Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Role of Political Parties in Realizing Democracy in the 2024 Elections in Indonesia Budiawan, Asep; Pudjiastuti, Diah; Santoso, Bagus
PINISI Discretion Review Volume 9, Issue 1, September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pdr.v1i1.77480

Abstract

The 2024 General Election in Indonesia serves as a critical momentum to assess the extent to which political parties contribute to the realization of substantive democracy. In the political reality, political parties as the main pillars of democracy function not only as institutions for political recruitment but also as agents of political education, interest aggregation, and the strengthening of public representation. However, electoral practices are often marked by pragmatism, money politics, and internal party oligarchy, which create a gap between the ideal expectations of democracy and the realities on the ground. This study aims to analyze the role of political parties in realizing democracy during the 2024 elections by examining how parties perform their democratic functions and the extent of their influence on the quality of democracy. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, utilizing literature review, secondary data analysis, and a critical examination of political regulations and practices in Indonesia. The findings reveal that political parties still face serious challenges in achieving an ideal democratic system, particularly due to weak cadre development, elite domination, and the lack of transparency in party governance. Nevertheless, there are opportunities for political parties to strengthen democracy through internal party reform, the enhancement of public political education, and consistent adherence to the principles of justice and political participation. The study concludes that the role of political parties in the 2024 elections is crucial in determining the direction of democratic consolidation in Indonesia. Therefore, it is recommended that political parties strengthen their cadre systems, improve accountability, and avoid transactional political practices in order to promote a healthier and more equitable democracy.
OPTIMALISASI PROSES DIVERSI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PENYALAHGUNAAN SENJATA TAJAM OLH ANAK DIBAWAH UMUR DI KOTA SUKABUMI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK JO. PERATURAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2021 Ferovina Wuntu, Happy; Maruli Tua Situmeang, Sahat; Sri Utomo, Subagyo; Pudjiastuti, Diah; Sutarjo, Sutarjo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.%p

Abstract

Negara republik Indonesia merupakan negara yang didirikan atas dasar perjuangan dan tumpah darah segenap elemen Masyarakat. Oleh karena itu tujuan utama dari berdirinya bangsa Indonesia salah satunya adalah memberikan perlindungan terhadap seluruh tumpah darah negara republik Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea ke 4. Sebagai bentuk perlindungan terhadap seluruh elemen masyarakat maka pemerintah membentuk berbagai macam peraturan perundang-undangan yang dimaksudkan untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. Sebagai bentuk pemberian rasa keadilan kepada masyarakat maka haruslah dibentuk Undang-Undang yang mengatur tentang proses penegakkan hukum antara orang dewasa dan anak dibawah umur. Peraturan tersebut perlu dibentuk mengingat anak dibawah umur merupakan kelompok manusia yang masih membutuhkan bimbingan dan perlindungan. Dalam penelitian ini penulis mengangkat sebuah kasus Dimana anak dibawah umur yang melakukan penyalahgunaan senjata tajam harus divonis bermasalah pengadilan negeri kota Sukabumi dan harus menjalani hukuman dilembaga pemasyarakatan. Realita tersebut tentu menimbulkan pertanyaan bagaimana Upaya diversi yang dilakukan pada pihak penyidik kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan.Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu metode yang menggambarkan atau melukiskan realita yang terjadi di Tengah-tengah Masyarakat kemudian di hubungkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun metode pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normative. Hasil penelitian yang penulis temukan adalah adanya ketidak optimalan dalam Upaya diversi terhadap anak yang melakukan penyalahgunaan senjata tajam.Â