to their safety, ease of application, and minimal side effects. Purpose: To analyze the effectiveness of a combination of slow deep breathing and guided imagery in reducing anxiety levels in patients. Method: A case study approach in psychiatric nursing care involving a patient with clinically significant anxiety. Data were collected through interviews, observations, and the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) as a standardized assessment tool. The intervention consisted of a combination of slow deep breathing and guided imagery conducted for 7 consecutive days, with each session lasting 10–15 minutes. Results: The results showed a reduction in the patient’s anxiety score from 11 (abnormal category) before the intervention to 6 (normal category) after the intervention. The patient also demonstrated decreased restlessness, improved relaxation ability, and better control of negative thoughts following the combined intervention. Conclusion: The combination of slow deep breathing and guided imagery was effective in reducing anxiety by addressing both physiological and psychological responses. This intervention can be considered an effective non-pharmacological nursing strategy to improve emotional well-being and coping mechanisms in patients with anxiety. Keywords: Anxiety; Guided Imagery; Nursing Care; Relaxation Therapy; Slow Deep Breathing.
Co-Authors Adhe Akbar Rafsanjani Ananda Rizky Akbar Andrea, Ririn Annisa Fadilasari Aprilia, Friska Aulia Fadillah Baroroh Baroroh, Baroroh Bertha Tesma Wulandari Biantara, Irgi Bima Yoga Pratama Cintya Maharani Cintya Maharani Damayanti, Selvi Rizkia Daulima, Novy Helena David Tor Burbwa Desi Rahmawati Dianing Aulia Puspitasari Dwi Istiana Erma Ayu Fitriyanti Ervina Kusuma Wardani, Ervina Kusuma Fahmi Irfanudin Faiga, Nurul Falasifah Ani Yuniarti, Falasifah Ani Fani Melinda Eka Putri Fina Listiani Galang Hidayat Jati Hafizuddin Slamet Irmawan Hasan, Shukir Saleem Ida Rochmawati Indira, Fatin Iqbal Muzizat Rianto Itheng Lestari, Fatonah Laili Nur Hidayati Laili Nur Hidayati, Laili Lestari, Nina Dwi Lutfia Farras Azizah Mariyana, Dian Mya Martin, Neil M Maryanto, Wulan Adelia Putri Muhammad Fahri, Muhammad Muhammad Iqbal Kholidin Muhammad Miqdam Raisul Mustikasari Mustikasari Mutiara Harul Aini Nabila Garnis Pramesti Nina Dwi Lestari Novy Helena Catharina Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Pamungkas, Niki Cucu Pramitha Sari Pratama, Bima Yoga Prima Ardi Nurcahyo Putri, Alyfia Sofyan Rahayu Cahyaningtias Rausan Fikri Priyana Putra Refisya Putri Resti Yulianti Sutrisno Risdiana, Nurvita Rismawati, Anisa Rofiqotus Syarifah Saputri, Reny Nur Sari, Amanda Sesanti Amiasih Shanti Wardaningsih Shanti Wardaningsih Shiva Delpiani Siti Nenti Sarifah Suryana, Rika Sutantri Sutantri Sutarjo, Puji Syahruramdhani, Syahruramdhani Syarifah Kamariah Titih Huriah Triayana Triyana Triyana Triyana Triyana, Triyana Wahyulianto Wahyulianto Wati, Anisa Risma Zahra Alisya Dewi P Zinatul Mutaalimah