Industri perkebunan terutama tebu memiliki nilai yang sangat penting di mata masyarakat sebagai mata pencaharian, juga berimplikasi lebih pada pergerakan roda ekonomi. Tercatat di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon pada tahun 2020 pabrik gula setempat sempat berhenti beroperasi, disebabkan kurangnya pasokan tebu. Data terbarukan pada tahun 2019 sampai dengan 2021 tercatat jumlah produksi di Kecamatan Lemahabang tergolong fluktuatif. Ketidaktetapan ini membuat produksi dan harga gula pun tidak menentu, sehingga mempengaruhi pasar yang berimbas pada pendapatan petani tebu. Maka diperlukan analisis dan pengkajian yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, modal, tenaga kerja, jumlah produksi, dan teknologi terhadap pendapatan petani tebu di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang sumber datanya bersifat primer, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner/angket, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini didapatkan melalui petani tebu yang populasinya berjumlah 178 dengan total sampel sebanyak 64 petani tebu. Data yang terdapat dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistika (BPS) Kabupaten Cirebon, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lemahabang, dan Kantor Kecamatan Lemahabang. Alat analisis yang digunakan berupa software SPSS versi 25 for windows yang kemudian dianalisis menggunakan regresi lienar berganda. Hasil analisis dalam penelitian ini menyatakan bahwa secara parsial variabel model berupa luas lahan, jumlah produksi dan teknologi memiliki nilai yang positif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani tebu, kemudian pada variabel modal menyatakan memiliki nilai yang negatif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani tebu. Pada variabel tenaga kerja menjadi satu-satunya faktor yang mempengaruhi pendapatan petani tebu secara positif dan memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh simultan antara variabel luas lahan, modal, tenaga kerja, jumlah produksi dan teknologi bernilai positif dan berpengaruh signifikan secara bersamaan terhadap pendapatan petani tebu.