Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Kemampuan Wacana dan Kemampuan Berpikir Logis terhadap Keterampilan Mengedit Siswa Kelas IX SMP Negeri 12 Padang Asvidyanti, Asvidyanti; Atmazaki, Atmazaki; Manaf, Ngusman Abdul
Journal of Education Language and Innovation Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v1i2.28

Abstract

The goal of this study is to explain the contribution of discourse ability, logical thinking, discourse ability, and logical thinking ability for IX grade student’s editing skill of 12 Junior High School Padang. This is quantitative study with descriptive method and correlational design using. The population of this study are the 228 students of IX grade students at SMP Negeri 12 Padang. Samples comprises of 70 students were obtained using Cluster random sampling. The data is analyzed by using Pearson Product Moment (PPM) corelation test, multiple correlation tes, t test, F test, determinant coefficient formula to know how much independent variables contribute to dependent variables either alone or collectively. The result of this study is as follows. (1) Discourse ability gives significant 64% for editing skills because tcount > ttable or 11 > 1,671. (2) Logical thinking ability gives significant contribution 68,89% for editing skills because tcount > ttable or 12,21 > 1,671. (3) Discourse ability and logical thinking give significant contribution 70,56% for editing skill because F count > F table or 153,391 > 3,14. So, it could be concluded that discourse ability and logical thinking, either alone or collectively give significant contribution for editing skill of IX grade students of 12 Junior High School Padang.
Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia pada Proses Pembelajaran di SMP Diana, Ria Elva; Manaf, Ngusman Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2759

Abstract

Masalah penelitian ini adalah berdasarkan peristiwa dalam proses berkomunikasi antara pelajar terhadap guru karena kurang memperdulikan pengunaan prinsip kesantunan yang terjadi saat proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ada menjelaskan pengunaan prinsip kesantunan dalam tindak tutur direktif menyuruh oleh guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data (SBLC). Data dalam penelitian ini berupa tuturan direktif guru sumber data adalah guru bidang studi bahasa Indonesia yang ada di SMP Negeri 21 Merangin SMP Negeri 32 Merangin dan SMP Negeri 43 Merangin. Hasil yang diperoleh berdasarkan temuan penelitian tuturan guru bahasa Indonesia SMP Negeri 21 Merangin, SMP Negeri 32 Merangin dan SMP Negeri 43 Merangin Jumlah tuturan yang teridentifikasi tindak tutur menyuruh terdiri dari 668 tuturan pematuhan maksim kesantunan berjumlah 324 tuturan yang terdiri dari maksim (1) Maksim Kearifan, (2) Maksim Kedermawanan, (3) Maksim Pujian, (4) Maksim Kerendahan Hati, (5) Maksim Kesepakatan dan (6) Maksim Kesimpatian. Berdasarkan temuan penelitian kesantunan berbahasa yang sering digunakan guru dalam mematuhi kesantunan berbahasa tindak tutur direktif menyuruh adalah maksim kearifan. Konteks tuturan yang banyak digunakan dalam pematuhan maksim S3 (-S,+R) situasi 3 dengan konteks topik tutur tidak sensitif dan suasana tidak tenang dan S4 (-S,-R) situasi 4 dengan konteks topik tutur tidak sensitif dan suasana tenang.
Strategi Bertutur dalam Tindak Tutur Ekspresif Siswa pada Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Oktavia, Wita; Manaf, Ngusman Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2783

Abstract

Ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini didasari alasan adanya tindak tutur ekspresif yang berpotensi menjatuhkan muka sehingga tindak tutur tersebut perlu dilengkapi dengan penggunaan strategi bertutur yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penggunaan strategi bertutur dalam tindak tutur mengucapkan terima kasih dan mengkritik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan yang digunakan siswa yang menunjukkan adanya strategi bertutur dalam tindak tutur mengucapkan terima kasih dan mengkritik pada saat proses pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung. Instrumen penelitian berupa gawai, alat tulis, dan lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik    simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Hasil penelitian diperoleh data bahwa frekuensi penggunaan strategi bertutur paling banyak, yaitu (1) bertutur terus terang tanpa basa-basi, (2) bertutur terus terang dengan kesantunan positif, (3) bertutur terus terang dengan kesantunan negatif, dan (4) bertutur samar-samar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi bertutur yang paling banyak adalah staretgi bertutur terus terang tanpa basa-basi dengan konteks penutur memiliki kedudukan yang lebih rendah dari mitra tutur dan penutur memiliki kedudukan yang sama dengan mitra tutur, serta topik yang dibahas tidak sensitif.
Strategi Bertutur Mengkritik dan Menolak Oleh Politikus dalam Gelar Wicara Wacana Politik di Televisi dan Pemanfaatanya dalam Pembelajaran Herman, Hidayat; Manaf, Ngusman Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3153

Abstract

Strategi berututur politikus dalam menyampaikan kritik dan penolakan sering menjadi permasalahan di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi bertutur mengkritik dan menolak oleh politikus dalam gelar wicara wacana politik di televisi dan pemanfaatanya dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan atau kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Rocky Gerung, Refly Harun, Fahri Hamah, dan Fadli Zon. Sumber data dalam penelitian ini adalah acara televisi yaitu “Indonesia lawyers Club” yang sudah dipublikasikan di platform youtube kemudian ditranskipkan. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, panyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi berututur dalam tindak tutur mengkritik dan menolak yang paling sering digunakan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi dengan konteks penutur sama kedudukanya dengan mitra tutur. Sedangkan strategi berututr yang paling sedikit frekuensi penggunaannya adalah strategi bertutur samar-samar dengan konteks penutur juga sama kedudukannya dengan mitra tutur. Topik yang dibahas adalah topik yang sensitif dengan mengangkat isu-isu politik yang populer di tengah masyarakat. Pemanfaatan strategi bertutur yang digunakan oleh politikus adalah dengan membuat bahan ajar yang sesuai dengan kompetensi dasar pada aspek berbicara. Kompetensi dasar yang berkaitan langsung dengan strategi bertutur adalah wawancara, berpidato, presentasi, memberikan kritikan, ceramah dan kegiatan berbicara lainnya.
TINDAK TUTUR DIREKTIF MENYURUH TOKOH PROTAGONIS DALAM NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA KARYA TERE LIYE/DIRECTIVE MEASURING OF PROTAGONIC CHARACTERS IN BIDADARI-BIDADARI SURGA NOVEL KARYA TERE LIYE Mia Salfita; Ngusman Abdul Manaf
Aksara Vol 33, No 1 (2021): AKSARA, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i1.504.111-120

Abstract

AbstrakPenelitian terhadap novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye ini bertujuan untuk menjelaskan kesantunan tindak tutur menyuruh pada tokoh protagonis dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Data penelitian ini adalah tindak tutur direktif menyuruh pada tokoh protagonis dalam novel tersebut. Data dikumpulkan dengan cara membaca dan memahami novel, mencatat kata, frasa, klausa, dan kalimat tokoh yang dapat dirumuskan sebagai bagian dari tuturan maupun tindak tutur menyuruh, dan menginventarisasikan data berdasarkan masalah-masalah tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Data dianalisis dan dibahas berdasarkan teori pragmatik. Dalam penelitian ini ditemukan sembilan tuturan tindak tutur direktif menyuruh, yang menunjukkan bahwa tokoh protagonis dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye cenderung melakukan tindak tutur menyuruh secara santun. Strategi bertutur tokoh utama dalam novel cenderung menggunakan tindak menyuruh kepada adik-adiknya. Kata kunci: tindak tutur direktif menyuruh, pragmatik, novel, Bidadari-Bidadari Surga AbstractThis research on the novel Bidadari-Bidadari Surga by Tere Liye aims to explain the politeness of the speech acts of the protagonist in Tere Liye's novel Bidadari-Bidadari Surga. This type of research is qualitative research using descriptive methods. The data source in this research is the novel Bidadari-Bidadari Surga by Tere Liye. The data of this research are directive speech acts ordered to the protagonist in the novel. Data were collected by understanding the novel, noting down words, phrases, clauses, or sentences that can be formulated as part of speech acts, and making an inventory of the data based on the problems of directive speech acts contained in Tere Liye's novel Bidadari-Bidadari Surga. Data were analyzed and based on pragmatic theory. The results of this study shows nine directive ordered speech act utterances, which indicate that the protagonist in the novel Bidadari-Bidadari Surga by Tere Liye tends to perform speech acts politely. The strategy of telling the main character in the novel tends to use commands to order his younger siblings. Keywords: directive speech act ordered, pragmatic, novel, Bidadari-Bidadari Surga 
PEMOSISIAN PELAKU DAN KORBAN DALAM BERITA KRIMINAL TENTANG PEMBUNUHAN DI BERITA ONLINE TRIBUN NEWS.COM Deriz Nius Hura; Ngusman Abdul Manaf; Syahrul Ramadhan
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.522.95-108

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan teori inclusion theo van leeuwen dalam berita kriminal pembunuhan di berita online tribun news.com.  Pengumpulan data dilakukan beberapa tahap, yaitu  (1) membaca dan memahami wacana, (2) menandai bagian-bagian wacana yang berhubungan dengan teori inclusion theo van leeuwen, dan (3) mengumpulkan kalimat dalam wacana yang berhubungan dengan teori inclusion theo van leeuwen dengan menggunakan format inventarisasi data. Penganalisasan data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada berita kriminal pembunuhan di berita online tribun news,  dapat disimpulkan ada lima judul berita  yang terdapat dengan menggunakan teori inclusion theo van leeuwen antara lain, objektivita-abstraksi, nominasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiaso-disosiasi. Dari teori di atas, dapat dinyatakan dalam menulis berita kriminal pembunuhan di berita online tribun news, wartawan tidak memarjinalkan korban. Dalam membuat judul berita wartawan tidak menyembunyikan pelaku. The purpose of this study is to analyze the use of Theo Van Leeuwen’s inclusion theory in murder crime news in the news stands online news.com. The method used is the discourse analysis of Theo Van Leeuwen’s model. Data collection is carried out through three stages, namely (1) reading and understanding the discourse contained in criminal news about murders in the online news stands news.com aims to gain an understanding of the content of the discourse under study, (2) marking the discourse parts that are related with Theo Van Leeuwen’s inclusion theory, and (3) collecting sentences in discourse related to Theo Van Leeuwen’s inclusion theory using a data inventory format. Analyzing data is done descriptively. Based on the results of research conducted on criminal news about killings in the online news stands news. com it can be concluded that there are five news titles contained using Theo Van Leeuwen’s inclusion theory, including objectivity-abstraction, nomination-categorization, nominationidentification, assimilation- individualization, and association-dissociation. From the above theory, it can be stated that in writing criminal news about murders in the news online the news.com stands the journalists do not marginalize victims. In making headlines, reporters keep hiding the perpetrators. Concealment of the perpetrators by journalists is done by usingpassive sentences in the headline.Keywords: critical discourse analysis, perpetrators and victims, inclusion theo van leeuwen
Types of Speech Strategies in Critical Speech Acts by Urban Society in Indonesian Metropop Novels Febrianto, Yoko; Manaf, Ngusman Abdul
Journal of Languages and Language Teaching Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i2.14201

Abstract

Communicating in activities is an activity that can never be separated from human life. Inappropriate communication can make the other person interpret the conversation with a different meaning, including the wrong meaning. The use of critical language must be clarified with its intent. The use of this speech act is carried out not only verbally but also in writing. Thus, in speaking, it is not only found in oral communication but also in written communication, for example novels. Therefore, it is necessary to explain the types of speech strategies in speech acts of criticizing urban society in Indonesian metropop novels. This study is about speech strategies in the form of speech acts criticizing urban society in metropop novels using a mixed method research type. The research instrument is the researcher himself who is equipped with an inventory format, identification, and data classification. The results of this study are that the most common speech strategy found is the strategy of speaking without further ado. Meanwhile, the least is in the strategy of speaking frankly with positive politeness. The implications of this study can be applied in the learning process, namely in the related basic competencies, namely commenting on original or translated youth novel excerpts (KD 14.1) in junior high school class VIII semester two.
Types of Speech Strategies in Critical Speech Acts by Urban Society in Indonesian Metropop Novels Febrianto, Yoko; Manaf, Ngusman Abdul
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i2.14201

Abstract

Communicating in activities is an activity that can never be separated from human life. Inappropriate communication can make the other person interpret the conversation with a different meaning, including the wrong meaning. The use of critical language must be clarified with its intent. The use of this speech act is carried out not only verbally but also in writing. Thus, in speaking, it is not only found in oral communication but also in written communication, for example novels. Therefore, it is necessary to explain the types of speech strategies in speech acts of criticizing urban society in Indonesian metropop novels. This study is about speech strategies in the form of speech acts criticizing urban society in metropop novels using a mixed method research type. The research instrument is the researcher himself who is equipped with an inventory format, identification, and data classification. The results of this study are that the most common speech strategy found is the strategy of speaking without further ado. Meanwhile, the least is in the strategy of speaking frankly with positive politeness. The implications of this study can be applied in the learning process, namely in the related basic competencies, namely commenting on original or translated youth novel excerpts (KD 14.1) in junior high school class VIII semester two.
Exploring Speech Strategies in Directive Speech Acts in Contemporary Indonesian Novels Rejeki, Winda Putri; Manaf, Ngusman Abdul
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i4.17390

Abstract

One prominent type of speech act found in communication and literary texts is the commanding speech act. This type of speech act consists of utterances that express commands, often characterized by imperative sentence structures. Commanding speech acts are commonly found in prose literary works, including novels. Therefore, this study aims to analyze speech act strategies in contemporary novels with themes of urban adolescent life, focusing on the distribution of speech act types, the relationship between the speaker and listener, and the pragmatic functions of the utterances. The study applied a qualitative study using observation and note-taking techniques to analyze dialogue data from the novels' characters. Data were collected from three novels: Hanna, Transit, and Malioboro at Midnight. The analysis results show that direct, no-nonsense strategies are the most dominant type, followed by direct strategies with positive politeness and direct strategies with negative politeness. Indirect or ambiguous strategies are rarely used, while internal monologue strategies are not found. The choice of speech act strategies is influenced by relational closeness and social hierarchy, with the context of equal status and familiarity being predominant. Speech act strategies support the narrative by strengthening character relationships, creating tension, or introducing humor, ultimately enriching the reader's experience in understanding the conflicts and dynamics of the characters' interactions. This research contributes to pragmatic studies, particularly in understanding speech act strategies in contemporary literary works.    
Penggunaan Kesantunan Positif dalam Teks Baliho Calon Anggota DPRD Kota Padang untuk Menarik Simpati Calon Pemilih Frisca Waruwu, Elly; Abdul Manaf, Ngusman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan kesantunan positif dalam teks baliho calon anggota DPRD Kota Padang untuk menarik simpati calon pemilih. Teori yang digunakan adalah strategi kesantunan positif yang digagas oleh Brown & Levinson. Data dalam penelitian ini adalah konteks tutran kesantunan positif dalam teks baliho calon anggota DPRD Kota Padang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1) peneliti mengumpulkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian, yakni membahas penggunaan positif dalam baliho caleg DPRD di Kota Padang; 2) peneliti mengklasifikasikan temuan data berdasarkan jenis kesantunan positif dan; 3) peneliti melakukan interpretasi data; dan 4) melakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 7 realisasi kesantunan positif, yakni (1) memberikan perhatian kepada lawan tutur, (2) menyamakan pandangan, (3) menunjukkan pengetahuan penutur dan mempertimbangkan keinginan penutur, (4) menawarkan diri atau berjanji, (5) bersikap optimis, (6) melibatkan mitra tutur dalam aktivitas tutur, dan (7) memberi asumsi atau menegaskan timbal balik.
Co-Authors Abdurahman . Afnita Afnita Afrinaldi Afrinaldi Agustina Agustina Alfioda, Tia Ali Djamhuri Amelia, Nadya Anggun Satriani Anoza Citra Paramita Asvidyanti, Asvidyanti Atmazaki Atmazaki Azmi, Sari Putri Deriz Nius Hura Dernius Hura Dewi Anggraini Dewi, Anisa Kumala Diana, Ria Elva Emidar Emidar Ena Noveria Ermawati Arief Fajri, Danty Awalliah Febriani Khatimah Herfani Febrianto, Yoko Febrina Riska Putri Febuana Rosita Frisca Dilla Frisca Frisca Waruwu, Elly Frisca, Frisca Dilla Halid, Elan Harris Effendi Thahar Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin WS Hasnah Faizah AR Hendrika Era Farida Herman, Hidayat Hidayat Herman Husnil Amalia Icha Dwi Kartika Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idewarni . Ismail Rahmad Daulay Janiatul Azizah Kartini Kartini Kemala, Anisia Khairatun Nisa Lailatul Mutia Alda Lisa Yuniarti Liza Halimatul Humairah Liza Halimatul Humairah M . Firdaus Maria Adriana Mariratul Mawaddah Maulidiani, Nia Mella Andriana Mia Salfita Muhammad Sidiq Muhammad Sidiq Muhibul Fahmi Nila Oktami Nila Oktami Norliza Jamaluddin Novia Juita Novita Juita Nurtia, Syafni oktavia, wita Putra, Rifaldo Sal Putri Apika Sari Putri Wahyuni R.,, Syahrul Rahman, Milna Ramadhani, Nia Elsa Rani Wulandari Ranti Permatasari Ranti Permatasari Rejeki, Winda Putri Ria Elva Diana Rianti, Nofrika Rosendra, Nayatri Putri Sari, Windy Aulia Sefrianto, Remon Septria, Fauzie Siska Andes Madya Susanti, Weni Sutia, Trisna Syahrul R Syahrul R Syahrul R, Syahrul Syamsul Arifin Syuriadi, Helki Tressyalina Tressyalina Tressyalina Widya Pangestika Winda Putri Rejeki Windi Rostanti Wita Oktavia Yaditta, Puji Detty Yudha, Nicky Prima Yulina Wisna Jaya Yunni Damayanti Yustitiayu Novelly