Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI RSKIA PKU MUHAMMADIYAH KOTAGEDE YOGYAKARTA TAHUN 2023 Rahayu, Yuni Putri; Oktavia, Eka; Azka, Arlina
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar sangat penting sebab dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih langsung dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Nifas tentang Teknik Menyusui Yang Benar Di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede tahun 2023. Metode penelitian yaitu penelitian observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang melakukan pemeriksaan di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede. Jumlah sampel yang diambil dari data ibu nifas sebanyak 36 responden menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU TIDAK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI PMB ARINTA LINDARI TAHUN 2023 Nurria, Amanda Intan; Oktavia, Eka; Azka, Arlina
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi manusia untuk dikonsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama pada bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi ibu postpartum tidak memberikan ASI eksklusif di PMB Arinta Lindari tahun 2023. Metode jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah ibu menyusui secara tidak eksklusif di PMB Arinta Lindari yang usia anak terakhirnya lebih dari 6-24 bulan. Dalam penelitian ini jumlah sampel diambil dari data ibu menyusui yang usia anak terakhirnya 6-24 bulan yaitu sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuisioner. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar responden di PMB Arinta Lindari adalah ibu bekerja, ibu berpendidikan menengah hingga akademik atau perguruan tinggi, memiliki tingkat pengetahuan baik dan didukung keluarga/suami.
GAMBARAN PENGGUNAAN GADGET DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MASYITOH NGASEM Dhiya’ulhaq, Rozaana; Azka, Arlina; Rizkiana, Erin
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i12.3825

Abstract

Pada masa anak usia prasekolah merupakan periode perkembangan yang sangat sensitif. Pada masa prasekolah, anak akan mengalami perkembangan fisik maupun psikis. Sehingga perkembangan anak pada masa ini akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Zaman yang semakin modern dan beragamnya tampilan gadget yang menarik menyebabkan banyak orang tua yang mulai mengenalkan gadget pada anaknya. Penggunaan gadget yang berlebihan akan menjadikan ketergantungan pada anak dan akan memberikan dampak buruk pada perkembangan anak. Untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan gadget dan perkembangan anak usia prasekolah di TK Masyitoh Ngasem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK B Masyitoh Ngasem beserta orang tuanya dan jumlah sampel sebanyak 44 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan format KPSP. Distribusi perkembangan anak berdasarkan durasi penggunaan gadget lebih dari setengahnya (29,55%) anak usia prasekolah di TK Masyitoh Ngasem adalah anak pengguna gadget dengan frekuensi tinggi dan perkembangan yang sesuai. Dari hasil observasi yang dilakukan, perkembangan anak prasekolah di TK Masyitoh Ngasem sebagian besar anak tidak mengalami ketergantungan gadget serta perkembangan anak sebagian besar adalah sesuai.
Penggunaan Insektisida Rumah Tangga dan Kerentanan Aedes sp. terhadap Permetrin di Kelurahan Sorosutan Kota Yogyakarta: e Use of Household Insecticides and Susceptibility of Aedes sp. against Permethrin in Sorosutan Yogyakarta Azka, Arlina; Astuti, Fardhiasih Dwi
Aspirator Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 2 2021
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/asp.v13i2.4798

Abstract

Abstract. The use of household insecticides is an alternative solution to prevent mosquito bites. Most of the household insecticides sold in Indonesia have pyrethroid active ingredients, permethrin, which is available in the aerosol formulation. Inappropriate use of household insecticides can reduce mosquito susceptibility. The objectives of this study are to describe the use of household insecticides and susceptibility of Aedes sp. against permethrin in Sorosutan Yogyakarta. This study used a crosssectional survey design. This study was conducted in December 2018–April 2019 in 354 households in Sorosutan which were randomly selected based on proportional sampling. Interviews about the household insecticides were conducted with the owner or resident of the house. The susceptibility tests used impregnated paper with permethrin 0.75%. The survey results showed that 25.14% of the houses use household insecticides. The insecticide used were aerosol, electric mosquito repellents, and mosquito coils containing active ingredients of the pyrethroid group, namely dimefluthrin, transfluthrin, prallethrin, cypermethrin, and metofluthrin. The susceptibility test results showed a decrease in mosquito susceptibility where the population of Aedes sp. in Sorosutan has been resistant against permethrin. The continuous use of insecticides with pyrethroid active ingredients can develop mosquito resistance against permethrin because all pyrethroids have the same mode of action. This study concludes that only a small proportion (25,14%) of the households used insecticides with the active ingredients used mainly in the pyrethroid group (dimefluthrin, transfluthrin, prallethrin, cypermethrin, and metofluthrin) and the population of Aedes sp. in Sorosutan has been resistant to permethrin. Abstrak. Penggunaan insektisida rumah tangga merupakan solusi alternatif mencegah gigitan nyamuk. Insektisida rumah tangga yang dijual di Indonesia sebagian besar berbahan aktif piretroid, salah satunya permetrin yang tersedia dalam formulasi aerosol. Penggunaan insektisida rumah tangga tidak sesuai anjuran dapat menurunkan kerentanan nyamuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan insektisida rumah tangga dan kerentanan Aedes sp. terhadap permetrin di Kelurahan SorosutanKota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional survey. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018–April 2019 di 354 rumah di Kelurahan Sorosutan yang dipilih secara acak berdasarkan proportional sampling. Wawancara tentang penggunaan insektisida rumah tangga dilakukan pada pemilik atau penghuni rumah. Pengujian status kerentanan menggunakan impregnated paper berbahan aktif permetrin 0,75%. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 25,14% rumah menggunakan insektisida rumah tangga. Insektisida yang digunakan dari formulasi aerosol, elektrik, dan bakar dengan kandungan bahan aktif golongan piretroid yaitu dimeflutrin, transflutrin, praletrin, sipermetrin, dan metoflutrin. Hasil uji kerentanan menunjukkan telah terjadi penurunan kerentanan, populasi Aedes sp. di Sorosutan ditemukan resisten terhadap permetrin. Penggunaan insektisida berbahanaktif piretroid secara terus-menerus dapat meningkatkan perkembangan resistensi nyamuk terhadap permetrin karena cara kerja insektisida golongan piretroid sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hanya sebagian kecil (25,14%) rumah tangga yang menggunakan insektisida namun bahan aktif yang digunakan sebagian besar termasuk golongan piretroid (dimeflutrin, transflutrin, praletrin, sipermetrin, dan metoflutrin) dan ditemukan bahwa populasi Aedes sp. di Sorosutan telah resisten terhadap permetrin.
GAMBARAN UMUR IBU DAN JUMLAH PARITAS PADA KASUS ABORTUS DI RSKIA UMMI KHASANAH BANTUL TAHUN 2022 Rikhanis, Harista; Azka, Arlina; Ashari, Mochamad Any
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i11.707

Abstract

Masalah kesehatan ibu merupakan masalah yang perlu mendapatkan prioritas utama. Salah satu masalah kesehatan adalah tingginya angka kematian ibu (AKI). Hampir 95% dari semua kematian ibu terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada tahun 2020. Abortus sebagai salah satu penyebab kematian ibu merupakan masalah yang sangat membutuhkan perhatian. WHO memperkirakan sebesar 15-50% kematian ibu berkaitan dengan abortus. Beberapa faktor risiko terjadinya abortus adalah umur ibu dan juga jumlah paritas. Untuk mengetahui gambaran usia ibu dan jumlah paritas pada kasus abortus di RSKIA Ummi Khasanah tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSKIA Ummi Khasanah di tahun 2022 sebanyak 359 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling. Instrument yang digunakan adalah rekam medis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan bantuan software SPSS. Mayoritas ibu hamil yang mengalami abortus berdasarkan umur adalah ibu yang berusia 20-34 tahun yaitu 48 orang (58.50%), menurut paritas adalah kelompok nullipara yaitu 34 orang (41.50%). Dan sebagian besar adalah abortus karena blighted ovum yaitu 36 orang (43.90%). Mayoritas ibu yang mengalami abortus berusia antara 20-34 tahun, yaitu sebanyak 48 (58.50%), ibu dengan nullipara yaitu 34 orang (41.50%) dan dengan abortus yang dikarenakan blighted ovum, yaitu 36 orang (43.90%).
The Role of Parents in Providing Sex Education to Preschool Children Utami, Tri; Kurniawati, Erna Yovi; Azka, Arlina
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 1 (2024): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i1.6

Abstract

Violence against women in Indonesia is dominated by cases of sexual violence. Sex education in early childhood is needed to give children an understanding of the anatomy of the human reproductive organs in a simple and understandable way. This study aims to determine the role of parents in providing sex education in early childhood or preschool. This study uses a quantitative descriptive design with a cross-sectional design. The research was conducted at Masyithoh Ngasem Nursery School on 44 children who were purposively selected. Parental role was measured using a questionnaire. The data were analysed univariately. The results showed that most of the parents (90.21%) had provided good sex education to their children. In addition to explaining the genital organs, parents must be able to give examples and teach children to tell their parents if someone else touches their genitals. Sex education in early childhood is expected to prevent child sexual abuse and other sexual crimes. Children who know will be able to avoid, refuse and tell their parents if they are confronted with conditions that are suspected to lead to sexual crimes.
Non-Communicable Disease Risk Factors Across Age Groups in Urban Indonesia: A WHO STEPS-Based Study Muh. Amri Arfandi; Saefurrohim, Muhamad Zakki; Azka, Arlina; Pakki, Irfansyah Baharuddin; Siswanto, Siswanto; Risva, Risva; Azmiardi, Akhmad
Panakeia Journal of Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2025): Panakeia Journal of Epidemiology
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/2h9dbt57

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a major public health concern, with risk factors increasingly observed among younger populations. To describe and compare behavioral and biological NCD risk factors among adolescents (15–19 years), young adults (20–24 years), and adults (25–59 years) in Samarinda, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among 242 respondents using the WHO STEPS questionnaire, covering behavioral factors (tobacco, alcohol, physical activity, diet) and biological factors (BMI, blood pressure, blood glucose, cholesterol). Smoking was highest among young adults (22.2%) versus adolescents (9.3%) and adults (17.7%). Adolescents reported relatively higher alcohol use (12.4%). Young adults showed more sedentary behavior (40%). Fruit consumption was inadequate across all groups. Overweight/obesity prevalence increased with age: adolescents (19.4%), young adults (24.4%), adults (54.4%). Adults showed higher hypertension (44.1%) and high cholesterol (35.3%). Behavioral risks emerge during adolescence, while biological risks accumulate with age. Early prevention targeting youth through community-based education and health monitoring is essential.
Understanding Toxoplasmosis in Reproductive-Age Women: Determinants of Infection and Evidence-Based Mitigation Approaches Azka, Arlina; Soviadi, Nabila Vebiana; Saefurrohim, Muhamad Zakki; Azmiardi, Akhmad; Pakki, Irfansyah Baharuddin; Siswanto; Arfandi, Muh. Amri; Risva
Panakeia Journal of Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2025): Panakeia Journal of Epidemiology
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/e53f1q84

Abstract

Toxoplasmosis remains a persistent public health concern among women of reproductive age due to the risk of congenital transmission and severe fetal outcomes. This narrative review aimed to synthesize recent evidence on infection determinants and evaluate evidence-based strategies to mitigate risks, addressing persistent gaps in awareness and intervention efficacy. A comprehensive literature search of PubMed and Google Scholar was conducted for studies published between 2016 and 2025. The findings reveal substantial geographic variation in seroprevalence, influenced by environmental conditions, cultural practices, and socioeconomic disparities. Higher infection rates were consistently reported among older, multiparous, rural, and less-educated women. Key risk factors included consumption of contaminated water, undercooked meat, and poor hygiene practices, while associations with cat ownership were inconsistent. Overall, knowledge and awareness of toxoplasmosis were low among women and healthcare providers. Although educational interventions and antenatal screening demonstrated potential benefits, their effectiveness remains insufficiently evaluated. Integrated, context-specific prevention strategies are urgently needed to reduce infection risk and prevent congenital toxoplasmosis.