Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Quality of Life of Adolescents Experiencing Online Game Addiction During the COVID-19 Pandemic Yanuar Fahrizal; Hafizuddin Slamet Irmawan
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.1947

Abstract

The availability of the internet and the increase in stress in adolescents caused by the pandemic have led adolescents to frequently seek entertainment through online games. Online gaming can negatively impact adolescents by causing a decline in their physical health, psychological issues, difficulty forming healthy social relationships, and decline their quality of life. This study identified the relationship between online game addiction and the quality of life of adolescents during the COVID-19 pandemic. This research utilized a cross-sectional approach and involved 96 adolescents as the research sample selected using the incidental sampling method. Data collection was carried out using the Game Addiction Scale for Adolescent and WHOQOL-Bref, while the Spearman Rho test was used for data analysis. The results of the data analysis showed a significance p-value of 0.000 (p < 0.05) and r = -0.711, indicating that there was a unidirectional relationship between online game addiction and quality of life. Thus, it can be concluded that the higher the level of online game addiction, the lower the quality of life of adolescents.    Abstrak  Kualitas Hidup Remaja yang Mengalami Kecanduan Game Online Selama Pandemi COVID-19. Ketersediaan internet dan meningkatnya stres remaja akibat pandemi membuat remaja sering mencari hiburan melalui game online. Bermain game online secara berlebihan dapat menyebabkan mereka mengalami kecanduan. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif seperti penurunan kesehatan fisik, masalah psikologis, hubungan sosial dan penurunan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas hidup remaja selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan memilih 96 remaja sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan metode incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Game Addiction Scale for Adolescent dan WHOQOL-Bref, sedangkan analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil analisis data menunjukkan signifikansi nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan r = -0,711, menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah antara kecanduan game online dengan kualitas hidup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan game online maka kualitas hidup remaja akan semakin rendah. Kata Kunci: game online, kecanduan, kualitas hidup, remaja
Pencegahan Stigma Gangguan Jiwa dengan Pelatihan Community Mental Health Nursing Laili Nur Hidayati; Yanuar Fahrizal; Shanti Wardaningsih
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9479

Abstract

Kegiatan Community Mental Health Nursing (CMHN) memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, komprehensif dan paripurna. Pelatihan ini sebagai program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk memberikan dukungan dalam perawatan kesehatan jiwa. Perawat CMHN berupaya memberikan layanan untuk meningkatkan produktivitas klien dengan gangguan jiwa, yang dalam perkembangannya kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat.  Penerimaan lingkungan terutama lingkungan internal atau keluarga mendapatkan tekanan dari lingkungan sosial sehingga berdampak pada cara pandang klien. Pelatihan dilakukan pada kader Kesehatan jiwa perwakilan tiap kabupaten di wilayah DI Yogyakarta sejumlah 52 orang selama 2 hari kegiatan. Program pelatihan hari pertama dilakukan pre-test, pemberian materi secara online dan post-test, kemudian hari kedua melakukan deteksi kepada 10 keluarga secara langsung. Melalui pelatihan CMHN yang dilakukan ini dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stigma negatif gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Peningkatan kesadaran dari masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan sosial yang mendukung tahap pemulihan klien gangguan jiwa saat dirumah. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan masyarakat meningkat dari rata-rata skor pre-test 71,51 menjadi 91,76 saat post-test. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan manfaat dalam upaya promotive dan preventif sehingga status Kesehatan jiwa masyarakat dapat meningkat.
Enhancing teacher capacity and parental engagement during the covid-19 pandemic at ABA Kindergarten Resti Yulianti Sutrisno; Sutantri Sutantri; Pramitha Sari; Titih Huriah; Yanuar Fahrizal; Rausan Fikri Priyana Putra; Bertha Tesma Wulandari; Siti Nenti Sarifah
Community Empowerment Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10959

Abstract

The Covid-19 pandemic necessitates teachers to be creative in conducting learning. Based on preliminary studies, the problem faced by ABA Kindergarten is the lack of teacher ability in creating attractive and innovative online teaching media. Additionally, forums for parents are still limited regarding how to prepare for safe learning in the pandemic era. The aim of this service is to enhance teacher capacity in creating online teaching media and increase knowledge in preparing for safe offline (face-to-face) learning during the pandemic. The service methods used include: 1) workshop on making online teaching media for teachers, and 2) parenting seminar for parents, teachers, and cadres. The results of the first program showed an increase in teachers' abilities in creating online teaching media, with all participants being able to create online learning videos and upload it to YouTube. The results of the second program revealed good knowledge regarding preparation for offline learning, with an average posttest score for health preparation (77.8), nutritional preparation (94.4), and anticipating gadget addiction (94.4).
Sosialisasi Masalah Kesehatan Stunting Dan Hipertensi Di Kapadukuhan Madigondo Kalurahan Sidoharjo Kabupaten Kulon Progo Yanuar Fahrizal; Muhammad Iqbal Kholidin; Ananda Rizky Akbar; Annisa Fadilasari; Rahayu Cahyaningtias; Zahra Alisya Dewi P; Refisya Putri; David Tor Burbwa; Galang Hidayat Jati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1187

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata dari tugas dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian. Program pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan intrakulikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengangkat tema kesehatan ini dilaksanakan di Padukuhan Madigondo dengan berfokus melakukan pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hasil pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai kasus stunting dan hipertensi memalui program-program sosialisasi yang kami lakukan.
Edukasi Kesehatan dan Screening Penyakit Tidak Menular di Padukuhan Wonogiri Kalurahan Sidoharjo Kapanewon Samigaluh di. Yogyakarta Muhammad Miqdam Raisul; Desi Rahmawati; Aulia Fadillah; Mutiara Harul Aini; Lutfia Farras Azizah; Prima Ardi Nurcahyo; Dianing Aulia Puspitasari; Shiva Delpiani; Yanuar Fahrizal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu isu yang dihadapi pembangunan kesehatan saat ini adalah pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian terbesar di dunia, dengan kematian akibat penyakit tidak menular mencapai 36 juta jiwa per tahunnya (Sudayasa et al, 2020). Menurut prediksi demografi tahun 2010-2035, Indonesia akan memasuki fase penuaan, dengan 10% populasi berusia 60 tahun ke atas. Seiring bertambahnya usia, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak menular banyak muncuk pada lanjut usia (Rahaningmas et al., 2023). Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan lansia adalah keterbatasan mengakses pelayanan kesehatan. Selain itu, kurangnya informasi yang diperoleh lansia terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan menjadi penyebab peningkatan masalah kesehatan pada lansia di Masyarakat. Maka dari itu dilakukan penyuluhan dan screening PTM. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para lansia dapat mengetahui faktor risiko dan mengenali tanda gejala penyakit tidak menular. Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebanyak 14 orang teridentifikasi hipertensi dengan klasifikasi hipertensi sebagai berikut pra hipertensi sebanyak 5 orang, hipertensi tingkat 1 sebanyak 3 orang, hipertensi tingkat 2 sebanyak 6 orang. Kegiatan penyuluhan dan screening PTM diikuti oleh 27 peserta dari total 50 lansia. Namun, hanya 16 peserta yang mengikuti kegiatan screening penyakit tidak menular. Alasan warga tidak ingin melakukan pemeriksaan dikarenakan takut mengetahui hasil pemeriksaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar.
Application of Social Skills Training for Dementia Patients Experiencing Social Isolation Fahrizal, Yanuar; Daulima, Novy Helena; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.445-452

Abstract

Alzheimer's disease is one type of degenerative brain disease, meaning it worsens over time and leads to dementia. The total number of new dementia cases occurs every four seconds. Indonesia is among the countries with a population structure trending towards aging. Dementia has negative economic impacts. Other potential impacts include behavioral and emotional changes. Behavioral and emotional changes in dementia patients can manifest as social inhibition and social-interpersonal alterations. Dementia patients tend to experience social isolation. Nursing intervention in the form of Social Skills Training is required to enhance socialization skills. The objective of this case study is to assess the impact of social skills training treatment on the manifestation of social isolation symptoms in individuals with dementia. This study was a case report with a descriptive observational design. The sample of the case report consisted of 2 dementia patients who met the inclusion criteria of experiencing difficulties in socialization and receiving social skills training therapy for five sessions. Changes occurred after receiving the nursing intervention of social skills training, namely a decrease in signs and symptoms of social isolation. Nursing intervention through social skills training can reduce signs and symptoms of social isolation in dementia patients. 
Penerapan Terapi Guided Imagery pada Pasien Post Operasi Laparatomy dengan Kecemasan Sari, Amanda; Fahrizal, Yanuar
Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 2 No. 2 (2023): Strengthening Youth Potential for Sustainable Innovation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/umygrace.v2i2.438

Abstract

Introduction – laparatomy merupakan proses pembedahan dimana dilakukan sayatan pada daerah abdomen manusia, sehingga dapat menyebabkan trauma pada jaringan yang dapat menimbulkan persepsi nyeri dan respon psikologis yang menimbulkan kecemasan pada seseorang. Kecemasan biasanya terjadi pada seseorang sebelum operasi, tetapi hal ini bisa terjadi pada seseorang setelah melakukan operasi. Salah satu tindakan nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan yaitu terapi imajinasi terbimbing atau guided imagery. Terapi relaksasi guided imagery ini mengharuskan seseorang berfokus pada objek, suara atau pengalaman menarik tertentu untuk menenangkan pikiran. Purpose – Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah efektivitas terapi guided imagery terhadap penurunan kecemasan pasien post operasi di rumah sakit. Methodology – Penelitian ini menggunakan metode Case Report dengan memberikan intervensi dan pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner The Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A).Findings – Hasil penelitian ini ditemukan sebelum dilakukan terapi skor kecemasan 22 dalam kategori cemas sedang dan setelah dilakukan terapi selama 4 hari di rumah sakit skor kecemasan menjadi 5 dalam kategori tidak cemas, hal ini membuktikan bahwa terapi imajinasi terbimbing efektif menurunkan kecemasan pasien post operasi.Conclusion – Pada penelitian ini diharapkan terapi guided imagery dapat menjadi pilihan non farmakologi yang efektif dan mudah dilakukan untuk mengurangi kecemasan post operasi di rumah sakit dan terapi ini dapat di aplikasikan secara mandiri.
Pengaruh Self Help Group (SHG) Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Profesi Ners Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Aprilia, Friska; Fahrizal, Yanuar
Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 2 No. 2 (2023): Strengthening Youth Potential for Sustainable Innovation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/umygrace.v2i2.440

Abstract

Introduction – During the Corona Virus (Covid-19) pandemic whose cases are still up and down until now in March 2022, the prevalence of victims who were confirmed positive for Covid in Indonesia was around 5,948,610 and 153,411 victims who died. The Covid-19 incident which continues to increase every day has made health workers as frontline workers even more depressed due to increased workloads, increased anxiety about one's own health and fear of infecting others. Purpose – This study aims to determine the effect of Self Help Group (SHG) on anxiety levels in nursing professional students who are confirmed positive for COVID-19. Methodology/Approach – This study uses a quasi-experimental methods pre-test and post-test without control group, meaning that data collection is carried out before and after the intervention by giving a Self Help Group. The instrument used is HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) to measure the level of anxiety. Self Help Group is conducted four times a month, once a week with a total of 11 respondents. Findings intervention Self Help Group on a regular basis, in 11 nursing professional students there was a decrease in the level of anxiety. Anxiety experienced by students before being given the intervention was Very Severe Anxiety (46%), Severe Anxiety (18%), Mild Anxiety (18%), and No Anxiety (18%). After the intervention, there was a change in the level of anxiety with the results of Very Severe Anxiety (0%), Severe Anxiety (18%), Mild Anxiety (9%), and No Anxiety (73%). Originality/ Value/ Implication – Self Help Group has proven to be an effective intervention to reduce anxiety levels in nursing professional students who are confirmed positive for COVID-19.
Terapi Dzikir untuk Pengendalian Diri Pasien Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Asuhan Keperawatan Andrea, Ririn; Fahrizal, Yanuar
Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 2 No. 2 (2023): Strengthening Youth Potential for Sustainable Innovation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/umygrace.v2i2.469

Abstract

Introduction – Ketergantungan zat akan menyebabkan seseorang mengalami kondisi parah. Seseorang yang mengalami ketergantungan obat akan memiliki dampak terhadap pola pikir dalam nilai, agama dan norma. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap emosi pasien penyalahgunaan NAPZA yaitu marah, sedih, kecewa sampai putus asa. Sehingga perasaan seseorang tersebut akan mendapat ketenangan melalui terapi spiritual yaitu dzikir. Dzikir akan membantu seseorang menjadi lebih tenang dan merasa dalam lindungan-Nya serta menumbuhkan rasa percaya diri, aman dan tentram. Purpose – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dzikir terhadap kontrol diri pasien penyalahgunaan napza. Methodology – Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus pada pasien penyalahgunaan NAPZA. Satu pasien pengguna NAPZA terlibat dalam penelitian ini. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pengkajian, implementasi dan evaluasi. Finding – Pasien seorang wanita berusia 16 tahun kecanduan NAPZA. Kegiatan penelitian ini yaitu memberikan terapi dzikir. Pasien diminta untuk melakukan dzikir menggunakan tasbih digital. Hasil penelitian ini menemukan setelah dilakukan monitoring selama 8 hari terdapat perubahan yang signifikan terhadap kontrol diri pasien penyalahgunaan NAPZA. Originality/Value/Implication – Studi kasus ini dapat dilakukan pada pasien penyalahgunaan NAPZA terhadap kontrol diri dengan alat yang digunakan yaitu tasbih digital dalam implementasi penerapan spritual.
Penerapan Konseling Gestalt Terhadap Peningkatan Self Awerenes Pada Pasien Penyalahgunaan NAPZA: Case Report Adhe Akbar Rafsanjani; Yanuar Fahrizal; Triayana
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1196

Abstract

NAPZA, yang terdiri dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, adalah jenis senyawa yang umumnya dapat menyebabkan kecanduan bagi para penggunanya. Untuk mengatasi penyalahgunaan NAPZA dan meningkatkan kesadaran akan bahayanya. Self-awareness menjadi penting dalam mengatasi masalah pecandu narkoba karena memungkinkan individu memahami diri mereka dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan self awareness pada pasien penyalahgunaan NAPZA melalui konseling gestalt, pendekatan tersebut memusatkan perhatian pada diri pasien dan pengalaman yang dialaminya. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report) dengan pre-post experimental kepada satu responden laki-laki dengan penyalahgunaan NAPZA yang sedang direhabilitasi di RS Soerojo Magelang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk menilai self-awareness diadaptasi dari skala self-awareness. Kuesioner self-awareness terdiri dari 39 perteanyaan dengan didalamnya berisakan 13 pertanyaan untuk setiap variable. Dari hasil yang didapatkan penerapan konseling gestalt yang dilakukan selama 14 hari terhadap peningkatan self awareness pada pasien penyalahgunaan NAPZA didapatkan hasil dari kuesioner self-awareness terjadi pada penelitian ini dari kategori kurang baik menjadi katogeri baik. Terdapat pengaruh antara penerapan konseling gestalt terhadap self-awareness pada pasien penyalahgunaan NAPZA.
Co-Authors Adhe Akbar Rafsanjani Ananda Rizky Akbar Andrea, Ririn Annisa Fadilasari Aprilia, Friska Aulia Fadillah Baroroh Baroroh, Baroroh Bertha Tesma Wulandari Biantara, Irgi Bima Yoga Pratama Cintya Maharani Damayanti, Selvi Rizkia Daulima, Novy Helena David Tor Burbwa Desi Rahmawati Dianing Aulia Puspitasari Dwi Istiana Erma Ayu Fitriyanti Ervina Kusuma Wardani, Ervina Kusuma Fahmi Irfanudin Faiga, Nurul Falasifah Ani Yuniarti, Falasifah Ani Fani Melinda Eka Putri Galang Hidayat Jati Hafizuddin Slamet Irmawan Hasan, Shukir Saleem Ida Rochmawati Indira, Fatin Iqbal Muzizat Rianto Itheng Lestari, Fatonah Laili Nur Hidayati Laili Nur Hidayati, Laili Lestari, Nina Dwi Lutfia Farras Azizah Mariyana, Dian Mya Martin, Neil M Maryanto, Wulan Adelia Putri Muhammad Fahri, Muhammad Muhammad Iqbal Kholidin Muhammad Miqdam Raisul Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutiara Harul Aini Nabila Garnis Pramesti Nina Dwi Lestari Novy Helena Catharina Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Pamungkas, Niki Cucu Pramitha Sari Pratama, Bima Yoga Prima Ardi Nurcahyo Putri, Alyfia Sofyan Rahayu Cahyaningtias Rausan Fikri Priyana Putra Refisya Putri Resti Yulianti Sutrisno Risdiana, Nurvita Rismawati, Anisa Saputri, Reny Nur Sari, Amanda Sesanti Amiasih Shanti Wardaningsih Shanti Wardaningsih Shiva Delpiani Siti Nenti Sarifah Suryana, Rika Sutantri Sutantri Sutarjo, Puji Syahruramdhani, Syahruramdhani Syarifah, Rofiqotus Titih Huriah Triayana Triyana Triyana, Triyana Wahyulianto Wahyulianto Wati, Anisa Risma Zahra Alisya Dewi P Zinatul Mutaalimah