Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

THE USE OF ICE BREAKING ON THE PROCESS OF WORKSHOP AND ENTERPREUNER LEARNING TO IMPROVE MOTIVATION AND LEARNING OUTCOMES OF STUDENT X IS2 CLASS AT SMAN 4 BANDA ACEH Sri Erlaini Arima; Yuli Heirina Hamid; . Indani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the learning strategies that use to improve motivation and learning outcomes is by using ice breaking. The research that titled The use of Ice breaking on the process of workshop and entrepreneur learning to improve motivation and learning outcomes of student X IS 2 class at SMAN 4 Banda Aceh is aimed to see (1) learning motivation of student with using ice breaking in the workshop and entrepreneur learning process X IS 2 class at SMAN 4 Banda Aceh, 2016/2017 Academic Year amounting to 30 students. The approach taken in this research is quantitative approach, when data obtained, and then processed using statistic method and explained again using words (narration). While the type of research is PTK (Classroom Action Research). The instrument data of data collection are RPP (Lerning Implementation Plan), observation sheet, (observation) teacher and student activity, student worksheet, student motivation sheet on the teaching and learning process with implement ice breaking learning strategy that the learning outcomes analysed using precentage test and student motivation analysed by reference to the criteria of the result of the analyse of the learning motivation. Based on the data analyse can be concluded that: (1)Using Ice breaking on the workshop and entrepreneur learning XIS2 class at SMAN 4 Banda Aceh 2016/2017 Academic Year is increase, it is seen from the results of classical learning completeness from 63,33 % on first sicluss to 86,67% on second sicluss with increased 23,34%. (2) student motivation sheet is increased too from enough category to be good. Average score of motivation obtained on the questionnaire in first sicluss that followed 30 students 64,57% is classified enough. While average score of motivation second sicluss 78,03% is classified good with incerased 13,46%.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP STICK BIJI DURIAN (Durio zibethinus murr) Putri Mardhatillah; Rahmi Kamal; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tingkat kesukaan (preferensi) konsumen suku Aceh, suku Jawa dan suku Batak terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) stick biji durian dengan menggunakan dua perlakuan yaitu dengan menggunakan bahan biji durian 71% dan biji durian 85%. Tujuan penelitian ini adalah menstandarisasikan resep stick biji durian, mengetahui bagaimana karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) pada stick biji durian dan mengetahui bagaimana tingkat kesukaan (preferensi) konsumen terhadap stick biji durian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 7 orang narasumber dan uji tingkat penerimaan (Acceptability test) yang diujicobakan kepada 30 orang panelis konsumen yaitu 10 orang panelis konsumen suku Aceh, 10 orang panelis konsumen suku Jawa dan 10 orang panelis konsumen suku Batak. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 71% lebih disukai oleh narasumber dan panelis konsumen suku Aceh yaitu warna (60%), aroma (60%), kerenyahan (50%), rasa (100%). Suku Jawa: warna (50%), aroma (60%), kerenyahan (50%), rasa (50%) dan suku Batak: warna (90%), aroma (40%), kerenyahan (50%), rasa (50%). Resep stick biji durian pada ulangan pertama terdiri dari 500 gram biji durian, 200 gram tepung tapioka, 10 gram garam dan 1 kg minyak goreng untuk menggoreng stick biji durian, berdasarkan nilai rata-rata resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 71% lebih tertinggi dibandingkan dengan resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 85%
STANDARISASI RESEP BROWNIES KUKUS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PISANG OWAK (Musa Paradisiaca. L) Helyanti Muharamah; Laili Suhairi; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung pisang owak adalah tepung pisang yang diperoleh dari pisang owak melalui proses pengupasan, penjemuran, dan penggilingan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui resep standar brownies kukus dengan penambahan tepung pisang owak (2) mengetahui daya terima konsumen terhadap penambahan tepung pisang owak didalam pembuatan brownies kukus, dan (3) mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) pada brownies kukus dengan penambahan tepung pisang owak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data-data dari uji penerimaan dianalisis menggunakan analisis varian (anava) satu jalur pada pembuatan brownies kukus yang diperoleh dari narasumber, panelis siswa-siswi (SMKN 3 Banda Aceh). Pengumpulan data dilakukan dengan uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 7 orang narasumber, dan uji penerimaan (Hedonic Scale) yang diuji cobakan kepada 30 orang panelis konsumen yaitu murid SMKN 3 Banda Aceh. Resep standar brownies kukus dengan penambahan tepung pisang owak yaitu (BK550) yang terdiri dari tepung terigu 30 gram, tepung pisag owak 30 gram,gula pasir 112 gram, telur ayam 164 gram, coklat bubuk 17 gram, coklat batang, 50 gram, dan margarin 60 gram. Simpulan dari penelitian ini adalah narasumber dan panelis konsumen menyukai brownies kukus (BK550) 85%.Kata kunci : Standarisasi, Brownies kukus, Pisang owak
PENGARUH PENAMBAHAN REBUNG BETUNG (Dendrocalamus Asper) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN PADA KERUPUK Nova Rizkiani; Rahmi Kamal; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penambahan rebung betung (DendrocalamusAsper), yang diolah menjadi kerupuk. Rebung betung merupakan jenis sayuran yang sudah dikenal, mempunyai tekstur renyah, manis dan memiliki bau khas rebung betung. Mengandung kalium yang dapat menurunkan tekanan darah, fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin C, serat dan protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh resep standar, pengaruh penambahan rebung betung terhadap karakteristik organoleptik dan pengaruh penambahan rebung betung terhadap tingkat penerimaan konsumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk eksperimen. Data penelitian ini bersumber dari para narasumber dan konsumen. Pengumpulan data dilakukan dengan uji pengamatan dan uji penerimaan. Uji pengamatan dilakukan menggunakan kartu penilaian untuk Sensory Evaluation dan uji penerimaan dilakukan menggunakan kartu penilaian untuk Hedonic Scale. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukan bahwa kerupuk rebung betung 150gr (50%) dengan nilai rata-rata 16,52 lebih disukai konsumen dibandingkan kerupuk rebung betung 75gr (25%) dan 225gr (75%). Hal ini dikarenakan kerupuk dengan campuran rebung betung 150gr (50%) memiliki warna krem muda, aroma harum, tekstur renyah dan rasa yang gurih, dengan demikian penambahan rebung betung pada pembuatan kerupuk dapat diterima. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengamatan narasumber terhadap karateristik organoleptik pada kerupuk dengan penambahan rebung betung memberikan pengaruh yang nyata. Hasil uji kesukaan panelis konsumen terhadap warna, aroma, testurdan rasa kerupuk dengan penambahan rebung betung 50% memiliki warna yang baik, aroma harum, tekstur sangat renyah dan rasa yang sangat gurih. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan rebung betung untuk dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan panganan.
Deteksi Dini dan Edukasi Psikososial Terhadap Pencegahan Resiko Bunuh Diri pada Remaja Junizar; Yuli Heirina Hamid
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/yaq8xd34

Abstract

Pencegahan risiko bunuh diri pada remaja merupakan isu kesehatan mental yang sangat penting, mengingat tingginya angka bunuh diri di kalangan kelompok usia tersebut. Deteksi dini dan edukasi psikososial menjadi langkah kunci dalam mencegah tindakan bunuh diri dengan memberikan pemahaman kepada remaja tentang bagaimana mengenali gejala depresi, stres, dan masalah psikologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran deteksi dini dan edukasi psikososial dalam pencegahan bunuh diri pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan survei untuk mengumpulkan data dari remaja di beberapa sekolah menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengikuti program deteksi dini dan edukasi psikososial memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik tentang tanda-tanda peringatan bunuh diri dan lebih siap untuk mencari bantuan. Selain itu, pendidikan tentang keterampilan koping psikologis seperti manajemen stres dan teknik relaksasi terbukti efektif dalam mengurangi kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Studi ini menekankan pentingnya pengintegrasian program pencegahan bunuh diri berbasis deteksi dini dan edukasi psikososial dalam sistem pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan mental remaja.
Pembinaan Masyarakat dalam Produksi Minuman Kelor untuk Detoksifikasi dan Peningkatan Kesehatan Safrida; Yuli Heirina Hamid; Fathamira Hamzah, Diza; Nadiya, Sharah
JKA Vol. 2 No. 2 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/7n5z6254

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pembinaan produksi minuman kelor sebagai upaya detoksifikasi dan peningkatan kesehatan. Program ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun kelor dan keterampilan dalam mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan (budidaya kelor, pengolahan, pengemasan, pemasaran), pendampingan intensif, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang manfaat kelor, keterampilan dalam produksi minuman kelor, serta potensi ekonomi melalui penjualan produk. Minuman kelor yang dihasilkan juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui kandungan nutrisi dan antioksidan yang membantu detoksifikasi tubuh. Program ini membuktikan bahwa pembinaan masyarakat dalam pengolahan sumber daya lokal dari daun kelor dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.