Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Influence of Transformational Leadership Style and Military Organizational Culture on Soldier Performance at Makorem 101/Antasari Ari Aryanto; Ahmad Alim Bachri; Anisah, Hastin Umi
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 7 No. 2 (2024): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v7i2.224

Abstract

Improving the quality of soldier performance is greatly influenced by leadership and organizational culture. The aim of this study is analysis the influence of transformational leadership style and military organizational culture on the performance of soldiers in Makorem 101/Antasari. The research method is quantitative using partial least squarewith data analysis using Smart PLS 3.0 software. The study population consists of 100 soldiers from the Military Regional Command (MAKOREM) 101/Antasari. The result shows that transformational leadership style and military organizational culture on soldier performance.
The Influence of Transformational Leadership Style and Military Organizational Culture on Soldier Performance at Makorem 101/Antasari Ari Aryanto; Ahmad Alim Bachri; Anisah, Hastin Umi
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 7 No. 2 (2024): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v7i2.224

Abstract

Improving the quality of soldier performance is greatly influenced by leadership and organizational culture. The aim of this study is analysis the influence of transformational leadership style and military organizational culture on the performance of soldiers in Makorem 101/Antasari. The research method is quantitative using partial least squarewith data analysis using Smart PLS 3.0 software. The study population consists of 100 soldiers from the Military Regional Command (MAKOREM) 101/Antasari. The result shows that transformational leadership style and military organizational culture on soldier performance.
A Phenomenological Perspective on Transformational Leadership Style and Work Motivation of Soldiers at Korem 101/Antasari Ari Aryanto; Ahmad Alim Bachri; Anisah, Hastin Umi
Enigma in Economics Vol. 1 No. 2 (2023): Enigma in Economics
Publisher : Enigma Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61996/economy.v1i2.39

Abstract

This study aims to get a clear picture of the application of the transformational leadership style at Korem Antasari. This study seeks to explore the phenomenon of transformational leadership style and to find out and analyze whether the application of transformational leadership style has an effect on the work motivation of TNI AD soldiers at Korem 101/Antasari. Data for this study was collected from100 key informants whose willingness was based on snowball sampling and by observing as passive participants, semi-structured interviews, and with the help of open and closed question instruments. This research prioritized the emic perspective - with full attention to key informant perceptions. Miles and Huberman's phenomenological approach was used in this study. It was found that transformational leadership style has an effect on the work motivation of TNI AD soldiers at Makorem 101/Antasari.
ECONOMIC COMMUNITY EMPOWERMENT STRATEGIES IN BANJARMASIN BASED ON ENVIRONMENT CHARACTERISTIC FINANCIAL MODEL Syabarrudin, Agus; Ahmad Alim Bachri; Udiannoor; Hamdani
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 1 No. 4 (2020): Dinasti International Journal of Digital Business Management (June - July 2020)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijdbm.v1i4.361

Abstract

The objectives of the research conducted in Banjarmasin City are: 1) To assess and analyze economic financing patterns in the community based on slum environmental characteristics, 2) To assess and analyze the level of economic empowerment in the community, 3) To assess and analyze the characteristics of communities targeted for slum environment empowerment , 4) Identify and analyze community economic empowerment strategies through financing models for slums environment. The research method used in this study is quantitative descriptive supported by qualitative descriptive. The result of this prospective study suggests that further research needs to be done to focus on the appropriate financing model for the empowerment of slum community in Banjarmasin.
PERAN SERTA SATUAN PENDIDIKAN NON FORMAL SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) DAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM USAHA MENEKAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN BANJAR Yayuk Hartini; Ahmad Suriansyah; Ahmad Alim Bachri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9726

Abstract

Di Kabupaten Banjar, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat sebagai usaha untuk menekan angka putus sekolah dan memberikan kesemaptan untuk semua masyarakat usia sekolah untuk mendapatkan ijazah pendidikan sesuai jenjang masing-masing. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif terhadap fenomena dari aktivitas kegiatan pada setiap program di kabupaten Banjar yang berhubungan dengan satuan pendidikan non formal melalui sanggar kegiatan belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui beragam program yang diluncurkan sangat aktif dan responsif dalam usaha menekan angka putus sekolah. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan meningkatkan fungsi pendidikan non formal melalui SKB dan PKBM. Angka peningkatan yang menunjukan peningkatan yang tinggi baik dari segi jumlah siswa, jumlah tenaga pengajar dan jumlah satuan pendidikan non formal menunjukan bahwa keberadaan satuan pendidikan non formal di Kabupaten Banjar menjadi pilihan bagi para usia sekolah yang tidak bisa menamatkan pendidikan untuk mendapatkan ijazah setara pendidikan formal. Hal tersebut diharapkan menjadi sebuah jalan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pendidikan untuk kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan.
PEMBINAAN KARAKTER MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RELIGIUS PADA SISWA PAUD UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI EMAS INDONESIA Yenny Nurul Wulandari; Ahmad Suriansyah; Ahmad Alim Bachri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9727

Abstract

Karakter religius bersumber dari budaya religius. Budaya religius sendiri merupakan salah satu upaya untuk membentuk karakter agar peserta didik menjadi lebih mudah mencapai tujuan dalam pendidikan baik dari sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan konsep-konsep ketuhanan. Budaya religius merupakan cara berpikir dan bertindak warga sekolah yang didasari atas nilai-nilai religius. Dalam penelitian ini, kajian literature harus digunakan secara konsisten berdasarkan asumsi  metodologi.  Artinya  kajian  literatur  harus  digunakan  sehingga  tidak  menimbulkan pertanyaan-pertanyaan  yang  akan  diajukan  kepada  peneliti.  Peneliti  menggunakan  metode kualitatif .Pemerolehan pembelajaran dalam fase fondasi sangat penting untuk tumbuh kembang anak di fase berikutnya agar tujuan pendidikan untuk mencetak generasi emas bangsa di masa depan dapat tercapai. Terciptanya generasi emas bangsa dapat terwujud apabila satuan pendidikan mampu menekankan konsep pembinaan karakter yang , mampu mengembangkan semua jenis kecerdasan anak. Salah satu pembinaan karakter yang dikembangkan dalam pendidikan anak usia dini adalah pembinaan karakter religius. Pembinaan karakter religius memiliki berbagai pentingnya dalam kehidupan seseorang yang dapat membantu dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral, membantu mendorong perilaku yang jujur, baik dan bertanggung jawab. Pembinaan karakter religius sering kali mengajarkan empati, kasih sayang, kepedulian dan membantu membangun komunitas yang lebih baik
PEMBERDAYAAN DAN LITERASI TEKNOLOGI IOT UNTUK OTOMASI FILTRASI AIR GAMBUT SEBAGAI SOLUSI AIR BERSIH DAN KESEHATAN DI PESANTREN AL MUJAHIDIN KECAMATAN MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA Yuridka, Fitrah; Bachri, Ahmad Alim; Suriansyah, Ahmad
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v5i2.19179

Abstract

Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk otomasi filtrasi air gambut telah berkembang sebagai solusi inovatif dalam mengatasi masalah akses terhadap air bersih di berbagai daerah, termasuk di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya di Pesantren Al Mujahidin, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, dengan meningkatkan literasi teknologi IoT dan mengimplementasikan sistem filtrasi air berbasis IoT untuk mendukung ketersediaan air bersih dan kesehatan lingkungan.Air gambut yang seringkali menjadi sumber utama kebutuhan air di daerah tersebut memiliki karakteristik kandungan asam tinggi dan kualitas yang tidak memenuhi standar kesehatan. Melalui penggunaan teknologi IoT, sistem filtrasi dapat dipantau dan dikendalikan secara real-time, memastikan kualitas air yang dihasilkan tetap aman dan layak konsumsi. Otomasi ini juga memungkinkan pengelolaan penggunaan air secara efisien, mengurangi pemborosan, serta meminimalkan risiko kontaminasi.Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan literasi teknologi bagi anggota pesantren, instalasi perangkat IoT untuk pengawasan kualitas air, dan pengembangan sistem filtrasi otomatis yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal. Hasil dari implementasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam serta memberikan manfaat langsung dalam bentuk peningkatan kesehatan dan kenyamanan bagi penghuni pesantren.Dengan demikian, pemberdayaan melalui teknologi IoT diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah kualitas air di wilayah yang memiliki tantangan serupa, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan teknologi serupa di komunitas lain di Indonesia.
Analisis Sif Kerja, Masa Kerja, dan Budaya K3 dengan Fungsi Paru Pekerja Tambang Batu Bara Sholihah, Qomariyatus; Hanafi, Aprizal Satria; Wanti, Wanti; Bachri, Ahmad Alim; Hadi, Sutarto
Kesmas Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan batu bara merupakan salah satu sumber pencemaran udara berupa partikel debu batu bara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan bila terhirup manusia. Risiko kerja yang sering terjadi dapat berasal dari faktor pekerjaan atau perilaku pekerja sendiri, di antaranya sif kerja dan masa kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sif kerja, masa kerja, dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan fungsi paru pekerja tambang batu bara. Penelitian ini merupakan desain kasus kontrol dengan jumlah masing-masing sampel untuk kasus dan kontrol sebesar 178 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober November 2014 di PT. X Kalimantan Selatan. Hasil penelitian berdasarkan uji kai kuadrat, didapatkan nilai p = 0,044 untuk sif kerja, 0,028 untuk masa kerja, dan 0,013 untuk budaya K3. Berdasarkan hasil uji regresi logistik, didapatkan nilai p sif kerja 0,01 dengan OR = 3,934. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sif kerja dengan fungsi paru, dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan budaya K3 dengan fungsi paru. Sif kerja merupakan variabel independen yang paling dominan memengaruhi fungsi paru. Coal mining is one source of air pollution caused in form of coal dust particle that may interfere with health of breathing if inhaled by human. Occupational risks often occurred may come from occupational factor or worker’s behavior itself, ones of which are work shift and work period. This study aimed to determine relations of work shift, work period and occupational health and safety (OHS) culture with lung function of coal mining worker. This study was control case design with each amount of sample for case and control was 178 respondents. The study was conducted on October – November 2014 at PT X in South Borneo. Results based on chisquare test showed p value = 0.044 for work shift, 0.028 for work period and 0.013 for OHS culture. Based on logistic regression test results, p value for work shift was 0.01 with OR = 3.934. As conclusion, there is a relation between work shift with lung function, then there is no relation found between work period and OHS culture with lung function. Work shift is an independent variable most dominantly influencing the lung function.
Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif, Kompensasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Divisi Coal Processing And Barge Loading – Pt Adaro Indonesia Ardiansyah, Muhamad Faried; Bachri, Ahmad Alim
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i11.459

Abstract

Kinerja karyawan haruslah dipertahankan atau ditingkatkan guna mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sebab, kinerja karyawan adalah salah satu komponen penentu kinerja perusahaan. Kinerja karyawan dapat terpengaruh dari beberapa faktor, yaitu:kepemimpinan partisipatif, kompensasi dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan partisipatif, kompensasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini berjenis eksplanatif kausalitas. Populasi penelitian ini adalah para karyawan non-manajemen Divisi Coal Processing and Barge Loading (CPBL) PT Adaro Indonesia, yang bekerja lebih dari 1 tahun, berjumlah 267 orang karyawan. Dari teknik sampling stratified random sampling didapat sebanyak 160 responden, dengan distribusiproportional sampling. Responden yang mengembalikan kuesioner sebanyak 130 responden atau 81% respon dari hasil penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan deskriptif analisis dan regresi linear berganda. Uji hipotesis dilakukan dengan uji t dengan tingkatkepercayaan 95%. Hasil uji hipotesis disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja karyawan (p=0,000), terdapat pengaruh signifikan kompensasi terhadap kinerja karyawan (p=0,000) dan terdapat pengaruh signifikanpula kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan (p=0,048). Dengan kesimpulan tersebut dapat diambil rumusan bahwa kepemimpinan partisipatif, kompensasi dan kepuasaan kerja yang diterima dan dirasakan karyawan, berdampak terhadap kinerja karyawan PT. AdaroIndonesia.
Leading Green, Acting Green: Green HRM as a Bridge from Leadership to Employees’ Sustainable Practices in Sasirangan SMEs MEISKE CLAUDIA; Bachri, Ahmad Alim; Dahniar; Dewi, Maya Sari; Wandari, Wimby; Wahyudi, Muhammad Haikal; Sya'ban, Rahmat
International Journal of Economics, Business, and Entrepreneurship Vol 8 No 2 (2025): IJEBE July-December 2025
Publisher : FEB - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ijebe.v8i2.357

Abstract

This study examines the influence of Green Transformational Leadership (GTL) on Employee Green Behavior (EGB) with Green Human Resource Management (Green HRM) as a mediating variable in small and medium-sized enterprises (SMEs) producing Sasirangan fabric in Banjarmasin, Indonesia. Using a quantitative approach, data were collected through a census survey of 155 employees across 41 SMEs. The data were analyzed with Structural Equation Modeling using Partial Least Squares (SEM-PLS). The results show that GTL significantly affects both EGB and Green HRM, while Green HRM positively influences EGB. Furthermore, Green HRM mediates the relationship between GTL and EGB, with the indirect effect stronger than the direct effect. These findings highlight the critical role of leadership and human resource practices in fostering pro-environmental behavior among employees in traditional creative industries. The study contributes to extending sustainability research beyond large corporations by offering empirical evidence from SMEs rooted in local cultural heritage. Keywords: Green Transformational Leadership, Employee Green Behavior, Green Human Resource Management, Sustainability, SMEs, Sasirangan Industry