Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kia dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Bayi Tentang Anticipatory Guidance dan Pertolongan Pertama Kecelakaan Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Misniarti, Misniarti; Utario, Yossy; Haryani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12941

Abstract

ABSTRAK Masa anak merupakan masa dimana rasa ingin tahu mereka terhadap lingkungan sekitar sangat tinggi. Anak akan mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan menggunakan seluruh panca indaranya, tanpa memperhitungkan kemungkinan bahaya yang akan timbul sehingga dapat menyebabkan kecelakaan yang dapat melukai tubuh mereka bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mencegah kecelakaan pada anak maka ibu sebagai pengasuh harus mengetahui tentang prinsip antipacitory guidance sesuai dengan tahap perkembangan anak dan ibu juga harus mengetahui cara pertolongan pertama kecelakaan pada bayi supaya mencegah kecacatan atau kematian.  Pengabdian  masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan kader KIA dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas. Pengabdian Masyarakat mengunakan metode cara ceramah, diskusi, simulasi dan praktik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan peningkatan pengetahuan kader dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan disertai juga peningkatan kemampuan praktik kader dan ibu tentang pertolongan pertama kecelakaan pada bayi.  Kegiatan penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader KIA dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada bayi serta dapat meningkatkan keterampilan kader KIA dan ibu bayi tentang pertolongan pertama kecelakaan pada bayi yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Perumnas. Kata Kunci: Anticipatory Guidance, Kader KIA, Simulasi  ABSTRACT Childhood is a time when their curiosity about the surrounding environment is very high. Children will explore the surrounding environment using all their five senses, without taking into account the possibility of danger that may arise which can cause accidents that can injure their bodies and even cause death. To prevent accidents in children, mothers as caregivers must know the principles of antipacitory guidance according to the child's development stage and mothers must also know how to provide first aid for accidents in babies to prevent disability or death. This community service aims to increase the knowledge and skills of KIA cadres and mothers of babies regarding anticipatory guidance and first aid for accidents in babies in the Perumnas Health Center Working Area. Community Service uses lecture, discussion, simulation and practice methods. The results of community service activities found an increase in the knowledge of cadres and mothers of babies regarding anticipatory guidance and this was also accompanied by an increase in the practical abilities of cadres and mothers regarding first aid for accidents in babies. The outreach activities provided can increase the knowledge of KIA cadres and mothers of babies about anticipatory guidance and first aid for accidents in babies and can improve the skills of KIA cadres and mothers of babies about first aid for accidents in babies in the working area of the Perumnas Community Health Center. Keywords: Anticipatory Guidance, KIA Cadre, Simulation
PERAN KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK STUNTING MELALUI PIJAT TUINA DAN PMBA CURUP TENGAH ITA ZUBAIDA, YENNI PUSPITA; Andini, Indah Fitri; Febrina, Lydia; Esmiati, Farida; Utario, Yossy
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i1.1671

Abstract

Stunting must be a priority because its impact is very broad. Stunting has an impact on increasing the risk of morbidity and death, delayed motor development and hampered mental growth, increasing the risk of overweight and obesity, increasing the risk of degenerative diseases. The nutritional needs of toddlers will not be met if toddlers experience problems with eating and feeding children. One way to overcome this is through community service activities to empower posyandu cadres in the form of training to increase knowledge and skills in performing tuina massage and feeding babies and children. The target of the activity was 35 posyandu cadres in the District Work Area of Rejang Lebong in 2021. Training activities were carried out offline. The results of the participants' pretest and posttest showed an increase in knowledge of 27.0 and the results of the skills assessment using the checklist obtained an average score of 87. The community service activities by empowering posyandu cadres through training and mentoring can increase the knowledge and skills of posyandu cadres in carrying out tuina massage and IYCF.
Peningkatan Kompetensi Deteksi Dini Dan Intervensi Cepat Pada Kasus Gawat Darurat Neonatus Dan Anak Bagi Tenaga Kesehatan Di Rsud Kepahiang Bengkulu: Improving Competence in Early Detection and Rapid Intervention in Neonatal and Child Emergency Cases for Health Workers at Kepahiang Regional Hospital, Bengkulu Yuliana, Sri; Nafratilova, Mercy; Utario, Yossy; Andini, Indah Fitri; Wijaya, Andra Saferi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.48

Abstract

Abstract Neonatal and child mortality remain a serious public health problem both globally and nationally. Early detection and rapid intervention in neonatal and infant emergencies are crucial for healthcare workers and are a top priority for healthcare workers, especially midwives and nurses, as they are the forefront of maternal and child healthcare services. This community service, implemented in collaboration between the Bengkulu Ministry of Health's Polytechnic of Health and its healthcare partner, Kepahiang Regional Hospital, is part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, specifically in the aspect of Community Service. The Community Service activity took place on November 17-18, 2025, at Kepahiang Regional Hospital, and 89 participants were included in this activity. Evaluation results showed an increase in participant knowledge after participating in the education and training activities, with an average knowledge score of 58, and after the training, the average knowledge score increased to 86. It is recommended that similar activities be implemented on an ongoing basis and developed into skills-based training and competency certification to ensure the sustainability and validity of healthcare worker competency improvements.  Abstrak Kematian neonatus dan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Deteksi dini dan intervensi yang cepat dalam kasus kegawatdaruratan neonatal dan balita sangat penting untuk dimiliki oleh tenaga kesehatan, dan menjadi prioritas utama tenaga kesehatan terutama bidan dan perawat, karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan mitra layanan kesehatan dalam hal ini RSUD Kepahiang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 17-18 November 2025 di RSUD Kepahiang dan di ikuti 89 perawat dan bidan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan dengan data rata-rata skor pengetahuan 58, dan setelah kegiatan skor rata-rata pengetahuan menjadi 86. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan ke arah pelatihan berbasis keterampilan serta sertifikasi kompetensi guna menjamin keberlanjutan dan validitas peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.